Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

38 hasil
Subjek: Kognitif
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran Biologi Kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungselor

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hasil belajar siswa pada pelajaran Biologi kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungselor masih tergolong rendah. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam pembelajaran relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran Biologi kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungselor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dan desain Non Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 72 siswa kelas XI BIO 3 dan XI BIO 4 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelas XI BIO 3 sebagai kelas eksperimen diberikan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, sedangkan kelas XI BIO 4 sebagai kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kognitif berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 34,56 dan kelas kontrol sebesar 33,40, sedangkan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 85,26 dan kelas kontrol sebesar 78,36. Hasil uji ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,006 0,05, sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa. Penerapan model pembelajaran tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran Biologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan mendorong keterlibatan siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Siswa SMA Terhadap Mata Pelajaran Biologi Di Sekolah Berbasis Pesantren

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sekolah berbasis pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan keagamaan, sehingga berpotensi membentuk persepsi siswa yang khas terhadap mata pelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa SMA terhadap mata pelajaran Biologi di sekolah berbasis pesantren, dikaji berdasarkan aspek kognitif dan afektif dengan merujuk pada konsep persepsi sebagai proses individu dalam menerima, memahami, dan memaknai suatu objek berdasarkan pengalaman belajarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua puluh siswa kelas XI dan XII MIA SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang ditentukan melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif siswa memahami Biologi sebagai ilmu kehidupan yang bermanfaat dan penting bagi masa depan, meskipun sebagian mengalami kesulitan pada materi abstrak seperti sel, enzim, dan metabolisme. Secara afektif, siswa menunjukkan respons yang cenderung positif namun bervariasi, disertai preferensi terhadap praktikum dan media visual. Persepsi terhadap integrasi Biologi dengan nilai keislaman juga beragam. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap Biologi di sekolah berbasis pesantren bersifat multidimensi, dipengaruhi oleh pengalaman belajar serta konteks keagamaan lingkungan pesantren.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MURID SMPN 1 TARAKAN TERHADAP ITEM TEST LITERASI MATEMATIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneliti ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap item test literasi matematika yang ditinjau melalui dari delapan indikator utama, yaitu pengetahuan, pandangan, pengalaman, perasaan, emosi, motivasi, sikap dan aktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara setelah murid menyelesaikan item test literasi matematika. Subjek penelitian ini yaitu murid kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan yang telah mengikuti AKM dan rekomendasi dari guru. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur setelah murid menyelesaikan item test literasi matematika. Analisis data dilakukan melalui tahap membaca keseluruhan data, pengkodean, pengelompokkan tema, penyusunan deskripsi, serta interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi murid terhadap item test literasi matematika terbentuk melalui keterkaitan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Pada aspek kognitif, murid memanfaatkan pengetahuan,pandangan dan pengalaman sebelumnya dalam memahami serta menyelesaikan soal. Pada aspek afektif, murid menunjukkan berbagai perasaan dan emosi, seperti tertarik, tertantang, bingung, hingga puas setelah menyelesaikan soal. Pada aspek konatif, murid memperlihatkan motivasi, sikap, dan aktivitas yang mendorong mereka untuk tetap berusaha menyelesaikan soal meskipun mengalami kesulitan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses penyelesaian item test literasi matematika tidak hanya melibatkan kemampuan berpikir, tetapi juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar, kondisi emosional, dan kecenderungan perilaku murid. Dengan demikian, persepsi murid terhadap item test literasi matematika merupakan proses yang kompleks dan saling terintegrasi dalam membentuk pemahaman serta strategi penyelesaian masalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 5 SD DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF, DAN FISIOLOGIS

2026•

Kecemasan matematika merupakan fenomena psikologis yang cukup umum dijumpai pada siswa sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap proses serta hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan matematika siswa kelas V SD ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan fisiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V-A SDN 024 Tarakan yang berjumlah 27 siswa. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan selanjutnya dipilih tiga orang siswa sebagai subjek utama yang mewakili masing-masing kategori kecemasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kecemasan matematika yang terdiri dari 28 butir pernyataan dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 siswa, sebanyak 5 siswa berada pada kategori kecemasan rendah, 21 siswa berada pada kategori kecemasan sedang, dan 1 siswa berada pada kategori kecemasan tinggi. Ditinjau dari aspek kognitif, siswa dengan kecemasan sedang dan tinggi menunjukkan adanya keraguan terhadap kemampuan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa takut gagal. Pada aspek afektif, gejala gugup, gelisah, dan kurang senang terhadap matematika muncul terutama ketika siswa menghadapi situasi evaluasi atau materi yang sulit. Pada aspek fisiologis, gejala seperti keringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, dan rasa mual lebih dominan pada siswa dengan kecemasan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan matematika pada siswa kelas V SDN 024 Tarakan didominasi pada kategori sedang dan memerlukan perhatian serius dari guru melalui penciptaan suasana belajar yang suportif dan tidak mengancam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Media Augmented Reality (Ar) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VIII SMPN 9 Tarakan Pada Materi Sistem Gerak

2026•

Media Augmented Reality (AR) merupakan bentuk media yang mengintegrasikan elemen-elemen visual seperti gambar dan video, beserta audio serta teks, langsung ke dalam konteks lingkungan fisik yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem gerak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam memahami konsep yang bersifat abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelas diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penggunaan media AR dengan metode Problem Based Learning (PBL), sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media AR tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,375 (p > 0,05). Analisis dilakukan menggunakan uji non-parametrik karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Tidak signifikannya hasil penelitian dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya adaptasi siswa terhadap teknologi AR, keterbatasan waktu, serta pembatasan penggunaan smartphone. Meskipun demikian, media AR memiliki potensi dalam meningkatkan keterlibatan, minat, dan motivasi belajar siswa. Dengan optimalisasi penggunaan, kesiapan siswa, serta strategi pembelajaran yang tepat, media AR berpeluang menjadi alternatif pembelajaran yang efektif di masa mendatang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Problem Based Learning Berbasis Laboratorium Virtual Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa SMP Pada Materi Pencemaran Lingkungan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa serta kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan PBL berbasis laboratorium virtual, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran multi-metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model PBL berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya pada aspek analisis (C4) dan evaluasi (C5), serta meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbasis laboratorium virtual efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Bias Kognitif Manajemen Dalam Narasi Pengungkapan Transaksi Pihak Berelasi Pada BUMN Sektor Kesehatan: Analisis Konten Berbasis Nvivo

2026•

Pengungkapan Transaksi Pihak Berelasi (TPB) dalam laporan tahunan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan dalam menyampaikan informasi yang transparan dan akuntabel kepada para pemangku kepentingan. Meskipun demikian, penyajian informasi TPB dalam bentuk narasi tidak selalu bersifat objektif, karena dapat dipengaruhi oleh cara pandang dan bias kognitif manajemen dalam mengonstruksi bahasa pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk bias kognitif manajemen yang tercermin dalam narasi pengungkapan TPB, khususnya overconfidence bias, self-serving bias, dan confirmation bias, serta kaitannya dengan karakter kepastian narasi yang disampaikan. Objek penelitian difokuskan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor kesehatan di Indonesia selama periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten tematik terhadap laporan tahunan perusahaan. Proses analisis dilakukan melalui pengodean sistematis menggunakan perangkat lunak NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias overconfidence tercermin dari dominasi penggunaan bahasa afirmatif dan modalitas kepastian tinggi. Self-serving bias terlihat melalui pola atribusi yang menekankan peran internal perusahaan atas capaian positif, sementara dinamika eksternal digunakan sebagai konteks penjelasan. Adapun confirmation bias muncul dalam bentuk seleksi informasi yang lebih menonjolkan aspek positif transaksi dibandingkan potensi risiko. Temuan ini mengindikasikan bahwa narasi pengungkapan TPB cenderung dibangun secara persuasif, sehingga perlu peningkatan kualitas narasi agar informasi yang disampaikan lebih seimbang dan andal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Survei Kontrol Diri Siswa Kelas XI SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SURVEI KONTROL DIRI SISWA KELAS XI SMAN TERPADU UNGGULAN 1 TANA TIDUNG ABSTRAK Salman 1940606055 Survei Kontrol Diri Siswa Kelas XI SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, pembimbing utama Nazwa Manurung, M. Psi. Psikolog dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku dosen pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kontrol diri siswa kelas XI SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Kontrol diri merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan perilaku, pola pikir, dan pengambilan keputusan agar sesuai dengan norma sosial serta mendukung pencapaian tujuan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI yang dipilih secara menyeluruh melalui teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan dengan angket skala Likert yang disusun berdasarkan tiga aspek kontrol diri, yaitu kontrol perilaku, kontrol kognitif, dan kontrol keputusan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan kategorisasi tingkat kontrol diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kategori rendah, siswa kesulitan mengendalikan diri, mudah terdistraksi, impulsif, dan cenderung bertindak atau membuat keputusan tanpa pertimbangan matang, sehingga sering melanggar aturan, sulit fokus, dan mengambil keputusan berdasarkan dorongan sesaat. Pada kategori sedang, siswa mulai menunjukkan kesadaran dan kemampuan mengendalikan diri, meskipun belum konsisten; mereka bisa bersikap baik dan membuat keputusan yang lebih baik, tetapi masih mudah terpengaruh emosi, lingkungan, atau tekanan sosial. Sedangkan pada kategori tinggi, siswa mampu mengendalikan perilaku, proses berpikir, dan pengambilan keputusan secara konsisten, rasional, serta bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa siswa memiliki kesadaran untuk mengendalikan diri, tetapi penerapannya belum konsisten. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah dan guru bimbingan konseling untuk merancang program pengembangan diri yang dapat memperkuat kemampuan kontrol diri siswa agar lebih stabil dan terarah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI POLYA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rendahnya kemampuan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita matematika, khususnya pada materi pecahan, mencerminkan adanya kesulitan yang tidak hanya berkaitan dengan pemahaman konsep dan operasi hitung, tetapi juga berkaitan dengan perbedaan gaya kognitif. Gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD) memengaruhi cara siswa memahami soal, menyusun rencana, melaksanakan strategi, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan berdasarkan teori Polya ditinjau dari gaya kognitif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah empat siswa kelas V-A SDN 005 Tarakan yang telah dipilih berdasarkan hasil tes gaya kognitif GEFT dan tes soal cerita pecahan. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FI cenderung mampu memahami informasi soal dengan baik dan menyusun rencana secara mandiri, namun beberapa mengalami kesulitan pada tahap pelaksanaan karena faktor psikologis seperti terburu-buru atau lupa prosedur. Sementara itu, siswa dengan gaya kognitif FD lebih banyak mengalami kesulitan, terutama pada tahapan pelaksanaan dan pemeriksaan kembali, serta kesulitan dalam mengubah bentuk pecahan campuran. Kedua gaya kognitif menunjukkan bahwa kesulitan dalam memeriksa kembali jawaban masih dominan, baik karena kebiasaan maupun lemahnya strategi refleksi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya mengenali gaya kognitif siswa dalam proses pembelajaran untuk memberikan pendekatan yang sesuai dalam pemecahan soal cerita matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA di SMP Negeri 3 Sei Menggaris

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendekatan saintifik dengan menilai ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Sei Menggaris. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif, yaitu penelitian pra eksperimental dengan desain penelitian One Shoot Case Study untuk mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif dengan nilai pembanding 75 yaitu nilai KKM di sekolah tersebut, sedangkan untuk mengukur ranah afektif dan psikomotorik siswa menggunakan analisis deskriptif. Sampel penelitian yaitu kelas IX sebagai kelas kontrol yang berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada aspek kognitif memiliki nilai rata-rata 79, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria B (Baik). Hasil uji one sample t-test diperoleh nilai t hitung t tabel maka, ho ditolak dan ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh pada hasil belajar kognitif siswa. Pada aspek afektif menunjukkan bahwa hasil belajar dengan nilai rata-rata 84,68, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria A (baik sekali). Untuk hasil belajar pada aspek psikomotorik siswa dengan nilai rata-rata 73,43, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria (B) baik dan cukup (C).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Asesmen Diagnostik Berbasis Cerita Pendek Sederhana Pada Siswa Kelas V SDN 035 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk berupa asesmen diagnostik berbasis cerita pendek sederhana. Produk ini berupa tes objektif dalam bentuk soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) bervariasi yaitu terdapat 10 soal kognitif yang didalamnya terdapat dua teks cerita pendek dengan soal bervariasi (pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian dan uraian), selain itu terdapat 5 soal non kognitif. Alur penelitian ini menggunakan ADDIE yang memiliki lima tahapan yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 035 Tarakan tahun ajaran 2025 dengan jumlah siswa 25 peserta didik. Hasil validasi yang diperoleh secara keseluruhan nilai rata-rata yaitu 84% dengan persentase validasi ahli produk, ahli bahasa, ahli materi dan ahli praktisi. Hasil persentase validasi angket respon guru sebesar 83% dan persentase validasi angket respon siswa sebesar 83% dengan kategori sangat layak. Sedangkan Angket respon siswa kelas V-A dan V-B diperoleh nilai rata-rata persentase prolehan skor sebesar 80% dimana nilai tersebut dikategorikan sebagai kategori tertarik dan Angket respon guru kelas V-A dan V-B diperoleh nilai rata-rata persentase prolehan skor sebesar 96,5% dimana nilai tersebut dikategorikan sebagai kategori sangat tertarik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SOAL BUKU PAKET KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 8 PADA ASPEK RANAH KOGNITIF TAKSONOMI ANDERSON DAN KRATHWOHL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS SOAL BUKU PAKET KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 8 PADA ASPEK RANAH KOGNITIF TAKSONOMI ANDERSON DAN KRATHWOHL ABSTRAK HASTUTI 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ranah kognitif pada buku teks kelas VIII yang diterbitkan oleh CV Graha Printama Selaras tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berupa naskah soal pada buku Pintar Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Semester 1 terbitan Graha Printama Selaras tahun 2021 di kota Sukoharjo. Data penelitian ini adalah soal-soal pada buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII terbitan Graha Printing Selaras yang terdiri dari 5 bab dengan jumlah soal pilihan ganda sebanyak 200 soal. Teknik pengumpulan data penelitian ini dengan teknik baca, simak, dan catat. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: persentase ranah kognitif soal kelas VIII pada bab I dengan jumlah soal sebanyak 40, C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengidentifikasi. C2 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dimana persentase paling dominan pada bab I yaitu pada ranah kognitif C2 sebanyak 45%. Bab II yaitu C1 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 47,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu mengevaluasi. Dengan ini persentase yang paling dominan pada bab II terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab III yaitu C1 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 7,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami, mengemukakan, dan mencontohkan. C3 dengan persentase 40% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis, dan menemukan. C5 dengan persentase 5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu merangkum dan memilih. Dengan demikian persentasi yang paling dominan pada bab III yaitu pada ranah kognitif C3 dengan persentase 47,5%. Bab IV yaitu C1 dengan persentase 22,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memasangkan. C2 dengan persentase 20% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyimpulkan. C3 dengan persentase 45% dengan KKO yang paling dominan yaitu menentukan. C4 dengan persentase 10% dengan KKO yang paling dominan yaitu menemukan. C5 dengan persentase 2,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menilai. Dengan persentase paling dominan pada bab IV terdapat pada ranah kognitif C3 dengan persentase 45%. Bab V yaitu C1 dengan persentase 12,5% dengan KKO yang paling dominan yaitu menyatakan. C2 dengan persentase 27,5% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu memahami. C3 dengan persentase 35% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menentukan. C4 dengan persentase 25% dengan KKO yang paling dominan muncul yaitu menganalisis. Dengan demikian persentase yang paling dominan pada bab V terdapat pada ranah kognitif C3 dengan hasil 45%. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenjang ranah kognitif yang memiliki persentase paling tinggi di hampir setiap bab yaitu ranah kognitif C3 dengan angka 47,5% pada bab 2, dan untuk keseluruhan bab ranah kognitif yang memiliki nilai tinggi yaitu ranah kognitif C3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA KELAS VIII E SMP 05 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku merokok adalah upaya menghisap gulungan kertas yang didalamnya terdapat zat-zat berbahaya bagi kesehatan tubuh seperti nikotin, tar, karbon monoksida,hydrogen sianida, benzene,formaldehida, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok pada siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP 5 Tarakan, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 12 siswa kelas VIII E. Teknik sampling yang digunakan jenuh sampling dengan klasifikasi seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 12 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistic deskriptif dan Inferensial. Uji hipotesis meneggunakan paired sample t-test, dengan SPSS ver 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok siswa kelas VIII E SMP 5 Tarakan. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator aktivitas dan persepsi, mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan perubahan kategorisasi dari tinggi,sedang menjadi sedang rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif siswa kelas IV MI Daud Kholifatullah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek utama dalam pembelajaran matematika yang diperlukan oleh peserta didik. Gaya kognitif dibagi menjadi dua yaitu gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV MI Daud Kholifatullah berdasarkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa Tes Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa berdasarkan hasil tes gaya kognitif, yaitu 2 siswa dengan gaya kognitif field independent, dan 2 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara subjek dengan gaya kognitif FI dan subjek dengan gaya kognitif FD. Subjek dengan gaya kognitif FI disetiap soal mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya dengan baik yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, namun ada satu indikator yang belum terpenuhi oleh subjek yaitu indikator memeriksa kembali. Subjek dengan gaya kognitif FD disetiap soal belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya subjek FD belum mampu memahami masalah pada soal, belum mampu merencanakan penyelesaian, belum mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan tidak mampu memeriksa kembali hasil perhitungan atau hasil akhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI PENYELESAIAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DITINJAU BERDASARKAN FLEKSIBILITAS KOGNITIF

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan dalam penyelesaian masalah matematika khususnya dalam materi operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menimbulkan berbagai persepsi jawaban yang diberikan oleh siswa, baik jawaban benar maupun jawaban yang kurang tepat. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan fleksibilitas kognitif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas V SD ditinjau berdasarkan fleksibilitas kognitif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes penyelesaian masalah yang berupa esai dan pedoman wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ialah bahwa subjek mampu menyelesaikan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan menggunakan beberapa alternatif jawaban menggunakan berbagai strategi atau teknik penyelesaian yang menghasilkan jawaban sama dan benar di setiap prosesnya. Tahapan penyelesaian masalah yang digunakan adalah tahapan penyelesaian dari Polya dengan 4 tahapan yaitu: Memahami masalah, Menyusun rencana, Melaksanakan rencana, dan Melihat kembali. Proses kognitif yang terlibat meliputi kemampuan dalam memvisualisasikan soal ke dalam bentuk gambar, melakukan trial-and-error (tebak dan periksa), dan menggunakan masalah matematis. Kemudian, didapati juga bahwa fleksibilitas kognitif ditemukan dalam proses atau tahapan penyelesaian masalah menurut Polya yang memunculkan adanya 3 tahapan, yaitu: (1) Memahami masalah, (2) Menyusun rencana, dan (3) Melaksanakan rencana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS VII SMP NEGERI 13 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampillan metakognitif merupakan pengetahuan tentang pembelajaran Berpikir dan kemampuan metakognitif. Metakognitif terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi. Yang bertujuan menggembangkan sejumlah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel X dan Y yaitu keterampilan metognitif dengan keterampilan proses sains. Teknik sampling yang digunakan yaitu perposive sampling dimana tujuan khusus dari pengambilan sampel ini yaitu mengambil siswa yang telah mempelajari topik interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, Sebanyak 31 siswa kelas VII-1. Instrumen yang digunakan merupakan tes berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment yang didahului uji prasyarat berupa uji normalitas, uji lineritas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains siswa dengan nilai korelasi 0,449 (katagori cukup) yang berarti kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif dan singnifika

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN DIMENSI KOGNITIF TAKSONOMI ANDERSON DI MTS. AL-KHAIRAAT TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis soal penilaian akhir semester genap pada mata pelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan dimensi kognitif Taksonomi Anderson di MTs Al-Khairaat Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa soal penilaian akhir semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII, VIII dan IX. Sumber data penelitian diperoleh dari soal penilaian akhir semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII, VIII dan IX pada Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan dimensi kognitif dan merujuk pada kata kerja operasional dimensi kognitif Taksonomi Anderson. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa soal penilaian akhir semester genap mata pelajaran Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2022/2023 terdiri dari ranah kognitif C1, C2, C3, C4 dan C5. Tidak ditemukan soal dengan ranah kognitif C6, dan soal didominasi oleh ranah kognitif C2 (Memahami) sebanyak 34,2%. Persebaran soal pada kelas VII didominasi oleh ranah kognitif C2, kelas VIII didominasi oleh ranah kognitif C1, dan kelas IX didominasi oleh ranah kognitif C2. Persentase ranah kognitif pada soal kelas VII diperoleh C1: 30%, C2: 40%, dan C4: 30%. Soal kelas VIII diperoleh C1: 60%, C2: 30%, dan C5: 10%. Soal kelas IX diperoleh C1: 10%, C2: 32,5%, C3: 20 %, C4: 30%, dan C5: 7,5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS PENILAIAN RANAH KOGNITIF YANG DIGUNAKAN OLEH GURU MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA KOTA TARAKAN

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penilaian ranah kognitif yang digunakan oleh guru di SMA Kota Tarakan dan penggunaan dalam pelaksanaan penilaian ranah kognitif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu guru biologi SMA Kota Tarakan. Lokasi penelitian di 9 sekolah SMA Kota Tarakan, yang dilaksanakan pada tanggal 08 Mei sampai 31 mei 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara guru mata pelajaran biologi, serta observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian jenis peniliaian yang digunakan oleh yaitu, Guru menggunakan tes objektif pada pilihan ganda dengan bentuk pilihan ganda bebas, pilihan ganda hubungan antarhal, pilihan ganda analisis kasus dan ada juga pilihan ganda bergambar yang digunakan oleh sekolah di SMA Kota Tarakan ketika PTS dan PAS. Bentuk tes objektif isian singkat yang digunakan oleh guru pada saat mengerjakan tugas dan ulangan harian. Bentuk tes objektif benar-salah tidak digunakan oleh guru SMA Kota Tarakan. Sedangkan tes subjektif guru menggunakan tes uraian terbatas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Kognitif Dalam Menyelesaikan Soal Pecahan Sederhana Pada Siswa Kelas V Di SDN 015 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan kognitif merupakan penguasaan siswa dalam ranah kognitif yang menekan pada aspek intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif dalam menyelesaikan soal pecahan sederhana pada siswa kelas V di SDN 015 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan dikonfirmasi melalui wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan kategori tinggi mampu menyelesaikan seluruh soal pecahan pada tahap kemampuan kognitif yaitu soal nomor 1 hingga nomor 6 dengan level kognitif C1-C3 karena soal yang diberikan dapat diselesaikan dengan menggunakan cara yang sesuai dengan penyelesaian soal, (2) subjek dengan kategori sedang mampu menyelesaikan soal pada 5 soal pecahan kemampuan kognitif yaitu soal nomor 1 hingga nomor 5 dengan level kognitif C2 dan C3, namun tidak mampu menyelesaikan soal pada tahap C1 karena subjek tidak dapat menuangkan nilai pecahan 1/6 pada sebuah gambar segitiga, (3) subjek dengan kategori rendah hanya mampu menyelesaikan soal pada 2 soal pecahan kemampuan kognitif yaitu C2, namun tidak mampu menyelesaikan soal pada tahap C1 dan C3 karena berbagai permasalahan tidak terselesaikan dengan baik sesuai dengan jawaban yang diharapkan dalam penyelesaian soal tersebut. Oleh karena itu, ditemukan bahwa kemampuan kognitif berbeda-beda pada setiap siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh metakognitif terhadap hasil belajar matematika siswa SMPN 2 Tarakan

2023•

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan metakognitif siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2022/2023, 2) Untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2022/2023, dan 3) Untuk mengetahui pengaruh metakognitif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Sumber data penelitian ini adalah dokumentasi penilaian PAS Matematika siswa SMPN 2 Tarakan genap tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 172 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan proporsional stratified random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) angket metakognitif, 2) dokumentasi penilaian PAS Matematika siswa. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan analisis inferensial menggunakan anlisis regresi linear sederhana dan uji t. hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Metakognitif pada katagori sangat tinggi sebanyak 11 siswa atau sebesar 6,39%, kategori tinggi sebanyak 32 siswa atau sebesar 18,60%, kategori sedang sebanyak 94 siswa atau sebesar 54,65%, kategori rendah sebanyak 27 siswa atau sebesar 15,70%, dan kategori sangat sebanyak 8 siswa atau sebesar sebesar 4,65%, 2) Hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan. Pada kategori baik sekali sebanyak 5 siswa dengan pesentase 2,90%, kategori baik sebanyak 9 siswa dengan pesentase 5,23%, kategori cukup sebanyak 39 siswa dengan pesentase 22,67%, kategori kurang sebanyak 27 siswa dengan pesentase 15,69%, dan kategori kurang sekali sebanyak 92 siswa dengan presentase 53,48%, 3) Ada pengaruh yang signifikan metakognitif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan. Berdasarkan hasil 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 yaitu 5,596 dimana lebih besar dari 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 1,974 (5,596 > 1,974), dengan tarif signifikan 0,000 0,05 maka 𝐻𝑎 diterima. dengan persamaan regresi 𝑌= -11.742 + 0,838X dan besar pengaruhnya sebesar 39,4% hasil belajar Matematika dipengaruhi oleh kemampuan metakognitif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail