Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media pembelajaran teka-teki silang dalam teks cerita dongeng ditinjau dari validasi Ahli materi, media dan bahasa, serta kemenarikan ditinjau dari angket respon guru dan angket respon siswa, dan melihat hasil belajar siswa setelah menggunakan media. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan MDLC terdiri dari enam tahapan penelitian yaitu: 1) Concept (Pengonsepan); 2) Design (Perancangan); 3) Material Collecting (Pengumpulan Bahan); 4) Assembly (Pembuatan); 5) Testing (Pengujian); 6) Distribution (Pendistribusian). Instrumen pengumpulan data yang digunaka yaitu: lembar validasi, angket respon guru dan angket respon siswa, hasil jawaban soal. Penelitian ini dilakukan di kelas IV-B SDN 016 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 80%, ahli media sebesar 95%, dan ahli bahasa sebesar 94%, dengan kriteria sangat layak. Hasil dari angket respon guru pada uji coba terbatas sebesar 100%, angket respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 96,22% dan hasil respon guru pada uji coba pemakaian sebesar 84%, angket respon siswa uji coba pemakaian sebesar 88,66%, dengan kriteria sangat layak. Hasil dari belajar siswa pada uji coba terbatas 85,11 dan hasil belajar siswa pada uji coba pemakaian sebesar 86,08, dengan kriteria sangat efektif. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, respon guru, respon siswa, hasil belajar siswa pada uji coba terbatas dan uji coba pemakaian maka, media pembelajaran teka-teki silang teks cerita dongeng berbentuk buku saku dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.