ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran RODE dan Problem Based Learning pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Al Imam Asy-Syafi’i Tarakan, dengan kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen 1 yang diterapkan model pembelajaran RODE dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen 2 yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan komunikasi matematis yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon, uji Mann–Whitney, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa. Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Berdasarkan analisis N-Gain, kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata 0,8290 dengan kategori tinggi dan efektif, sedangkan kelas eksperimen 2 memperoleh nilai rata-rata 0,6107 dengan kategori sedang dan cukup efektif. Dengan demikian, model pembelajaran RODE lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi matematis siswa di MTs Al Imam Asy-Ayafi’I Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa kelas V SDN 008 Nunukan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang siswa yang dikategorikan berdasarkan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan di antara ketiga kategori siswa dalam memenuhi indikator kemampuan komunikasi matematis tertulis, dimana ketiga subjek memiliki kecenderungan mampu menuliskan serta menyajikan informasi matematis secara tertulis, akan tetapi siswa kategori sedang dan rendah tidak menuliskan informasi secara lengkap. Selain itu, meskipun seluruh subjek dapat menuliskan rumus yang sesuai dengan maksud soal, siswa kategori sedang dan rendah belum mampu menyelesaikan soal dengan benar. Pada tahap evaluasi, ketiga subjek juga masih menunjukkan keterbatasan, khususnya pada beberapa soal tertentu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM) siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 60 siswa yaitu 30 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan 30 siswa kelas VIII-4 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data KKM menggunakan tes yaitu pretest dan posttest dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif berupa perhitungan rata-rata, analisis inferensial berupa uji normalitas menggunakan uji one-sample kolmogorov smirnov Test, uji homogenitas menggunakan uji F dan uji independent sample t-test menggunakan data N-Gain. Berdasarkan hasil uji one-sample kolmogorov smirnov test menunjukkan bahwa nilai Dhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Dtabel, sehingga menunjukkan bahwa data KKM siswa pada kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Selajutnya dilakukan uji homogenitas menggunakan uji F. Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Ftabel, sehingga data KKM siswa pada kedua kelas mempunyai varian yang bersifat homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung: 4,17 > ttabel : 1,67 pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan KKM antara kelas eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian terlihat bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata N-Gain kelas kontrol dengan masing-masing skor adalah 34,10 dan 20,57. Dari perbedaan skor rata-rata tersebut membuktikan bahwa adanya pengaruh dari model pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional dikarenakan kedua kelompok tersebut sama-sama menstimulasikan kemampuan komunikasi matematis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap KKM siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan..
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan posttest-only design with nonequivalent groups. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan uji kesetaraan menggunakan uji anava satu jalur. Tujuan dari uji kesetaraan adalah untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok populasi yang digunakan setara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 61 siswa yaitu 30 siswa kelas IX-9 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas IX-7 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yaitu posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji anava satu jalur diperoleh nilai Fhitung : 6,629159 > Ftabel : 4.003983. Selanjutnya dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) lebih berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa setelah menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) beserta efektivitasnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan awal siswa adalah 49. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 76 setelah penerapan model pembelajaran GI. Hasil perhitungan uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa t_hitung= 17,117 > t_tabel= 1,699 yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran GI terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Selanjutnya, tingkat efektivitas model pembelajaran GI dilihat dari hasil rata-rata n-gain sebesar 0,58 yang masuk pada klasifikasi sedang. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 58% yang menunjukkan cukup efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa telah mencapai minimal ketuntasan yang diharapkan dalam penelitian. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) “cukup efektif” terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa menjadi lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa karena berperan dalam mengungkapkan gagasan matematisnya khususnya ketika berhadapan dengan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Matematika. Kemampuan komunikasi matematis ini meliputi kemampuan untuk menyatakan benda nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam objek-objek Matematika, menjelaskan ide dan relasi Matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga dapat menyusun model Matematika dan menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMA Negeri 4 Tarakan bedasarkan perbedaan jenis kelamin dengan menggunakan indikator yaitu written text, mathematical expression dan drawing. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan melibatkan 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Partisipan tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis partisipan pertama laki-laki memenuhi indikator mathematical expression/ekspresi Matematika dan drawing/menggambar. Sedangkan pada partisipan laki-laki yang kedua hanya memenuhi indikator written text/menulis. Sementara itu, kemampuan komunikasi matematis pada satu orang partisipan perempuan memenuhi semua indikator. Akan tetapi, satu orang lagi pada partisipan perempuan memenuhi indikator written text/menulis dan mathematical expression/ekspresi Matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis dilihat dari gaya belajar siswa kelas VB di SDN 005 Tarakan dan meningkatkan kemampuan matematis siswa dengan dilihat dari gaya belajar visual, audiotori, kinestetik dengan menggunakan metode peneltian bangun datar pada kelas VB. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif.. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 005 Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN 005 Tarakan, yaitu sebanyak 28 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan lembar angket gaya belajar siswa dan tes kemampuan komunikasi matematis. Adapun langkah-langkah penggunaan metode yaitu: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa tinggi dapat menjelaskan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal serta dapat menjelaskan simbol-simbol matematika yang terdapat pada soal. Siswa berkemampuan sedang ada yang kurang mampu dalam menuliskan pernyataan matematika dan kesulitan dalam menyatakan ide matematika, tetapi siswa dalam kemampuan sedang dapat menyebutkan simbol-simbol matematika yang ada pada soal. Sedangkan siswa dalam kemampuan rendah, siswa belum mampu menuliskan pernyataan matematika dan ide matematika siswa mengalami kesulitan saat mengerjakan soal dan susah dalam mengungkapkan ide atau gagasan matematika pada soal. Terdapat beberapa siswa yang lancar dalam berkomunikasi matematis secara tetulis dan lisan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII (1) SMP Negeri 11 Tarakan ditinjau dari self-efficacy. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini yaitu 2 siswa dengan self-efficacy tinggi. Peneliti mengumpulkan data dengan memberi angket, melakukan wawancara dan menganalisis dokumen. Dokumen yang digunakan adalah dokumen lembar jawaban ulangan harian siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis kualitatif Miles, Huberman dan Saldana (2014). Penelitian menunjukkan bahwa temuan yang diperoleh dalam kemampuan komunikasi matematis siswa meliputi memahami soal, representasi simbolik, menggambar situasi soal, menyusun model matematika dan menginterpretasi soal. Komunikasi matematis dalam penelitian ini terdiri dari tiga indikator yaitu menginterpretasi soal, menyusun model matematika dan menggambar situasi soal. Dalam indikator menginterpretasikan soal, subjek mampu memahami permasalahan pada soal dan menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, selanjutnya subjek mampu mengubah informasi kedalam bentuk simbol dan subjek mampu merumuskan kesimpulan yang diperoleh dari menyekesaikan masalah pada soal, di indikator kedua yaitu menyusun model matematika subjek mampu menentukan dan menjelaskan konsep matematika dalam menyelesaikan masalah pada soal. Terdapat beberapa keunikan dalam penelitian ini, diantaranya Subjek A selalu menggambarkan situasi soal ketika mengerjakan soal yang berkaitan dengan geometri sedangkan Subjek N tidak mengikuti aturan penulisan matematis walaupun demikian Subjek N paham dalam menggerjakan dan mampu menjawab soal dengan benar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan komunikasi matematis merupakan modal utama dalam menyelesaikan soal matematika untuk mendukung prestasi matematika siswa. Kemampuan komunikasi matematis membantu siswa dalam menyampaikan ide atau solusi dari suatu permasalahan matematika dalam bentuk lisan, tulisan, dan gambar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis. Jenis penelitian yaitu kualitatif sehingga peneliti sebagai instrumen utama. Subjek penelitian adalah kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara. Instrumen pendukung yang digunakan dalam pengumpulan data berupa tes komunikasi matematis dan pedoman wawancara. Tes komunikasi matematis diikuti oleh 15 siswa, sedangkan wawancara dilakukan pada 6 siswa yang telah dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara melakukan Kesalahan Memahami, Kesalahan Transformasi, Kesalahan Keterampilan Proses, dan Kesalahan Penulisan. Faktor-faktor penyebab subjek melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis yaitu: (1) pada Kesalahan Memahami faktor penyebabnya siswa tidak mampu menuliskan dan menjelaskan informasi maupun perintah yang diberikan butir, dan siswa tidak mampu menyederhanakan jenis soal cerita kedalam bentuk pemodelan matematika; (2) pada Kesalahan Transformasi faktor penyebabnya siswa tidak dapat menentukan rumus pola bilangan dengan tepat, siswa tidak mengetahui langkah-langkah yang harus digunakan untuk menentukan nilai pola selanjutnya, dan siswa tidak dapat mentransformasikan rumus fungsi yang diberikan butir; (3) pada Kesalahan Keterampilan Proses faktor penyebabnya siswa ceroboh dalam proses perhitungan, tidak dapat memvisualisasikan bentuk pola, tidak dapat menggambarkan titik koordinat dengan tepat, tidak mampu memahami relasi, tidak mengetahui letak kuadran, tidak dapat menggambar diagram panah, tidak memahami hakikat kodomain sebagai daerah hasil; (4) pada Kesalahan Penulisan faktor penyebabnya siswa tidak menuliskan jawaban akhir dan tidak tepat dalam menuliskan jawaban.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas V yang berada di SDS Muhammadiyah III Al-Hilal Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Adapun fokus penelitian ini adalah tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan sekunder serta informan yang berjumlah 6 siswa terpilih. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisi data menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan komunikasi matematis dengan baik. Pada indikator pertama siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi indikator tersebut pada setiap soal, siswa berkemampuan sedang hanya mampu memenuhi satu soal saja dan siswa berkemampuan rendah sama sekali tidak ada yang mampu memenuhi indikator pertama. Pada indikator kedua, siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah mampu memenuhi indikator ini, namun masih terdapat siswa yang salah. Pada indikator ketiga siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah mampu memenuhi indikator tersebut, tetapi beberapa siswa masih merasa kesulitan dalam memenuhi indikator ini.