ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang didukung oleh belanja pemerintah sektor kesehatan dan pendidikan, serta penyerapan tenaga kerja untuk menekan kemiskinan. Namun, belum meratanya fasilitas di Provinsi Kalimantan Utara memicu kesenjangan kualitas SDM, di samping masih terbatasnya penelitian mengenai dampak faktor-faktor tersebut di provinsi baru ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja terhadap IPM serta tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara periode 2018-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data panel dari lima kabupaten/kota, yang dianalisis menggunakan regresi data panel melalui software Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa belanja kesehatan, belanja pendidikan, dan penyerapan tenaga kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, baik secara parsial maupun simultan, dengan Fixed Effect Model yang mampu menjelaskan variasi IPM sebesar 99,25%. Namun, ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan Random Effect Model yang hanya menjelaskan variasi sebesar 12,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa alokasi belanja pemerintah masih bersifat input-oriented dan belum sepenuhnya menyasar kelompok miskin secara langsung. Hasil ini mengimplikasikan agar pemerintah daerah tetap mempertahankan dan mengoptimalkan alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan, sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran belanja agar bersifat pro-poor. Selain itu, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja diperlukan guna memutus rantai kemiskinan struktural di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penyerapan tenaga kerja merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan ekonomi daerah karena mencerminkan kemampuan suatu wilayah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Provinsi Kalimantan Utara, sebagai provinsi termuda dengan potensi strategis dan kekayaan sumber daya alam, peningkatan investasi belum sepenuhnya diikuti oleh optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah, IPM, dan Investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel yang menggabungkan data cross-section lima kabupaten/kota dan time series periode 2019–2024,. Pemilihan model dilakukan melalui uji chow dan uji hausman yang menunjukkan bahwa fixed effect model merupakan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial upah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, IPM berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan kemampuan model menjelaskan variasi sebesar 50,91%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pengupahan yang seimbang, peningkatan investasi pada sektor padat karya, serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan berbasis industri, dan peningkatan layanan kesehatan guna mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Timur tahun 2019–2023. Ketiga variabel tersebut merupakan indikator makroekonomi penting yang mencerminkan dinamika ekonomi dan kontribusinya terhadap pasar tenaga kerja. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) dan data diolah menggunakan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara parsial, hanya IPM yang berpengaruh signifikan. Sementara, inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan. inflasi berpengaruh negatif dengan koefisien -0,110421, artinya kenaikan inflasi 1% menurunkan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,11%. Pertumbuhan ekonomi dan IPM berpengaruh positif dengan koefisien masing-masing 0,455 dan 5,183. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pembangunan manusia berkontribusi pada peningkatan tenaga kerja, sementara inflasi memberikan dampak negatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor industri memiliki peran penting strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terutama melalui penciptaan lapangan kerja. Namun, di Provinsi Kalimantan utara, kontribusi sektor industri ini terhadap penyerapan tenaga kerja masih tergolong rendah, meskipun terdapat peningkatan nilai investasi secara signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan sektor industri belum diikuti oleh pemanfaatan tenaga kerja secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap sejumlah faktor ekonomi yang dapat memengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Investasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pengeluaran Perkapita terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Kalimantan Utara. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel yang menggabungkan data time series dan cross section selama periode 2017-2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Penanaman Modal, meliputi lima kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara: Malinau, Bulungan, Tana Tidung, Nunukan, dan Tarakan. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa hanya Pengeluaran Konsumsi Perkapita yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sementara itu, variabel Investasi, IPM, dan Upah Minimum tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor industri Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Data yang digunakan adalah data sekunder selama 7 tahun dimulai dari tahun 2017-2023 sehingga diperoleh data sebanyak 35 data. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM), aplikasi software pengolah data menggunakan Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel indeks pembangunan manusia berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Sedangkan jumlah penduduk dan upah minimum tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Adapun secara simultan jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Hasil dari Koefisien Determinasi (R2) adalah 0,995400 dimana jumlah penduduk, indeks pembangunan manusia, dan upah minimum mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja Kabupaten/kota Kalimantan Utara sebesar 99,54%, sedangkan sisanya 0,46% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat pada model regresi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam menilai kinerja ekonomi suatu daerah. Kalimantan Utara dengan potensi sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan perdagangan menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan kontribusi tiap sektor terhadap penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di provinsi kalimantan utara tahun 2017-2023. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel menggunakan data sekunder dari Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Sektor Pertanian secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 2) Sektor Industri Pengolahan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 3) Sektor Perdagangan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 4) Secara simultan sektor pertanian, sektor industri, dan sektor perdagangan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara 2017-2023. Sektor pertanian, sektor industri, dan sektor perdagangan mampu menjelaskan pengaruh pada variabel penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 57.88%. Sementara sisanya sebesar 42.12% mendapat pengaruh dari faktor lainnya yang tidak ditemukan pada kajian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan jumlah penduduk yang terlalu banyak dan tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia mengakibatkan penduduk yang saat ini berada di usia kerja tidak mendapatkan pekerjaan. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Upah Minimum, dan Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusi, Upah Minimum, dan Pendidikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel (pooled) dengan menggunakan software Stata 18 dan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2019 hingga 2023 dari 34 Provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini adalah Fixed Effect Model (FEM) yang menyatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, dan Pendidikan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sedangkan Upah minimum secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Secara simultan Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum, dan Pendidikan mampu menjelaskan pengaruh terhadap variabel penyerapan tenaga kerja sebesar 97.80%, sedangkan sisanya 2.20% dijelaskan dan disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyerapan tenaga kerja merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan suatu daerah. Masalah ketenagakerjaan bersifat kompleks karena saling berkaitan dengan kondisi ekonomi, besarnya upah, dan kualitas sumber daya manusia di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produk domestik regional bruto (PDRB), upah minimum kabupaten/kota (UMK), dan indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap tingkat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara pada periode 2018–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari sumber resmi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), dengan menggunakan pendekatan random effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, PDRB memiliki pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan UMK dan IPM tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara simultan, variabel PDRB, UMK, dan IPM secara bersama-sama berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018 – 2023. Besarnya kontribusi ketiga variabel independen ini dalam menjelaskan variasi pada variabel dependen adalah sebesar 90,89%, sedangkan sisanya sebesar 9,11% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2022. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa (1) pertumbuhan ekonomi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara; (2) jumlah penduduk secara parsial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara; (3) upah minimum secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara dan (4) pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan upah minimum secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk, Upah Minimum, Penyerapan Tenaga Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyerapan tenaga kerja merupakan salah satu faktor pendukung pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara berkembang yang bertujuan untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang merata tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja mempengaruhi produk domestik regional bruto dan indeks pembangunan manusia serta belanja daerah dan upah minimum mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di kabupaten/kota provinsi kalimantan utara. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder selama 6 tahun dimulai dari tahun 2017-2022 sehingga diperoleh data sebanyak 36 data. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variable Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Sedangkan belanja daerah tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Adapun secara simultan Produk Domestik Regional Bruto, Indeks Pembangunan Manusia, belanja daerah dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/kota Kalimantan Utara. Nilai pada koefisien determinasi Adjusted R-squared adalah 0,917647 dimana PDRB, IPM, belanja daerah dan upah minimum sebesar 91,76 %. Sedangkan sisanya 8,24 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat pada model regresi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pertumbuhan penduduk di Kota Tarakan mengakibatkan banyaknya jumlah penduduk yang sudah termasuk kedalam usia produktif angkatan kerja. Di Kota Tarakan terdapat UMKM kuliner yang merupakan sektor penggerak ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja pada UMKM kuliner di Kota Tarakan terhadap biaya operasional, modal, dan laba dengan menggunakan metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif dan dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa angka. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Objek penelitian adalah semua UMKM kuliner yang berada di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 30 responden yang di lakukan dengan metode simple random sampling yaitu mengambil sampel secara acak tanpa memperhatikan stara (tingkat) dalam anggota populasi. Hasil penelitian menunjukkan, biaya operasional dan modal tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial. Sementara laba berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial. Secara simultan menunjukkan keseluruhan variabel independen yang terdiri dari biaya operasional, modal dam laba berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan nilai R-square sebesar 0,524, menunjukkan variabel biaya operasional, modal, dan laba berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 52,4% sedangkan sisanya 48,6% dipengaruhi oleh variabel lainya di luar model regresi. Hal ini dapat dibuktikan dengan perhitungan Regresi Linear Berganda dengan SPSS versi 26.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu penyebab munculnya masalah ketenagakerjaan dikarenakan pesatnya peningkatan jumlah angkatan kerja setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan atau penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan data sekunder dari kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) upah minimum secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 2) belanja pemerintah secara parsial tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 3) investasi secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. 