Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Pecahan.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI PENYELESAIAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DITINJAU BERDASARKAN FLEKSIBILITAS KOGNITIF

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan dalam penyelesaian masalah matematika khususnya dalam materi operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menimbulkan berbagai persepsi jawaban yang diberikan oleh siswa, baik jawaban benar maupun jawaban yang kurang tepat. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan fleksibilitas kognitif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas V SD ditinjau berdasarkan fleksibilitas kognitif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes penyelesaian masalah yang berupa esai dan pedoman wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ialah bahwa subjek mampu menyelesaikan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan menggunakan beberapa alternatif jawaban menggunakan berbagai strategi atau teknik penyelesaian yang menghasilkan jawaban sama dan benar di setiap prosesnya. Tahapan penyelesaian masalah yang digunakan adalah tahapan penyelesaian dari Polya dengan 4 tahapan yaitu: Memahami masalah, Menyusun rencana, Melaksanakan rencana, dan Melihat kembali. Proses kognitif yang terlibat meliputi kemampuan dalam memvisualisasikan soal ke dalam bentuk gambar, melakukan trial-and-error (tebak dan periksa), dan menggunakan masalah matematis. Kemudian, didapati juga bahwa fleksibilitas kognitif ditemukan dalam proses atau tahapan penyelesaian masalah menurut Polya yang memunculkan adanya 3 tahapan, yaitu: (1) Memahami masalah, (2) Menyusun rencana, dan (3) Melaksanakan rencana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MENGGUNAKAN LANGKAH POLYA MATERI PECAHAN BERDASARKAN GENDER KELAS V-A SDN 007 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah materi pecahan siswa kelas V-A SDN 007 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berfokus pada kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan gender. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Perbedaan dalam pemecahan masalah terlihat dari proses yang dilakukan masing-masing siswa laki-laki dan perempuan dalam memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Pada langkah memahami masalah dan menyusun rencana dapat dilakukan oleh siswa laki-laki dan siswa perempuan. Pada langkah melaksanakan rencana siswa laki-laki lebih dominan daripada siswa perempuan dalam melakukan penyelesaian dengan baik sehingga siswa laki-laki mampu memenuhi langkah memeriksa kembali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI PECAHAN DI KELAS VI-C SDN 017 TARAKAN

2022•

Kesulitan merupakan suatu kendala dalam menyelesaikan suatu masalah, kesulitan dalam proses penyelesaian soal matematika dapat diketahui dengan cara memberikan pertanyaan berupa tes atau soal tentang materi yang sudah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikam kesulitan siswa kelas VI-C SDN 017 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika materi pecahan serta faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara dan angket dengan siswa berdasarkan tingkat kesulitan sedang dan tingkat kesulitan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami siswa yaitu: a) kesulitan siswa dalam menggunakan konsep dikarenakan siswa langsung menjumlahkan/mengurangkan pembilang, siswa tidak mengetahui konsep mencari KPK dari dua atau lebih bilangan pecahan berpenyebut berbeda sehingga hanya mengalikan silang dua bilangan pecahan tersebut; b) kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip dikarenakan siswa tidak dapat mengoperasikan perkalian pembilang, keliru ketika menjumlahkan atau mengurangkan pembilang, salah dalam menentukan KPK disebabkan ketidaktelitian serta kekeliruan ketika menghitung kelipatan, salah menentukan operasi hitung yang digunakan; c) kesulitan subjek dalam menyelesaikan masalah verbal dikarenakan siswa tidak memahami istilah-istilah khusus yang terdapat pada soal cerita, hanya terfokus pada angka saja sehingga salah ketika menerjemahkan ke dalam model matematikanya, serta tidak dapat melakukan penarikan kesimpulan. Adapun faktor penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yaitu: a) faktor internal pada aspek kemampuan menyelesaikan soal merupakan faktor tertinggi penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika; b) faktor eksternal dalam lingkungan keluarga, presentase tetinggi penyebab kesulitan terdapat pada aspek perhatian keluarga, sedangkan dalam lingkungan sekolah, presentase tertinggi terdapat pada aspek metode guru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail