ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V-D SD Negeri Utama 2 Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi operasi hitung bilangan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes berpikir kreatif dan wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan 24 siswa, kemudian dipilih 4 subjek berdasarkan hasil tes yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif dengan memenuhi minimal dua indikator kemampuan berpikir kreatif. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat subjek, tiga subjek memenuhi tiga indikator berpikir kreatif, dan satu subjek memenuhi dua indikator. Indikator keluwesan dan keaslian menjadi indikator yang paling banyak terpenuhi, sedangkan kelancaran menjadi indikator yang tidak dapat terpenuhi. Sementara itu, pada indikator elaborasi tiga subjek mampu menjelaskan proses berpikir mereka secara detail dan satu subjek tidak dapat memenuhi indikator tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran matematika berbasis soal cerita dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa, namun dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih variatif agar siswa dapat memenuhi keempat indikator secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Negeri 1 Tarakan dalam menyelesikan soal HOTS matematika berdasarkan gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah desktiptif kualitatif. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Tarakan tahun ajaran 2021/2022. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara pemberian soal HOTS, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Pemilihan subjek dalam penelitian ini terdiri dari 6 siswa yaitu 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan yaitu terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan gender. Siswa laki-laki hanya memenuhi 2 (dua) indikator berpikir kreatif yaitu siswa laki-laki mampu menunjukkan apa yang diketahui dan ditanyakan (kelancaran), mampu menjelaskan rumus yang digunakan (kelancaran) dan terbiasa mengerjakan soal secara terperinci (elaborasi). sedangkan perempuan memenuhi 3 (tiga) indikator berpikir kreatif yaitu siswa perempuan mampu untuk menunjukkan apa yang diketahui ditanyakan (kelancaran), mampu menjelaskan rumus yang digunakan (kelancaran), mampu mengerjakan soal dengan cara yang berbeda dengan teman lainnya (kebaruan/keaslian) dan sudah terbiasa mengerjakan soal secara terperinci (elaborasi). Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa perempuan lebih kreatif dibandingkan siswa laki-laki.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan mendiskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa untuk setiap indicator dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IX PSU Integrated School – High School Bayambang Filipina. Metode pengumpulan data menggunakan soal uraian Higher Order Thinking Skill (HOTS). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX PSU Integrated School – High School Bayambang Filipina dan teknik sampel yang digunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa PSU Integrated School – High School Bayambang Filipina dalam menyelesaikan soal HOTS yaitu aspek originality pada kemampuan berpikir kreatif matematika siswa tergolong sedang, dengan rata-rata skor sebesar 66.29; aspek fluency tergolong rendah rendah, dengan rata-rata skor sebesar 57.14; aspek flexybility tergolong sedang dengan rata-rata skor 68.97; aspek elaboration tergolong rendah dengan rata-rata skor 62.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS masih rendah yaitu dengan skor 63.62.