ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini berfokus pada deskripsi siswa kelas III-A di SDN 015 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas III-A SDN 015 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah 3 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, yang terpilih melalui teknik pemilihan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan memiliki gaya belajar yang beragam terdiri dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Hal tersebut ditunjukkan oleh 3 siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan yang merupakan sampel penelitian. Siswa yang memiliki gaya belajar visual ditandai dengan S1, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar visual yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran melalui pengelihatan daripada pendengaran dan lebih mudah menerima intruksi melalui yang dilihatnya. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar auditori ditandai dengan S2, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar auditori yaitu lebih antusias dan memahami materi pembelajaran melalui penjelasan guru daripada membaca dan ketika berargumentasi cenderung berintonasi. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar kinestetik ditandai dengan S3, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar kinestetik yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran jika dipelajari melalui peragaan materi pembelajaran dan ketika berargumentasi cenderung menggerakkan tanganya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan komunikasi matematis dilihat dari gaya belajar siswa kelas VB di SDN 005 Tarakan dan meningkatkan kemampuan matematis siswa dengan dilihat dari gaya belajar visual, audiotori, kinestetik dengan menggunakan metode peneltian bangun datar pada kelas VB. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif.. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 005 Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN 005 Tarakan, yaitu sebanyak 28 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan lembar angket gaya belajar siswa dan tes kemampuan komunikasi matematis. Adapun langkah-langkah penggunaan metode yaitu: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa tinggi dapat menjelaskan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal serta dapat menjelaskan simbol-simbol matematika yang terdapat pada soal. Siswa berkemampuan sedang ada yang kurang mampu dalam menuliskan pernyataan matematika dan kesulitan dalam menyatakan ide matematika, tetapi siswa dalam kemampuan sedang dapat menyebutkan simbol-simbol matematika yang ada pada soal. Sedangkan siswa dalam kemampuan rendah, siswa belum mampu menuliskan pernyataan matematika dan ide matematika siswa mengalami kesulitan saat mengerjakan soal dan susah dalam mengungkapkan ide atau gagasan matematika pada soal. Terdapat beberapa siswa yang lancar dalam berkomunikasi matematis secara tetulis dan lisan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar bahasa asing, termasuk gaya belajar siswa. Oleh karna itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar yang paling banyak disukai oleh siswa kelas sembilan di Miagao National High School, Iloilo, Philippines dan SMP Negeri 1 Tarakan Indonesia, dan juga untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara gaya belajar siswa kelas Sembilan di Miagao National High School, Iloilo, Philippines dan SMP Negeri 1 Tarakan Indonesia pada tahun ajaran 2019/2020. Sample diambil sebanyak 89 dari 632 siswa, 43 siswa Pilipina dan 46 siswa Indonesia dengan menggunakan purposive sampling. Gaya belajar diidentifikasi berdasarkan angket gaya belajar dan wawancara untuk memperkuat data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain komparatif. Hasil mengungkapkan bahwa gaya belajar yang paling banyak digunakan oleh siswa kelas sembilan di Pilipina adalah kinestetik sebanyak 16 siswa dengan persentase 37.21% , sedangkan gaya belajar yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah gaya belajar visual sebanyak 22 siswa dengan persentase 47.83%. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil perhitungan dari uji Independent Sample T-test menunjukan bahwa nilai sig.(2 tailed) lebih tinggi daripada level of significant (0.052>0.05) dan nilai T-hitung lebih rendah daripada T-table (-1.9751.988). Itu mengindikasikan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian tidak terdapat perbedaan yang berarti antara gaya belajar siswa kelas Sembilan di Miagao National High School, Iloilo, Philippines dan SMP Negeri 1 Tarakan Indonesia.