ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita “Jejak Keberanian” sebagai media pendukung layanan Bimbingan dan Konseling dalam membantu pengembangan kepercayaan diri siswa SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan tahapan melihat potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, perbaikan desain, uji coba produk dan revisi produk. Validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, sedangkan uji coba produk dilakukan kepada dua guru Bimbingan dan Konseling serta tujuh peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita “Jejak Keberanian” memperoleh hasil validasi ahli media sebesar 90%, ahli materi sebesar 85%, dan ahli bahasa sebesar 85%, sehingga produk dinilai layak untuk digunakan setelah dilakukan perbaikan sesuai saran validator. Hasil uji coba kepada guru Bimbingan dan Konseling memperoleh rata-rata sebesar 93,33%, sedangkan uji coba kepada tujuh peserta didik memperoleh total skor 348 dari 420 dengan persentase sebesar 82,86%. Berdasarkan hasil tersebut, buku cerita “Jejak Keberanian” dinilai layak dan memperoleh respons positif sebagai media pendukung layanan Bimbingan dan Konseling. Produk ini dapat menjadi alternatif media untuk membantu siswa memahami dan mengembangkan keberanian serta kepercayaan diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna cerita rakyat masyarakat Dayak Bulusu di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan cerita rakyat sebagai bagian dari tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi belum banyak didokumentasikan secara ilmiah sehingga keberadaannya berpotensi mengalami kepunahan seiring perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode folklor dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan tetua masyarakat sebagai informan, dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis fungsi cerita rakyat menggunakan teori William R. Bascom, sedangkan analisis makna menggunakan pemikiran Alan Dundes. Objek penelitian terdiri atas dua cerita, yaitu cerita Jadu Lawang dan Yaki Bugang serta cerita Aki Ibuk yang berkaitan dengan Gong Solok/Dagas Sebengawang. Kedua cerita tersebut tergolong mitos karena dipercaya oleh masyarakat berkaitan dengan asal-usul manusia, leluhur, dan kehidupan awal masyarakat Dayak Bulusu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Dayak Bulusu memiliki empat fungsi, yaitu sebagai sistem proyeksi, alat pengesahan pranata kebudayaan, alat pendidikan, dan alat pengawas norma sosial. Selain itu, ditemukan empat makna yang terkandung dalam cerita, yaitu makna moral, sosial, budaya, dan spiritual. Dengan demikian, cerita rakyat Dayak Bulusu tidak hanya berfungsi sebagai warisan lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai, penguatan identitas budaya, dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendokumentasikan dan melestarikan sastra lisan masyarakat Dayak Bulusu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan membuat Lembar Kerja Murid (LKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis cerita pendek yang dilengkapi gambar, yang berisi soal latihan murid kelas 2 Sekolah Dasar. Subjek penelitian terdiri atas murid kelas 2 SDIT IBNU ABBAS Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara, pengamatan secara langsung, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi dan angket respon murid. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development R&D dengan model ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi oleh ahli materi memperoleh persentase 82% dengan kategori “Sangat Layak”, sedangkan validasi oleh ahli soal memperoleh persentase 80% dengan kategori “Layak”. Sedangkan Uji coba lapangan awal memperoleh persentase sebesar 89% dengan kategori “Sangat Praktis”, sedangkan uji coba lapangan utama memperoleh persentase sebesar 89% dengan kategori “Sangat Praktis”. Oleh karena itu, Lembar kerja murid yang telah dikembangkan dinyatakan sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan sebagai pendukung dalam proses pembelajaran kelas 2 Sekolah Dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH STRATEGI GAMIFIKASI WHISPER RACE TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA PENDEK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Kemampuan menyimak cerita pendek ialah salah satu keterampilan berbahasa yang perlu dikembangkan melalui strategi pembelajaran yang bisa memberikan pengaruh positif terhadap keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi gamifikasi whisper race terhadap kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest dan posttest control group. Populasi dalam penelitian seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan. Sampel penelitian diambil dengan teknik cluster random sampling yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VIII.5 sebagai kelas eksperimen dan VIII.9 sebagai kelas kontrol dengan jumlah keseluruhan 62 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menyimak, berdasarkan cerita pendek yang disajikan dalam bentuk audio, sedangkan instrumen soal berupa pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples Test berbantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistic versi 31. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Independent Samples Test menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig.2-tailed) pada hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,030. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,0300,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran gamifikasi whisper race berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menyimak cerita pendek siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tarakan. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa strategi gamifikasi whisper race dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan menyimak siswa. Oleh karena itu, guru Bahasa Indonesia bisa mempertimbangkan penerapan strategi ini dalam proses pembelajaran guna menciptakan kegiatan belajar yang lebih interaktif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI OPERASI HITUNG KELAS IV-B SDN 032 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi operasi hitung berdasarkan prosedur Newman di kelas IV-B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes soal cerita matematika dan wawancara. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang dipilih dari tiga kategori kelompok belajar, yaitu mandiri, berkembang, dan masih perlu bimbingan, dengan masing-masing kategori diwakili oleh dua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kategori kelompok belajar memiliki karakteristik kesalahan yang berbeda. Siswa pada kelompok belajar mandiri tidak mengalami kesalahan pada tahapan membaca dan memahami masalah, namun masih mengalami kesalahan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir berupa ketidaklengkapan menuliskan model matematika, kesalahan perhitungan karena kurang teliti, serta tidak menuliskan kesimpulan secara lengkap. Kelompok belajar berkembang menunjukkan kemampuan membaca dan memahami masalah yang cukup baik, tetapi masih mengalami kesulitan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir, terutama dalam mengubah soal cerita ke dalam model matematika, melakukan perhitungan dengan tepat, dan menuliskan kesimpulan akhir. Sementara itu, kelompok belajar masih perlu bimbingan mengalami kesalahan yang lebih kompleks pada semua tahap penyelesaian soal. Kesulitan yang dialami meliputi kelancaran membaca, memahami informasi dalam soal, menentukan model matematika, melakukan operasi hitung, serta menuliskan kesimpulan dan satuan pada jawaban akhir. Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika paling banyak terjadi pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Kata Kunci : Kesalahan Siswa, Soal Cerita Matematika, Prosedur Newman, Operasi Hitung, Sekolah Dasar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan sekolah, dengan sekolah sebagai basis utama dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa. Sekolah memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai lingkungan pembentuk sikap dan perilaku siswa. Pemanfaatan sumber belajar berbasis kearifan lokal, seperti cerita rakyat, menjadi salah satu alternatif yang relevan dalam menanamkan nilai moral secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas cerita rakyat Putri Tandampalik dalam meningkatkan pemahaman nilai moral siswa kelas V SD Negeri 029 Juata Sesanip Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pre-test dan post-test design. Subjek penelitian berjumlah delapan orang siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala likert mengenai nilai moral, sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test, dari hasil uji diperoleh nilai t-hitung sebesar −3,965 dengan derajat kebebasan (df) = 7 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,005 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman nilai moral siswa setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan cerita rakyat Putri Tandampalik, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan cerita rakyat Putri Tandampalik efektif dalam meningkatkan pemahaman nilai moral siswa kelas V SD Negeri 029 Juata Sesanip Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kondisi yang ditemukan di SDN 008 Tarakan yaitu kegiatan pembelajaran literasi di kelas IV masih didominasi oleh penggunaan buku teks dan Lembar Kerja Siswa (LKS), serta kurangnya media pembelajaran yang menarik dan berbasis budaya lokal, sehingga berdampak pada rendahnya minat baca dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi. Selain itu, buku bacaan yang digunakan belum mengintegrasikan bahasa daerah sebagai bagian dari penguatan identitas budaya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar dwibahasa berbasis kearifan lokal Suku Tidung serta mengetahui kelayakan, manfaat, dan respon guru serta siswa terhadap media yang dikembangkan pada pembelajaran literasi siswa kelas IV-B di SDN 008 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dwibahasa yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan, berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli bahasa Indonesia, dan ahli bahasa Tidung. Selain itu, hasil angket respon guru menunjukkan kategori sangat tertarik, serta hasil angket ketertarikan siswa menunjukkan kategori sangat tinggi, yang mengindikasikan bahwa media mampu meningkatkan minat baca dan pemahaman siswa terhadap materi bacaan. Berdasarkan hasil uji coba dan implementasi, dapat disimpulkan bahwa buku cerita bergambar dwibahasa berbasis kearifan lokal Suku Tidung layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran literasi di sekolah dasar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang kontekstual serta berkontribusi dalam pelestarian budaya dan bahasa daerah melalui kegiatan literasi di sekolah. Kata kunci: Buku Cerita Bergambar Dwibahasa, Kearifan Lokal, Literasi, Model ADDIE, Penelitian dan Pengembangan. The preliminary study result at SDN 008 Tarakan showed that literacy learning activities in grade IV were still dominated by the use of textbooks and Student Worksheets (LKS), as well as the lack of interesting and local culture-based learning media, resulting in low reading interest and student involvement in literacy activities. In addition, the reading books used had not been integrated with local languages as part of strengthening students' cultural identity. The purpose of this study was to develop a bilingual picture story book based on the local wisdom of the Tidung Tribe and to determine the feasibility, benefits, and responses of teachers and students to the media developed in literacy learning for grade IV-B students at SDN 008 Tarakan. This study employed the Research and Development method with the ADDIE model, which includes the Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate stages. The results of the study indicated that the bilingual picture story book developed was declared very suitable for use, based on the validation results of media experts, Indonesian language experts, and Tidung language experts. In addition, the results of the teacher response questionnaire showed a very good category, and the results of the student interest questionnaire showed a very high category, which indicated that the media was able to increase students' interest in reading and understanding of reading materials. Based on the results of the trial and implementation, it can be concluded that the bilingual picture storybook based on the local wisdom of the Tidung Tribe is feasible and practical to use as a literacy learning medium in elementary schools. This research is expected to be an alternative contextual learning medium and contribute to the preservation of regional culture and language through literacy activities in schools. Keywords: Bilingual Picture Story Books, Local Wisdom, Literacy, ADDIE Model, Research and Development
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berupa buku cerita rakyat Putri Benayuk sebagai media layanan bimbingan dan konseling dalam menanamkan elemen akhlak kepada manusia pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan. Masalah yang diangkat adalah rendahnya sikap menghargai pendapat dan empati antar siswa, yang telihat dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, media berbasis budaya lokal dihadirkan sebagai pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media untuk menilai kelayakan isi dan tampilan media. Sedangkan, uji kepraktisannya oleh guru bimbingan dan konseling serta siswa untuk menilai kemudahan penggunaan dan efektivitas media. Hasil validasi memperoleh presentase sebanyak 86,75%, bahwa buku ini dapat dikategorikan sangat layak dan hasil uji kepraktisan memperoleh presentase sebanyak 94,5%, menunjukkan bahwa buku ini sangat praktis digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling. Media ini berhasil menyampaikan nilai-niai akhlak kepada manusia, seperti menghargai perbedaan dan berempati terhadap sesama. Selain menyampaikan nilai moral, buku ini juga berfungsi sebagai pengenalan budaya lokal yang memperkaya wawasan siswa. Dengan demikian, buku cerita rakyat Putri Benayuk diharapkan dapat menjadi alternatif yang menarik dan edukatif dalam mendukung pembelajaran berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa kelas V SDN 008 Nunukan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang siswa yang dikategorikan berdasarkan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan di antara ketiga kategori siswa dalam memenuhi indikator kemampuan komunikasi matematis tertulis, dimana ketiga subjek memiliki kecenderungan mampu menuliskan serta menyajikan informasi matematis secara tertulis, akan tetapi siswa kategori sedang dan rendah tidak menuliskan informasi secara lengkap. Selain itu, meskipun seluruh subjek dapat menuliskan rumus yang sesuai dengan maksud soal, siswa kategori sedang dan rendah belum mampu menyelesaikan soal dengan benar. Pada tahap evaluasi, ketiga subjek juga masih menunjukkan keterbatasan, khususnya pada beberapa soal tertentu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita geometri menggunakan tahapan analisis newman. Tahapan Newman terdiri atas lima langkah, yaitu membaca (Reading), memahami (comperehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skills), dan penulisan jawaban akhir (encoding). Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa yang dipilih secara acak dari seluruh siswa di kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S1 dan S2 mampu menyelesaikan tahap membaca masalah, memahami masalah dan mentransformasi masalah dengan benar namum masih mengalami kesalahan pada tahap keterampilan proses hingga berdampak pada jawaban akhir yang ditulisnya. Sedangkan S3 dan S4 belum mampu menyelesaikan soal dengan benar karena mengalami kesalahan sejak tahap memahami soal sehingga berdampak pada tahapan selanjutnya seperti transformasi, keterampilan proses hingga penulisan jawaban akhir. Kondisi tersebut disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam membaca dan memahami masalah, hal ini memberikan dampak kesalahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V-D SD Negeri Utama 2 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi operasi hitung bilangan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes berpikir kreatif dan wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan 24 siswa, kemudian dipilih 4 subjek berdasarkan hasil tes yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif dengan memenuhi minimal dua indikator kemampuan berpikir kreatif. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat subjek, tiga subjek memenuhi tiga indikator berpikir kreatif, dan satu subjek memenuhi dua indikator. Indikator keluwesan dan keaslian menjadi indikator yang paling banyak terpenuhi, sedangkan kelancaran menjadi indikator yang tidak dapat terpenuhi. Sementara itu, pada indikator elaborasi tiga subjek mampu menjelaskan proses berpikir mereka secara detail dan satu subjek tidak dapat memenuhi indikator tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika berbasis soal cerita dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa, namun dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih variatif agar siswa dapat memenuhi keempat indikator secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Buku Cerita Fase B dan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa dimensi gotong royong profil pelajar pancasila. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Pada proses pengembangan dilakukan dengan model ADDIE, yang mencakup lima tahap, yaitu; Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil dari validasi yang diperoleh dari ahli desain sebesar 100% kategori sangat layak, ahli materi 88% kategori sangat layak, ahli bahasa 82% kategori sangat layak. Berdasarkan hasil dari uji coba terbatas yang dilakukan pada 9 siswa kelas IV C, kemampuan membaca pemahaman siswa mencapai 70% dengan kriteria pemahaman baik, sedangkan pada uji coba lapangan yang melibatkan 23 siswa kelas IV C, kemampuan membaca pemahaman siswa mencapai 83% dengan kriteria pemahaman sangat baik. Dari Hasil validasi oleh para ahli serta hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan, buku cerita yang di kembangkan dinyatakan layak untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman siswa, sehingga perlu untuk terus dikembangkan lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan menyelesaikan soal cerita merupakan cerminan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa, khususnya pada materi geometri. Namun, masih ditemukan kesulitan dalam penyelesaiannya secara sistematis. Jenis kesalahan tersebut dapat dianalisis melalui tahapan prosedur Newman, yaitu: membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes terkait materi geometri dengan menggunakan prosedur Newman yang dikonfirmasi melalui proses wawancara. Sebanyak 34 mahasiswa PGSD lokal A2 angkatan 2023 menjadi pertisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes terkait materi geomteri yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan tinggi, kemampuan sedang, dan kemampuan rendah. Setelah itu, peneliti memilih enam mahasiswa secara acak untuk mewakili setiap kategori kemampuan untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan: (1) subjek dengan kemampuan tinggi umumnya mampu menyelesaikan soal dengan baik di semua tahap tanpa melakukan kesalahan. Subjek memahami soal dengan baik, menerapkan strategi yang sesuai, serta menuliskan jawaban akhir dengan benar; (2) pada subjek dengan kemampuan sedang ditemukan kesalahan dalam tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Hal ini disebabkan oleh pemilihan rumus yang kurang tepat, kesalahan dalam penerapan konsep, serta kelalaian dalam menuliskan satuan dan menyusun jawaban secara sistematis; (3) subjek dengan kemampuan rendah hanya mampu memahami soal pada tahap awal, dan mengalami kesulitan besar mulai dari transformasi hingga penulisan akhir. Kesalahan tersebut meliputi pemilihan rumus yang tidak sesuai, kesalahan dalam perhitungan, dan ketidakmampuan menyusun jawaban akhir dengan benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pembelajaran teka-teki silang dalam teks cerita dongeng ditinjau dari validasi Ahli materi, media dan bahasa, serta kemenarikan ditinjau dari angket respon guru dan angket respon siswa, dan melihat hasil belajar siswa setelah menggunakan media. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan MDLC terdiri dari enam tahapan penelitian yaitu: 1) Concept (Pengonsepan); 2) Design (Perancangan); 3) Material Collecting (Pengumpulan Bahan); 4) Assembly (Pembuatan); 5) Testing (Pengujian); 6) Distribution (Pendistribusian). Instrumen pengumpulan data yang digunaka yaitu: lembar validasi, angket respon guru dan angket respon siswa, hasil jawaban soal. Penelitian ini dilakukan di kelas IV-B SDN 016 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 80%, ahli media sebesar 95%, dan ahli bahasa sebesar 94%, dengan kriteria sangat layak. Hasil dari angket respon guru pada uji coba terbatas sebesar 100%, angket respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 96,22% dan hasil respon guru pada uji coba pemakaian sebesar 84%, angket respon siswa uji coba pemakaian sebesar 88,66%, dengan kriteria sangat layak. Hasil dari belajar siswa pada uji coba terbatas 85,11 dan hasil belajar siswa pada uji coba pemakaian sebesar 86,08, dengan kriteria sangat efektif. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, respon guru, respon siswa, hasil belajar siswa pada uji coba terbatas dan uji coba pemakaian maka, media pembelajaran teka-teki silang teks cerita dongeng berbentuk buku saku dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk berupa asesmen diagnostik berbasis cerita pendek sederhana. Produk ini berupa tes objektif dalam bentuk soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) bervariasi yaitu terdapat 10 soal kognitif yang didalamnya terdapat dua teks cerita pendek dengan soal bervariasi (pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian dan uraian), selain itu terdapat 5 soal non kognitif. Alur penelitian ini menggunakan ADDIE yang memiliki lima tahapan yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 035 Tarakan tahun ajaran 2025 dengan jumlah siswa 25 peserta didik. Hasil validasi yang diperoleh secara keseluruhan nilai rata-rata yaitu 84% dengan persentase validasi ahli produk, ahli bahasa, ahli materi dan ahli praktisi. Hasil persentase validasi angket respon guru sebesar 83% dan persentase validasi angket respon siswa sebesar 83% dengan kategori sangat layak. Sedangkan Angket respon siswa kelas V-A dan V-B diperoleh nilai rata-rata persentase prolehan skor sebesar 80% dimana nilai tersebut dikategorikan sebagai kategori tertarik dan Angket respon guru kelas V-A dan V-B diperoleh nilai rata-rata persentase prolehan skor sebesar 96,5% dimana nilai tersebut dikategorikan sebagai kategori sangat tertarik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dan penyebab siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang siswa yang memiliki nilai tinggi ulangan harian dan 2 orang siswa yang memiliki nilai rendah ulangan harian materi bilangan bulat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri, adapun instrumen pembantu yaitu pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data peneliti menggunakan trianggulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa mengalami 5 kesalahan bedasarkan analisis Newman yaitu 1) Kesalahan membaca, siswa dengan nilai rendah melakukan kesalahan membaca. Penyebab nya siswa tidak dapat memaknai soal dengan benar dan tidak dapat menentukan kata-kata dalam soal ke bentuk simbol matematika. 2) Kesalahan memahami, siswa dengan nilai rendah melakukan kesalahan memahami. Penyebabnya siswa tidak memahami konteks masalah dalam soal, siswa kurang teliti menentukan yang diketahui dan yang ditanyakan. 3) Kesalahan transformasi, siswa dengan nilai rendah tidak dapat menentukan operasi hitung yang akan digunakan. Penyebab siswa siswa salah dalam penulisan operasi hitung yang akan digunakan. 4) Keterampilan proses, siswa dengan nilai tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses, penyebab siswa dengan nilai tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses siswa kurang teliti menentukan tanda operasi bilangan bulat positif dengan bilang bulat negatif. Sedangkan siswa dengan nilai ulangan rendah tidak menggunkan proses penyelesaian dengan benar dan tepat. Penyebab siswa dengan nilai rendah yaitu mengalami kesalahan keterampilan proses yaitu siswa tidak menyelesaikan langkah-langkah proses penyelesaian dengan benar, siswa kurang kemampuan dasar matematika, 5) Kesalahan penulisan jawaban akhir, siswa dengan nilai tinggi dan rendah tidak mendapatkan hasil akhir, penyebabnya siswa tidak terbiasa untuk menuliskan jawaban akhir atau kesimpulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen tes membaca berbasis cerita pendek sederhana yang ditinjau dari validasi bahasa dan konstruk serta mengetahui respon guru kelas 2A dan 2B terhadap instrumen tes membaca. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian asalah siswa kelas 2B pada tahun ajaran 2023-2024 SDN 014 Tarakan dengan jumlah siswa 28 orang. Hasil kelayakan dari validasi para ahli yaitu 1) validator bahasa menunjukkan bahwa instrumen tes membaca memperoleh skor 43 dengan persentase sebesar 86% pada kategori sangat layak. 2) validator konstruk menunjukan bahwa instrumen tes membaca memperoleh skor 42 dengan persentase sebesar 84% pada kategori sangat layak. Demikian hasil tersebut telah memenuhi syarat dan sangat layak untuk digunakan. Adapun hasil angket respon guru kelas 2A dan 2B terhadap instrumen tes membaca guru kelas 2A memperoleh skor 40 dengan persentase sebesar 100% pada kategori sangat layak dan hasil respon guru kelas 2B memperoleh skor 40 dengan persentase sebesar 100% pada kategori sangat layak. Hasil uji validitas didapatkan data 4 soal dinyatakan valid dengan reliabilitas sebesar 0,849. Maka dari itu instrumen tes yang dikembangkan valid dan reliabel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini adalah Penelitian Tindak Kelas (PTK), yaitu penelitian tindakan yang dilakukan di dalam kelas pada saat pembelajaran berlangsung guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa yang berfokus pada proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 14 Tarakan pada semester genap tahun pembelajaran 2024/2025. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan membaca efektif teks fiksi, yaitu cerpen dengan metode speed reading pada siswa kelas VII 2. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas VII 2 yang berjumlah 30 siswa, terdiri atas 17 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklusnya terdiri atas 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi,wawancara, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu lembar pengamatan aktivitas siswa dan lembar tes penilaian aspek kognitif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode speed reading mampu meningkatkan kemampuan membaca efektif teks fiksi, yaitu cerpen pada siswa kelas VII 2 SMP Negeri 14 Tarakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang diperoleh pada setiap siklus. Pada siklus I, hasil penilaian aktivitas siswa diperoleh ketuntasan 67%, sedangkan pada hasil penilaian aspek kognitif diperoleh ketuntasan 27%. Kemudian, pada siklus II hasil penilaian aktivitas siswa meningkat menjadi 88% dan hasil penilaian aspek kognitif meningkat menjadi 87%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode speed reading ini mampu meningkatkan kemampuan membaca efektif teks fiksi, yaitu cerpen pada siswa kelas VII 2 SMP Negeri 14 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pentingnya peran matematika dalam kehidupan sebagai ilmu dan pengembangan daya pikir manusia. Seluruh masyarakat perlu untuk memahami dan menguasai matematika. Terlebih pada bagi guru atau calon guru sekolah dasar yang akan menanamkan konsep matematika dasar pada para peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan masalah matematika sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa mahasiswa yang berada pada kriteria kemampuan rendah sebanyak 93,55 %. Dalam penelitian ini dipilih 3 subjek penelitian yang diambil dari kriteria rendah dan mahasiswa yang mengerjakan soal terbanyak namun mengalami kesalahan. Melalui lembar kerja mahasiswa dan wawancara subjek penelitian didapatkan semua aspek kesalahan muncul namun secara keseluruhan problematika dalam menyelesaikan masalah muncul secara dominan pada 3 aspek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga problematika utama yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika sekolah dasar. Pertama, mahasiswa mengalami kesulitan pada aspek bahasa dalam memahami soal cerita. Kedua, mahasiswa kurang menguasai materi matematika sekolah dasar. Ketiga, mengalami kesalahan pada aspek tanggapan. Terjadinya kekeliruan dalam menentukan rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MENYIMAK CERITA ANAK KELAS IV-B SDN 035 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menyimak cerita anak dengan menggunakan media Audio Visual. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah kelas IV-B yang berjumlah 27 siswa, 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dengan prosedur langkah-langkah siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa penggunaan media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar menyimak cerita anak kelas IV-B di SDN 035 Tarakan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan menyimak cerita anak pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I hasil menyimak cerita anak mencapai ketuntasan dengan persentase 74%. Setelah diadakan perbaikan pada siklus II mengalami peningkatan menyimak cerita anak mencapai ketuntasan dengan persentase 81%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa indikator ketercapaian peneliti dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan hasil belajar menyimak cerita anak menggunakan media Audio Visual pada siswa kelas IV-B di SDN 035 Tarakan.