ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal dapat dikatakan bahwa sebagai suatu kelalaian di lakukan oleh siswa yang terjadi disebabkan oleh belum memahami materi, serta tidak menjawab soal yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan teori Polya. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar tes soal operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dan lembar pedoman wawancara. Subjek terdiri dari 4 siswa yang dipilih berdasarkan gender 2 laki-laki dan 2 perempuan untuk melihat perbedaan kesalahan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan soal cerita dan dipilih berdasarkan hasil jawaban siswa dengan kriteria memiliki dua kesalahan atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh L1 dan L2 berada pada tahapan yang sama yaitu pada tahapan memahami masalah, tahapan melaksanakan rencana penyelesaian dan menarik kesimpulan. Sedangkan kesalahan yang dilakukan P1 dan P2 yaitu melakukan kesalahan pada tahapan melaksanakan rencana penyelesaian dan menarik kesimpulan. Terdapat perbedaan kesalahan pada gender, dimana subjek laki-laki melakukan tiga kesalahan sementara subjek perempuan melakukan dua kesalahan. Perbedaan ini terletak pada tahap memahami masalah, yang mana subjek perempuan tidak mengalami kendala.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi yang digunakan yaitu siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh atau seluruh anggota populasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas dan analisis statistik inferensial yang meliputi analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data diperoleh bahwa Y ̂=30,496-0,634X, artinya setiap kenaikan satu nilai kecemasan matematika maka akan menyebabkan penurunan kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 0,634. Sehingga, semakin besar nilai tingkat kecemasan matematika maka semakin kecil nilai tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswanya, begitupun sebaliknya. Hal ini menunjukkan pengaruh yang negatif atau pengaruh yang berbanding terbalik. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kecemasan matematika dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Besaran persentase pengaruhnya adalah sebesar 34%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pentingnya peran matematika dalam kehidupan sebagai ilmu dan pengembangan daya pikir manusia. Seluruh masyarakat perlu untuk memahami dan menguasai matematika. Terlebih pada bagi guru atau calon guru sekolah dasar yang akan menanamkan konsep matematika dasar pada para peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan masalah matematika sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa mahasiswa yang berada pada kriteria kemampuan rendah sebanyak 93,55 %. Dalam penelitian ini dipilih 3 subjek penelitian yang diambil dari kriteria rendah dan mahasiswa yang mengerjakan soal terbanyak namun mengalami kesalahan. Melalui lembar kerja mahasiswa dan wawancara subjek penelitian didapatkan semua aspek kesalahan muncul namun secara keseluruhan problematika dalam menyelesaikan masalah muncul secara dominan pada 3 aspek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga problematika utama yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika sekolah dasar. Pertama, mahasiswa mengalami kesulitan pada aspek bahasa dalam memahami soal cerita. Kedua, mahasiswa kurang menguasai materi matematika sekolah dasar. Ketiga, mengalami kesalahan pada aspek tanggapan. Terjadinya kekeliruan dalam menentukan rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group design. Variabel bebas penelitian ini adalah metode Tutor Sebaya dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya dengan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 24.0 for windows. Hasil dari analisis deskripstif diperoleh bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 68,93 sedangkan kelas kontrol sebesar 53,57 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji independent samples t-test dengan taraf signitifikan 5% (𝛼 = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 8,235 > 2,056. Dengan demikian 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Tutor Sebaya berpengaruh terhadap kemampuan pemencahan masalah matemtika
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah Matematika ditinjau dari gaya belajar pada siswa kelas VIII SMPN 8 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 5 siswa di kelas VIII SMPN 8 Tarakan yang dipilih melalui teknik purposive sampling yaitu pengambilan partisipan berdasarkan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, tugas, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif model interaktif yaitu analisis data yang dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam menyelesaikan soal konten sistem persamaan linier dua variabel siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah Matematika dengan gaya belajar kinestetik mampu melalui empat tahap kemampuan pemecahan masalah Matematika menurut Polya yakni memahami masalah, merencanakan, melaksanakan dan memeriksa kembali. Siswa dengan gaya belajar visual hanya mampu melalui tiga tahap kemampuan pemecahan masalah Matematika menurut Polya, dan pada tahap ketiga (melaksanakan rencana penyelesaian) siswa visual mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan terutama pada pembagian. Sedangkan untuk siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah Matematika dengan gaya belajar auditori hanya mampu melalui tahap memahami masalah. Siswa dengan gaya belajar auditori tersebut hanya mampu memahami informasi yang terdapat pada soal, dan cenderung mengalami kesulitan saat membuat model Matematika dari informasi yang sudah mereka pahami sebelumnya serta membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami soal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan maslaah matematika siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMP Mutiara Bangsa Sebatik dengan populasi penelitian adalah seluruh kelas IX A, B dan C tahun ajaran 2023/2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas IX B sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji t (independent sample t-test). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika kelas eksperimen adalah dan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas kontrol adalah . Hal ini juga didukung oleh hasil uji independent sample t-test dengan uji pihak kanan dan taraf signifikan ( ) diperoleh p-value sebesar . Sehingga dapat dilihat bahwa , dengan demikian ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest- posttest control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster Random Sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku dan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas untuk data awal dan uji hipotesis menggunakan uji statistik independen sampel t-test. Hasil analisis deskriptif menunjukan rata-rata nilai pretest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai pretest dikelas kontrol yaitu sebesar 59,87 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 52,87. Sedangkan nilai posttest pada kelas eksperimen yaitu 79,93, sedangkan pada kelas kontrol yaitu 65,33. Berdasarkan hasil analisis uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α=0,05). Dengan demikian H_0 ditolak dan H_1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Self-efficacy merupakan faktor penting dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika masih sangat kurang. Salah satu faktor penyebabnya adalah self-efficacy siswa yang kurang. Tujuan dari penelitian ini, adalah 1) untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan, 2) untuk mendeskripsikan self-efficacy siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan berdasarkan kategori pemecahan masalah matematika. Model penelitian yang digunakan adalah mixed methods sequential explanatory. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 siswa pada kategori tinggi, 1 siswa pada kategori sedang, dan 2 siswa pada kategori rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan wawancara self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika kelas VIII SMPN 3 Kota Tarakan masih tergolong rendah. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan persentase hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang di dominasi oleh siswa dengan kategori kemampuan pemecahan masalah matematika yang rendah, yaitu sebesar 94,9%. Kemampuan pemecahan siswa pada kategori rendah hanya memenuhi aspek memahami masalah, namun tidak tepat dan lengkap. Banyak juga siswa kategori rendah yang tidak memberikan jawaban sama sekali, jika terdapat jawaban tertulis hanya menunjukkan bahwa siswa tidak paham dengan soal sehingga jawaban tidak berarti. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kategori tinggi dan sedang menunjukkan bahwa subjek dapat memenuhi setiap aspek kemampuan pemecahan masalah, yakni (1) memahami masalah, (2) menganalisis masalah, (3) menyelesaikan masalah, dan (4) menarik kesimpulan. Self-efficacy siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika kategori tinggi, sedang, dan rendah berbeda-beda. Siswa dengan kategori tinggi dan sedang melakukan usaha maksimal agar mampu menyelesaikan suatu masalah. Siswa kategori rendah cenderung cepat menyerah dan melakukan kecurangan ketika menemukan masalah yang sulit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas VIII tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sample random sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Pada analisis deskriptif nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 64,88 untuk kelas eksperimen dan 50,11 untuk kelas kontrol. Pada analisis Inferensial menggunakan taraf signifikan sebesar 5%. Berdasarkan hasil uji t (independent sample T-test) diperoleh nilai thitung = 6,295 dan ttabel = 1,999 dengan df = n – k = 64 – 2 = 62. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa perempuan kelas IX MTs DDI TARAKAN. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi di kelas IX MTs DDI Tarakan yang berjumlah 58 siswa. Teknik penggumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner Kecemasan Matematika dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh diolah dengan program pengolahan data statistik yaitu SPSS 26.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara kecemasan matematika tehadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki kelas IX MTs DDI Tarakan, dengan persamaan regresi Ŷ = 102,395 – 0,817 X, dan terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara kecemasan matematika tehadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan kelas IX MTs DDI Tarakan, dengan persamaan regresi Ŷ = 113,075 – 1,026 X.. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel kecemasan matematika memberikan kontribusi sebesar 52,7% terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas IX MTs DDI Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 4 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes The Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan pemecahan masalah matematika (TKPMM), wawancara dan dokumentasi. Analisis data kualitatif dilakukan dengan tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara subjek dengan gaya kognitif FI dan subjek dengan gaya kognitif FD. Subjek dengan gaya kognitif FI disetiap soal mampu memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah Polya dengan baik yaitu mampu memahami masalah, mampu merencanakan penyelesaian, mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan mampu memeriksa kembali. Subjek dengan gaya kognitif FD disetiap soal belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah Polya yaitu subjek FI tidak mampu memahami masalah pada soal, tidak mampu merencanakan penyelesaian, tidak mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan tidak mampu memeriksa kembali hasil perhitungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik) terhadap kemampun pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMPIT Ulul Albab Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2022 di kelas IX Putri SMPIT Ulul Albab Tarakan. Dalam penenlitian ini terdapat dua sampel yaitu kelas IX nusaibah sebagai kelas eksperimen dan kelas IX maryam sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel di lakukan berdasarkan dengan teknik probability sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control gruop design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal uraian. Berdasarkan hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 80,80 dan pada kelas kontrol adalah 69,02. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran model pemebelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan self-efficacy siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Tarakan dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian, yaitu satu siswa gender maskulin dan satu siswa gender feminin dengan klasifikasi self-efficacy tinggi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari angket self-efficacy, Bem Seks Role Inventory, tes kemampuan pemecahan masalah, pedoman wawancara, dan dokumentasi yang telah disesuaikan dengan kriteria self-efficacy dalam pemecahan masalah matematika milik Polya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan deskripsi antara siswa gender maskulin dan gender feminin. Subjek maskulin memiliki keyakinan yang tinggi akan kemampuannya memecahkan masalah matematika. Akan tetapi, subjek maskulin lebih banyak membutuhkan bantuan orang lain dan masih belum bisa mengendalikan emosi serta rasa cemasnya secara optimal. Subjek sering kali membutuhkan bantuan dari guru maupun teman sebaya dalam prosesnya mengerjakan masalah matematika. Meskipun demikian, subjek bersungguh-sungguh mengerjakan pemecahan masalah dan mampu meyakinkan diri serta menyelesaikan permasalahan matematika dengan baik dan meminimalisir gangguan yang timbul selama proses pemecahan masalah matematika. Subjek dengan gender feminin memiliki keyakinan diri akan kemampuannya memecahkan masalah matematika. Subjek feminin mampu mengendalikan emosi dan rasa cemas serta mampu meminimalisir ketergantungan terhadap bantuan orang lain, baik guru mata pelajaran maupun teman sebaya. Subjek feminin bersungguh-sungguh mengerjakan pemecahan masalah matematika dan mampu meyakinkan diri serta menyelesaikan permasalah matematika dengan baik dan meminimalisir gangguan yang timbul selama proses pemecahan masalah matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika dan pada setiap indikatornya ditinjau dari self efficacy siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Tarakan pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 158 siswa kelas VIII yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan self efficacy tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika sedang dengan nilai rata-rata 75. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 94,81 yang tergolong tinggi pada indikator memahami masalah, 91,67 yang tergolong tinggi pada indikator meyusun rencana, 67,68 yang tergolong rendah pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 60,00 yang tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali. Siswa dengan self efficacy sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika sedang dengan nilai rata-rata 74. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 94,07 yang tergolong kategori tinggi pada indikator memahami masalah, 96,11 yang tergolong tinggi pada indikator meyusun rencana, 65,45 yang tergolong rendah pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 40,74 yan tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali. Siswa dengan self efficacy rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika sedang dengan nilai rata-rata 70. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 93,33 yang tergolong tinggi pada indikator memahami masalah, 86,48 yang tergolong tinggi pada indikator meyusun rencana, 61,82 yang tergolong rendah pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 36,61 yang tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana metakognisi siswa kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan dalam memecahkan masalah program linear. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, mulai tanggal 21 Agustus 2020 − 20 November 2020 di SMA Hang Tuah Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI sebanyak empat orang yang dipilih menggunakan purposive sampling, adapun empat orang tersebut diantaranya dua siswa yang memiliki metakognisi bagus dan dua siswa lainnya yang memiliki metakognisi yang kurang bagus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis mengguunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Level metakognisi siswa dengan kemampuan matematika tinggi ada pada level 4, dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa dengan penggunaan pemikiran yang bersifat reflektif. Siswa pada level 4 ini melakukan semua aktivitas metakognisi dengan baik, diantaranya adalah perencanaan, pemantauan, evaluasi. 2) Level metakognisi siswa dengan kemampuan sedang ada pada level 3, dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa dengan penggunaan pemikiran yang bersifat strategis. Aktivitas yang dipenuhi siswa pada level 3 ini adalah perencaan, pemantauan, dan evaluasi. Namun siswa tidak melakukan pengecekan kembali untuk jawaban yang kurang tepat. 3) Level metakognisi siswa dengan kemampuan rendah ada pada level 2. dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa menggunakan pemikiran dengan kesadaran. Aktivitas metakognisi yang dipenuhi adalah perencaan dan pemantauan, siswa tidak melakukan aktivitas evaluasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa visual dan auditori di kelas VII-3 SMP Negeri 12 Tarakan pada materi perbandingan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-3 SMP Negeri 12 Tarakan sebanyak 4 (empat) orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dimana 4 (empat) siswa tersebut diantaranya 2 (dua) siswa visual dan 2 (dua) siswa auditori. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan perjodohan pola, eksplanasi, dan deret waktu. Temuan penelitian berdasarkan analisis data dibedakan untuk siswa visual dan auditori. Siswa visual memiliki pemecahan masalah perbandingan masalah perbandingan mereka 1) dapat memahami masalah dengan cara membaca soal dengan cepat sambil menggerakkan bibir untuk membaca dalam hati, 2) dapat merencanakan penyelesaian menggunakan cara atau metode yang tepat dengan mencoret-coret kertas hitungan, 3) dapat melaksanakan rencana penyelesaian dengan rapi, teliti, dan teratur sesuai dengan rencana sebelumnya, dan 4) memeriksa kembali cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik dengan membaca ulang yang di anggap penting pada penyelesaiannya. Sementara siswa auditori mereka 1) dapat memahami masalah perbandingan dengan cara membaca soal berulang kali dengan bersuara pelan. Siswa dapat mengungkapkan apa saja yang diketahui dan apa saja yang ditanyakan dengan bahasa sendiri, 2) dapat merencanakan penyelesian cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik yaitu memilih metode mana yang benar untuk dapat digunakan untuk menyelesaikan soal dengan bahasa tubuh, 3) dapat melaksanakan rencana penyelesaian sesuai dengan rencana sebelumnya dengan berbicara sendiri terkait penyelesaian, dan 4) memeriksa kembali dengan membaca langkah demi langkah penyelesaian dan memperbaiki jika ada kesalahan namun ragu menuliskan perbaikannya. This research aimed at describing the problem solving by the visual and auditory students in VII-3 class of SMP Negeri 12 Tarakan on proportion learning material. This type of research was a case study under a qualitative approach. Four students from VII-3 class of SMP Negeri 12 Tarakan were selected using purposive sampling technique. Those four students as the representation of two visual students and two auditory students. The data were collected by observing, interviewing, and analyzing documents which were written in the form of field notes and then analyzed using match-making patterns, explanations, and time series. The findings based on data analysis were distinguished for visual and auditory students. The visual students were: (l) can understanding problems by reading the test items quickly while moving their lips to read silently, (2) can planning solutions using the right way or method by scribbling on the counting paper, (3) can carrying out the completion plan neatly, thoroughly, and regularly in accordance with the previous plan, and (4) can rechecking and tended to use a kinesthetic learning style by rereading what was considered important at its completion. While the auditory students were: (l) can understanding proportion problems by reading the questions repeatedly in a low voice. They could express what was known and what was asked in their own language, (2) can planning solutions and tended to use a kinesthetic learning styles, namely choosing which method was proper to be employed to solve problems by using body language, (3) can carrying out the completion plan according to the previous plan by talking to him/herself relating to the completion, and (4) rechecking by reading the solution step by step and correcting if there were mistakes but were doubtful to write down the corrections.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 TARAKAN Abstrak Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran Probing Prompting dan variabel terikat adalah kemampuan pemecahan masalah. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Sample penelitian diambil dengan menggunakan teknik probability sampling (simple random sampling) yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes uraian serta analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Adapun dalam penelitian ini menggunakan uji hipotesis, uji statistik yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis yang telah dilakukan oleh peneliti terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemevahan matematika yang menggunakan model Probing Prompting dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan dengan thitung > ttabel yaitu 4,122 > 1,670 maka H0 ditolak. thitung berada pada daerah penerimaan H1 dan tolak H0 maka hipotesis H1 : µ1 > µ2 dapat diterima. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Probing Prompting terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika dan pada setiap indikatornya ditinjau dari disposisi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tarakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tarakan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 180 siswa kelas IX yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan disposisi matematis tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi dengan nilai rata-rata 77,99. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 89,58 yang tergolong tinggi pada indikator memahami masalah, 92,71 yang tergolong tinggi pada indikator meyusun rencana, 97,40 yang tergolong tinggi pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 32,29 yang tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali. Siswa dengan disposisi matematis sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika rendah dengan nilai rata-rata 52,13. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 50,00 yang tergolong kategori rendah pada indikator memahami masalah, 60,44 yang tergolong sedang pada indikator meyusun rencana, 81,61 yang tergolong tinggi pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 16,48 yan tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali. Siswa dengan disposisi matematis rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika rendah dengan nilai rata-rata 40,69. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 31,93 yang tergolong rendah pada indikator memahami masalah, 48,05 yang tergolong rendah pada indikator meyusun rencana, 71,21 yang tergolong sedang pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 11,58 yang tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis . Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu (rata-rata dan simpangan baku) dan analisis inferensial yaitu (uji normalitas dan uji homogenitas) untuk data awal dan analisis data akhir menggunkan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posttest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai posttest di kelas kontrol yaitu sebesar 76,49 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 61,98. Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Pertama, apakah model pembelajaran kooperatif TAPPS berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan? Kedua, apakah model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki? Ketiga, apakah model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh secara signifikan dan konsisten terhadap kemampuan pemecahan masalah di kelas VIII MTs DDI Tarakan pada materi pola bilangan?. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental dengan desain penelitian pretest-posttest, non-equivalent multiple-group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII MTs DDI Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota dari populasi yaitu siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan; kedua, terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki; ketiga, model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh secara signifikan dan konsisten terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan pada materi pola bilangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan.