2026 · Book ·
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.
2026 · Book ·
2026 · Book ·
Penelitian ini berawal dari pemanfaatan multimedia interaktif dan teori Van Hiele sebagai landasan dalam pengembangan media pembelajaran geometri di sekolah dasar. Multimedia interaktif dalam konteks ini merupakan media digital yang memadukan teks, gambar, animasi, audio, dan interaktivitas sehingga memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses belajar. Teori Van Hiele menjelaskan tahapan berpikir geometri siswa, mulai dari visualisasi hingga deduksi formal, sehingga menjadi acuan dalam penyusunan materi dan aktivitas agar sesuai dengan tahap kognitif peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis teori Van Hiele pada materi bangun datar untuk siswa kelas IV SDN 016 Tarakan serta menilai kelayakan dan kemenarikannya sebagai media pembelajaran. Latar belakang penelitian didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih dominan menggunakan metode ceramah dengan pemanfaatan media yang terbatas, sehingga siswa mengalami kejenuhan, kurang fokus, dan kesulitan memahami konsep geometri. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk multimedia interaktif dirancang dengan PowerPoint dan Canva, memuat materi segiempat dan segitiga sesuai capaian pembelajaran, serta dilengkapi animasi, ilustrasi, dan soal interaktif. Instrumen penelitian berupa validasi ahli materi, ahli media, praktisi, dan angket respons siswa. Hasil validasi menunjukkan skor kelayakan 85,7% dengan kategori sangat layak, sedangkan uji coba terbatas dan lapangan memperoleh tingkat kemenarikan 90,85% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis teori Van Hiele ini layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika karena mampu meningkatkan motivasi, minat, dan pemahaman siswa pada materi bangun datar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2026 · Book ·
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berawal dari pemanfaatan multimedia interaktif dan teori Van Hiele sebagai landasan dalam pengembangan media pembelajaran geometri di sekolah dasar. Multimedia interaktif dalam konteks ini merupakan media digital yang memadukan teks, gambar, animasi, audio, dan interaktivitas sehingga memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses belajar. Teori Van Hiele menjelaskan tahapan berpikir geometri siswa, mulai dari visualisasi hingga deduksi formal, sehingga menjadi acuan dalam penyusunan materi dan aktivitas agar sesuai dengan tahap kognitif peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis teori Van Hiele pada materi bangun datar untuk siswa kelas IV SDN 016 Tarakan serta menilai kelayakan dan kemenarikannya sebagai media pembelajaran. Latar belakang penelitian didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa pembelajaran matematika masih dominan menggunakan metode ceramah dengan pemanfaatan media yang terbatas, sehingga siswa mengalami kejenuhan, kurang fokus, dan kesulitan memahami konsep geometri. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk multimedia interaktif dirancang dengan PowerPoint dan Canva, memuat materi segiempat dan segitiga sesuai capaian pembelajaran, serta dilengkapi animasi, ilustrasi, dan soal interaktif. Instrumen penelitian berupa validasi ahli materi, ahli media, praktisi, dan angket respons siswa. Hasil validasi menunjukkan skor kelayakan 85,7% dengan kategori sangat layak, sedangkan uji coba terbatas dan lapangan memperoleh tingkat kemenarikan 90,85% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis teori Van Hiele ini layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran matematika karena mampu meningkatkan motivasi, minat, dan pemahaman siswa pada materi bangun datar.
2025 · Book ·
Produktivtas nelayan tangkap laut merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan sektor perikanan, Namun, pencapaian produktivitas ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, pengalaman kerja, serta biaya melaut. Fenomena tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas nelayan tangkap laut di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 orang nelayan yang dipilih menggunakan teknik quota sampling dari total populasi sebanyak 352 nelayan. Variabel independen yang diteliti meliputi umur (X1), pengalaman kerja (X2), dan biaya melaut (X3), sedangkan variabel dependen adalah produktivitas (Y) yang diukur berdasarkan rasio antara nilai tangkapan dengan durasi melaut dalam satu musim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel biaya melaut berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas, sedangkan umur dan pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap produktivitas nelayan tangkap laut. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,410 menunjukkan bahwa 41% variasi produktivitas dapat dijelaskan oleh variabel umur, pengalaman kerja, dan biaya melaut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivtas nelayan tangkap laut merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan sektor perikanan, Namun, pencapaian produktivitas ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti umur, pengalaman kerja, serta biaya melaut. Fenomena tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas nelayan tangkap laut di Desa Liagu, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 orang nelayan yang dipilih menggunakan teknik quota sampling dari total populasi sebanyak 352 nelayan. Variabel independen yang diteliti meliputi umur (X1), pengalaman kerja (X2), dan biaya melaut (X3), sedangkan variabel dependen adalah produktivitas (Y) yang diukur berdasarkan rasio antara nilai tangkapan dengan durasi melaut dalam satu musim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel biaya melaut berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas, sedangkan umur dan pengalaman kerja tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap produktivitas nelayan tangkap laut. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,410 menunjukkan bahwa 41% variasi produktivitas dapat dijelaskan oleh variabel umur, pengalaman kerja, dan biaya melaut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Mesin penepung hasil pertanian disc mill sangat penting untuk proses pengolahan hasil pertanian. Tapi masalah seperti getaran berlebih, penurunan kecepatan, dan efisiensi pengolahan menjadi masalah besar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kinerja mesin ketika dilakukan perubahan pada sistem mounting yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi operasional. dan kecepatan motor (RPM), Suhu mesin, kapasitas efektif alat, kecepatan linier, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan mounting meningkatkan kinerja mesin. Dengan modifikasi ini, kapasitas efektif meningkat dari 12,67 kg/jam menjadi 85,30 kg/jam, kecepatan linier meningkat dari 8,98 m/s menjadi 12,99 m/s, dan rendemen meningkat dari 79% menjadi 93%. Selain itu, ada penurunan suhu mesin sebesar 3,64% dan peningkatan RPM sebesar 11,70%. Studi ini menunjukkan bahwa mengubah mounting disc mill dapat meningkatkan efisiensi pengolahan hasil pertanian.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mesin penepung hasil pertanian disc mill sangat penting untuk proses pengolahan hasil pertanian. Tapi masalah seperti getaran berlebih, penurunan kecepatan, dan efisiensi pengolahan menjadi masalah besar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kinerja mesin ketika dilakukan perubahan pada sistem mounting yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi operasional. dan kecepatan motor (RPM), Suhu mesin, kapasitas efektif alat, kecepatan linier, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan mounting meningkatkan kinerja mesin. Dengan modifikasi ini, kapasitas efektif meningkat dari 12,67 kg/jam menjadi 85,30 kg/jam, kecepatan linier meningkat dari 8,98 m/s menjadi 12,99 m/s, dan rendemen meningkat dari 79% menjadi 93%. Selain itu, ada penurunan suhu mesin sebesar 3,64% dan peningkatan RPM sebesar 11,70%. Studi ini menunjukkan bahwa mengubah mounting disc mill dapat meningkatkan efisiensi pengolahan hasil pertanian.
2024 · Book ·
