Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: RODE
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap Kemampuan Numerasi Murid SMA Kelas XII

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, OUTLINE, DISCUSSION, EVALUATION (RODE) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MURID KELAS XI SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RODE DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran RODE dan Problem Based Learning pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Al Imam Asy-Syafi’i Tarakan, dengan kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen 1 yang diterapkan model pembelajaran RODE dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen 2 yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan komunikasi matematis yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon, uji Mann–Whitney, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa. Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Berdasarkan analisis N-Gain, kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata 0,8290 dengan kategori tinggi dan efektif, sedangkan kelas eksperimen 2 memperoleh nilai rata-rata 0,6107 dengan kategori sedang dan cukup efektif. Dengan demikian, model pembelajaran RODE lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi matematis siswa di MTs Al Imam Asy-Ayafi’I Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran RODE (Read, Outline, Discussion, Evaluation) Terhadap Keterampilan Komunikasi Matematika Siswa SMP Pada Materi Penyajian Data

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran RODE (Read, Outline, Discussion, Evaluation) terhadap keterampilan komunikasi matematika siswa SMP pada materi penyajian data. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTs Negeri Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling sehingga diperoleh sampel pada penlitian ini 60 siswa yaitu 30 siswa kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas VII-E sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data keterampilan komunikasi matematika siswa menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal uraian dengan soal yang berbedabeda. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji independent sample t test (Uji t). Berdasarkan hasil analisis data akhir posttest diperoleh nilai t hitung 4,503 dengan t tabel sebesar 1,671 karena t hitung ≥ t tabel dengan nilai signifikansi 5%. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes keterampilan komunikasi matematika siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran RODE (Read, Outline Discussion, Evaluation) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes keterampilan komunikasi matematika siswa di kelas yang menggunakan model konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran RODE (Read, Outline, Discussion, Evaluation) terhadap keterampilan komunikasi matematika siswa SMP pada materi penyajian data.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengujian Kombinasi Daya Racun Rodentisida dan Dedak Padi (rice bran) Terhadap Hama Tikus di Laboratorium

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rats are an almost strong pest to remove and are known to cause ruin to crops. Rat damage and attacks can be minimized by using chemical pest control techniques. The purpose of this study was to compare the effectiveness of rodenticide active ingredients and rice bran in controlling rat pests. This rodenticide manufacturing technique employs a 0,005 % brodifacum formulation, zinc phospide, and barium cloride as active components. Rice bran, roasted coconut, and anchovies were used as bait. A Randomized Group Design was employed in this investigation, with one component consisting of six treatments that were repeated four times. The Kruskall-Wallis Analysis was used to examine the data, and the Mann-whitney Test was used to compare the two treatments. The results suggested that combining the toxicity of rodenticide active components with rice bran can improve rat pest control. The difference between the control treatment (no bran) and the treatment with rice bran additions can be seen in rat weight, feed consumption percentage, and toxicity symptoms. There was a difference between the control (no rodenticide and rice bran) and the rodenticide and rice bran treatment.Treatments with zinc phospide and rice bran caused Acute toxic symptoms, while treatments with barium chloride and rice bran caused anticoagulant toxic effects.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEBERADAAN MACRODEBRIS DI PANTAI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Marine Debris adalah sampah laut tergolong menjadi dua bagian yakni macro debris dan micro debris. Sampah tersebut merupakan salah satu permasalahan yang cukup kompleks dihadapi oleh salah satu daerah yang berada dekat dengan pantai atau pesisir, salah satunya Kota Tarakan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui keberadaan, jenis, dan kepadatan macrodebris, yang berada di pesisir pantai Kota Tarakan Penelitian ini dilaksanankan selama 5 bulan yaitu pada bulan Januari – Mei 2022. Metode pengambilan sampel macrodebris di pesisir pantai Kota Tarakan dilakukan secara insitu yakni membuat transek garis, dengan membentangkan tali sepanjang 50 m. Data yang diperoleh dianalisis kepadatan potongan sampah. Hasil penelitian menunjukan jenis macrodebris yang ditemukan di pantai adalah plastik, karet, logam, kaca, kain, kayu, dan kertas/kardus. Jenis paling dominan ditemukan berdasarkan jumlah relatif/jenis adalah plastik sebesar 73.50%, kayu 18.33%, kain 2.47%, kaca 2.18%, logam 1.99%, karet 1.42%, dan kertas/kardus 0.09%. Jenis macrodebris dengan kepadatan tertinggi berdasarkan jenis adalah plastik sejumlah 5.16 item/m2, kayu 1.29 item/m2, kain 0.17 item/m2, kaca 0.15 item/m2, logam 0.14 item/m2, karet 0.10 item/m2, kertas/kardus 0.01 item/m2. Kepadatan macrodebris berdasarkan berat/jenis yaitu kayu dengan berat mencapai 0.441 g/m2. plastik 0.243 g/m2, kaca 0.031 g/m2, logam 0.027 g/m2, kain 0.026 g/m2, karet 0.004 g/m2, kertas/kardus 0.001 g/m2. Jenis macrodebris yang memiliki kepadatan relative tertinggi berdasarkan berat yaitu, kayu 56.97%, plastik 31.41%, kaca 4.06%, logam 3.44%, kain 3.42%, karet 0.52%, kertas/kardus 0.19%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail