ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir pada materi nilai tempat bilangan cacah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan terhadap konsep nilai tempat dan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Subjek penelitian adalah siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan, di mana saat uji coba awal melibatkan 10 siswa dan pada saat uji coba lapangan sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase kelayakan media dan ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir memperoleh persentase kelayakan sebesar 91,57% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba awal memperoleh persentase ketertarikan siswa sebesar 98,67% dengan kategori sangat menarik. Media yang dikembangkan mampu membantu siswa memahami konsep nilai tempat bilangan cacah secara lebih konkret, meningkatkan keaktifan, serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah berdasarkan teori Nolting pada siswa kelas V MI Al-Mujahidin Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Calon subjek penelitian terdiri atas 16 siswa kelas V yang diberikan tes uraian, kemudian dipilih tiga subjek yang mewakili kategori kemampuan tinggi (S1), sedang (S2), dan rendah (S3). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek kategori tinggi (S1) mengalami Careless Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Subjek kategori sedang (S2) mengalami Careless Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Sementara itu, subjek kategori rendah (S3) mengalami seluruh jenis kesalahan menurut teori Nolting, yaitu Misread-Directions Error, Careless Error, Concept Error, Application Error, dan Test-Taking Error. Kesalahan yang dialami oleh semua subjek dan pada seluruh soal yang dianalisis adalah Test-Taking Error, yang ditunjukkan dengan tidak menyajikan kesimpulan akhir sesuai dengan konteks soal. Sebagai temuan tambahan, penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan proses dan hasil penyelesaian soal secara tertulis masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan, mencantumkan satuan, serta menyajikan kesimpulan sesuai konteks soal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penelitian ini adalah hasil wawancara dengan guru matematika yang menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran masih terbatas dan belum digunakan secara konsisten dalam setiap pertemuan. Namun, ketika pembelajaran menggunakan media yang aktif dan interaktif, siswa terlihat lebih antusias dan lebih tertarik mengikuti proses belajar. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan game edukasi “Petualangan Ali di Labirin Matematika” sebagai media pembelajaran pada materi bilangan bulat kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa game edukasi berbasis komputer dengan konsep permainan labirin yang berisi materi bilangan bulat, latihan soal, kuis interaktif, tantangan, dan misi pembelajaran. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi, validasi ahli media, serta angket respon siswa pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase 87,50% dengan kategori sangat layak. Validasi ahli media memperoleh 90,63% dengan kategori sangat layak. Uji coba kelompok kecil memperoleh 90,42% dan uji coba kelompok besar memperoleh 89,22%, keduanya juga termasuk kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, game edukasi “Petualangan Ali di Labirin Matematika” dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi bilangan bulat kelas VII
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas iv-b di SD Negeri 013 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu berupa media pembelajaran interaktif berbasis Microsoft Power Point yang memuat materi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, faktor, dan kelipatan bilangan cacah. Hasil validasi menunjukkan bahwa media memperoleh persentase kelayakan dari validasi ahli media sebesar 94%, ahli materi 100%, ahli bahasa 88%, dan praktisi 100% dengan kategori sangat layak. Pada tahap uji coba terbatas diperoleh persentase 93% dan uji coba lapangan 90% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba tersebut, maka media pembelajaran interaktif pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas IV-B di SD Negeri 013 Tarakan dapat digunakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Matematika merupakan ilmu yang mempelajari logika terkait bentuk, struktur, ukuran, serta konsep-konsep yang saling berhubungan dalam jumlah yang besar. Dalam konteks pendidikan, khususnya dalam pelajaran matematika, pemahaman konsep ini menjadi pondasi yang sangat penting bagi siswa, karena kemampuan ini akan mempengaruhi cara mereka dalam menyelesaikan berbagai masalah matematika yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematika siswa kelas III-A SDN 003 Tarakan pada materi bilangan cacah berdasarkan empat indikator pemahaman konsep, yaitu menyatakan ulang sebuah konsep, menyajikan konsep dalam berbagi representasi matematis, mengaplikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai konsepnya, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 28 siswa dengan mengambil tiga siswa sebagai sampel yang dipilih dari kategori, tinggi, sedang, rendah berdasarkan hasil tes pemahaman konsep matematika. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi kemampuan pemahaman antar subjek. Pada subjek kategori tinggi mampu menguasai dan memahami seluruh indikator dengan baik. Subjek pada kategori sedang sudah memahami dan menjawab sebagian besar soal dengan benar, namun masih mengalami kesulitan pada soal cerita dan bilangan ribuan tepatnya pada indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Sedangkan siswa pada kategori rendah mengalami banyak kesulitan tepatnya pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Secara keseluruhan pada penelitian ini siswa berada pada kategori sedang, sementara sebagian kecil berada pada kategori tinggi maupun rendah. Berdasarkan hasil penelitian siswa pada kategori tinggi terdapat 3 siswa, pada kategori sedang 16 siswa, dan pada kategori rendah terdapat 6 siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa guru perlu meningkatkan strategi pembelajaran yang lebih variatif dan kontekstual agar pemahaman siswa dapat meningkat secara merata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar yang valid digunakan untuk siswa kelas VII di SMPN 8 Tarakan pada materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat. Jenis penelitian ini adalah pengembangan modul ajar untuk kelas VII SMPN 8 Tarakan, dengan model 4-D (four-D) yang memakai 3 tahapan saja, karena keterbatasan waktu, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop). Tahap pendefinisian dilakukan analisis konsep dan pemilihan tujuan pembelajaran yang akan digunakan dalam pengembangan modul ajar, yaitu materi bilangan bulat, sub topik jenis-jenis bilangan bulat, dengan tujuan pembelajaran mengurutkan dan membandingkan bilangan bulat positif dan negatif. Pada tahap perancangan, modul ajar disusun berdasarkan urutan komponen-komponen yang sudah ditentukan, yaitu informasi umum, komponen inti, serta lampiran. Tahap pengembangan dilakukan penilaian modul ajar oleh 3 orang ahli modul ajar yang menilai dalam aspek kualitas isi dan tujuan pembelajaran, kualitas instruksional, dan kualitas teknis, dan diperoleh rata-rata persentase sebesar 85,02% yang menunjukkan pada kategori sangat valid. Selanjutnya, dilakukan uji coba kelompok kecil kepada 8 siswa dan berdasarkan analisis angket respon guru mendapatkan rata-rata persentase sebesar 93,75% dengan kategori sangat baik, serta analisis angket respon siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 84% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul ajar yang dikembangkan pada penelitian ini valid digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 tarakan dalam mata pelajaran matematika materi bilangan desimal dengan menerapkan pembelajaran Fun learning berbasis Wordwall. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindalan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada peserta didik IV-D SDN 003 Tarakan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah Tes, Observasi, dan Dokumentasim Tekbik analisa data pada penelitian ini yaitu, hasil penelitian kognitif dan psikomotorik. Hasil peneltian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV-D SDN 003 Tarakan telah meningkat disetiap siklus dari segala jenis aspek. Penerapan pembelajaran matematika materi bilangan desimal dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik aspek kognitif dengan nilai pada siklus I yaitu 55% dan meningkat pada siklus II menjadi 89%. Peningkatan nilai tersebut dipersentasikan menjadi 89% dan telah mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari KKM yaitu 70. Pada hasil psikomotorik dengan nilai 37% pada siklus I kemudian meningkat 81% pada siklus II. Peningkatan tersebut dipersentasikan menjadi 81% dan melebihi indikator keberhasilan 75% peserta didik mencapai KKM 70. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran fun learning berbasis wordwall mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kemampuan numerasi penting dimiliki siswa dalam merespon dan menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mengetahui profil kemampuan numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan numerasi siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada konten bilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sei menggaris. Karena populasi kurang dari 30 (kecil), maka pengambilan sampel menggunakan jenis nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes tertulis dalam bentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa tergolong rendah dengan rata-rata nilai siswa sebesar 48,50. Hal ini terjadi karena siswa memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam perhitungan sederhana, terutama yang melibatkan penerapan rumus langsung seperti perhitungan perbandingan. Namun, ketika siswa dihadapkan pada masalah yang lebih kompleks, siswa mengalami kesulitan dalam merumuskan strategi pemecahan masalah dan menyajikan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Sebagian besar siswa berada pada Level 2, 3, dan 4 yang mencerminkan bahwa sebagian besar siswa hanya mampu menyelesaikan soal yang melibatkan proses numerik dasar dan strategi sederhana, tetapi belum mampu melakukan penalaran kompleks atau menyelesaikan soal dengan informasi yang tidak dinyatakan secara langsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pada saat ini permintaan makanan seafood yang cukup meningkat yang mengakibatkan limbah cangkang kerang kurang termanfaatkan, sehingga pada penelitian ini disintetis CaO dari cangkang kerang kapah melalui proses kalsinasi pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik biodiesel dari minyak jelantah dengan katalis CaO dari limbah cangkang kerang kapah yang terkalsinasi. Adapun metode yang digunakan pertama-tama preparasi katalis. Katalis diperoleh dari proses kalsinasi cangkang kerang kapah pada suhu 900oC selama 3 jam. Langkah berikutnya sintetis biodiesel dari proses melalui proses refluks. Prekusor yang digunakan adalah minyak jelantah, metanol dan cangkang kerang kapah sebagai katalis. Hasil biodiesel yang didapatkan dianalisis dengan parameter uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,25-56,13% ,nilai densitas 881,5-868,5 kg/m3, bilangan asam 0,15-0,37 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-154 mg KOH/g. berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 04-7182-2006). Kata kunci: Bilangan asam, CaO, Penyabunan, Metil Ester
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan media pembelajaran Matematika penting untuk membangun pengetahuan matematis siswa di satuan pendidikan, namun penggunaan media pembelajaran Matematika belum memanfaatkan perkembangan teknologi dan cukup banyak siswa kelas X yang melakukan kesalahan dalam perhitungan operasi hitung bilangan bulat, dimana, materi tersebut seharusnya telah dikuasai di bangku SMP. Permasalahan ini membuat siswa semakin malas belajar Matematika, sehingga untuk mengatasi masalah ini, dikembangan media Integer Adventure Electronic Comic yang merupakan media pembelajaran komik matematika yang dapat diakses secara mandiri melalui smartphone untuk memudahkan siswa mempelajari materi operasi hitung bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses pengembangan dan menghasilkan media pembelajaran Matematika berupa Integer Adventure Electronic Comic yang layak pada materi operasi hitung bilangan bulat untuk siswa kelas X MAN Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi 3D sebagai alur tahapan penelitian. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian ini melibatkan 6 siswa kelas X MAN Tarakan. Teknik analisis data penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dan analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pengembangan media Integer Adventure Electronic Comic yang layak adalah mengikuti alur tahapan penelitian serta tervalidasi dengan kategori minimal “layak” oleh para ahli dan siswa; (2) Media Integer Adventure Electronic Comic telah tervalidasi layak untuk digunakan siswa kelas X MAN Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
enelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik video pembelajaran matematika SMP Kelas VIII berdasarkan jumlah viewers terbanyak pada platform youtube Le Guru Les,Benni al azhri,Matematika Mania,Matematika Spekta dan Kimatika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis isi. Data dikumpulkan melalui kegiatan analisis pada 3 aspek yaitu aspek isi,aspek grafika dan aspek Bahasa yang memuat beberapa indikator disetiap aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa channel Benni al azhri dapat membantu kesulitan belajar matematika materi pola bilangan mulai dari aspek isi yang memenuhi kompetensi dasar (KD) kurikulum 2013 sehingga tercapainya tujuan pembelajaran materi pola bilangan kelas VIII SMP. Selain itu aspek grafika yang memuat gambar dan ilustrasi dan dalam aspek bahasa yang digunakan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan serta ada beberapa bahasa yang tidak baku. Urutan kedua channel le guru les dari aspek isi yang memenuhi kompetensi dasar (KD, namun aspek grafika channel ini masih kurang karena tidak menampilkan gambar atau ilustrasi didalam video. Urutan ketiga channel matematika mania dari aspek isi sudah memenuhi KD, selain itu aspek grafika yang digunakan gambar dan ilustrasinya sudah menarik dan kreatif.serta bahasa yang digunakan sesuai EYD. Urutan keempat channel kimatika sudah sesuai dengan KD, namun dalam animasi gambar kurang kreatif dan bahasa yang digunakan menggunakan bahasa baku. Dan urutan terakhir channel matematika spekta dalam penyampaian tujuan pembelajaran belum rinci dalam membahas stimulus, gambar dan ilustrasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Numerasi merupakan kemampuan dalam mengaplikasikan konsep matematika pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas IV A pada elemen bilangan di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes numerasi yang disusun berdasarkan 4 indikator numerasi, serta dikaitkan dengan capaian pembelajaran elemen bilangan yang relevan. Setelah itu, peneliti mengambil masing-masing dua subjek dengan tingkat kognitif; tinggi, sedang, dan rendah untuk diwawancarai secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Indikator pertama dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi dan sedang, hanya saja salah satu subjek dengan kemampuan sedang mengalami kesulitan dalam menjelaskan ide pemecahan masalah matematis secara tertulis. Sementara itu, subjek dengan kemampuan rendah tidak dapat memenuhi indikator tersebut. (2) Indikator kedua dapat dipenuhi oleh seluruh subjek, baik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, maupun rendah. (3) Indikator ketiga dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi dan kemampuan sedang, sedangkan subjek dengan kemampuan rendah tidak dapat memenuhinya. (4) Indikator keempat hanya dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi, sedangkan subjek dengan kemampuan sedang dan rendah tidak dapat memenuhi indikator tersebut, baik dalam capaian membandingkan pecahan maupun menunjukkan pemahaman pada bilangan desimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, sedang maupun rendah mampu membaca informasi pada gambar. Kemampuan ini mengindikasikan capaian kompetensi siswa dalam mengurutkan bilangan sudah sesuai dengan capaian pembelajaran Fase B.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media pembelajaran adalah hal yang esensial dalam pembelajaran Matematika, oleh karena perannya dalam mengoptimalkan pencapaian tujuan pembelajaran. Media pembelajaran dapat menarik minat atau memotivasi siswa, sehingga siswa tersebut dapat lebih berpartisipasi atau terlibat dalam suatu aktivitas pembelajaran apabila dibandingkan tanpa media pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian untuk menghasilkan produk media pembelajaran, khususnya yang memanfaatkan teknologi yang dapat digunakan dengan mudah, penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, peneliti terdorong untuk mengembangkan media pembelajaran Matematika berbasis android dengan memanfaatkan Smart Apps Creator 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui validitas media pembelajaran Matematika berbasis android dengan memanfaatkan Smart Apps Creator 3; dan (2) mengetahui respon siswa terhadap produk media pembelajaran Matematika berbasis android tersebut. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan model pengembangan ADDIE: analysis (analisis), design (perancangan/desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, lembar validasi, dan angket. Validasi dilakukan oleh ahli yang memberikan penilaian bahwa media pembelajaran sangat baik, kemudian media tersebut diimplementasikan di SMP Negeri 10 Tarakan di kelas VIII-2 yang diikuti oleh 20 orang siswa. Media ini dinyatakan sangat baik oleh ahli media dan materi dan mendapat skor validitas berturut-turut 3,25 dan 3,05 (skor maksimal 4,00). Respon siswa terhadap media pembelajaran mencapai kriteria sangat positif dengan nilai rata-rata 3,48 (skor ideal 4). Sebagai produk hasil pengembangan, media pembelajaran ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Matematika, khususnya pada topik bilangan bulat di SMP kelas VII, baik ketika pembelajaran di ruangan kelas saat pembelajaran Matematika maupun di luar ruangan kelas. Penting untuk disampaikan bahwa media pembelajaran yang dihasilkan pada penelitian ini masih membutuhkan pengujian terhadap efektivitasnya terhadap hasil belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi operasi bilangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa kelas VII-2 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pemilihan subjek dilakukan peneliti dengan rekomendasi dari guru dan peneliti menetapkan kriteria pemilihan subjek yaitu siswa sudah mendapatkan pembelajaran operasi bilangan dan siswa menempati tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi dan rendah. Instrumen pengumpulan data yang digunakan instrumen utama peneliti dan instrumen penunjang pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan uji credibility, uji transferability, uji dependability dan uji confirmability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kemampuan pemecahan masalah pada materi operasi bilangan (1) siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi adalah siswa dapat menentukan dan memahami masalah, serta mengetahui rencana dan melaksanakan rencana yang digunakan untuk menyelesaiakan soal tersebut, siswa mampu memberikan kesimpulan dari setiap soal yang dikerjakan. (2) Siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah belum mampu memenuhi setiap indikator pemecahan masalah matematis. Siswa telah mengetahui masalah dari beberapa soal dan terdapat pula siswa yang tidak mampu menuliskan hal-hal yang ada pada soal, untuk soal yang dipahami, siswa menyelesaikan soal dengan benar dan untuk soal yang tidak dipahami siswa hanya menuliskan sebagian kecil dari apa yang seharusnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah salah satu kemampuan paling penting pada bidang Pendidikan Matematika dan diharapkan dimiliki oleh setiap siswa. Untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa diperlukan tahapan dalam mendeskripsikan kemampuan siswa pada saat memecahkan masalah matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada materi bilangan bulat. Penelitian ini dilakukan di kelas 7D SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan tugas, observasi, analisis dokumen dan melakukan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis kualitatif Miles, Huberman dan Saldana (2014). Temuan penelitian ini dikelompokkan pada dua kategori: kemampuan pemecahan masalah matematis; dan pengalaman menyelesaikan masalah/soal pada saat pembelajaran. Pada penelitian ini partisipan menyelesaikan pemecahan masalah matematis dengan menggunakan tahapan seperti yang digagas oleh Polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Akan tetapi, tahapan memeriksa kembali tidak dilakukan dengan benar oleh partisipan. Partisipan hanya melakukan pemeriksaan kembali pada bagian perhitungan. Pada saat mendapatkan tugas atau masalah, partisipan biasanya membuka catatan, bertanya teman dan bertanya guru. Akan tetapi, ada partisipan yang langsung bertanya guru saat mendapatkan tugas atau masalah saat pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan number sense siswa dalam menyelesaikan persoalan matematika pada materi konsep bilangan bulat. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 3 siswa yang diambil secara acak pada kelas IV SD Muhammadiyah 1 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes soal number sense berbentuk pilihan ganda dan uraian serta pedoman wawancara. Analisis data menggunakan empat indikator number sense untuk mendeskripsikan number sense siswa yaitu 1) Mampu mengenali nilai bilangan, hubungan antar bilangan, mengurutkan dan representasi bilangan; 2) Mampu memiliki kepekaan bilangan terhadap operasi bilangan dan hubungan antar operasi bilangan; 3) Mampu memiliki intuisi dalam memperkirakan suatu bilangan dan 4) Mampu menggunakan berbagai strategi dalam menyelesaikan perhitungan yang tepat. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka ditarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan subjek memenuhi empat indikator number sense. Namun terdapat dua subjek yang tidak memenuhi indikator number sense yaitu pada indikator “Mampu memiliki kepekaan terhadap operasi bilangan dan hubungan antar operasi bilangan” hal ini terjadi karena subjek tidak mengerti kaidah dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan terutama operasi hitung perkalian dan pengurangan. Selanjutnya, indikator number sense muncul saat dilakukan intervensi pada saat wawancara. Hal ini dikarenakan subjek baru menyadari atau timbul kepekaan terhadap persoalan dengan cara memberikan persoalan yang berbeda namun tidak jauh dari konteks persoalan tersebut.