ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove forests are a type of coastal forest ecosystem that thrives in intertidal zones, particularly in sheltered shorelines and river estuaries that are inundated during high tide and exposed during low tide. The plant communities in these areas are characterized by their high tolerance to saline conditions. This study aims to identify the species of mangroves present and to analyze their community structure through indices of importance value, species diversity, evenness, and dominance within the Tutus Island region of Bulungan Regency. The findings of this study are expected to support sustainable aquaculture development by preserving the mangrove ecosystem. Environmental factors influencing the distribution and diversity of mangroves were also assessed, with measured parameters indicating a salinity level of 19 ppt and a pH value of 6.80. The research employed the line transect method, with each transect extending 100 meters and sampling plots of 10 x 10 meters established along each transect. Observations revealed the presence of several mangrove species, including Nypa fruticans, Rhizophora spp., and Sonneratia spp. The analysis of community structure yielded a species diversity index of 0.296, a dominance index of 0.628, and a species evenness index of 0.270.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mangrove ecosystems play a vital role in sustaining life. These ecosystems are commonly found in most Indonesian archipelago coastal areas. Mangrove ecosystems provide habitats for various organisms to feed, breed, and spawn. This study aims to investigate the structure of the mangrove community on Malu Island in Bulungan Regency. Environmental factors influencing the area's distribution and diversity of mangroves include salinity levels of 20 ppt and a pH value of 6.12. Impact of traditional aquaculture activities on mangroves The method was the line transect method. A line transect was drawn along a 100-meter stretch at each station, and at each transect, a 10m x 10m plot was established. The mangrove species found at the study site included Nypa Fruticans, Sonneratia sp, and Rhizophora sp. The mangrove community structure included a mangrove diversity index of 0.314, an evenness index (E) of 0.285, and a dominance index (C) of 0.592.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Perairan Pulau Bunyu dipengaruhi oleh sirkulasi massa air estuari dan Laut Sulawesi yang menjadikannya sebagai potensi sumber daya perikanan yang sangat besar. Penelitian mengenai keanekaragaman ikan di kawasan Pulau Bunyu telah banyak dilakukan, oleh karena itu perlu ada penelitian lanjutan untuk melengkapi data dan informasi ilmiah tentang keanekaragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan, kelimpahan jenis (Kj), keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (D) spesies yang terdapat di perairan laut Pulau Bunyu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan Maret 2025. Metode perolehan sampel dilakukan secara eksploratif dan tidak bersifat time series. Beberapa alat tangkap yang digunakan seperti pukat gondrong, bubu dasar, dan rengge pada 8 stasiun penangkapan. Proses identifikasi jenis ikan dilakukan melalui identifikasi morfologi yang dilakukan dengan mengamati struktur tubuh ikan dari bentuk luar ikan, pola pewarnaan, bentuk mulut, bentuk ekor dan ciri- ciri yang terlihat pada ikan. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan jenis yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 1.786 individu yang diklasifikasikan menjadi 74 Famili 80 genus dengan 115 spesies. Hasil Kelimpahan ikan yang telah dilakukan didapatkan komposisi tertinggi terdapat pada spesies ikan puput (Ilisha elongata) dengan nilai kelimpahan 29% dan komposi terendah terdapat pada jenis ikan bulu ayam (Coilia neglecta) senilai 13%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) keseluruhan lokasi pengamatan berada pada retang 1,76–2,89, nilai keseragaman (E) berada pada rentang 0,23-0,57, dan dominansi (D) 0,11-0,50. Nilai indeks keanekaragaman keseluruhan lokasi pengamatan menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kondisi sedang dengan nilai keseragaman menunjukkan sebagian besar lokasi pengamatan berada pada kondisi yang tertekan, dan dominansi yang sebagian besar lokasi pengamatan berada pada lokasi pengamatan pada kondisi yang rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kota Tarakan memiliki cakupan laut yang cukup luas sehingga memiliki potensi perikanan yang cukup berlimpah. Juata Laut merupakan salah satu daerah di Kota Tarakan yang memiliki potensi perikanan di bidang hasil tangkapan. Salah satu faktor pendukung potensi perikanan adalah terpenuhinya kebutuhan oksigen bagi para biota perairan yang disuplai oleh plankton. Maka dari itu perlu dilakukannya penelitian tentang struktur komunitas plankton di perairan Juata Laut Kota Tarakan dan kondisi kualitas air dari perairan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian dilakukan selama ± 2 (dua) bulan dengan metode deskriptif kuantitatif dan survei sampel. Dari Hasil penelitian diperoleh 36 jenis plankton yang terdiri dari 7 kelas, 4 kelas jenis fitoplankton dan 3 kelas dari jenis zooplankton. Jenis fitoplankton yang paling sering ditemukan yaitu pada kelas Bacillariophyceae dan pada jenis zooplankton yaitu kelas Crustacea. Kelimpahan plankton termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman di dua stasiun pada jenis fitoplankton sedang dan pada jenis zooplankton rendah. Indeks keseragaman jenis fitoplankton termasuk kategori tinggi dan tidak ada jenis yang mendominasi dan indeks keseragaman zooplankton termasuk kategori rendah dan ada jenis yang mendominasi. Kondisi kualitas air pada perairan Juata Laut Kota Tarakan masih dalam kondisi yang optimal bagi keberlangsungan hidup plankton.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekosistem estuaria dan mangrove di Perairan Muara Sesayap merupakan habitat dari berbagai jenis ikan, telah banyak dikonversi menjadi tambak. Dalam Proses budidaya komoditas yang ditebar hanya udang windu dan ikan bandeng, namun saat proses pemanenan terdapat berbagai jenis ikan non budidaya yang ikut tertangkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman ikan non budidaya dan menganalisis nilai indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi ikan dalam tambak tradisional Pulau Tibi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Februari 2024, pengumpulan sampel dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jala pada saat pemeliharaan dan semua jenis ikan pada saat pemanenan. Pengumpulan sampel dilakukan sebanyak 3 kali yang dimulai satu bulan setelah proses penebaran dan saat pemanenan. Ikan yang tertangkap kemudian diidentifikasi secara morfologi dengan mengacu pada buku identifikasi. Pengukuran kualitas air dilakukan secara insitu yang dilakukan setelah alat tangkap terpasang dan sebelum proses pemanenan. Berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan selama penelitian didapatkan 22 jenis ikan non budidaya yang tergolong dalam 2 filum, 12 ordo, 19 famili, dan 22 genus. Tingkat keanekaragaman dapat digambarkan dalam bentuk nilai indeks keanekaragaman dengan rata-rata 0,642 kategori rendah, indeks keseragaman dengan nilai rata-rata 1,535 kategori sedang, dan nilai indeks dominansi rata-rata 0,042 kategori rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI EMBUNG RAWASARI KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian mengenai struktur komunitas plankton di Embung Rawasari dilakukan untuk memahami kondisi perairan secara biologis dalam upaya pemenuhan kebutuhan air di Kota Tarakan. Plankton merupakan salah satu organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi plankton di perairan Embung Rawasari Kota Tarakan, dan untuk mengetahui keterkaitannya terhadap kualitas air. Metode penelitian yang digunakan adalah deskrtiptif, kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan dua data, yaitu data utama dan data penunjang. Identifikasi Plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan di 3 stasiun pengamatan. Identifikasi jenis plankton dilakukan sebanyak 8 kali ulangan disetiap stasiun. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan fitoplankton didapatkan berkisar 2-19 sel/L dan zooplankton 3-13 ind/L. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,824-1,0363 dan zooplankton berkisar 0,9010-1,0712. Nilai indeks keseragaman fitoplankton berkisar 0,8196-0,8393 dan zooplankton 0,81870-0,8783. Nilai indeks dominansi fitoplankton berkisar 0,422-0,540 dan zooplankton 0,3804-0,4725. Kelimpahan plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori sedang. Indeks keseragaman plankton di perairan Embung Rawasari termasuk dalam kategori tinggi. Indeks dominansi plankton di perairan Embung Rawasari termasuk kedalam kategori rendah. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, Indeks Dominansi, Kelurahan Karang Harapan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan adalah kota yang memiliki Sumber Daya Alam yang potensial untuk dikembangkan. Salah satu daerah yang ada di kota Tarakan yaitu Tanjung Pasir dimana para penduduknya tinggal di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan tanjung pasir dengan menggunakan struktur komunitas plankton sebagai bioindikator perairan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, lokasi penelitian dilakukan di dua titik tempat yaitu stasiun I di daerah kawasan mangrove dan di stasiun II dekat dengan pemukiman penduduk. Pengambilan sampel dilakukan 2 hari sekali selama 15 kali turun kelapangan. komunitas plankton di perairan Tanjung Pasir sebagai objek penelitian meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Jenis fitoplankton yang ditemukan pada stasiun I dan Stasiun II yaitu terdiri dari 5 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae, Coscinodiscophyceae, Cyanophyceae, Mediophyceae dan Dinophycea dan zooplankton dari kelas Crustacea. Jenis fitoplankton yang paling banyak ditemukan pada stasiun I dan stasiun II adalah dari kelas Bacillariophyceae dan Dinophyceae karena kedua kelas ini mendominasi semua jenis fitoplankton di seluruh dunia. dengan nilai kelimpahan fitoplankton pada stasun I yaitu 354 sel/l dan stasiun II yaitu 202 sel/l. kelimpahan zooplankton pada stasiun I yaitu 40 ind/l, dan stasiun II 38 ind/l Indeks kanekaragaman pada kedua stasiun tergolong kategori sedang dengan indeks keseragaman tegolong kategori keseragaman tinggi dan dominansi yang rendah. Berdasarkan dari nilai struktur komunitas plankton perairan Tanjung Pasir tergolong kategori tercemar ringan. Faktor lingkungan perairan Tanjung Pasir kota Tarakan meliputi faktor fisika dan faktor kimia pada stasiun I dan stasiun II masih baik untuk kehidupan organisme perairan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Makrozoobenthos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan, dan merupakan bagian dari rantai makanan yang keberadaannya bergantung pada populasi organisme yang tingkatnya lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos yang meliputi keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi makrozoobenthos di Pantai Tanjung Pasir Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2021 di Pantai Tanjung Pasir Kota Tarakan. Pengambilan sampel makrozoobenthos dilakukan di Pantai Tanjung Pasir pada 2 stasiun yaitu stasiun 1 merupakan daerah mangrove dan stasiun 2 merupakan daerah pemukiman dan industri hasil Perikanan. Pada setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak 3 plot dengan setiap plot dilakukan 3 kali pengulangan. Makrozoobenthos yang ditemukan pada penelitian ini, terdiri dari 2 kelas yaitu gastropoda dan bivalvia yang terdiri dari 8 spesies dengan jumlah individu keseluruhan 124. Indeks Keanekaragaman makrozoobenthos di stasiun 1 yaitu 0,91 dan stasiun 2 yaitu 1,52 kedua stasiun menunjukkan hasil bahwa keanekaragaman rendah sampai sedang, kondisi lingkungan perairan di Pesisir Pantai Tanjung Pasir diindikasikan dalam keadaan tercemar ringan, nilai indeks keseragaman pada stasiun 1 yaitu 0,83 dan stasiun 2 yaitu 0,85 tergolong dalam kategori tinggi, nilai indeks dominansi pada stasiun 1 yaitu 0,44 dan stasiun 2 yaitu 0,26 tergolong dalam kategori rendah atau tidak ada yang mendominansi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI NGINGITAN KELURAHAN MAMBURUNGAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Plankton terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu plankton tumbuhan (fitoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). Plankton merupakan salah organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi serta keterkaitannya dengan kondisi kualitas perairan di Sungai Ngingitan Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 Februari hingga 7 April 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 (hulu sungai), stasiun 2 (hilir sungai), dan tasiun 3 muara. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan Fitoplankton didapatkan berkisar 4-37 sel/L. Kelimpahan zooplankton didapatkan berkisar 1-34 Ind/L. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,608-1,226. Nilai indeks keanekaragaman zooplankton berkisar 0,637-1,318. Nilai Indeks keseragamaan fitoplankton berkisar 0,588- 0,686. Nilai Indeks keseragamaan zooplankton berkisar 0,812-0,918. Nilai indeks dominansi fitoplankton berkisar 0,455-0,868 nilai indeks dominansi zooplankton berkisar. 0,321-0,556. Kelimpahan plankton di Sungai Ngingitan termaksuk dalam katagori rendah. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, indeks Dominansi, Kelurahan Mamburungan.