ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya kemampuan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita matematika, khususnya pada materi pecahan, mencerminkan adanya kesulitan yang tidak hanya berkaitan dengan pemahaman konsep dan operasi hitung, tetapi juga berkaitan dengan perbedaan gaya kognitif. Gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD) memengaruhi cara siswa memahami soal, menyusun rencana, melaksanakan strategi, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan berdasarkan teori Polya ditinjau dari gaya kognitif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah empat siswa kelas V-A SDN 005 Tarakan yang telah dipilih berdasarkan hasil tes gaya kognitif GEFT dan tes soal cerita pecahan. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FI cenderung mampu memahami informasi soal dengan baik dan menyusun rencana secara mandiri, namun beberapa mengalami kesulitan pada tahap pelaksanaan karena faktor psikologis seperti terburu-buru atau lupa prosedur. Sementara itu, siswa dengan gaya kognitif FD lebih banyak mengalami kesulitan, terutama pada tahapan pelaksanaan dan pemeriksaan kembali, serta kesulitan dalam mengubah bentuk pecahan campuran. Kedua gaya kognitif menunjukkan bahwa kesulitan dalam memeriksa kembali jawaban masih dominan, baik karena kebiasaan maupun lemahnya strategi refleksi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya mengenali gaya kognitif siswa dalam proses pembelajaran untuk memberikan pendekatan yang sesuai dalam pemecahan soal cerita matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek utama dalam pembelajaran matematika yang diperlukan oleh peserta didik. Gaya kognitif dibagi menjadi dua yaitu gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV MI Daud Kholifatullah berdasarkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa Tes Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa berdasarkan hasil tes gaya kognitif, yaitu 2 siswa dengan gaya kognitif field independent, dan 2 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara subjek dengan gaya kognitif FI dan subjek dengan gaya kognitif FD. Subjek dengan gaya kognitif FI disetiap soal mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya dengan baik yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, namun ada satu indikator yang belum terpenuhi oleh subjek yaitu indikator memeriksa kembali. Subjek dengan gaya kognitif FD disetiap soal belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya subjek FD belum mampu memahami masalah pada soal, belum mampu merencanakan penyelesaian, belum mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan tidak mampu memeriksa kembali hasil perhitungan atau hasil akhir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 4 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes The Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan pemecahan masalah matematika (TKPMM), wawancara dan dokumentasi. Analisis data kualitatif dilakukan dengan tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara subjek dengan gaya kognitif FI dan subjek dengan gaya kognitif FD. Subjek dengan gaya kognitif FI disetiap soal mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah Polya dengan baik yaitu mampu memahami masalah, mampu merencanakan penyelesaian, mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan mampu memeriksa kembali. Subjek dengan gaya kognitif FD disetiap soal belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah Polya yaitu subjek FI tidak mampu memahami masalah pada soal, tidak mampu merencanakan penyelesaian, tidak mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan tidak mampu memeriksa kembali hasil perhitungan.