Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Kemampuan numerasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap Kemampuan Numerasi Murid SMA Kelas XII

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan LKPD Berbasis Aplikasi Canva Untuk Melatih Kemampuan Numerasi Pada Siswa SD Pada Materi Siklus Makhluk Hidup

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa serta minimnya pemanfaatan LKPD yang menarik dan interaktif dalam pembelajaran IPAS pada materi siklus makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan LKPD berbasis aplikasi Canva dari aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Sampel penelitian terdiri dari 26 siswa kelas III-A SDN 014 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, lembar validasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, angket respons guru dan siswa, serta tes pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat validitas LKPD berdasarkan penilaian ahli materi memperoleh persentase sebesar 95,55%, ahli bahasa sebesar 93,33%, dan ahli media sebesar 95,55%, yang termasuk dalam kategori sangat valid. Aspek kepraktisan ditunjukkan melalui hasil observasi aktivitas guru sebesar 84% dan aktivitas siswa sebesar 70%, dengan kategori praktis. Selain itu, respons guru memperoleh persentase sebesar 98%, sedangkan respons siswa pada uji coba terbatas sebesar 88,6% dan pada uji coba lapangan sebesar 84,4%, yang menunjukkan tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap LKPD. Dari aspek keefektifan, nilai rata-rata N-gain sebesar 0,59 termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis aplikasi Canva dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam melatih kemampuan numerasi siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Kemampuan Numerasi Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada Konten Bilangan

2025•

Kemampuan numerasi penting dimiliki siswa dalam merespon dan menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mengetahui profil kemampuan numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan numerasi siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada konten bilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sei menggaris. Karena populasi kurang dari 30 (kecil), maka pengambilan sampel menggunakan jenis nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes tertulis dalam bentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa tergolong rendah dengan rata-rata nilai siswa sebesar 48,50. Hal ini terjadi karena siswa memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam perhitungan sederhana, terutama yang melibatkan penerapan rumus langsung seperti perhitungan perbandingan. Namun, ketika siswa dihadapkan pada masalah yang lebih kompleks, siswa mengalami kesulitan dalam merumuskan strategi pemecahan masalah dan menyajikan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Sebagian besar siswa berada pada Level 2, 3, dan 4 yang mencerminkan bahwa sebagian besar siswa hanya mampu menyelesaikan soal yang melibatkan proses numerik dasar dan strategi sederhana, tetapi belum mampu melakukan penalaran kompleks atau menyelesaikan soal dengan informasi yang tidak dinyatakan secara langsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Berdasarkan Gaya belajar di kelas III SDN 009 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gaya belajar merupakan salah satu faktor pendukung kemampuan numerasi yang dapat memudahkan dalam proses pembelajaran dan berkomunikasi. Setiap anak mempunyai gaya belajar sendiri-sendiri dan tidak dapat dipaksakan untuk menggunakan gaya belajar yang seragam, sehingga kemampuan numerasi anakpun juga berbeda Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa berdasarkan gaya belajar. Jenis penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengambilan data melalui angket, tes, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini ada tiga peserta didik, satu peserta didik dengan gaya belajar visual. Satu peserta didik dengan gaya belajar auditorial. Satu peserta didik dengan gaya belajar kinestetik. Analisis data melewati tahapan dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa siswa dengan gaya belajar visual cepat tanggap karena siswa dengan gaya belajar visual dapat mengerjakan seluruh soal tes dan memenuhi seluruh indikator kemampuan numerasi. Sedangkan untuk gaya belajar auditorial dan kinestetik cenderung memiliki respon yang sama ketika mendapat soal tes meminta bantuan terhadap guru dan hanya memenuhi dua indikator kemampuan numerasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS II-B DI SDN 008 LINGKAS UJUNG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang memberikan informasi dalam format yang berbeda baik itu grafik, tabel, maupun bagan, kemudian menggunakan interpretasi hasil analisis untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas II-B di SDN 008 Lingkas Ujung. Jenis penlitian ini kualitatif. Teknik pengumpulan data tes, dan wawancara. Instrumen soal tes kemampuan numerasi berjumlah 3 soal uraian. Subjek penelitian 6 siswa masing masing 2 siswa tiap kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori tinggi T1 dan T2 menunjukkan ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika yaitu melakukan perjumlahan dan pengurangan dengan tepat, mampu menyelesaikan soal dengan tepat dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan membandingkan dan mengurutkan data sesuai informasi yang diberikan, dan mampu menafsirkan hasil analisis analisis dengan tepat. Subjek kategori sedang menunjukkan beberapa indikator kemampuan numerasi yaitu indikator pertama mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol matematika, selanjutnya pada indikator kedua S1 mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel, tetapi S2 hanya mampu menganalisis sebagian informasi yang ditampilkan pada tabel. Lalu pada indikator ketiga S1 dan S2 tidak mampu menafsirkan hasil analisis pada gambar. Subjek R1 dan R2 tidak mampu menunjukkan ketiga indikator numerasi, ini disebabkan karena subjek kurang memahami masalah yang terjadi pada soal dan pertanyaan yang diajukan, subjek kurang teliti dalam membaca soal, kurang mampu dalam menganalisis dan mengambil keputusan sehingga bingung dalam menentukan informasi penting yang dibutuhkan, kedua subjek juga masih mengalami kesulitan dalam membaca data dalam bentuk tabel dan gambar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN NUMERASI DASAR SISWA KELAS II DI MI DAUD KHOLIFATULLOH

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi dasar siswa Kelas II di MI Daud Kholifatulloh. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan numerasi dasar siswa kelas II di MI Daud Kholifatulloh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi yang dikonfirmasi melalui wawancara. sebanyak 13 orang siswa menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan soal tes kemampuan numerasi dasar siswa yang kemudian dikelompokan berdasarkan level. Ada 5 level kemampuan numerasi dasar yaitu Level pemula, Level 1, Level 2, Level 3, dan Level 4. Setiap soal numerasi masing-masing mewakili indikator dan level kemampuan numerasi. Peneliti menentukan 2 orang siswa yang dijadikan subjek penelitian yaitu subjek pada level 1 dan level 2. karena Siswa pada level tersebut mampu mengerjakan soal sesuai tingkat kesulitan level dengan baik. Hasil Penelitian menunjukkan deskripsi dari kemampuan numerasi dasar kelas II di MI Daud Kholifatulloh pada level 2 yaitu siswa sudah dapat menentukan pengurangan bilangan cacah. namun siswa tidak dapat menyelesaikan soal numerasi dasar pada level 3 dengan indikator menentukan bilangan ganjil. oleh karena itu siswa ditetapkan masuk pada level 2. Pada penelitian ini peneliti menemukan temuan baru berdasarkan hasil tes siswa kelas II. Berdasarkan indikator yang ada di dalam penelitian, peneliti menemukan data bahwa siswa kelas II, lebih banyak memahami soal numerasi penjumlahan dibandingkan soal mengurutkan bilangan. Dalam hal ini tentu menjadi temuan baru yang dapat diteliti dan didalami lebih lanjut mengapa siswa kebanyakan bisa mengerjakan soal level 4 namun siwa tidak dapatmengerjakan soal pada level pemula, level 1 level 2, level 3 atau dibawah dari level 4.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS V B PASCA PANDEMI COVID-19 DI SDN 016 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas V B SDN 016 Tarakan. Jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen soal tes kemampuan numerasi berjumlah 3 soal dengan 3 indikator. Subjek penelitian 6 siswa dengan masing masing 2 kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori tinggi mengungkap ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika dari diagram gambar dengan melakukan perhitungan penjumlahan dengan tepat, mampu merancang strategi penyelesaian, dapat menyelesaikan soal dengan tepat dalam berbagai macam konteks terkait kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan menuliskan tiga informasi, dan mampu menafsirkan hasil analisis tersebut dengan tepat, tetapi tidak menuliskan kesimpulan. Subjek kategori sedang mengungkap ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika dari diagram gambar dengan melakukan perhitungan penjumlahan dengan tepat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis sebagian informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel, dan mampu menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil kesimpulan. Selain itu, ada subjek yang lambat dalam membaca. Subjek kategori rendah mengungkap satu indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan menuliskan tiga informasi yang didapatkan, subjek menggunakan berbagai macam angka atau simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari yang berbeda, tetapi tidak dapat melakukan perhitungan dengan tepat yang disajikan dalam bentuk diagram gambar, dan tidak dapat memperoleh hasil menafsirkan analisis untuk memprediksi dan membuat kesimpulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS IV B DI SD NEGERI 032 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESKRIPSI KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS IV B DI SD NEGERI 032 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan numerasi adalah keterampilan memahami dan menerapkan bilangan serta keterampilan mengaplikasikan operasi hitung matematika yang harus dimiliki setiap individu sebagai penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas IV B di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu, kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi dan dikonfirmasi melalui wawancara. Pada penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 23 siswa mengerjakan tes kamampuan numerasi dan hasil pengerjaan dikelompokkan berdasarkan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Peneliti mengambil subjek penelitian sebanyak 6 orang sebagai perwakilan setiap kategori kemampuan matematika untuk diwawancarai. Adapun hasil penelitian, (1) indikator menggunakan berbagai macam angka atau simbol terkait dengan matematika dasar ditemukan bahwa subjek kemampuan tinggi dan salah satu subjek kemampuan sedang berhasil menyelasikan permasalahan pada soal. Pada subjek kemampuan sedang lainnya mampu memperoleh jawaban, namun jawaban tersebut kurang tepat. Subjek kemampuan rendah belum mampu dalam menyelesaikan permasalahan pada soal; (2) indikator menganalisis informasi yang ditampilkan berbagai bentuk (grafik, bagan, tabel, dll) ditemukan subjek kemampuan tinggi mampu menuliskan 3 informasi dengan tepat. Pada subjek kemampuan tinggi lainnya dan salah satu kemampuan sedang hanya mampu menuliskan 1 informasi dikarenakan kedua subjek kurang teliti dalam membaca grafik. Subjek kemampuan sedang lainnya dan kemampuan rendah mengalami kesulitan dalam membaca grafik; dan (3) indikator menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan bahwa subjek kemampuan tinggi dan salah satu subjek kemampuan sedang sudah mampu menafsirkan hasil analisisnya untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Sedangkan subjek kemampuan sedang lainnya mampu menggunakan operasi hitung, namun belum mampu dalam membuat keputusan. Selain itu pada subjek kemampuan rendah hanya mampu mengambil keputusan tanpa disertakan alasan-alasan. Kata Kunci: Kemampuan Numerasi, Kemampuan Matematika, Kelas IV B SDN 032 Tarakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI PADA SISWA KELAS V C DI SD NEGERI 013 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan numerasi pada umumnya adalah kemampuan untuk menganalisis dengan menggunakan angka-angka yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan numerasi siswa kelas V C di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi yang dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 25 siswa kelas V C menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan numerasi, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 6 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan matematika untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan kemampuan numerasi pada setiap kategori kemampuan siswa; (2) kemampuan matematika yang dimiliki oleh siswa tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap kemampuan numerasi siswa; (3) pada indikator menggunakan berbagai macam angka atau simbol yang terkait dengan matematika dasar dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari, subjek kemampuan tinggi dan satu subjek kemampuan sedang mampu menemukan strategi dan jawaban yang tepat, satu subjek kemampuan sedang dan rendah menggunakan perhitungan yang salah sehingga hasil kurang tepat, dan satu subjek kemampuan rendah lainnya kurang hati-hati dalam menuliskan jawaban sehingga terdapat kekeliruan; (4) pada indikator menganalisis informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, dll), subjek kemampuan tinggi mengalami kesulitan membaca grafik, terutama grafik yang jaraknya berdekatan, seorang subjek kemampuan sedang mampu menuliskan 4 informasi dengan benar, subjek kemampuan sedang lainnya, dan subjek kemampuan rendah belum memahami konsep sehingga sulit menemukan informasi dan mengkomunikasikannya; (5) pada indikator menafsirkan seluruh hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan subjek kemampuan tinggi dan sedang dapat menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Subjek kemampuan rendah belum memiliki kemampuan menafsirkan seluruh hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail