Abstrak
Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.