Penelitian ini menjelaskan tentang tinjauan yuridis penerapan restorative justice pada tindak pidana penganiayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode atau penelitian hukum normatif atau metode penelitian hukum kepustakaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Landasan yuridis penerapan keadilan restoratif di Indonesia dan penerapan keadilan restoratif pada tindak pidana penganiayaan dalam sistem peradilan pidana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana penganiayaan di Indonesia membutuhkan landasan hukum yang kuat, terutama yang ditemukan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Ketentuan-ketentuan dalam KUHAP memberikan dasar bagi penegak hukum, mulai dari penyidik hingga hakim, untuk memfasilitasi proses keadilan restoratif. Pada tahap penyidikan, penyidik memiliki kewenangan untuk memulai proses mediasi atau negosiasi antara pelaku dan korban. Selanjutnya, Penuntut Umum dapat mempertimbangkan penutupan perkara demi kepentingan umum jika tercapai kesepakatan keadilan restoratif yang memuaskan. Hakim memiliki otoritas untuk menjatuhkan pidana bersyarat di persidangan dengan syarat khusus yang mengikat pelaku untuk memperbaiki kerugian atau mengikuti program tertentu sebagai upaya pemulihan keadilan dan bentuk keadilan restoratif. Meskipun tidak ada undang-undang khusus yang mengatur bagaimana keadilan restoratif diterapkan dalam tindak pidana penganiayaan, prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dengan mempertimbangkan kepentingan pelaku, korban, dan masyarakat secara keseluruhan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menjelaskan tentang tinjauan yuridis penerapan restorative justice pada tindak pidana penganiayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode atau penelitian hukum normatif atau metode penelitian hukum kepustakaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Landasan yuridis penerapan keadilan restoratif di Indonesia dan penerapan keadilan restoratif pada tindak pidana penganiayaan dalam sistem peradilan pidana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana penganiayaan di Indonesia membutuhkan landasan hukum yang kuat, terutama yang ditemukan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Ketentuan-ketentuan dalam KUHAP memberikan dasar bagi penegak hukum, mulai dari penyidik hingga hakim, untuk memfasilitasi proses keadilan restoratif. Pada tahap penyidikan, penyidik memiliki kewenangan untuk memulai proses mediasi atau negosiasi antara pelaku dan korban. Selanjutnya, Penuntut Umum dapat mempertimbangkan penutupan perkara demi kepentingan umum jika tercapai kesepakatan keadilan restoratif yang memuaskan. Hakim memiliki otoritas untuk menjatuhkan pidana bersyarat di persidangan dengan syarat khusus yang mengikat pelaku untuk memperbaiki kerugian atau mengikuti program tertentu sebagai upaya pemulihan keadilan dan bentuk keadilan restoratif. Meskipun tidak ada undang-undang khusus yang mengatur bagaimana keadilan restoratif diterapkan dalam tindak pidana penganiayaan, prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dengan mempertimbangkan kepentingan pelaku, korban, dan masyarakat secara keseluruhan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkawinan merupakan perjanjian antara pria dan wanita dengan tujuan materil, yakni membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan antara pasangan suami istri tidak terlepas dengan adanya permasalahan yang dihadapi sehingga memicu terjadi perceraian. Perceraian di Pengadilan Agama Kota Tarakan terbilang setiap tahun meningkat. Oleh karena itu, tahapan perdamaian terlebih dahulu selalu diupayakan sesuai dengan Prosedur Mediasi di Pengadilan. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas mediasi di Pengadilan Agama Kota Tarakan dan peran mediator dalam proses mediasi di Pengadilan Agama Kota Tarakan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan metode penelitian empiris yang bersumber dari hasil observasi yang dilakukan secara langsung kelapangan tempat lokasi penelitian, wawancara langsung dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, perkara perceraian di pengadilan Agama Kota Tarakan selama tahun 2021-2023 mencapai 1.925 perkara dengan tingkat keberhasilan mediasi pada tahun 2021 sebanyak 25 perkara atau sekitar 3,99%, pada tahun 2022 jumlah perkara yang berhasil dimediasikan sebanyak 34 perkara atau sekitar 4,97%, dan pada tahun 2023 jumlah perkara yang berhasil dimediasikan sebanyak 25 perkara atau sekitar 4,06%. Sehingga total keseluruhan tingkat keberhasilan mediasi selama 3 (tiga) tahun terakhir di Pengadilan Agama Kota Tarakan sebanyak 84 perkara atau sekitar 4,34% dari jumlah perkara yang dimediasikan. Sehingga dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas proses mediasi dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Kota Tarakan masih jauh dari kata efektif. Kedua, peranan yang dimiliki oleh seorang mediator menentukan keberhasilan dari proses mediasi. Oleh karena itu, sebagai seorang mediator hakim harus memiliki peran sebagaimana telah diatur dalam Perma No. 1 tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Untuk itu, Hakim Mediator Pengadilan Agama Tarakan telah menjalankan perannya sesuai dengan prosedur yang ada di dalam Perma.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masa kehamilan memiliki perubahan fisiologis seperti membesarnya uterus, pada masa ini pusat gravitasi berpindah kearah depan dan perpindahan ini menyebabkan ibu harus menyesuaikan posisi berdirinya. Postur semacam ini akan bergantung pada kekuatan otot, penambahan berat badan, sifat relaksasi sendi, kelelahan serta postur pada sebelum hamil. Wanita hamil diproyeksikan memiliki prevalensi 50% dari nyeri punggung bawah pada trimester pertama, 40% hingga 70% di trimester kedua, dan 70% hingga 80% di trimester ketiga. Proyeksi dari nyeri sciatica dengan tingkat prevalensi berkisar dari 10% hingga 25%. Rasa nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti pada saat berdiri, berjalan, duduk maupun tidur. Yoga adalah cara non-farmakologis untuk mengobati rasa sakit, dan yoga prenatal adalah bentuk yoga klasik yang disesuaikan dengan kebutuhan fisik ibu hamil. Metode yang berguna untuk mengurangi rasa sakit kehamilan dan mempercepat persalinan selama trimester ketiga. Yoga juga masuk dalam terapi komplementer non-farmakologis yang meringankan rasa nyeri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas prenatal yoga dalam mengurangi nyeri punggung bawah dan sciatica pada ibu hamil trimester III di wilayah Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian adalah quasy eksperimen dengan tipe eksperimen interupted time series desain. Sample penelitian ini adalah 27 responden, intervensi frekuensi 2 kali seminggu selama 2 pekan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi numeric ratic scale. Hasil penelitian ini didapatkan adanya perbedaan nyeri sebelum dan sesudah melakukan yoga di lihat dari hasil Paired T Test dengan nilai p value= 0,000 dengan selisih rata-rata 0,93. Terdapat efektivitas yang dirasakan ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan yoga, dengan demikian manfaat yoga, terapi komplementer dapat ibu hamil rasakan di setiap fasilitas kesehatan..
2024 · Thesis ·
Perkawinan merupakan perjanjian antara pria dan wanita dengan tujuan materil, yakni membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan antara pasangan suami istri tidak terlepas dengan adanya permasalahan yang dihadapi sehingga memicu terjadi perceraian. Perceraian di Pengadilan Agama Kota Tarakan terbilang setiap tahun meningkat. Oleh karena itu, tahapan perdamaian terlebih dahulu selalu diupayakan sesuai dengan Prosedur Mediasi di Pengadilan. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas mediasi di Pengadilan Agama Kota Tarakan dan peran mediator dalam proses mediasi di Pengadilan Agama Kota Tarakan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan metode penelitian empiris yang bersumber dari hasil observasi yang dilakukan secara langsung kelapangan tempat lokasi penelitian, wawancara langsung dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: pertama, perkara perceraian di pengadilan Agama Kota Tarakan selama tahun 2021-2023 mencapai 1.925 perkara dengan tingkat keberhasilan mediasi pada tahun 2021 sebanyak 25 perkara atau sekitar 3,99%, pada tahun 2022 jumlah perkara yang berhasil dimediasikan sebanyak 34 perkara atau sekitar 4,97%, dan pada tahun 2023 jumlah perkara yang berhasil dimediasikan sebanyak 25 perkara atau sekitar 4,06%. Sehingga total keseluruhan tingkat keberhasilan mediasi selama 3 (tiga) tahun terakhir di Pengadilan Agama Kota Tarakan sebanyak 84 perkara atau sekitar 4,34% dari jumlah perkara yang dimediasikan. Sehingga dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas proses mediasi dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Kota Tarakan masih jauh dari kata efektif. Kedua, peranan yang dimiliki oleh seorang mediator menentukan keberhasilan dari proses mediasi. Oleh karena itu, sebagai seorang mediator hakim harus memiliki peran sebagaimana telah diatur dalam Perma No. 1 tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Untuk itu, Hakim Mediator Pengadilan Agama Tarakan telah menjalankan perannya sesuai dengan prosedur yang ada di dalam Perma.
2024 · Thesis ·
Masa kehamilan memiliki perubahan fisiologis seperti membesarnya uterus, pada masa ini pusat gravitasi berpindah kearah depan dan perpindahan ini menyebabkan ibu harus menyesuaikan posisi berdirinya. Postur semacam ini akan bergantung pada kekuatan otot, penambahan berat badan, sifat relaksasi sendi, kelelahan serta postur pada sebelum hamil. Wanita hamil diproyeksikan memiliki prevalensi 50% dari nyeri punggung bawah pada trimester pertama, 40% hingga 70% di trimester kedua, dan 70% hingga 80% di trimester ketiga. Proyeksi dari nyeri sciatica dengan tingkat prevalensi berkisar dari 10% hingga 25%. Rasa nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti pada saat berdiri, berjalan, duduk maupun tidur. Yoga adalah cara non-farmakologis untuk mengobati rasa sakit, dan yoga prenatal adalah bentuk yoga klasik yang disesuaikan dengan kebutuhan fisik ibu hamil. Metode yang berguna untuk mengurangi rasa sakit kehamilan dan mempercepat persalinan selama trimester ketiga. Yoga juga masuk dalam terapi komplementer non-farmakologis yang meringankan rasa nyeri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas prenatal yoga dalam mengurangi nyeri punggung bawah dan sciatica pada ibu hamil trimester III di wilayah Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian adalah quasy eksperimen dengan tipe eksperimen interupted time series desain. Sample penelitian ini adalah 27 responden, intervensi frekuensi 2 kali seminggu selama 2 pekan. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi numeric ratic scale. Hasil penelitian ini didapatkan adanya perbedaan nyeri sebelum dan sesudah melakukan yoga di lihat dari hasil Paired T Test dengan nilai p value= 0,000 dengan selisih rata-rata 0,93. Terdapat efektivitas yang dirasakan ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan yoga, dengan demikian manfaat yoga, terapi komplementer dapat ibu hamil rasakan di setiap fasilitas kesehatan..
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Di Kabupaten Nunukan terdapat permasalahan menurunnya penyerapan tenaga kerja yang disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja pada setiap sektor perekonomian sehingga mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan sehingga mengalami masalah terhadap perekonomian di Kabupaten Nunukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah elastisitas kesempatan kerja di Kabupaten Nunukan dan apakah PDRB berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja dan jumlah perusahaan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah analisis elastisitas kesempatan kerja dan regresi linier berganda (menggunakan alat aplikasi yaitu Eviews 10). Berdasarkan hasil analisis elastisitas kesempatan kerja bahwa pada sektor primer, sekunder, dan tersier lebih cenderung elastis yang artinya meningkatkannya pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja di Kabupaten Nunukan, untuk hasil dari regresi linier berganda yang dilakukan pada uji t menyatakan bahwa hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa PDRB memiliki nilai probabilitas 0,00010,05 yang artinya berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa investasi memiliki nilai probabilitas 0,04080,05 yang artinya berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja yang di Kabupaten Nunukan. Hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa jumlah perusahaan memiliki nilai probabilitas 0,3771>0,05 yang artinya tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Hasil dari uji f menunjukkan bahwa pada nilai f-statistik probabilitas sebesar 2,692076>0,05 lebih besar dari tingkat kesalahan maka pada variabel PDRB, investasi, dan jumlah perusahaan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Hasil dari koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai 96% berpengaruh dengan variabel independen terhadap variabel dependen dan 4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan didalam penelitian.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di Kabupaten Nunukan terdapat permasalahan menurunnya penyerapan tenaga kerja yang disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja pada setiap sektor perekonomian sehingga mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan sehingga mengalami masalah terhadap perekonomian di Kabupaten Nunukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah elastisitas kesempatan kerja di Kabupaten Nunukan dan apakah PDRB berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja dan jumlah perusahaan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah analisis elastisitas kesempatan kerja dan regresi linier berganda (menggunakan alat aplikasi yaitu Eviews 10). Berdasarkan hasil analisis elastisitas kesempatan kerja bahwa pada sektor primer, sekunder, dan tersier lebih cenderung elastis yang artinya meningkatkannya pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja di Kabupaten Nunukan, untuk hasil dari regresi linier berganda yang dilakukan pada uji t menyatakan bahwa hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa PDRB memiliki nilai probabilitas 0,00010,05 yang artinya berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa investasi memiliki nilai probabilitas 0,04080,05 yang artinya berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja yang di Kabupaten Nunukan. Hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa jumlah perusahaan memiliki nilai probabilitas 0,3771>0,05 yang artinya tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Hasil dari uji f menunjukkan bahwa pada nilai f-statistik probabilitas sebesar 2,692076>0,05 lebih besar dari tingkat kesalahan maka pada variabel PDRB, investasi, dan jumlah perusahaan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Hasil dari koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai 96% berpengaruh dengan variabel independen terhadap variabel dependen dan 4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan didalam penelitian.