ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman Artemia salina terhadap profil nutrisi Artemia yang diperkaya dengan Chlorella vulgaris serta menentukan durasi perendaman optimal untuk menghasilkan Artemia dengan kualitas terbaik. Artemia salina banyak digunakan sebagai pakan alami larva ikan dan udang, namun dalam bentuk tidak diperkaya memiliki keterbatasan nutrisi, khususnya asam lemak tak jenuh rantai panjang seperti EPA dan DHA, sehingga diperlukan metode bioenrichment menggunakan mikroalga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu P0 (kontrol tanpa bioenrichment), P1 (bioenrichment selama 9 jam), dan P2 (bioenrichment selama 12 jam), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya tetas, Survival rate, kadar protein, lemak, karbohidrat, serta profil asam lemak Chlorella vulgaris. Hasil uji pendahuluan menunjukkan salinitas 25 ppt memberikan daya tetas dan Survival rate lebih tinggi dibandingkan 30 ppt. Bioenrichment menggunakan Chlorella vulgaris terbukti mampu meningkatkan kualitas nutrisi Artemia salina. Kadar protein meningkat signifikan dari 18,45% pada kontrol menjadi 22,75% pada perlakuan 9 jam dan 23,80% pada perlakuan 12 jam. Kadar karbohidrat dan lemak tertinggi diperoleh pada perlakuan 9 jam, masing-masing sebesar 27,46% dan 31,40%, namun keduanya menurun pada perlakuan 12 jam menjadi 23,77% dan 24,00% akibat pemanfaatan cadangan energi untuk metabolisme dan osmoregulasi. Survival rate tertinggi terdapat pada perlakuan 12 jam sebesar 49,28%, diikuti perlakuan 9 jam sebesar 44,89%, dan kontrol sebesar 39,20%, meskipun perbedaan tersebut belum signifikan secara statistik (p = 0,238). Hasil analisis GC-FID menunjukkan Chlorella vulgaris mengandung asam lemak esensial seperti EPA (0,24%), DHA (2,09%), dan ARA (0,30%) yang berpotensi meningkatkan kualitas nutrisi Artemia. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa lama perendaman berpengaruh nyata terhadap peningkatan profil nutrisi Artemia salina, dengan durasi 12 jam memberikan hasil terbaik untuk peningkatan protein serta asam lemak esensial, sedangkan durasi 9 jam menghasilkan kadar lemak dan karbohidrat tertinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
PROFILE OF WHOLE NUMBER CONCEPTUAL UNDERSTANDING AMONG GRADE IV A STUDENTS AT SD NEGERI 015 TARAKAN Abstract Conceptual understanding of whole numbers is a fundamental skill that elementary school students must develop, as it serves as the foundation for learning more advanced mathematical concepts. Preliminary observations conducted in Grade IV A at SD Negeri 015 Tarakan revealed that several students continued to experience difficulties in understanding whole number concepts. This study aimed to describe the profile of students' conceptual understanding of whole numbers based on four indicators: restating mathematical concepts, representing concepts in various mathematical forms, selecting and applying appropriate procedures or operations, and applying concepts to problem-solving situations. A descriptive qualitative approach was employed, involving six students selected through purposive sampling, with two participants representing each achievement category (high, moderate, and low). Data were collected through written tests and interviews, and were then analyzed using an interactive analysis model consisting of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that students in the high-achievement category demonstrated mastery of most indicators of conceptual understanding, although minor computational inaccuracies were still evident. Students in the moderate-achievement category showed satisfactory conceptual understanding but lacked consistency in representing concepts through multiple mathematical representations and applying them to more complex problem-solving tasks. Meanwhile, students in the low-achievement category encountered substantial difficulties in understanding concepts, selecting appropriate solution procedures, and applying conceptual knowledge to solve mathematical problems. Overall, the findings indicate that students' conceptual understanding of whole numbers remains uneven, particularly regarding mathematical representation and problem-solving abilities. These results highlight the need for instructional practices that emphasize conceptual understanding through the use of diverse mathematical representations and contextualized problem-solving activities.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Biskuit merupakan produk pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional melalui fortifikasi minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan terhadap kadar protein, kadar lemak, profil asam lemak, dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk biskuit. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan tiga perlakuan, yaitu F0 (0%), F1 (1%), dan F2 (2%) sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein sebesar 10,76% dan kadar lemak 7,20% pada produk biskuit. Profil asam lemak yang diperoleh SFA dari 10,4089% menjadi 13,3986%, MUFA dari 6,6527% menjadi 8,5512%, dan PUFA dari 1,6954% menjadi 2,2102%. Berdasarkan uji hedonik yang telah dilakukan pada atribut rasa, tingkat penerimaan konsumen yaitu pada perlakuan F1 (1%) sebagai formulasi yang paling disukai panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah fortifikasi minyak ikan sebesar 1% menghasilkan biskuit dengan tingkat penerimaan terbaik serta meningkatkan kandungan asam lemak produk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil minat belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 78 siswa dari populasi sebanyak 348 siswa. Data dikumpulkan melalui angket yang disusun menggunakan skala likert. Skala likert yang digunakan terdiri atas lima pilihan jawaban dari setiap butir pernyataan, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Instrumen penelitian mencakup empat indikator yaitu: (1) keinginan untuk belajar IPA, (2) rasa senang dalam belajar IPA, (3) keterlibatan emosi dalam belajar IPA, dan (4) kecenderungan aktivitas terkait dengan materi pelajaran IPA. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil menunjukkan bahwa minat belajar siswa masuk dalam kategori cukup berminat (64,75%). Indikator keinginan untuk belajar IPA memperoleh persentase sebesar 66% (cukup berminat), indikator rasa senang dalam belajar IPA mencatat persentase terendah sebesar 59% (cukup berminat), sedangkan indikator keterlibatan emosi dalam belajar IPA dan kecenderungan aktivitas terkait dengan materi pelajaran IPA masing-masing mencapai 67% (cukup berminat).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sikap peduli lingkungan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tarakan. Sikap peduli lingkungan diukur berdasarkan tiga indikator, yaitu: (1) merawat lingkungan sekolah, (2) membuang sampah pada tempatnya, dan (3) penghematan energi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII di salah satu SMP Kota Tarakan dengan jumlah sampel sebanyak 66 siswa yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket Skala Likert dengan empat pilihan jawaban (SS, S, KS, TS) yang telah disusun berdasarkan kisi-kisi indikator sikap peduli lingkungan. Teknik analisis data menggunakan perhitungan persentase dan dikategorikan ke dalam kriteria sangat baik, baik, cukup, kurang, hingga sangat kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sikap peduli lingkungan siswa secara keseluruhan berada pada kategori sangat baik, dengan rincian siswa kelas VII sebesar 84,3% dan siswa kelas VIII sebesar 83%. Berdasarkan jenis kelamin, siswa perempuan memiliki rata-rata sikap peduli lingkungan (84,86%) lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki (82,61%). Indikator tertinggi dicapai pada penghematan energi (kelas VII 93%, kelas VIII 88%), sedangkan indikator terendah pada merawat lingkungan sekolah (kelas VII 75%, kelas VIII 74%). Dengan demikian, profil sikap peduli lingkungan siswa SMP Kota Tarakan tergolong sangat baik namun masih perlu ditingkatkan pada aspek perawatan lingkungan sekolah secara konsisten.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks eksplanasi yang layak untuk siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan, serta mendeskripsikan respon guru terhadap kualitas dan kemudahan penggunaan produk tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya variasi bahan ajar mandiri materi teks eksplanasi di sekolah dasar yang berdampak pada rendahnya fokus, percaya diri, dan tanggung jawab siswa saat presentasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks eksplanasi berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila ini sangat layak dan menarik untuk digunakan. Kelayakan produk dibuktikan oleh penilaian para ahli (materi, media, dan bahasa) yang memperoleh rata-rata persentase sebesar 83,33% (sangat layak). Selain itu, rekapitulasi angket respon guru kelas V menghasilkan rata-rata persentase sebesar 94,5% (sangat menarik). Modul ini dinilai praktis, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa. Kesimpulannya, modul pembelajaran ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bekasam merupakan makanan fermentasi tradisional khas Indonesia yang dibuat dari ikan sebagai bahan utama, ditambah dengan garam dan nasi sebagai sumber karbohidrat. Salah satu jenis ikan yang paling cocok untuk digunakan adalah ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan asam amino dan profil asam lemak pada produk bekasam ikan bandeng hasil fermentasi. Penelitian ssini terdiri dari dua tahap yaitu preparasi sampel dan fermentasi bekasam. Proses fermentasi dilakukan selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa asam amino dengan kadar tertinggi yang terdeteksi yaitu L-asam glutamat sebesar 14221.605 mg/kg. Profil asam lemak terdiri dari asam lemak jenuh/saturated fatty acid (SFA) sebesar 1,13 %. Asam lemak tidak jenuh tunggal/monounsaturated fatty acid (MUFA) sebesar 0,53% dan asam lemak tak jenuh ganda/polyunsaturated fatty acid ( PUFA) sebesar 0,36%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 14 jenis asam amino dan 20 jenis asam lemak pada fermentasi bekasam ikan bandeng.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KANDUNGAN GIZI PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) HASIL PEREBUSAN ABSTRAK Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perikanan populer di Indonesia karena tingginya nilai gizi, terutama pada lemak serta protein. Namun, teknik pengolahan seperti perebusan dapat berdampak pada nilai gizi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar protein, kadar lemak, serta profil asam lemak pada ikan bandeng yang diproses secara perebusan. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, pertama yaitu preparasi sampel dan kedua adalah perebusan ikan bandeng. Suhu perebusan yaitu 85℃ selama 20 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein sebesar 42,01% dan kadar lemak sebesar 3%. Profil asam lemak terdiri dari kandungan asam lemak jenuh/Saturated Fatty Acids (SFA) sebesar 0,65%, asam lemak tidak jenuh tunggal/Monounsaturated Fatty Acids (MUFA) sebesar 0,18% dan asam lemak jenuh tidak majemuk/Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) sebesar 0,44%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ikan bandeng yang diolah secara perebusan dapat digolongkan sebagai ikan dengan kadar protein tinggi (>20%) dan kadar lemak rendah (5%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study investigated the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in English classes at SMP Negeri 8 Tarakan and the challenges teachers faced during its enactment. Using a qualitative case study design supported by interviews, classroom observations, and document analysis, the study found that P5 implementation followed a collaborative yet top-down structure in which the head coordinator determined project themes while teachers adapted them to their subjects. In English lessons, all six P5 dimensions, such as Faith and Devotion to God, Global Diversity, Mutual Cooperation, Independent Learning, Critical Thinking, and Creativity, were integrated through routines, thematic activities, and communicative tasks, with Independent Learning receiving the strongest emphasis. Despite this integration, several constraints limited optimal implementation, including uneven student participation, dependence on teacher guidance, limited time allocation, and the lack of standardized assessment tools. These issues particularly hindered the development of Independent Learning, as many students struggled with self-regulation and confidence in managing tasks independently. Teachers also relied heavily on qualitative judgment rather than systematic rubrics, resulting in inconsistent evaluation of character development. Overall, the findings indicate that while P5 values were embedded across planning, instruction, and evaluation, their success depended on teacher agency, student engagement, and institutional support, highlighting the need for clearer guidelines, improved evaluation frameworks, and stronger strategies to promote learner autonomy.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman dimensi gotong royong pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) siswa kelas V-C SDN 024 Tarakan. Gotong royong merupakan salah satu dimensi penting dalam Profil Pelajar Pancasila yang mencakup elemen kolaborasi, kepedulian, dan berbagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru kelas V-C, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman dimensi gotong royong telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan P5. Sub elemen kerjasama pada elemen kolaborasi tampak dari kerja sama antar siswa dalam kegiatan penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pameran hasil projek. Guru berperan aktif sebagai fasilitator dalam membentuk kelompok kerja, membimbing, proses, serta memberikan arahan yang jelas. Meskipun semangat gotong royong siswa masih perlu ditingkatkan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penanaman nilai gotong royong telah berjalan sesuai tujuan, ditandai dengan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan bersama. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan strategi kolaboratif yang berkelanjutan untuk menanamkan nilai gotong royong secara lebih mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang memiliki tujuan mengamati hingga memikirkan solusi dari beberapa permasalahan yang terjadi di sekitar lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam dimensi mandiri dan kreatif pada peserta didik kelas IV B SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling (teknik sample acak sederhana). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan P5 dalam dimensi mandiri dan dimensi kreatif pada subjek A, B, C dan D memiliki berbagai macam perbedaan karakter. Subjek A dan B terlihat memiliki sikap berani, percaya diri, memiliki kreatifitas yang tinggi dan terlihat luwes dalam proses pembuatan projek serta berani bertanggung jawab terhadap projek yang telah dikerjakan. Subjek C dan D terlihat begitu pasif, monoton, kurang yakin atas karyanya sendiri dan tidak percaya diri bahkan sulit mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya dalam proses penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis projek. Secara keseluruhan, penerapan Projek Penguatan profil Pelajar Pancasila ini tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kemampuan yang akan membentuk generasi penerus yang memiliki tanggung jawab, rasa percaya diri serta kreativitas yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi dan perkembangan siswa dalam menerapkan dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia dalam kegiatan kokurikuler melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (PS) di kelas IV B SDN 024 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, koordinator PS, guru kelas, dan siswa kelas IV B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi dimensi tersebut dilakukan melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang melibatkan kegiatan menanam dan memilah sampah, serta evaluasi berkelanjutan. Kegiatan P5 dengan tema "Lihat Kebunku!! & Pemilahan Sampah" berhasil membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan, bertanggung jawab, serta menunjukkan sikap religius dan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah secara konsisten menjadikan dimensi ini sebagai prioritas utama sesuai dengan visi dan misi sekolah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan kokurikuler berbasis P5 efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter religius dan akhlak mulia kepada siswa sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kemampuan numerasi penting dimiliki siswa dalam merespon dan menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian untuk mengetahui profil kemampuan numerasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan numerasi siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada konten bilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sei menggaris. Karena populasi kurang dari 30 (kecil), maka pengambilan sampel menggunakan jenis nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes tertulis dalam bentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa tergolong rendah dengan rata-rata nilai siswa sebesar 48,50. Hal ini terjadi karena siswa memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam perhitungan sederhana, terutama yang melibatkan penerapan rumus langsung seperti perhitungan perbandingan. Namun, ketika siswa dihadapkan pada masalah yang lebih kompleks, siswa mengalami kesulitan dalam merumuskan strategi pemecahan masalah dan menyajikan langkah-langkah penyelesaian secara sistematis. Sebagian besar siswa berada pada Level 2, 3, dan 4 yang mencerminkan bahwa sebagian besar siswa hanya mampu menyelesaikan soal yang melibatkan proses numerik dasar dan strategi sederhana, tetapi belum mampu melakukan penalaran kompleks atau menyelesaikan soal dengan informasi yang tidak dinyatakan secara langsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di Indonesia. Daging ikan bandeng mengandung protein 20-24%, lemak 4-8%, dan mineral 1,2-1,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi minyak jeroan ikan bandeng (Chanos chanos) yang dimurnikan menggunakan adsorben Magnesol XL. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif, Metode ini menggunakan 4 pengujian Rendeman, Asam Lemak Bebas/Free Fatty Acid (FFA), Peroksida/peroxide velue (PV) dan Profil asam lemak Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu ekstraksi jeroan ikan bulan-bulan secara dry rendering pada suhu 70oC selama 1 jam, hasil yang diperoleh dihitung nilai rendemennya. Nilai rendemen minyak ikan bandeng sebesar 16,90%. dan pemurnian minyak ikan melalui proses bleaching dengan penambahan adsorben Magnesol XL 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL terbaik pada konsentrasi 5%. Karakteristik minyak ikan yang diperoleh, yaitu nilai asam lemak bebas 0,74%, nilai peroksida sebesar 3,6 mEq/kg, Hasil uji asam lemak diperoleh SFA sebesar 4,01%, MUFA sebesar 6,65%, dan PUFA sebesar 86,13%. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan yang diberi adsorben Magnesol XL pada konsentrasi 5% memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA: ≤ 1,50% dan PV: ≤ 5,00 mEq/kg).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan karakter mandiri penting dalam pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajar, sesuai dengan elemen Profil Pelajar Pancasila yang diterapkan melalui Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Informan penelitian terdiri dari siswa kelas IV-B, guru kelas, dan guru koordinator P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek S1, dengan tingkat kemandirian tinggi, telah menunjukkan kesadaran diri dan regulasi diri yang baik dalam mengenali potensi, mengelola emosi, dan bertanggung jawab atas pembelajaran. Subjek S2, dengan tingkat kemandirian sedang, memiliki kesadaran diri yang cukup baik namun masih memerlukan bimbingan dalam pengelolaan emosi dan kemandirian. Subjek S3, dengan tingkat kemandirian rendah, masih menghadapi kesulitan dalam mengenali potensi diri dan mengatur emosi. Penerapan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan telah berjalan cukup baik, meskipun masih memerlukan cara peningkatan terutama dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian diri siswa. Oleh karena itu, penguatan elemen kesadaran diri dan regulasi diri perlu terus diupayakan untuk mendukung terbentuknya karakter mandiri sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di SMPN Kota Tarakan. Penelitian ini jenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Data analisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 di SMPN di Kota Tarakan terdapat beberapa tahapan Pertama, desain P5 dengan rincian : membentuk tim fasilitator, identifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, penentuan dimensi, tema dan alokasi waktu projek P5, membuat modul P5, dan perencanaan asesmen. Desain P5 yang dijalankan pada sekolah SMPN di Kota Tarakan telah sesuai dengan panduan P5 Kemendikbud Ristek yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Kedua, megelola projek, mengawali projek dengan pengenalan dan konseptualisasi, mengoptimalkan projek dengan aksi nyata dan menutup projek dengan perayaan hasil belajar berupa pameran dan bazar. Ketiga, mengolah asesmen dengan menggunakan asesmen formatif, sumatif dan diagnostik disediakan oleh setiap sekolah di SMPN Kota Tarakan. Pelaporan dengan rapor P5 sekali pada setiap akhir semester genap. Namun, beberapa sekolah di SMPN di Kota Tarakan masih didapati belum menyediakan rapor P5
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa kelas VII dan bagaimana profil kemampuan lierasi sains siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan dan sampel penelitian ini berjumlah 31 siswa dengan penentuan sampel mengunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes literasi sains dan tes kognitif dalam bentuk pilihan ganda, untuk profil kemampuan literasi sains data dianalisis menggunakan teknik persentase sedangkan untuk mencari hubungan kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa data dianalisis dengan menggunakan Uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Profil kemampuan literasi sains siswa masih rendah pada aspek kompetensi dengan interpretasi pencapaian antara lain 49% untuk indikator mengidentifikasi pertanyaan atau isu-isu ilmiah, 51% untuk indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah, dan 54% untuk indikator menggunakan bukti ilmiah. Hasil belajar siswa berada pada level sedang dengan rata-rata nilai 65 dan kemampuan literas sains berada pada level nominal dengan rata-rata nilai 51. 2. Terdapat hubungan yang positif antara kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa. Artinya jika kemampuan literasi sains meningkat maka hasil belajar kognitif siswa juga meningkat. THE RELATIONSHIP BETWEEN SCIENCE LITERACY SKILLS AND LEARNING OUTCOMES OF SEVENTH-GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 7 TARAKAN Abstract This study aimed to measure the relationship between science literacy skills and the learning outcomes of seventh-grade students, as well as to profile the science literacy skills of these students at SMP Negeri 7 Tarakan. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The population consists of all seventh-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan, and the sample comprises 31 students selected using purposive sampling techniques. Data were obtained from science literacy tests and cognitive tests in multiple-choice format. The profile analysis of science literacy skills was conducted using percentage techniques, while the relationship between science literacy skills and learning outcomes was analyzed using the Pearson Correlation Test. The results indicated: 1. The profile of students' science literacy skills is still low in competence, with achievement interpretations of 49% for identifying scientific questions or issues, 51% for explaining phenomena scientifically, and 54% for using scientific evidence. Students' learning outcomes are at a moderate level with an average score of 65, and their science literacy skills are at a nominal level with an average score of 51. 2. There is a positive relationship between science literacy skills and students' learning outcomes, meaning that an increase in science literacy skills leads to an improvement in students' cognitive learning outcomes.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang gambaran laboratorium dan kompetensi guru dalam pengelolaan laboratorium IPA sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan menggambarkan secara obyektif mengenai Profil Laboratorium Dan Kompetensi Guru Dalam Memanfaatkan Laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Kabupaten Nunukan. Metode penentuan sampel dilakukan dengan purposive random sampling dengan harapan sekolah SMP Negeri 2 dalam penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan kompetensi guru pengelola laboratorium IPA di sekolah SMP Negeri 2 Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian diperoleh melalui observasi langsung di Laboratorium IPA SMP Negeri 2 Kabupaten Nunukan dengan acuan lembar observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Luas laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Nunukan adalah 110 m2dengan rasio2,4 m2/peserta didik. Hal ini sesuai dengan Permendiknas, (2007) bahwa rasio tersebut masih ideal untuk kegiatan praktikum siswa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kompetensi guru pengelola laboratorium IPA di SMP Negeri 2 Kabupaten Nunukan didapatkan beberapa aspek kompetensi guru pengelola laboratorium IPA/Biologi yaitu: kompetensi keperibadian, sosial, administrasi, manajerial, dan kompetensi profesional. a) Kompetensi kepribadian dapat ditunjukkan melalui sikap dewasa,mantap, dan berakhlak mulia serta komitmen terhadap tugas. b) Kompetensi sosial dapat terlihat dari kerjasama dan komunikasi yang dilakukan dengan pengelola laboratorium lainnnya. c) Kompetensi administrasi diperlukan dalam perencanaan kegiatan, jadwal kegiatan laboratorium, pembagian tugas bagi teknisi laboratorium, memantau sarana dan prasarana laboratorium, mengevaluasi kinerja teknisi dan pembuatan laporan kegiatan laboratorium. d) Kompetensi manajerial mencakup kegiatan pengembangan Laboratorium dan mengatur pengelolaan kegiatan laboratorium. e) Kompetensi Profesionalisme seorang pengelola laboratorium dapat ditunjukkan melalui paparan gagasan yang diberikan untuk kemajuan laboratorium demi kepentingan pendidikan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sampel dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan wali kelas IV B SDN 035 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan meyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 035 Tarakan adalah perencanaan yaitu pembentukan tim fasilitator, analisis tingkat kesiapan satuan pendidikan, pemilihan tema dan alokasi waktu projek, menyusun modul projek, dan merancang strategi pelaporan hasil projek. Kemudian pelaksanaan, yaitu tehap pengenalan, aksi, tindak lanjut atau refleksi. Dan evaluasi projek yaitu evaluasi proses. Hal ini ditunjukan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di kelas IV B SDN 035 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Elemen Nilai Gotong Royong Dalam Profil Pelajar Pancasila Beserta Faktor Pendukung Melalui Kegiatan Adiwiyata di Kelas IV B SDN 047 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif, fokus penelitian ini adalah siswa kelas IV B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Profil Pelajar Pancasila bentuk penerapan elemen nilai gotong royong kolaborasi terlihat dalam program kerja sama memilah sampah organik dan non organik, kerja bakti massal, program penghijauan tanaman, perencanaan jadwal piket, dan program Jumat bersih. Bentuk penerapan elemen nilai gotong royong kepedulian terlihat dalam kegiatan mengolah barang bekas, menerima ide dan saran satu sama lain, program LISA, kerja bakti massal dan membuang sampah pada tempatnya, melakukan piket, serta program membawa bekal sendiri dari rumah. Penerapan elemen nilai gotong royong berbagi diterapkan dalam kegiatan program kampung bersih, pembersihan pantai bersama, gotong royong bersama di daerah pesisir pantai dan faktor pendukung dalam penerapan elemen nilai gotong royong dalam Profil Pelajar Pancasila adalah keluarga melalui dukungan dan sumber motivasi, guru sebagai pemberi contoh dan teladan kepada siswa serta hubungan dengan orang tua siswa, serta lingkungan yang mendukung baik melalui infrastruktur dan kenyamanan yang diberikan kepada peserta didik.