Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Biaya Operasional
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN KARAKTERISTIK ANGKUTAN BARANG MENGGUNAKAN KAPAL FERRY DAN KAPAL KAYU PADA RUTE TARAKAN – KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Distribusi barang antarwilayah di Indonesia masih menghadapi kendala tingginya biaya transportasi, khususnya pada penyeberangan antarpulau. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketimpangan distribusi logistik yang berdampak pada disparitas harga barang dan keterlambatan waktu pengiriman. Sebagai provinsi baru, Kalimantan Utara membutuhkan penguatan jaringan transportasi untuk mendukung kelancaran distribusi barang antarwilayah. Biaya angkutan barang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis moda transportasi, waktu tempuh, kapasitas muat, aksesibilitas, dan jadwal keberangkatan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya operasional angkutan barang pada kapal Ferry dan kapal kayu serta mengevaluasi karakteristik operasional kedua jenis kapal dalam kegiatan distribusi barang. Metode yang digunakan adalah metode Biaya Operasional Kapal (BOK) untuk menghitung biaya operasional tahunan yang meliputi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Analisis dilakukan melalui perhitungan komponen biaya operasional yang terdiri atas biaya penyusutan, bunga modal, asuransi, ABK, BBM, pelumas, air tawar, dan biaya perawatan, serta evaluasi karakteristik berdasarkan aspek biaya operasional, kapasitas angkut, fleksibilitas operasional, frekuensi trip, keselamatan, dan jangkauan pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan biaya operasional antara kapal Ferry dan kapal kayu dipengaruhi oleh besarnya masing-masing komponen biaya operasional. Kapal Ferry memiliki biaya operasional yang lebih tinggi karena kapasitas angkut yang besar, frekuensi perjalanan yang tinggi, serta sistem operasional yang lebih kompleks, sedangkan kapal kayu memiliki sistem operasional yang lebih sederhana. Selain itu, perbedaan karakteristik operasional menunjukkan bahwa masing-masing jenis kapal memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam mendukung distribusi barang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN TARIF ANGKUTAN PENUMPANG DI PELABUHAN TENGKAYU I DAN BELAKANG RAMAYANA (RUTE TARAKAN - KABUPATEN TANA TIDUNG )

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tidak adanya alternatif lain selain jalur transportasi air dalam penyeberangan Rute Tarakan – Kabupaten Tana Tidung membuat maraknya penyeberangan yang terjadi di pelabuhan – pelabuhan di Kota Tarakan, pemilihan tempat penyeberangan yang disesuaikan dengan kebutuhan penumpang maupun pemberhentian rute, membuat variasi tempat awal penyeberangan (pelabuhan) di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tarif angkutan penumpang dengan kemampuan dan kesediaan penumpang dalam membayar yang disesuaikan dengan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) speedboat. Data yang didapat merupakan hasil wawancara kepada responden, pemilik (owner), mandor, dan pegawai dari speedboat itu sendiri di Pelabuhan Tengkayu I dan Pelabuhan Belakang Ramayana. Terdapat lima rute dalam penelitian ini, dari Kota Tarakan menuju Kabupaten Tana Tidung, yaitu Rute Tarakan – Sesayap, Tarakan – Bebatu, Tarakan – Menjelutung, Tarakan – Sengkong, Tarakan - Tideng Pale.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KOTA TARAKAN (STUDI KASUS USAHA KULINER)

2024•

Pertumbuhan penduduk di Kota Tarakan mengakibatkan banyaknya jumlah penduduk yang sudah termasuk kedalam usia produktif angkatan kerja. Di Kota Tarakan terdapat UMKM kuliner yang merupakan sektor penggerak ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja pada UMKM kuliner di Kota Tarakan terhadap biaya operasional, modal, dan laba dengan menggunakan metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif dan dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa angka. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Objek penelitian adalah semua UMKM kuliner yang berada di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 30 responden yang di lakukan dengan metode simple random sampling yaitu mengambil sampel secara acak tanpa memperhatikan stara (tingkat) dalam anggota populasi. Hasil penelitian menunjukkan, biaya operasional dan modal tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial. Sementara laba berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial. Secara simultan menunjukkan keseluruhan variabel independen yang terdiri dari biaya operasional, modal dam laba berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan nilai R-square sebesar 0,524, menunjukkan variabel biaya operasional, modal, dan laba berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 52,4% sedangkan sisanya 48,6% dipengaruhi oleh variabel lainya di luar model regresi. Hal ini dapat dibuktikan dengan perhitungan Regresi Linear Berganda dengan SPSS versi 26.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail