Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

64 hasil
Subjek: Model Pembelajaran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK MARITIM INDONESIA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di SMK Maritim Indonesia Tarakan. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian model pembelajaran di mana pembelajaran yang berlangsung masih bersifat konvensional dan terpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi Transformasi Geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen berdesain The Nonequivalent Pre-test dan Post-test Control Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampling dengan total 40 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi dua kelompok: 20 siswa kelas XI-A sebagai kelas eksperimen (menerapkan STAD) dan 20 siswa kelas XI-B sebagai kelas kontrol (menerapkan metode konvensional). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes uraian berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir (post-test) kelas eksperimen mencapai 71,6, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol yang sebesar 56,3. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti H_0 ditolak dan H_1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMK Maritim Indonesia Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III SD NEGERI UTAMA 1 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI UTAMA 1 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran tematik kelas III SD Negeri Utama 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurang optimalnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan, kerja sama, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas III SD Negeri Utama 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah telah dilaksanakan melalui lima indikator utama, yaitu (1) orientasi peserta didik pada masalah, guru menyampaikan permasalahan sesuai materi pembelajaran; (2) mengorganisasi peserta didik untuk belajar, guru membentuk kelompok belajar, memberikan penjelasan mengenai tugas, serta membimbing setiap anggota kelompok dalam menjalankan perannya; (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, guru memantau aktivitas peserta didik dan memberikan arahan ketika mengalami kesulitan; (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, guru memfasilitasi peserta didik dalam menyusun dan mempresentasikan hasil yang diperoleh; dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, guru melakukan evaluasi melalui diskusi, pemberian pertanyaan, refleksi, dan apresiasi terhadap hasil kerja peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran tematik telah terlaksana dengan baik. Meskipun demikian, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, yaitu pembentukan kelompok belajar yang mempertimbangkan keragaman kemampuan peserta didik agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kata kunci: Implementasi, Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Tematik, Sekolah Dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, OUTLINE, DISCUSSION, EVALUATION (RODE) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MURID KELAS XI SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING (DL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII DI SMPN 09 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata rata kemampuan awal siswa adalah 52,27. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 84 setelah penerapan model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor n-gain berada pada kategori sedang sebesar 0,66. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 66% yang mengindikasikan bahwa model Discovery Learning memberikan peningkatan yang cukup efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Selanjutnya, uji t digunakan untuk memperkuat hasil perhitungan n-gain. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test bahwa t_hitung= 13,3281 > t_tabel =1,6991 yang artinya H_0 ditolak dan H_1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan, yang ditunjukkan oleh skor n-gain kategori sedang sebagai kategori tingkat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dan diperkuat oleh hasil uji t yang menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA QUESTION BOX TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn DI KELAS V SDN 032 TG. BATU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Coopretive Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question box terhadap hasil belajar PPKn peserta didik kelas V SDN 032 Tg. Batu. Jenis Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain True Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SDN 032 Tg. Batu. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan tes pilihan ganda berupa tes pretest dan tes posttest sebanyak 20 butir soal. Data hasil pretest-posttest kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Coopretive Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question box terhadap hasil belajar PPKn peserta didik kelas V SDN 032 Tg. Batu, hal ini sesuai dengan nilai rata-rata menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dengan menggunakan pembelajaran Coopretive Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question box lebih berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dibandingkan dengan model pembelajaran Direct Interucton. Dari pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Coopretive Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media question box berpengaruh terhadap hasil belajar PPKn dikelas V SDN 032 Tg. Batu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV-A SD NEGERI 004 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match pada pembelajaran IPAS dikelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan. Penelitian ini didasari dengan latar belakang rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan kurangnya keaktifan, antusiasme, serta ketekunan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 26 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi angket motivasi belajar, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus 1 terdapat 77% siswa yang mencapai motivasi belajar yang tinggi kemudian bertambah menjadi 85% siswa pada siklus 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Pada Siswa Kelas IV A SDN 032 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata Pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran kooperatife tipe Team Games Tournament (TGT) pada siswa kelas IV A SDN 032 Tarakan. penelitian ini merupakan jenis penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 24 siswa kelas IV A. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatife tipe Team Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa, baik dari aspek kognitif maupun aspek afektif. Pada aspek kognitif, persentase sebesar 63% kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 100%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sehingga mendorong siswa untuk lebih aktif dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar. Dengan demikian, penelitian ini dinyatakan berhasl karena telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 75% dari jumlah siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL MAKE A MACTH PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II-A SDN 032 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas II-A SDN 032 Tarakan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya metode pembelajaran yang menarik dan interaktif. Menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan, data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan persentase ketuntasan hasil belajar meningkat dari 84% pada siklus I menjadi 92% pada siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari rata-rata 76% menjadi 90,5%, sementara aktivitas siswa mencapai rata-rata 88,8% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa, dan disarankan agar guru menerapkan model pembelajaran yang bervariasi dan interaktif untuk meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM) siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 60 siswa yaitu 30 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan 30 siswa kelas VIII-4 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data KKM menggunakan tes yaitu pretest dan posttest dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif berupa perhitungan rata-rata, analisis inferensial berupa uji normalitas menggunakan uji one-sample kolmogorov smirnov Test, uji homogenitas menggunakan uji F dan uji independent sample t-test menggunakan data N-Gain. Berdasarkan hasil uji one-sample kolmogorov smirnov test menunjukkan bahwa nilai Dhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Dtabel, sehingga menunjukkan bahwa data KKM siswa pada kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Selajutnya dilakukan uji homogenitas menggunakan uji F. Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Ftabel, sehingga data KKM siswa pada kedua kelas mempunyai varian yang bersifat homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung: 4,17 > ttabel : 1,67 pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan KKM antara kelas eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian terlihat bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata N-Gain kelas kontrol dengan masing-masing skor adalah 34,10 dan 20,57. Dari perbedaan skor rata-rata tersebut membuktikan bahwa adanya pengaruh dari model pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional dikarenakan kedua kelompok tersebut sama-sama menstimulasikan kemampuan komunikasi matematis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap KKM siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 62 siswa yaitu 31 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas V1II-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan pretest-posttest yang masing-masing terdiri dari 5 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 pada hasil posttest yaitu sebesar 4,625 dan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu sebesar 1,671 (dengan 𝑑𝑓 = 62 − 2 = 60). Dapat dilihat bahwa 4,625 > 1,671 sehingga keputusan yang diambil adalah 𝐻0 ditolak dan 𝐻1diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan posttest hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Sedangkan pada hasil pretest siswa yaitu sebesar 1,317 dan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu sebesar 1,671 dengan (dengan 𝑑𝑓 = 62 − 2 = 60). Dapat dilihat bahwa 1,3171,671 sehingga keputusan yang diambil adalah 𝐻0 diterima dan 𝐻1 ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pretest hasil belajar siswa kelas eksperimen dan pretest hasil belajar siswa kelas kontrol. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata tes hasil belajar siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata tes hasil belajar siswa yang menggunakan model konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Pembelajaran Open-Ended Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Utama 1 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan saintifik, dalam pendekatan saintifik siswa diharapkan memiliki berbagai keterampilan salah satunya keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk dilatih selama pembelajaran dikelas, karena siswa dengan kemampuan berpikir yang baik mampu memberi dampak dalam penyelesaian masalah dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, siswa membutuhkan model pembelajaran yang tepat pada proses peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Penggunaan model pembelajaran Open-Ended dapat menjadi inovasi bagi guru dan siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Open-Ended di kelas IV SDN Utama 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data mengenai keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan instrument tes, lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif pada siklus I yang diperoleh sebesar 53,57%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus I dengan jumlah presentase keseluruhan adalah 81,47%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus I dengan presentase 81,25%. Masuk pada siklus II hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif sebesar 98,85%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus II dengan presentase 89,81%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus II dengan presentase 91,07% terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Peningkatan nilai hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dihitung secara klasikal sebesar 45,27%. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Open-Ended dinyatakan layak dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan posttest-only design with nonequivalent groups. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan uji kesetaraan menggunakan uji anava satu jalur. Tujuan dari uji kesetaraan adalah untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok populasi yang digunakan setara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 61 siswa yaitu 30 siswa kelas IX-9 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas IX-7 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yaitu posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji anava satu jalur diperoleh nilai Fhitung : 6,629159 > Ftabel : 4.003983. Selanjutnya dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) lebih berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa setelah menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) beserta efektivitasnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan awal siswa adalah 49. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 76 setelah penerapan model pembelajaran GI. Hasil perhitungan uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa t_hitung= 17,117 > t_tabel= 1,699 yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran GI terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Selanjutnya, tingkat efektivitas model pembelajaran GI dilihat dari hasil rata-rata n-gain sebesar 0,58 yang masuk pada klasifikasi sedang. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 58% yang menunjukkan cukup efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa telah mencapai minimal ketuntasan yang diharapkan dalam penelitian. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) “cukup efektif” terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa menjadi lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA (PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA KELAS IX-B DI SMP NEGERI 5 TARAKAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA salah satunya dapat disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindak lanjut untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa yaitu Problem Based Learning. Melalui penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan MC Taggart dalam dua siklus, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada siswa kelas IX-B di SMP Negeri 5 Tarakan. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dan minat belajar siswa maka digunakan instrumen berupa lembar observasi aktivitas siswa dan lembar angket minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IX-B SMP Negeri 5 Tarakan dalam dua siklus pembelajaran. Secara keseluruhan berdasarkan indikator dalam instrument penelitian, minat belajar yang mengalami peningkatan paling tinggi, adalah pada indikator tertarik pada guru dan konsentrasi dalam belajar sedangkan indikator dengan peningkatan paling rendah adalah teliti dalam belajar. Hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa juga menunjukkan adanya peningkatan dari pra-siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I siswa yang aktif sebanyak 60% sedangkan pada siklus II siswa yang aktif sebanyak 77%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 17%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan relevan, sehingga dapat diterapkan sebagai strategi alternatif dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPA.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi KPK dan FPB Kelas VI-A SDN 021 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing terhadap hasil belajar siswa pada materi KPK dan FPB kelas VI-A SDN 021 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-eksperimental design dan menggunakan desain one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VI-A SDN 021 Tarakan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (independen) model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan variabel terikat (dependen) hasil belajar siswa pada materi KPK dan FPB Kelas VI-A SDN 021 Tarakan. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian ini adalah statistik inferensial. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata rata pretest siswa sebesar 53,6 dan nilai posttest siswa sebesar 76,8. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada materi KPK dan FPB. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis pada α = 0,05 didapat nilai sig 0,001 sehingga 0,001 0,05 dan nilai t hitung = 10,135 dan t tabel = 2,064 sehingga t hitung > t tabel atau 10,135 > 2,064. Maka, Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, menunjukkan adanya perbedaan antara hasil belajar siswa pretest dan posttest dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada materi KPK dan FPB Kelas VI-A SDN 021 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERACTIVE DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MA HURRASUL AQIDAH TARAKAN PADA PEMBELAJARAN LINTAS MINAT BIOLOGI

2024•

Penerapan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Interactive Demonstration pada kelas X MA Hurrasul Aqidah Tarakan, 2) Mengetahui respons siswa terhadap model pembelajaran Interactive Demonstration guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MA Hurrasul Aqidah Tarakan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah tes akhir siklus, lembar angket (kuesioner), lembar keterlaksaan model pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu berjumlah 13 siswa. Dari hasil analisis data yang dilakukan, maka hasil penelitian menunjukkan siklus I ketuntasan siswa mencapai 38,46%. Penyebab hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif selama proses pembelajaran, sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan hingga mencapai ketuntasan 100%. Respons siswa sangat baik terhadap penerapan model pembelajaran Interactive Demonstration.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOLE DISERTAI MEDIA KAHOOT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DI SMP NEGERI 3 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environment) adalah suatu model pembelajaran yang dirancang untuk mendukung pendidikan secara mandiri. Model SOLE memungkinkan siswa untuk memahami konsep secara lebih mendalam dan mencari informasi dari berbagai sumber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran SOLE disertai media Kahoot terhadap hasil pemahaman konsep IPA siswa SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan yang berjumlah 9 kelas dan sampel penelitian berjumlah 2 kelas yang masing-masing terdiri 32 siswa dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan guru dan tingkat kemampuan kelas yang hampir sama. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari tes pemahaman konsep IPA dalam bentuk essay, kemudian dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji independent sample t-test. Sebelum dilakukan uji tersebut, sebelumnya telah dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh negatif pada model pembelajaran SOLE disertai Kahoot terhadap pemahaman konsep IPA dengan nilai signifikansi p 0,001 dimana lebih kecil dari α = 0,05 dengan t_hitung -3,95 t_tabel 1,99, sehingga dapat disimpulkan bahwa H_0 ditolak dan H_a diterima. Artinya terdapat pengaruh negatif model pembelajaran SOLE disertai media Kahoot terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keefektifan Model Pembelajaran Game Based Learning pada Keterampilan Penulisan Teks Biografi bagi Siswa Kelas X di SMAIT Ulul Albab Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran game based learning pada keterampilan penulisan teks biografi bagi siswa kelas X di SMAIT Ulul Albab Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain True-Experimental Designs dalam bentuk Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X yang berjumlah 44 siswa, laki-laki 25 siswa dan perempuan 19 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling simple random sampling. Sampel data penelitian ini kelas X Cut Nyak Dien sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 15 siswa dan kelas X Tuanku Imam Bonjol sebagai kelas kontrol yang berjumlah 15 siswa. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan berupa model pembelajaran game based learning dalam bentuk game open box sedangkan kelas kontrol tidak diberi perlakuan, penyampaian materi menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara serta pemberian tes uraian yaitu pre-test dan post-test. Berdasarkan analisis deskriptif nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah 73,87 dan kelas kontrol 72,67. Adapun nilai rata-rata post-test kelas eksperimen adalah 80,60 dan kelas kontrol 75,40. Berdasarkan analisis statistik inferensial diperoleh hasil uji hipotesis menggunakan independen t-test t-hitung > t-tabel atau 2,340 > 1,701 sehingga hasil analisisnya adalah Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa model pembelajaran game based learning efektif digunakan pada keterampilan penulisan teks biografi bagi siswa kelas X di SMAIT Ulul Albab Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPAS Di Kelas V-C SDN 028 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) di kelas V-C SDN 028 Tarakan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari 4 tahapan,yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan 2 cara, yaitu tes dan non tes. Instrumen tes pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa, lembar penilaian psikomotorik siswa, lembar penilaian afektif siswa, sedangkan untuk instrumen non tes menggunakan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, dan lembar pengamatan aktivitas mengajar guru. Hasil penelitian mengalami peningkatan setiap siklusnya. Hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I memperoleh rata-rata nilai 71,10 dengan persentase ketuntasan 67,86% meningkat di siklus II dengan rata-rata nilai 78,21 dengan persentase ketuntasan 89,29%. Hasil belajar aspek psikomotorik siklus I memperoleh rata-rata nilai 70,87 dengan persentase ketuntasan 75,00 % meningkat di siklus II menjadi 79,46 dengan persentase ketuntasan 92,86%. Penilaian hasil belajar aspek afektif pada siklus I memeperoleh rata-rata nilai 70,14 dengan persentase ketuntasan 71,43% meningkat di siklus II menjadi 76,79 dengan persentase ketuntasan 85,71%. Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah penerapan model kooperatif tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di kelas V-C SDN 028 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS LAPORAN PERCOBAAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN PRAKTIK UJI COBA SEDERHANA KELAS IX-A MTS NEGERI TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menulis teks laporan percobaan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan praktik uji coba sederhana. Model pembelajaran ini digunakan karena siswa kelas IX-A MTs Negeri Tarakan kurang dalam minat menulis teks laporan percobaan dan kurang memahami atau menangkap informasi dalam materi menulis teks laporan percobaan. Dengan adanya model pembelajaran berbasis masalah siswa diharapkan dapat memahami pembelajaran dengan memecahkan masalah secara langsung. Oleh karena itu, siswa menulis teks laporan percobaan dengan praktik uji coba sederhana secara langsung guna memberikan pemahaman siswa yang tidak hanya sebatas teori saja, tapi mampu menerapkannya sesuai pengalaman belajar. Selain itu, sebagian besar siswa juga memiliki gaya belajar kinestetik sehingga model pembelajaran ini perlu diterapkan agar dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis teks laporan percobaan dan siswa dapat meraih kompetensi dasarnya. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan praktik uji coba sederhana dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis teks laporan percobaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail