ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan ketertarikan bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS) pada materi konstitusi dan norma di masyarakat kelas IV di SDN 017 Tarakan ditinjau melalui validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi, serta angket respons siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analys, Design, Develop, Implement, Evaluate). Adapun data pada penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh berupa hasil saran dan komentar dari validator ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respons siswa terhadap bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS). Data kuantitatif diperoleh dari hasil skor penilaian pada lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respons siswa. Hasil penelitian dan pengembangan meliputi hasil validasi media diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 100% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi materi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 93,3% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi bahasa diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 92,5% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi praktisi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 91,1% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil angket respons siswa terhadap ketertarikan siswa pada uji coba terbatas diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 83,05% dinyatakan dalam kategori sangat tertarik, hasil ketertarikan siswa pada uji coba menyeluruh diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 90,8% dinyatakan dalam kategori sangat tertarik terhadap bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan Game Based Learning (GBL) dengan media permainan edukatif teka-teki silang pada pembelajaran teks biografi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan satu kelas sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran GBL berbasis teka-teki silang memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Pada pelaksanaan siklus I tingkat aktivitas belajar siswa masih tergolong rendah, yaitu sebesar 54% dengan kategori kurang baik,. Dari 30 siswa yang terlibat, hanya 4 siswa atau sekitar 13% yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan sebagian besar siswa, yakni 26 orang atau 87%, belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setelah dilakukan perbaikan dan penyempurnaan tindakan pada siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan. Aktivitas belajar siswa meningkat menjadi 82% dengan kategori sangat baik. Selain itu, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar juga meningkat menjadi 27 siswa atau 90%, sementara hanya 3 siswa atau 10% yang belum mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang cukup signifikan pada materi teks biografi. Jika pada siklus I pemahaman siswa terhadap teks biografi masih terbatas, maka pada siklus II siswa telah menunjukkan kemampuan yang lebih baik. Melalui penerapan pembelajaran berbasis permainan, siswa menjadi lebih aktif, terlibat secara kolaboratif, serta mampu memahami materi dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan melalui penggunaan media teka-teki silang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pembelajaran teka-teki silang dalam teks cerita dongeng ditinjau dari validasi Ahli materi, media dan bahasa, serta kemenarikan ditinjau dari angket respon guru dan angket respon siswa, dan melihat hasil belajar siswa setelah menggunakan media. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan MDLC terdiri dari enam tahapan penelitian yaitu: 1) Concept (Pengonsepan); 2) Design (Perancangan); 3) Material Collecting (Pengumpulan Bahan); 4) Assembly (Pembuatan); 5) Testing (Pengujian); 6) Distribution (Pendistribusian). Instrumen pengumpulan data yang digunaka yaitu: lembar validasi, angket respon guru dan angket respon siswa, hasil jawaban soal. Penelitian ini dilakukan di kelas IV-B SDN 016 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 80%, ahli media sebesar 95%, dan ahli bahasa sebesar 94%, dengan kriteria sangat layak. Hasil dari angket respon guru pada uji coba terbatas sebesar 100%, angket respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 96,22% dan hasil respon guru pada uji coba pemakaian sebesar 84%, angket respon siswa uji coba pemakaian sebesar 88,66%, dengan kriteria sangat layak. Hasil dari belajar siswa pada uji coba terbatas 85,11 dan hasil belajar siswa pada uji coba pemakaian sebesar 86,08, dengan kriteria sangat efektif. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, respon guru, respon siswa, hasil belajar siswa pada uji coba terbatas dan uji coba pemakaian maka, media pembelajaran teka-teki silang teks cerita dongeng berbentuk buku saku dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kiki Marselia Anggraini, 2023, “Pengembangan Game Teka-teki Silang Untuk Memperkenalkan Stres Akademik Siswa Di MTs Negeri Tarakan”, dibimbing oleh Riski Sovayunanto, S. Psi, M, Si, dan Tri Cahyono, M. Pd . Stres Akademik merupakan sebuah bentuk dari tekanan-tekanan yang terjadi pada siswa yang di akibatkan oleh persaingan dan tuntutan akademik sehingga diperlukan layanan bimbingan klasikal yang inovatif terkait stress akademik. Layanan inovatif terdiri dari media yang digunakan disesuaikan dengan pola pikir dan kebutuhan siswa agar layanan klasikal yang diberikan tidak monoton atau membosankan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kelayakan media permainan teka-teki silang dalam mengenalkan stress akademik siswa MTS Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan atau Research and Development (R&D). Permainan teka-teki silang ini diuji oleh ahli media, ahli materi dan menggunakan kelompok kecil sebanyak 41 siswa. Hasil penilaian ahli media sebesar 9,3 atau 75%, ahli meteri memberikan nilai 7,6 atau 70,1%, dengan total keseluruhan skor dari kelas delapan yaitu 1451 atau 85% artinya media permainan teka teki silang dikatakan layak. Hal ini di perkuat oleh hasil uji skala kecil pada kelas 7 yaitu 84,6 atau 85% sehingga secara keseluruhan permainan teka-teki silang dengan media power poin layak digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran berupa Media Teka-Teki Silang (TTS) yang layak untuk digunakan dalam pembelajaran, yang ditinjau dari validasi media, materi, dan juga bahasa. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketertarikan guru terhadap media Teka-Teki Silang (TTS). Prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari atas 5 tahapan yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi yang telah dilakukan terhadap ahli media diperoleh persentase sebesar 82%, ahli materi sebesar 96%, ahli bahasa 100%. Hasil validasi yang dilakukan menunjukkan bahwa media Teka-Teki Silang (TTS) berada pada kategori sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji coba ketertarikan guru terhadap media Teka-Teki Silang (TTS) memperoleh persentase sebesar 78% pada uji coba terbatas, dan 89% pada uji coba pemakaian produk akhir. Hasil dari uji coba terbatas dan juga uji coba pemakaian menunjukkan bahwa guru merasa sangat tertarik terhadap media pembelajaran Teka-Teki Silang (TTS).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dengan mnerapkan media Teka-Teki Silang. Jenis penelitian ini digunakan jenis penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran tahun pembelajaran 2021/2022 dengan subjek penelitian kelas II D yang terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan prosedur siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan media teka-teki silang dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 029 Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa diperoleh nilai sebesar 64% siswa yang tuntas dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 61% siswa yang tuntas, dan aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 78% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa mencapai nilai sebesar 82 % siswa yang tuntas dari hasil tes, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 82% siswa yang tuntas dan aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 89% siswa yang tuntas. Adapun hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa, aspek afektif dan aspek psikomotorik telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 029 Tarakan.