ThesisOpen AccessMetadata saja
•
Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Fatah Tarakan dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Fatah Tarakan yang berjumlah 32 siswa. Penelitian tindakan kelas digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks persuasi dengan menggunakan model pembelajaran mandiri. Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus yang setiap siklus terdiri dari 4 tahap diantaranya perencenaan, pelaksanaan tindakan, observasi atau pengamatan, dan refleksi. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Penelitian ini diperoleh sejumlah data yaitu dari Lembar pengamatan aktivitas siswa, lembar pengamatan aktivitas guru, serta hasil belajar siswa dalam aspek kognitif dan aspek afektif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran menulis teks persuasi dengan menggunakan model pembelajaran mandiri dapat meningkatkan pembelajaran menulis khususnya menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII MTs Al-Fatah Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil yang diperoleh pada setiap siklus. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus dengan 4 aspek penilaian yaitu antusias siswa, keaktifan siswa, konsentrasi siswa, dan situasi pembelajaran memperoleh hasil sebesar 59,26 dan pada siklus II yaitu 89,15, peningkatan siklus I ke II adaah sebesar 29,89. Hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I 67,96 dan pada siklus II sebesar 92,18 dan mengalami peningkatan 24,22. Ketuntasan hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I sebesar 6,25% dan pada siklus II yaitu 84,37% mengalami peningkatan 78,12%. Hasil aspek afektif dengan 4 penilaian diantaranya disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan jujur. Pada siklus I sebesar 59,37% dan pada siklus II 90,62% mengalami peningkatan 31,25%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembeajaran mandiri dapat meningkatkan kemampuan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII di MTs Al-Fatah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan pemahaman konsep merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran matematika karena siswa tidak hanya dituntut untuk menggunakan prosedur penyelesaian, tetapi juga memahami konsep yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) pada siswa kelas V SDN 051 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak tiga siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara semi terstruktur, dengan instrumen berupa lembar soal dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menunjukkan kemampuan pemahaman konsep pada lima indikator, yaitu menyatakan ulang suatu konsep, mengklasifikasikan objek menurut sifat tertentu, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep, serta memilih dan menggunakan prosedur atau operasi tertentu. Seluruh subjek memiliki kesamaan dalam memahami konsep dan prosedur KPK dan FPB, tetapi berbeda dalam menyelesaikan masalah. Perbedaan juga ditemukan antara jawaban tertulis dan hasil wawancara, terutama pada informasi, langkah, dan alasan penyelesaian yang belum dituliskan secara lengkap, tetapi dapat dijelaskan siswa saat wawancara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) masalah kontekstual pada materi pecahan di kelas VI-A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Instrumen tes terdiri atas lima soal uraian HOTS masalah kontekstual yang mencakup indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS berbasis kontekstual memiliki tingkat kemampuan yang beragam. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dengan baik, meskipun masih ditemukan tidak lengkapnya langkah pengerjaan pada sub-indikator memilih keputusan yang tepat. Siswa kategori sedang dapat menyelesaikan soal pada indikator menganalisis dan mencipta, tetapi masih mengalami kesulitan pada indikator mengevaluasi, khususnya dalam memilih strategi yang tepat. Sementara itu, siswa kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, terutama dalam memahami informasi, menentukan strategi, melakukan penalaran, serta menghubungkan situasi kontekstual dengan konsep matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh variasi kemampuan dalam memvisualisasikan objek geometri dan memahami hubungan antarunsur bangun ruang sisi datar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan spasial siswa kelas IX berdasarkan level berpikir Van Hiele di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek dipilih secara purposive berdasarkan hasil Van Hiele’s Geometry Test (VHGT) dan rekomendasi guru. Sebanyak 23 siswa mengikuti VHGT dan teridentifikasi 7 siswa pada level 0 (visualisasi), 3 siswa pada level 1 (analisis), dan 2 siswa pada level 2 (deduksi informal). Selanjutnya, dipilih enam subjek berdasarkan rekomendasi guru, dengan masing-masing dua subjek pada setiap level. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan spasial dan wawancara. Analisis data mengacu pada Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan variasi proses dan strategi berpikir dalam menyelesaikan permasalahan spasial. Pada aspek persepsi spasial, sebagian besar subjek mampu menentukan permukaan cairan tetap horizontal melalui pengamatan, perbandingan gambar, dan pembayangan, meskipun satu subjek level 0 mengalami miskonsepsi. Pada aspek visualisasi spasial, seluruh subjek mampu membayangkan pelipatan objek secara bertahap. Seluruh subjek juga mampu melakukan rotasi mental berdasarkan arah dan besar sudut, menentukan hubungan sisi bersebelahan dan berhadapan, serta membayangkan objek dari sudut pandang berbeda. Ditemukan pula strategi tambahan berupa menggambar ulang dan merevisi, memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya, serta menggunakan bantuan gerakan tangan, perputaran kertas, dan gambar bantu. Secara keseluruhan, kemampuan spasial subjek pada level 0, 1, dan 2 Van Hiele tercermin melalui variasi pola dan strategi dalam membangun serta mengolah bayangan spasial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di SMK Maritim Indonesia Tarakan. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian model pembelajaran di mana pembelajaran yang berlangsung masih bersifat konvensional dan terpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi Transformasi Geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen berdesain The Nonequivalent Pre-test dan Post-test Control Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampling dengan total 40 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi dua kelompok: 20 siswa kelas XI-A sebagai kelas eksperimen (menerapkan STAD) dan 20 siswa kelas XI-B sebagai kelas kontrol (menerapkan metode konvensional). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes uraian berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir (post-test) kelas eksperimen mencapai 71,6, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol yang sebesar 56,3. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti H_0 ditolak dan H_1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMK Maritim Indonesia Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH STRATEGI GAMIFIKASI WHISPER RACE TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA PENDEK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Kemampuan menyimak cerita pendek ialah salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan melalui strategi pembelajaran yang bisa memberikan pengaruh positif terhadap keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi gamifikasi whisper race terhadap kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest dan posttest control group. Populasi dalam penelitian seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen dan VIII.9 sebagai kelas kontrol dengan jumlah keseluruhan 62 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menyimak, berdasarkan cerita pendek yang disajikan dalam bentuk audio, sedangkan instrumen soal berupa pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples Test berbantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistic versi 31. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Independent Samples Test menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig.2-tailed) pada hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,030. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,0300,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran gamifikasi whisper race berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa strategi gamifikasi whisper race dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan menyimak siswa. Oleh karena itu, guru Bahasa Indonesia bisa mempertimbangkan penerapan strategi ini dalam proses pembelajaran guna menciptakan kegiatan belajar yang lebih interaktif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-9 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran SSCS dengan tahapan Search (mengidentifikasi masalah), Solve (merencanakan penyelesaian masalah), Create (menuliskan pemecahan masalah), dan Share (mengomunikasikan penyelesaian masalah), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal uraian. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji hipotesis statisik nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama. Hasil uji hipotesis penelitian pada post-test menunjukkan adanya pengaruh model SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05). Selain itu, secara deskriptif nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis murid di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan murid di kelas kontrol. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 14 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Pretest – Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 14 Tarakan. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII – 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII – 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa soal uraian. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest dan posttest sebanyak 5 soal uraian. Teknik analisis data digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji t dengan teknik independent sample t – test, dan analisis N – Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,63, sedangkan kelas kontrol sebesar 75,00. Hasil Independent sample t – test diperoleh t_{hitung} = 2,341 lebih besar daripada t_{tabel}=1,999, dengan nilai signifikansi sebesar 0,022 0,05, sehingga H_{0} ditolak dan H_{1} diterima. Rata – rata N – Gain kelas eksperimen sebesar 0,541 dan kelas kontrol sebesar 0,490 yang keduanya berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan spasial merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran geometri karena berperan dalam membantu murid memahami, membayangkan, dan memanipulasi objek geometri secara mental. Namun, kemampuan spasial setiap murid berbeda sehingga perlu dieksplorasi untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses berpikir murid dalam menyelesaikan permasalahan geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial murid kelas VIII SMPN 11 Tarakan dalam menyelesaikan permasalahan geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan spasial, wawancara, dan observasi. Hasil skor tes kemampuan spasial pada murid kelas VIII.2 dianalisis menggunakan kategorisasi berdasarkan kuartil untuk menentukan subjek kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6 murid (23,08%) berada pada kategori tinggi, 14 murid (53,85%) pada kategori sedang, dan 6 murid (23,08%) pada kategori rendah. Selanjutnya, tiga subjek yang mewakili masing-masing kategori dipilih untuk dilakukan wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif mengikuti tahapan analisis data menurut Creswell yang meliputi pengorganisasian data, pengodean, pengembangan tema, penyajian, dan interpretasi data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid dengan kategori tinggi dan sedang menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membangun dan memanipulasi representasi mental dibandingkan murid dengan kategori kemampuan spasial rendah. Kemampuan spasial murid juga tidak hanya ditentukan oleh ketepatan jawaban akhir, tetapi juga dipengaruhi oleh proses berpikir, pengonsepan, serta strategi yang digunakan dalam membangun dan memanipulasi representasi mental selama menyelesaikan permasalahan geometri. Oleh karena itu, pembelajaran perlu memberikan kesempatan untuk melatih visualisasi, representasi visual, pengonsepan geometri, serta penggunaan media konkret guna membantu membangun representasi mental objek geometri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang berlokasi di Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, mulai beroperasi sejak Juli 2019. Ditemukan permasalahan berupa intensitas pencahayaan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi instalasi listrik gedung tersebut berdasarkan standar PUIL 2011 menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung pada 42 ruangan di tiga lantai. Parameter yang dievaluasi meliputi indeks ruang (k), jumlah titik beban, intensitas penerangan, kapasitas MCB, dan kemampuan hantar arus (KHA) kabel. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar ruangan belum memenuhi standar intensitas penerangan PUIL 2011 sehingga memerlukan penambahan atau penggantian titik lampu. Luas penampang kabel 2,5 mm² yang terpasang telah memenuhi standar minimum. Namun, MCB utama 50 A tidak memadai untuk total beban 46.944 W dan perlu ditingkatkan menjadi minimal 100 A. Penelitian ini merekomendasikan penambahan titik cahaya, peningkatan kapasitas MCB utama, penyeimbangan beban antar fasa, serta inspeksi instalasi listrik secara berkala.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kemampuan pemecahan masalah penting dimiliki pada setia orang terutama siswa, karena siswa akan menghadapi permasalahan yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang baik. Untuk itu kemampuan pemecahan masalah perlu dilatih dan dikembangkan kepada siswa agar mereka dapat memecahkan masalah dalam materi bangun datar berbentuk soal cerita di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan pemecahannya, menyelesaikan masalah sesuai rencana, serta memeriksa Kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Penelitian ini memperoleh data dari hasil lembar jawaban tes siswa. Data dari hasil tes siswa telah dilakukan penskoran dan telah dikelompokkan berdasarkan Tingkat kemampuan siswa, yaitu kategori tinggi, kategori sedang, kategori rendah. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil melainkan juga menekankan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran perlu ditingkatkan dengan berbagai macam model matematika sehingga kemampuan siswa dalam pemecahan masalah lebih meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Kemampuan spasial yang dibahas meliputi aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru mata pelajaran matematika. Analisis data melalui tahap pengelompokan dan menyusun data, membuat deksripsi serta tema, menghubungkan tema dan deksripsi serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam menyelesaikan soal geometri pada materi bangun ruang sisi datar telah terlihat pada aspek orientasi, visualisasi, dan relasi. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara merata sehingga masih ditemukan beberapa kesulitan, terutama pada aspek relasi dalam menghubungkan informasi, unsur bangun ruang, dan konsep geometri yang digunakan dalam penyelesaian masalah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS' READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN'S THEOR Y Abstract This study aims to analyze the reading skill challenges faced by eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan using Brown's theory. This study focused on identifying the specific problems students encountered in reading English texts based on Brown's theory and analyzing the factors that contributed to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of documentation, observation, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of six eighth-grade students from Class VIII-D, selected through a purposive sampling technique based on various levels of reading proficiency, and an English teacher. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with source triangulation to ensure data validity. The research findings revealed that the reading difficulties experienced by students stem from limited vocabulary, poor understanding of sentence structure, and problems with fluency and pronunciation. In addition, psychological factors such as anxiety, low motivation, and a lack of self-confidence also play a major role in exacerbating students' reading difficulties. This study further indicates that anxiety about using a foreign language significantly affects reading comprehension, leading students to avoid active reading activities. Therefore, it can be concluded that students' reading difficulties are not only cognitive and linguistic in nature but are also heavily influenced by affective factors that create an "emotional filter" in the English language learning process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa serta minimnya pemanfaatan LKPD yang menarik dan interaktif dalam pembelajaran IPAS pada materi siklus makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan LKPD berbasis aplikasi Canva dari aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Sampel penelitian terdiri dari 26 siswa kelas III-A SDN 014 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, lembar validasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, angket respons guru dan siswa, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat validitas LKPD berdasarkan penilaian ahli materi memperoleh persentase sebesar 95,55%, ahli bahasa sebesar 93,33%, dan ahli media sebesar 95,55%, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Aspek kepraktisan ditunjukkan melalui hasil observasi aktivitas guru sebesar 84% dan aktivitas siswa sebesar 70%, dengan kategori praktis. Selain itu, respons guru memperoleh persentase sebesar 98%, sedangkan respons siswa pada uji coba terbatas sebesar 88,6% dan pada uji coba lapangan sebesar 84,4%, yang menunjukkan tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap LKPD. Dari aspek keefektifan, nilai rata-rata N-gain sebesar 0,59 termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis aplikasi Canva dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam melatih kemampuan numerasi siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 13 TARAKAN ABSTRAK Kajian ini difokuskan untuk menelisik secara sistemik tingkat pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran berbasis permainan terhadap kapasitas representasi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Penelaahan dilakukan melalui eksplorasi menyeluruh terhadap kondisi awal kompetensi siswa, proses aktualisasi pembelajaran di ruang kelas, hasil capaian pasca-intervensi, serta pengolahan data menggunakan teknik analisis statistik inferensial. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimental, tepatnya Nonequivalent Control Group Design. Partisipan penelitian mencakup dua rombongan belajar kelas VIII yang masing-masing diposisikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rerata skor post-test pada kelompok eksperimen berada pada angka 82,24, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 40,17. Ditinjau dari hasil pre-test, kedua kelompok sama-sama mengalami eskalasi performa belajar, namun intensitas peningkatan pada kelompok eksperimen jauh lebih dominan dan progresif. Pada kelompok eksperimen, rerata nilai bergeser signifikan dari 37,24 menuju 82,24, sementara kelompok kontrol hanya mengalami pergerakan terbatas dari 21,72 menjadi 40,17. Ketimpangan laju peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis permainan memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mengoptimalkan kemampuan representasi matematis dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis melalui Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas ambang 0,05. Temuan tersebut mengarahkan pada penolakan H₀ serta penerimaan H₁, sehingga dapat ditegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari penerapan metode pembelajaran berbasis permainan terhadap kemampuan representasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil belajar yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta adanya faktor afektif berupa keyakinan diri (Self-Efficacy) yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan, dengan sampel sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur Self-Efficacy dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dibuktikan dengan persamaan regresi, Y ̂=-12,399+0,444X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan Self-Efficacy akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,444. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Efficacy siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Efficacy memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan dan meningkatkan aspek afektif siswa, khususnya Self-Efficacy, dalam proses pembelajaran matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kinerja karyawan merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan perusahaan, terutama pada sektor industri manufaktur yang menuntut efektivitas dan produktivitas kerja yang tinggi. Fenomena yang terjadi di PT Intracawood Manufacturing mengindikasikan adanya fluktuasi tingkat kehadiran karyawan yang mengindikasikan belum optimalnya kinerja karyawan. Situasi ini diyakini timbul akibat sejumlah faktor, seperti pengembangan karir, kemampuan kerja, dan loyalitas karyawan. Untuk itu studi ini ditujukan guna mengkaji pengaruh pengembangan karir, kemampuan kerja, dan loyalitas karyawan terhadap kinerja karyawan. Studi ini mengimplementasikan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 194 responden yang merupakan karyawan PT Intracawood Manufacturing dengan teknik purposive sampling. Analisis data memakai regresi linear berganda di SPSS mengindikasikan jika pengembangan karir tidak berimplikasi signifikan terhadap kinerja karyawan, sementara kemampuan kerja dan loyalitas berimplikasi positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel yaitu pengembangan karir, kemampuan kerja, dan loyalitas karyawan berimplikasi signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan jika peningkatan kinerja karyawan lebih ditentukan oleh kemampuan kerja dan loyalitas karyawan, meskipun secara bersama-sama ketiga variabel tetap menyuguhkan kontribusi terhadap peningkatan kinerja.