4) secara simultan upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah minimum, belanja pemerintah, dan investasi mampu menjelaskan pengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 98,7%. Sedangkan sisanya sebesar 1,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk model dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyerapan tenaga kerja dalam sektor industri memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi dan pengurangan tingkat pengangguran. Namun, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, indeks pembangunan manusia dan jumlah industri berpengaruh kerja secara parsial dan secara simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan merupakan data sekunder meliputi investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, IPM, dan jumlah industri mulai tahun 2014 hingga 2023 di lima Kabupaten/Kota yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial investasi, upah minimum, indeks pembangunan manusia, dan jumlah industri berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Sedangkan, variabel PDRB sektor industri, tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan diperoleh hasil bahwa variabel investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, indeks pembangunan manusia dan jumlah industri berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di Kabupaten Nunukan terdapat permasalahan menurunnya penyerapan tenaga kerja yang disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja pada setiap sektor perekonomian sehingga mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan sehingga mengalami masalah terhadap perekonomian di Kabupaten Nunukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah elastisitas kesempatan kerja di Kabupaten Nunukan dan apakah PDRB berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, investasi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja dan jumlah perusahaan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah analisis elastisitas kesempatan kerja dan regresi linier berganda (menggunakan alat aplikasi yaitu Eviews 10). Berdasarkan hasil analisis elastisitas kesempatan kerja bahwa pada sektor primer, sekunder, dan tersier lebih cenderung elastis yang artinya meningkatkannya pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja di Kabupaten Nunukan, untuk hasil dari regresi linier berganda yang dilakukan pada uji t menyatakan bahwa hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa PDRB memiliki nilai probabilitas 0,00010,05 yang artinya berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa investasi memiliki nilai probabilitas 0,04080,05 yang artinya berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja yang di Kabupaten Nunukan. Hasil dari penelitian uji t menunjukkan bahwa jumlah perusahaan memiliki nilai probabilitas 0,3771>0,05 yang artinya tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Hasil dari uji f menunjukkan bahwa pada nilai f-statistik probabilitas sebesar 2,692076>0,05 lebih besar dari tingkat kesalahan maka pada variabel PDRB, investasi, dan jumlah perusahaan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nunukan. Hasil dari koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai 96% berpengaruh dengan variabel independen terhadap variabel dependen dan 4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan didalam penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH JUMLAH PERUSAHAAN, UPAH MINIMUM, NILAI INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI DI KALIMANTAN UTARA Jumartina Novita Dewi Charitin Devi, S.E., M.sc Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Utara. Teknik pengumpulan data dengan studi lapangan dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, Analisis Regresi Data Panel, Uji Asumsi Klasik dan Analisis Regresi dengan Data Panel. Berdasarkan Hasil uji T-statistik menunjukkan bahwa Pengaruh Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap upah minimum, Hasil uji T-statistik menunjukkan bahwa Pengaruh Nilai Investasi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai investasi di Provinsi Kalimantan Utara, dan Hasil uji T-statistik menunjukkan bahwa Pengaruh Jumlah Perusahaan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja secara parsial penyerapan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah perusahaan di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil dari Pengaruh Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, Nilai Investasi dan Jumlah Perusahaan secara simultan di Kalimantan Utara adalah Hasil uji F-statistik dari analisis Eviews menunjukkan bahwa pengaruh gabungan dari variabel bebas (X1, X2, X3) terhadap variabel terikat (Y) tidak signifikan secara keseluruhan pada tingkat signifikansi 0.05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI KECIL ROTI DAN KUE DI KOTA TARAKAN NIRMALA SARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Modal dan Upah terhadap Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Industri Kecil Roti dan Kue di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantiatif dengan metode analisis deskriptif dengan metode penentuan sampel menggunakan sampling jenuh atau sensus dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Modal berpengaruh secara parsial terhadap Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Industri Kecil di Kota Tarakan sedangkan variabel Upah tidak berpengaruh secara parsial terhadap Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Industri Kecil di Kota Tarakan. Serta hasil penelitian ini secara simultan menunjukan bahwa variabel Modal dan Upah berpengaruh secara simultan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja pada Sektor Industri Kecil di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh tingkat upah,pendapatan dan lama usaha terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri mebel di Kota Tarakan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tngkat upah berpengaruh signifikan dan positif terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri mebel di Kota Tarakan, pendapatan berpengaruh signifikan dan positif terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri mebel di Kota Tarakan, dan lama usaha berpengaruh signifikan dan positif terhadap penyerapan tenaga kerja pada industri mebel di Kota Tarakan . Tingkat upah, pendapatan , dan lama usaha secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu penyerapan tenaga kerja .Nilai R-Square sebesar 0,545, hal ini menunjukkan tingkat upah, pendapatan, dan lama usaha mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sebasar 54,5% sedangkan sisanya 45,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh investasi terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri kecil di Kota Tarakan yang diukur menggunakan Regresi Linier Sederhana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, untuk memperoleh data sekunder yaitu dengan cara menggali data yang bersumber dari instansi terkait yaitu Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan.Variabel-variabel yang terdapat dalam penelitian ini yaitu varibel penyerapan tenaga kerja sebagai variabel terikat dan variabel investasi sebagai variabel bebas yang dimana datanya diolah dengan menggunakan paket program Microsoft Excel 2016 dan EViews 9 terkait pembuatan tabel dan perhitungannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (uji t) nilai thitung lebih besar dari ttabel (17,396 > 1,761) dan probabilitas t-statistik lebih kecil dari taraf signifikan (0,0000 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi mempunyai pengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor industri kecil di Kota Tarakan. Koefisien determinasi (R2 ) dalam penelitian ini adalah 0,955 (95,5%), menunjukan bahwa variabel investasi (X) mampu menjelaskan variabel penyerapan tenaga kerja (Y) pada sektor industri kecil di Kota Tarakan yaitu sebesar 95,5% dan sisanya 4,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model regresi.