BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak bauran pemasaran yang terdiri dari produk, tempat, dan promosi terhadap strategi pemasaran dan pengaruhnya terhadap daya saing UMKM di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis partial least squares (PLS). Responden penelitian ini adalah pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk dan lokasi memiliki pengaruh signifikan terhadap strategi pemasaran, tetapi tidak terhadap promosi. Produk terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap daya saing UMKM dan juga berperan sebagai perantara dalam strategi pemasaran mereka. Di sisi lain, promosi tidak memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap daya saing. Kesimpulan penting lainnya adalah bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap peningkatan daya saing UMKM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UMKM perlu memprioritaskan pengembangan dan inovasi kualitas produk, pemilihan lokasi bisnis yang strategis, dan implementasi strategi pemasaran yang tepat sasaran. Aktivitas periklanan perlu dievaluasi agar lebih kreatif, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan digital sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak bauran pemasaran yang terdiri dari produk, tempat, dan promosi terhadap strategi pemasaran dan pengaruhnya terhadap daya saing UMKM di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis partial least squares (PLS). Responden penelitian ini adalah pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk dan lokasi memiliki pengaruh signifikan terhadap strategi pemasaran, tetapi tidak terhadap promosi. Produk terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap daya saing UMKM dan juga berperan sebagai perantara dalam strategi pemasaran mereka. Di sisi lain, promosi tidak memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap daya saing. Kesimpulan penting lainnya adalah bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap peningkatan daya saing UMKM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UMKM perlu memprioritaskan pengembangan dan inovasi kualitas produk, pemilihan lokasi bisnis yang strategis, dan implementasi strategi pemasaran yang tepat sasaran. Aktivitas periklanan perlu dievaluasi agar lebih kreatif, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan digital sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak bauran pemasaran yang terdiri dari produk, tempat, dan promosi terhadap strategi pemasaran dan pengaruhnya terhadap daya saing UMKM di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis partial least squares (PLS). Responden penelitian ini adalah pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produk dan lokasi memiliki pengaruh signifikan terhadap strategi pemasaran, tetapi tidak terhadap promosi. Produk terbukti memiliki pengaruh langsung terhadap daya saing UMKM dan juga berperan sebagai perantara dalam strategi pemasaran mereka. Di sisi lain, promosi tidak memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap daya saing. Kesimpulan penting lainnya adalah bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap peningkatan daya saing UMKM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UMKM perlu memprioritaskan pengembangan dan inovasi kualitas produk, pemilihan lokasi bisnis yang strategis, dan implementasi strategi pemasaran yang tepat sasaran. Aktivitas periklanan perlu dievaluasi agar lebih kreatif, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan digital sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang tertangkap di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Studi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh data biologis yang dapat mendukung pengelolaan sumberdaya hiu secara berkelanjutan, mengingat spesies ini termasuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN. Sampel hiu martil (Sphyrna lewini) dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan selama periode penelitian dan dianalisis di laboratorium unttuk mengidentifikasi stadium kematangan gonad. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad yang didapatkan TKG I dikarenakan gonad yang didapatkan belum mencapai dewasa siap memijah. Temuan ini menunjukkan bahwa penangkapan hiu martil (Sphyrna lewini) di perairan Tarakan banyak melibatkan individu yang belum matang gonad, yang dapat mengganggu proses reproduksi alami dan menurunkan keberlanjutan populasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan hiu yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang tertangkap di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Studi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh data biologis yang dapat mendukung pengelolaan sumberdaya hiu secara berkelanjutan, mengingat spesies ini termasuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN. Sampel hiu martil (Sphyrna lewini) dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan selama periode penelitian dan dianalisis di laboratorium unttuk mengidentifikasi stadium kematangan gonad. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad yang didapatkan TKG I dikarenakan gonad yang didapatkan belum mencapai dewasa siap memijah. Temuan ini menunjukkan bahwa penangkapan hiu martil (Sphyrna lewini) di perairan Tarakan banyak melibatkan individu yang belum matang gonad, yang dapat mengganggu proses reproduksi alami dan menurunkan keberlanjutan populasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan hiu yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika dan pada setiap indikatornya ditinjau dari disposisi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tarakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tarakan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 180 siswa kelas IX yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan disposisi matematis tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi dengan nilai rata-rata 77,99. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 89,58 yang tergolong tinggi pada indikator memahami masalah, 92,71 yang tergolong tinggi pada indikator meyusun rencana, 97,40 yang tergolong tinggi pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 32,29 yang tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali. Siswa dengan disposisi matematis sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika rendah dengan nilai rata-rata 52,13. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 50,00 yang tergolong kategori rendah pada indikator memahami masalah, 60,44 yang tergolong sedang pada indikator meyusun rencana, 81,61 yang tergolong tinggi pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 16,48 yan tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali. Siswa dengan disposisi matematis rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika rendah dengan nilai rata-rata 40,69. Rincian untuk setiap indikator memperoleh nilai rata-rata 31,93 yang tergolong rendah pada indikator memahami masalah, 48,05 yang tergolong rendah pada indikator meyusun rencana, 71,21 yang tergolong sedang pada indikator melaksanakan rencana penyelesaian, dan 11,58 yang tergolong rendah pada indikator memeriksa kembali.