Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

22 hasil
Subjek: pecahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS BERBASIS KONTEKSTUAL DI KELAS VI A SD NEGERI 011 KARANG BALIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) masalah kontekstual pada materi pecahan di kelas VI-A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Instrumen tes terdiri atas lima soal uraian HOTS masalah kontekstual yang mencakup indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS berbasis kontekstual memiliki tingkat kemampuan yang beragam. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dengan baik, meskipun masih ditemukan tidak lengkapnya langkah pengerjaan pada sub-indikator memilih keputusan yang tepat. Siswa kategori sedang dapat menyelesaikan soal pada indikator menganalisis dan mencipta, tetapi masih mengalami kesulitan pada indikator mengevaluasi, khususnya dalam memilih strategi yang tepat. Sementara itu, siswa kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, terutama dalam memahami informasi, menentukan strategi, melakukan penalaran, serta menghubungkan situasi kontekstual dengan konsep matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA KARTU UNO BERBASIS PERMAINAN UNTUK PENGENALAN KONSEP PECAHAN SENILAI KELAS IV SD

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Media kartu UNO berbasis permainan dikembangkan sebagai alternatif media pembelajaran untuk membantu siswa mengenal konsep pecahan senilai kelas IV SD. Pengembangan media ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami konsep pecahan senilai, khususnya dalam memahami bahwa pecahan dengan pembilang dan penyebut yang berbeda dapat memiliki nilai yang sama. Selain itu, pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan latihan soal serta penggunaan media pembelajaran yang masih terbatas. Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan kepraktisan media kartu UNO berbasis permainan untuk pengenalan konsep pecahan senilai kelas IV SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek uji coba terdiri atas 6 siswa kelas IV Abdurrahman pada uji coba terbatas dan 14 siswa kelas IV Khalid SD Muhammadiyah 1 Tarakan pada uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu UNO berbasis permainan memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 90,58% dan ahli materi sebesar 92,22%, yang termasuk kategori sangat valid. Hasil uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 87,77% dan uji coba lapangan sebesar 86,3%, yang keduanya termasuk kategori sangat praktis. Dengan demikian, media kartu UNO berbasis permainan yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu siswa mengenal konsep pecahan senilai melalui kegiatan belajar sambil bermain.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN LKPD “FUN FRACTION” BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI PECAHAN UNTUK SISWA KELAS V SDN 013 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan bahan ajar yang mengaitkan materi pecahan dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Selain itu, konsep pecahan yang bersifat abstrak menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD “Fun Fraction” berbasis kontekstual pada materi pecahan serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisannya bagi siswa kelas V SDN 013 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4-D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Penelitian dibatasi sampai tahap Develop karena berfokus pada proses pengembangan, validasi, dan uji coba produk. Produk divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, kemudian diuji cobakan kepada siswa melalui uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD memperoleh persentase sebesar 84% dari ahli materi, 82% dari ahli bahasa, dan 92% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Tingkat kepraktisan memperoleh persentase sebesar 90% pada uji coba terbatas dengan kategori sangat praktis dan 80,5% pada uji coba lapangan dengan kategori praktis. Berdasarkan hasil tersebut, LKPD “Fun Fraction” berbasis kontekstual memenuhi kriteria sangat layak dan praktis sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi pecahan di sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS V SDN 014 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan soal operasi pecahan, terutama pada soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses berpikir siswa melalui jawaban dan penalaran autentik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data yang dilakukan secara alamiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu interpretasi dan penjelasan, karena subjek belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis secara konsisten dan terdapat kesalahan pemahaman terhadap soal. Siswa kategori sedang hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu penjelasan, karena masih mengalami kesalahan pada interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Sementara itu, subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi keenam indikator berpikir kritis. Subjek mengalami kesulitan pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan dan regulasi diri. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa masih bervariasi dan perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang efektif dan terarah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PECAHAN KONTEKS BUDAYA DI JURUSAN PGSD UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan, khususnya soal cerita yang bersifat kontekstual dan memerlukan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan konteks budaya di Jurusan PGSD Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes yang diberikan kepada 20 calon subjek dan kemudian dikategorikan dalam kemampuan berpikir kritis baik, sedang, dan rendah. Peneliti selanjutnya melakukan wawancara untuk mengonfirmasi hasil jawaban dengan perwakilan masing-masing kategori kemampuan sebagai bentuk triangulasi. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa subjek baik mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis, subjek sedang masih belum konsisten dalam memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis karena masih mengalami miskonsepsi dalam memahami soal. Subjek tidak memahami makna “bagian dari bagian” dan mengalami kesulitan pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Sedangkan subjek rendah hanya mampu memenuhi indikator interpretasi, penjelasan, dan regulasi diri secara terbatas. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam memahami maksud soal terutama pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Subjek juga tidak menuliskan informasi secara lengkap dalam langkah penyelesaian, sehingga model matematika yang digunakan menjadi tidak tepat. Selain itu, subjek juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan pembagian yang melibatkan bilangan asli, sehingga tidak mampu melanjutkan langkah penyelesaian hingga tahap akhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Scratch Materi Pecahan Kelas V SDN 004 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan media pembelajaran Scratch pada materi pecahan dilakukan karena pemahaman siswa belum optimal, sehingga dibutuhkan solusi interaktif yang melibatkan guru dan siswa secara aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis scratch serta respon siswa terhadap media yang dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) subjek penelitian ini adalah siswa kelas V-B yang melibatkan sebanyak 22 siswa. Instrumen penelitian yang dilakukan adalah angket yang terdiri dari angket media, materi, praktisi dan respon siswa. Hasil penelitian berupa media pembelajaran berbasis scratch yang didalamnya terdapat audio, teks dan gambar. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan diperoleh hasil validasi ahli media sebesar 84,21% kategori sangat layak, ahli materi sebesar 86,66% kategori sangat layak, praktisi sebesar 86% kategori sangat layak dan angket respon siswa uji coba terbatas sebesar 92% dan uji coba lapangan sebesar 92,63% dengan kategori sangat menarik. Media pembelajaran berbasis Scratch pada materi pecahan dengan penyebut berbeda layak digunakan sebagai alternatif media interaktif di kelas V SD dan mampu memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Kesalahan Siswa Dalam Mengerjakan Soal Cerita Matematika Operasi Pecahan Berdasarkan Prosedur Polya pada Siswa Kelas V-A Di SDN 032 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan terkait kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan penyelesaian soal cerita matematika dengan materi operasi pecahan berdasarkan penggunaan prosedur polya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi operasi pecahan dengan menggunakan prosedur polya yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 22 siswa kelas V-A menjadi partisipasi dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait operasi pecahan yang kemudian peneliti mengelompokkan 22 siswa kelas V-A ke dalam tiga kategori kemampuan yaitu, kategori tinggi, sedang dan rendah. Kemudian peneliti memilih maksimal 6 siswa yang dipilih secara acak menjadi 2 siswa kategori tinggi, 2 siswa kategori sedang dan 2 siswa kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek dengan kategori tinggi tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan prosedur polya, Namun subjek kategori tinggi kurang berhati-hati dalam menyelesaikan satu soal cerita; (2) subjek dengan kategori sedang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita pada tahapan melaksanakan rencana dan melihat kembali berdasarkan prosedur polya, karena belum mampu menyelesaikan soal operasi pecahan yang memiliki penyebut yang berbeda; (3) subjek dengan kategori rendah melakukan kesalahan pada semua tahapan prosedur polya, karena masih kesulitan memahami masalah yang diberikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYELESAIAN MASALAH OPERASI HITUNG PECAHAN BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS PADA SISWA YANG BERPIKIR KREATIF

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berpikir kreatif merupakan proses berpikir dari berbagai gagasan dalam menyelesaikan suatu persoalan dan menghasilkan suatu produk dalam memecahkan masalah matematika yang memenuhi aspek kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan pada siswa yang berpikir kreatif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan yang kemudian dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 25 siswa kelas V yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan, yang kemudian dipilih yang memenuhi indikator berpikir kreatif. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang memenuhi indikator berpikir kreatif untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hanya memenuhi 2 indikator yaitu kefasihan dan fleksibilitas. Pada tahap preparasi siswa dapat menuliskan informasi awal baik hal yang diketahui maupun yang ditanya pada soal dengan benar. Tetapi dalam hal menjelaskan maksud soal cenderung merasa kesulitan menyusun kata-kata. Pada tahap inkubasi siswa cenderung diam dengan memperhatikan informasi yang ada pada soal dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Pada tahap iluminasi, siswa mendapatkan ide atau strategi untuk memecahkan masalah yang dituangkan langsung pada kertas yang disediakan. Pada tahap verifikasi siswa memeriksa kembali ide yang diperolehnya atau jawaban yang sudah dituliskan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI PENYELESAIAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DITINJAU BERDASARKAN FLEKSIBILITAS KOGNITIF

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan dalam penyelesaian masalah matematika khususnya dalam materi operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menimbulkan berbagai persepsi jawaban yang diberikan oleh siswa, baik jawaban benar maupun jawaban yang kurang tepat. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan fleksibilitas kognitif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas V SD ditinjau berdasarkan fleksibilitas kognitif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes penyelesaian masalah yang berupa esai dan pedoman wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ialah bahwa subjek mampu menyelesaikan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan menggunakan beberapa alternatif jawaban menggunakan berbagai strategi atau teknik penyelesaian yang menghasilkan jawaban sama dan benar di setiap prosesnya. Tahapan penyelesaian masalah yang digunakan adalah tahapan penyelesaian dari Polya dengan 4 tahapan yaitu: Memahami masalah, Menyusun rencana, Melaksanakan rencana, dan Melihat kembali. Proses kognitif yang terlibat meliputi kemampuan dalam memvisualisasikan soal ke dalam bentuk gambar, melakukan trial-and-error (tebak dan periksa), dan menggunakan masalah matematis. Kemudian, didapati juga bahwa fleksibilitas kognitif ditemukan dalam proses atau tahapan penyelesaian masalah menurut Polya yang memunculkan adanya 3 tahapan, yaitu: (1) Memahami masalah, (2) Menyusun rencana, dan (3) Melaksanakan rencana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN P3 (PAPAN PINTAR PECAHAN) DALAM MATERI PECAHAN UNTUK SISWA KELAS III DI SDN 042 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran P3 (Papan Pintar Pecahan) dalam proses belajar yang menyenangkan di dalam kelas, serta membantu guru kelas dalam proses pemberian materi kepada siswa khususnya siswa kelas III SD dalam materi pecahan sederhana yang ditinjau dari validasi media, materi, dan juga praktisi. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap media pembelajaran P3 yang dikembangkan oleh peneliti yang ditinjau dari angket respon siswa. Jenis penelitian, yakni RnD (Research and Development) dan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perencanaan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Kelayakan media pembelajaran P3 (Papan Pintar Pecahan) ditinjau dari hasil persentase validasi media sebesar 80%, persentase validasi materi sebesar 82%, dan persentase validasi praktisi 96%, sehingga diperoleh rata-rata persentase dari ketiga validasi tersebut yaitu sebesar 86% yang menunjukkan pada kategori sangat layak. Respon siswa terhadap media pembelajaran P3 ditinjau dari hasil persentase angket respon siswa kelas III yaitu pada saat uji coba terbatas yang dilakukan di kelas III A dengan jumlah subjek 10 siswa diperoleh hasil persentase sebesar 84% dan pada uji coba lapangan yang dilakukan di kelas III B dengan jumlah subjek 28 siswa menunjukkan hasil persentase sebesar 92%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil dari uji coba terbatas dan uji coba lapangan masuk dalam kategori sangat tertarik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI VISUAL MATEMATIKA SISWA KELAS V-B DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PECAHAN BERBENTUK SOAL CERITA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Materi pecahan masih menjadi permasalahan bagi banyak siswa di Sekolah Dasar. Pada kenyataannya, kebanyakan siswa dapat menyelesaikan materi pecahan secara aritmatika, tetapi mereka tidak paham konsep dasar jika diminta untuk menggambarkanya secara sederhana terlebih lagi pada soal cerita yang mengedepankan sisi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi siswa kelas V-B SDN 013 Tarakan dalam menyelesaikan masalah pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes kemampuan representasi visual dan wawancara. Sebanyak 23 siswa kelas V-B mengisi lembar tes kemampuan representasi visual yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Dari 23 siswa, 6 orang dipilih mewakili setiap kategori kemampuan matematika untuk di wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan representasi visual kategori tinggi, sedang dan rendah diketahui bahwa semua siswa memiliki representasi yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat pada siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dapat merepresentasikan konsep pecahan ke dalam bentuk gambar dengan tepat, namun tidak dengan siswa berkemampuan sedang yang kurang tepat dalam merepresentasikan pecahan ke dalam bentuk gambar. Sedangkan siswa dengan kemampuan representasi rendah tidak mampu menyelesaikan masalah pecahan menggunakan gambar dengan tepat. Berdasarkan hasil penelitian adapun bentuk rekomendasi yaitu mengajarkan dan memberikan pemahaman terkait dengan materi pecahan yang tidak hanya berpusat pada aritmatika, namun dapat juga dimulai dengan representasi yang mengedepankan sisi visual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Kognitif Dalam Menyelesaikan Soal Pecahan Sederhana Pada Siswa Kelas V Di SDN 015 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan kognitif merupakan penguasaan siswa dalam ranah kognitif yang menekan pada aspek intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif dalam menyelesaikan soal pecahan sederhana pada siswa kelas V di SDN 015 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan dikonfirmasi melalui wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori tinggi mampu menyelesaikan seluruh soal pecahan pada tahap kemampuan kognitif yaitu soal nomor 1 hingga nomor 6 dengan level kognitif C1-C3 karena soal yang diberikan dapat diselesaikan dengan menggunakan cara yang sesuai dengan penyelesaian soal, (2) subjek dengan kategori sedang mampu menyelesaikan soal pada 5 soal pecahan kemampuan kognitif yaitu soal nomor 1 hingga nomor 5 dengan level kognitif C2 dan C3, namun tidak mampu menyelesaikan soal pada tahap C1 karena subjek tidak dapat menuangkan nilai pecahan 1/6 pada sebuah gambar segitiga, (3) subjek dengan kategori rendah hanya mampu menyelesaikan soal pada 2 soal pecahan kemampuan kognitif yaitu C2, namun tidak mampu menyelesaikan soal pada tahap C1 dan C3 karena berbagai permasalahan tidak terselesaikan dengan baik sesuai dengan jawaban yang diharapkan dalam penyelesaian soal tersebut. Oleh karena itu, ditemukan bahwa kemampuan kognitif berbeda-beda pada setiap siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MENGGUNAKAN LANGKAH POLYA MATERI PECAHAN BERDASARKAN GENDER KELAS V-A SDN 007 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah materi pecahan siswa kelas V-A SDN 007 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan gender. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Perbedaan dalam pemecahan masalah terlihat dari proses yang dilakukan masing-masing siswa laki-laki dan perempuan dalam memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Pada langkah memahami masalah dan menyusun rencana dapat dilakukan oleh siswa laki-laki dan siswa perempuan. Pada langkah melaksanakan rencana siswa laki-laki lebih dominan daripada siswa perempuan dalam melakukan penyelesaian dengan baik sehingga siswa laki-laki mampu memenuhi langkah memeriksa kembali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Perkalian dan Pembagian Materi Pecahan di Kelas V B SDN 052 Tarakan

2022•

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita perkalian dan pembagian pecahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V B SDN 052 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan. Penelitian ini melibatkan 22 siswa kelas V-B SDN 052 Tarakan yang berada di jalan TMMD RT. 11, kelurahan Karang Harapan. Data dikumpulkan melalui tes soal dan wawancara dengan 6 siswa mewakili subjek penelitian untuk diwawancarai dari 22 siswa. Data analisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita perkalian dan pembagian pecahan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan : a)siswa kesulitan pada perkalian bilangan, hal ini terjadi karena pada operasi hitung dalam menyederhanakan bilangan pecahan sehingga mendapatkan hasil akhir yang salah, kesulitan dalam memahami maksud dari soal sehingga membuat siswa melakukan kesalahan dalam penulisan jawaban dan ketidaktahuan siswa mengenai perkalian sehingga membuat siswa mengalami kesulitan pada saat melakukan operasi hitung sehingga mengakibatkan siswa kesulitan dalam membuat kesimpulan. b)siswa kesulitan pada pembagian, hal ini terjadi karena siswa tidak paham dengan konsep yang digunakan, tidak paham maksud dari soal sehingga siswa kesulitan dalam melakukan operasi hitung pecahan pembagian sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam membuat kesimpulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI PECAHAN DI KELAS VI-C SDN 017 TARAKAN

2022•

Kesulitan merupakan suatu kendala dalam menyelesaikan suatu masalah, kesulitan dalam proses penyelesaian soal matematika dapat diketahui dengan cara memberikan pertanyaan berupa tes atau soal tentang materi yang sudah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikam kesulitan siswa kelas VI-C SDN 017 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika materi pecahan serta faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara dan angket dengan siswa berdasarkan tingkat kesulitan sedang dan tingkat kesulitan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami siswa yaitu: a) kesulitan siswa dalam menggunakan konsep dikarenakan siswa langsung menjumlahkan/mengurangkan pembilang, siswa tidak mengetahui konsep mencari KPK dari dua atau lebih bilangan pecahan berpenyebut berbeda sehingga hanya mengalikan silang dua bilangan pecahan tersebut; b) kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip dikarenakan siswa tidak dapat mengoperasikan perkalian pembilang, keliru ketika menjumlahkan atau mengurangkan pembilang, salah dalam menentukan KPK disebabkan ketidaktelitian serta kekeliruan ketika menghitung kelipatan, salah menentukan operasi hitung yang digunakan; c) kesulitan subjek dalam menyelesaikan masalah verbal dikarenakan siswa tidak memahami istilah-istilah khusus yang terdapat pada soal cerita, hanya terfokus pada angka saja sehingga salah ketika menerjemahkan ke dalam model matematikanya, serta tidak dapat melakukan penarikan kesimpulan. Adapun faktor penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yaitu: a) faktor internal pada aspek kemampuan menyelesaikan soal merupakan faktor tertinggi penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika; b) faktor eksternal dalam lingkungan keluarga, presentase tetinggi penyebab kesulitan terdapat pada aspek perhatian keluarga, sedangkan dalam lingkungan sekolah, presentase tertinggi terdapat pada aspek metode guru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI MISKONSEPSI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 031 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JENIS PENELITIAN INI MENGGUNAKAN PENELITIAN KULITATIF YANG DILAKSANAKAN DI SD NEGERI 031 TARAKAN PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2020/2021. PENELITIAN INI DIFOKUSKAN PADA MISKONSEPSI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 031 TARAKAN. SUMBER DATA DALAM PENELITIAN INI YAITU BERSUMBER PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 031 TARAKAN. TEKNIK PENGUMPULAN DATA YANG DIGUNAKAN BERUPA TES MISKONSEPSI PADA MASALAH PECAHAN, WAWANCARA, DAN DOKUMENTASI. HASIL PENELITIAN INI, PENELITI MENGELOMPOKKAN KE DALAM 3 KELOMPOK TIPE JAWABAN YANG SERUPA. DALAM PENELITIAN INI, PENELITI MEMBAHAS 3 SUBJEK YANG MEWAKILI SETIAP KELOMPOK DENGAN MISKONSEPSI YANG UNIK DAN BERBEDA-BEDA. MISKONSEPSI DIALAMI OLEH SISWA A, SISWA B, DAN SISWA C DI MANA MEREKA MENGALAMI MISKONSEPSI PENGERTIAN YANG TIDAK AKURAT TENTANG SUATU KONSEP, PEMAKAIAN KONSEP YANG KURANG TEPAT ATAU SALAH, DAN SISWA MENGALAMI KEBINGUNGAN KARENA TIDAK MENGUASAI KONSEP PENDUKUNG.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI PECAHAN KELAS V SD NEGERI 005 NUNUKAN SELATAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah materi pecahan siswa kelas V SD Negeri 005 Nunukan Selatan. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa kemampuan pemecahan masalah yang berjumlah 4 soal. Wawancara dilakukan untuk lebih menggali kemampuan pemecahan masalah siswa. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa kategori sedang dan 2 siswa kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ditemukannya siswa berada pada kategori tinggi, hal ini ditunjukkan dengan siswa sebenarnya melakukan pemeriksaan kembali, namun siswa tidak menuliskan pada lembar jawaban. (2) subjek dengan kategori sedang tidak melakukan pemeriksaan kembali karena siswa hanya berada pada tahap melaksanakan rencana. (3) satu siswa dengan kategori sedang mampu mampu memecahkan masalah dengan baik, namun terdapat satu siswa yang tidak mampu menyusun dan melaksanakan rencana pada satu soal kemampuan pemecahan masalah materi pecahan. (4) siswa pada kategori rendah mampu memahami soal, namun tidak mampu menyusun rencana, menyelesaikan rencana dan memeriksa kembali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI VISUAL SISWA DALAM PENYELESAIAN MASALAH PECAHAN DI KELAS IV SDN 049 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan siswa dalam penyelesaian masalah matematika adalah kemampuan representasi visual. Kondisi siswa yang sering mengalami hambatan dan kesulitan memahami soal dinilai karena kurang dapat berpikir secara visual melalui gambar terkait ide-ide matematis yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan representasi visual siswa kelas IV SDN 049 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes soal, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 27 siswa kelas IV-A mengisi lembar tes kemampuan representasi visual kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Sebanyak 4 orang dipilih untuk mewakili kategori kemampuan matematika sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukannya siswa yang masuk pada kategori kemampuan matematika tinggi pada tes representasi visual. Satu siswa berkemampuan matematika sedang mampu merepresentasikan nilai pecahan ke dalam bentuk gambar, namun belum mampu merepresentasikan dua kemampuan lainnya. Kemudian satu siswa berkemampuan matematika sedang lainnya mampu merepresentasikan konsep pecahan senilai ke dalam bentuk gambar dan mampu membandingkan dua bilangan pecahan ke dalam bentuk gambar, namun belum mampu merepresentasikan satu kemampuan lainnya. Sedangkan untuk kedua siswa berkemampuan matematika rendah belum mampu merepresentasikan nilai pecahan ke dalam bentuk gambar, merepresentasikan konsep pecahan senilai ke dalam bentuk gambar, dan membandingkan dua bilangan pecahan ke dalam bentuk gambar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESULITAN SISWA KELAS V-B SDN 014 TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA

2022•

KESULITAN SISWA KELAS V-B SDN 014 TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi pecahan. Penelitian ini melibatkan 18 siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan yang berada di jalan Pangeran Diponegoro kelurahan Sebengkok. Data dikumpulkan melalui tes soal dan wawancara dengan 5 siswa mewakili subjek penelitian untuk diwawancarai dari 18 siswa. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan : a) kesulitan siswa dalam memahami penjelasan dan maksud soal dikarenakan siswa mengabaikan atau kurang memperhatikan informasi penting pada soal cerita, b) kesulitan siswa dalam memahami konsep dikarenakan siswa kurang terampil dalam memahami soal dan belum mampu menentukan informasi yang ada pada soal cerita. c) kesulitan siswa dalam memahami simbol dikarenakan pada soal cerita menggunakan operasi hitung pecahan gabungan antara penjumlahan dan pengurangan. d) siswa kurang mampu mengubah bentuk kalimat soal ke bentuk kalimat matematika. e) siswa juga mengalami kesulitan ketika dihadapkan dengan operasi hitung penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Sebagai temuan terbaru, disimpulkan bahwa ketika siswa sudah mengalami kesulitan pada memahami maksud dan penjelasan soal maka kemungkinan siswa juga akan mengalami kesulitan pada jenis kesulitan lainnya atau pada tahapan selanjutnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Representasi Visual Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pecahan di Kelas V-C SDN 002 Rinding

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 002 Rinding pada semester Genap tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini berfokus pada tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa khususnya pada materi pecahan dengan menggunakan representasi visual pada kelas V-C. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu siswa kelas V-C. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes pemecahan masalah matematika, observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pada tingkat kemampuan matematika siswa dengan hasil tes pemecahan masalah matematika siswa pada materi pecahan dengan menggunakan representasi visual. Pada indikator pertama hanya salah satu subjek pada tingkat kemampuan tinggi yang dapat menyelesaikan masalah pertama dan kedua, namun pada masalah kedua subjek kurang tepat karena tidak teliti dalam membagi proporsi pada gambar. Kemudian pada soal dalam indikator kedua, seluruh subjek tidak dapat menyelesaikan soal representasi pembandingan dua nilai pecahan secara visual karena tidak memahami konsep pecahan secara utuh serta tidak menggambar dua nilai pecahan dengan benar. Kemudian pada soal dalam indikator ketiga, seluruh subjek tidak dapat menyelesaikan soal representasi penjumlahan nilai pecahan secara visual karena tidak memahami konsep pecahan secara utuh serta menyelesaikan soal dengan operasi penjumlahan menggunakan KPK.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail