Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kemampuan Komunikasi Matematis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, OUTLINE, DISCUSSION, EVALUATION (RODE) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MURID KELAS XI SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM) siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 60 siswa yaitu 30 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan 30 siswa kelas VIII-4 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data KKM menggunakan tes yaitu pretest dan posttest dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif berupa perhitungan rata-rata, analisis inferensial berupa uji normalitas menggunakan uji one-sample kolmogorov smirnov Test, uji homogenitas menggunakan uji F dan uji independent sample t-test menggunakan data N-Gain. Berdasarkan hasil uji one-sample kolmogorov smirnov test menunjukkan bahwa nilai Dhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Dtabel, sehingga menunjukkan bahwa data KKM siswa pada kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Selajutnya dilakukan uji homogenitas menggunakan uji F. Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Ftabel, sehingga data KKM siswa pada kedua kelas mempunyai varian yang bersifat homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung: 4,17 > ttabel : 1,67 pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan KKM antara kelas eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian terlihat bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata N-Gain kelas kontrol dengan masing-masing skor adalah 34,10 dan 20,57. Dari perbedaan skor rata-rata tersebut membuktikan bahwa adanya pengaruh dari model pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional dikarenakan kedua kelompok tersebut sama-sama menstimulasikan kemampuan komunikasi matematis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap KKM siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa setelah menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) beserta efektivitasnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan awal siswa adalah 49. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 76 setelah penerapan model pembelajaran GI. Hasil perhitungan uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa t_hitung= 17,117 > t_tabel= 1,699 yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran GI terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Selanjutnya, tingkat efektivitas model pembelajaran GI dilihat dari hasil rata-rata n-gain sebesar 0,58 yang masuk pada klasifikasi sedang. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 58% yang menunjukkan cukup efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa telah mencapai minimal ketuntasan yang diharapkan dalam penelitian. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) “cukup efektif” terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa menjadi lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMA NEGERI 4 TARAKAN BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa karena berperan dalam mengungkapkan gagasan matematisnya khususnya ketika berhadapan dengan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Matematika. Kemampuan komunikasi matematis ini meliputi kemampuan untuk menyatakan benda nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam objek-objek Matematika, menjelaskan ide dan relasi Matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga dapat menyusun model Matematika dan menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMA Negeri 4 Tarakan bedasarkan perbedaan jenis kelamin dengan menggunakan indikator yaitu written text, mathematical expression dan drawing. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan melibatkan 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Partisipan tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis partisipan pertama laki-laki memenuhi indikator mathematical expression/ekspresi Matematika dan drawing/menggambar. Sedangkan pada partisipan laki-laki yang kedua hanya memenuhi indikator written text/menulis. Sementara itu, kemampuan komunikasi matematis pada satu orang partisipan perempuan memenuhi semua indikator. Akan tetapi, satu orang lagi pada partisipan perempuan memenuhi indikator written text/menulis dan mathematical expression/ekspresi Matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail