ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal dapat dikatakan bahwa sebagai suatu kelalaian di lakukan oleh siswa yang terjadi disebabkan oleh belum memahami materi, serta tidak menjawab soal yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan teori Polya. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar tes soal operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dan lembar pedoman wawancara. Subjek terdiri dari 4 siswa yang dipilih berdasarkan gender 2 laki-laki dan 2 perempuan untuk melihat perbedaan kesalahan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan soal cerita dan dipilih berdasarkan hasil jawaban siswa dengan kriteria memiliki dua kesalahan atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh L1 dan L2 berada pada tahapan yang sama yaitu pada tahapan memahami masalah, tahapan melaksanakan rencana penyelesaian dan menarik kesimpulan. Sedangkan kesalahan yang dilakukan P1 dan P2 yaitu melakukan kesalahan pada tahapan melaksanakan rencana penyelesaian dan menarik kesimpulan. Terdapat perbedaan kesalahan pada gender, dimana subjek laki-laki melakukan tiga kesalahan sementara subjek perempuan melakukan dua kesalahan. Perbedaan ini terletak pada tahap memahami masalah, yang mana subjek perempuan tidak mengalami kendala.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya kemampuan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita matematika, khususnya pada materi pecahan, mencerminkan adanya kesulitan yang tidak hanya berkaitan dengan pemahaman konsep dan operasi hitung, tetapi juga berkaitan dengan perbedaan gaya kognitif. Gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD) memengaruhi cara siswa memahami soal, menyusun rencana, melaksanakan strategi, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan berdasarkan teori Polya ditinjau dari gaya kognitif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah empat siswa kelas V-A SDN 005 Tarakan yang telah dipilih berdasarkan hasil tes gaya kognitif GEFT dan tes soal cerita pecahan. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FI cenderung mampu memahami informasi soal dengan baik dan menyusun rencana secara mandiri, namun beberapa mengalami kesulitan pada tahap pelaksanaan karena faktor psikologis seperti terburu-buru atau lupa prosedur. Sementara itu, siswa dengan gaya kognitif FD lebih banyak mengalami kesulitan, terutama pada tahapan pelaksanaan dan pemeriksaan kembali, serta kesulitan dalam mengubah bentuk pecahan campuran. Kedua gaya kognitif menunjukkan bahwa kesulitan dalam memeriksa kembali jawaban masih dominan, baik karena kebiasaan maupun lemahnya strategi refleksi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya mengenali gaya kognitif siswa dalam proses pembelajaran untuk memberikan pendekatan yang sesuai dalam pemecahan soal cerita matematika.