ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang tertangkap di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Studi ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh data biologis yang dapat mendukung pengelolaan sumberdaya hiu secara berkelanjutan, mengingat spesies ini termasuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN. Sampel hiu martil (Sphyrna lewini) dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan selama periode penelitian dan dianalisis di laboratorium unttuk mengidentifikasi stadium kematangan gonad. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad yang didapatkan TKG I dikarenakan gonad yang didapatkan belum mencapai dewasa siap memijah. Temuan ini menunjukkan bahwa penangkapan hiu martil (Sphyrna lewini) di perairan Tarakan banyak melibatkan individu yang belum matang gonad, yang dapat mengganggu proses reproduksi alami dan menurunkan keberlanjutan populasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan hiu yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Ikan Kuwe (C. ignobilis) atau yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama ikan Putih, terkenal dengan sebutan Giant Trevally (GT). Ikan Kuwe merupakan ikan laut bernilai ekonomis yang digemari sebagian besar masyarakat dan dikonsumsi dalam berbagai ukuran, mulai yang muda hingga ukuran dewasa. Ikan Kuwe banyak dikonsumsi oleh masyarakat, karena harganya yang cukup terjangkau. Tingginya minat masyarakat terhadap ikan Kuwe berpotensi menyebabkan overfishing, karena besarnya upaya penangkapan. Usaha penangkapannya dilakukan dengan berbagai macam alat tangkap seperti rawai dasar, pancing ulur, tugu, dan kelong (guiding barrier). Penangkapan yang dilakukan secara terus menerus akan menurunnya ketersediaan sumberdaya ikan pada suatu wilayah perairan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sumberdaya perikanan. Salah satu daerah penangkapan ikan Kuwe adalah di perairan Tanjung Buka yang merupakan perairan payau (estuary). Perairan ini merupakan daerah penangkapan ikan Kuwe bagi nelayan yang menggunakan alat tangkap Kelong (guiding barrier), karena perairan ini dimanfaatkan oleh ikan Kuwe yang masih muda (juvenile) sebagai daerah mencari makan. Upaya untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan memerlukan data biologi perikanan. Salah satu aspek dari biologi perikanan adalah biologi reproduksi. Ikan melakukan reproduksi untuk mempertahankan populasinya di alam. Fokus penelitian pada aspek reproduksi ikan Kuwe (Caranx ignobilis) dengan tujuan untuk menganalisa dan mengetahui tingkat dan indeks kematangan gonad ikan Kuwe di perairan Tanjung buka. Pelaksanaan penelitian pada bulan Mei - Juli 2023. Penangkapan sampel ikan menggunakan alat tangkap kelong (guilding barrier) di perairan Tanjung Buka dengan jumlah sampel sebanyak 53 ekor yang terdiri atas 29 ekor ikan jantan dan 23 ekor ikan betina. Penentuan tingkat kematangan gonad (TKG) dengan pengamatan bentuk morfologi gonad. Tahap-tahap perkembangan gonad ikan ditentukan secara morfologi menurut Deskripsi kematangan gonad genus Caranx (Williams, 1965). Nisbah kelamin antara jantan dan betina adalah 1:0,79. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) ikan Kuwe pada bulan Mei didominasi oleh TKG III (42,11%) pada ikan Jantan, dan betina pada TKG I (44,44%). Pada bulan Juni nilai tertinggi diperoleh TKG II (50,00%) pada Jantan, dan TKG I (50,00%) pada betina. Begitu pula pada bulan Juli nilai tertinggi diperoleh TKG II (50,00%) pada Jantan, dan TKG I (50,00%) pada betina. Hasil pengamatan dan perhitungan terhadap nilai indeks kematangan gonad ikan Kuwe dimana ikan betina tertinggi sebesar 0,779% pada TKG III, dan terendah sebesar 0,084% pada TKG I. Sedangkan pada ikan Kuwe jantan milai IKG tertinggi pada TKG III sebesar 7,121% dan terendah sebesar 0,056% pada TKG I.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lobster (Panulirus sp.) adalah salah satu hasil produk utama perikanan di Indonesia dengan kategori potensial dan memiliki ekonomis penting untuk ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur ukuran dan tingkat kematangan gonad lobster Pakistan (Panulirus polyphagus) dan Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) hasil tangkapan jaring insang di perairan tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel selama 2 bulan dalam 3 kali sampling perminggu. Hasil penelitian didapatkan sampel sebanyak 27 Pakistan dan 8 Mutiara. Hasil analisa struktur ukuran panjang total lobster Pakistan ditemukan kisaran antara 8.7 - 30.4 cm dan pada lobster mutiara ditemukan kisaran panjang total pada ukuran 16 - 27.6 cm. Hasil analisa pada ukuran panjang karapas dari lobster pakistan didapatkan sekitar 5.9 – 12 cm dan pada lobster Mutiara didapatkan kisaran panjang karapas sekitar 6.7 - 10.9 cm. Hasil analisa dari ukuran panjang abdomen pada lobster Pakistan didapatkan kisaran antara 6.3 - 13 cm dan pada lobster Mutiara ditemukan panjang abdomen pada kisaran 6.5 - 10.7 cm. Hasil penelitian dari berat pada lobster Pakistan didapatkan kisaran antara 108 - 928 gram dan pada lobster Mutiara ditemukan berat pada kisaran 147 - 583 gram. Hasil analisa Tingkat Kematangan Gonad didapatkan perbedaan ciri seksual sekunder terhadap jantan dan betina yaitu pada kaki renang, kaki jalan, alat kelamin dan ovagereus satae dan karateristik gonad yaitu lobster jantan Pakistan dan Mutiara ditemukan testis berbentuk menyerupai huruf U di sisi kanan maupun di sisi kiri dan memiliki warna abu-abu keputih-putihan dan lobster betina Pakistan dan Mutiara ditemukan ciri ovarium bentuk menyerupai huruf H dan memiliki warna transparan keputih putihan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ASPEK REPRODUKSI DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN GULAMA (JOHNIUS SPP.) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN TARAKAN BAGIAN TIMUR Abstrak Ikan gulama merupakan salah satu bagian utama dalam membentuk jaring makanan dalam ekosistem pesisir dan estuari. Keberlanjutan populasi ini menjadi salah satu unsur yang dibutuhkan dalam pengelolaan yaitu mengenai Aspek Reproduksi dan Kebiasaan Makan Ikan Gulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan alami serta mengetahui aspek reproduksi ikan gulama (Johnius spp.). yang tertangkap di Perairan Tarakan bagian Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Maret dimana ikan-ikan yang dijadikan sebagai sampel dikumpulkan menggunakan alat tangkap trammel net. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengukuran kualitas air yang dilakukan secara insitu, menganalisis kebiasaan makan ikan gulama, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gulama merupakan karnivora terbukti dengan rasio panjang usus 0,6-0,7 cm cenderung crustavorus sebab makanan utama udang, makanan pelengkap ikan-ikan kecil dan kepiting, makanan tambahan berupa cacing serta serasah. Aktivitas makan ikan gulama berbeda-beda setiap tripnya dengan nilai berkisar antara 10,9-19,8%. Nisbah kelamin ikan jantan dan betina tidak seimbang dengan perbandingan 1,0: 2,6, kemudian hasil pengamatan terhadap TKG ikan gulama menunjukkan bahwa ikan betina telah memasuki fase pematangan awal karena telah berada pada TKG IV sedangkan ikan jantan belum memasuki fase pematangan awal karena masih berada pada TKG III. Nilai IKG ikan gulama jantan berkisar antara 3,3-123,5% sementara ikan betina berkisar antara 17,2-485,4% hal ini dapat dimengerti karena volume ovarium pada ikan betina lebih besar dibandingkan volume testis pada ikan jantan.