Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Penulis: MUTTAQIN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Nilai Karakter Mandiri Dalam Profil Pelajar Pancasila Pada Siswa Kelas IV-B di SDN 031 Tarakan

2024•

Pendidikan karakter mandiri penting dalam pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajar, sesuai dengan elemen Profil Pelajar Pancasila yang diterapkan melalui Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Informan penelitian terdiri dari siswa kelas IV-B, guru kelas, dan guru koordinator P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek S1, dengan tingkat kemandirian tinggi, telah menunjukkan kesadaran diri dan regulasi diri yang baik dalam mengenali potensi, mengelola emosi, dan bertanggung jawab atas pembelajaran. Subjek S2, dengan tingkat kemandirian sedang, memiliki kesadaran diri yang cukup baik namun masih memerlukan bimbingan dalam pengelolaan emosi dan kemandirian. Subjek S3, dengan tingkat kemandirian rendah, masih menghadapi kesulitan dalam mengenali potensi diri dan mengatur emosi. Penerapan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan telah berjalan cukup baik, meskipun masih memerlukan cara peningkatan terutama dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian diri siswa. Oleh karena itu, penguatan elemen kesadaran diri dan regulasi diri perlu terus diupayakan untuk mendukung terbentuknya karakter mandiri sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Nilai Karakter Mandiri Dalam Profil Pelajar Pancasila Pada Siswa Kelas IV-B di SDN 031 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan karakter mandiri penting dalam pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajar, sesuai dengan elemen Profil Pelajar Pancasila yang diterapkan melalui Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Informan penelitian terdiri dari siswa kelas IV-B, guru kelas, dan guru koordinator P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek S1, dengan tingkat kemandirian tinggi, telah menunjukkan kesadaran diri dan regulasi diri yang baik dalam mengenali potensi, mengelola emosi, dan bertanggung jawab atas pembelajaran. Subjek S2, dengan tingkat kemandirian sedang, memiliki kesadaran diri yang cukup baik namun masih memerlukan bimbingan dalam pengelolaan emosi dan kemandirian. Subjek S3, dengan tingkat kemandirian rendah, masih menghadapi kesulitan dalam mengenali potensi diri dan mengatur emosi. Penerapan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan telah berjalan cukup baik, meskipun masih memerlukan cara peningkatan terutama dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian diri siswa. Oleh karena itu, penguatan elemen kesadaran diri dan regulasi diri perlu terus diupayakan untuk mendukung terbentuknya karakter mandiri sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kinerja Pemasaran Beras Lokal di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk, 1) Untuk menganalisis saluran pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. 2) Untuk menganalisis fungsi pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. 3) Untuk menganalisis kinerja pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi dan semua lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran beras dari petani perusda pedagang pengecer dan konsumen akhir. Penelitian di lakasankan di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat pada bulan Februari 2024. Pemelihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa mayoritas penduduk di Desa Tanjung Lapang merupakan petani padi. Data dikumpulkan dengan dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, kuesioner, sedangkan sumber data bersumber dari data primer dan skunder. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran beras di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat memiliki satu pola saluran pemasaran yaitu : petani – perusda – pedagang pengecer – konsumen akhir. Kinerja pemasaran beras lokal dapat dilihat pada sebaran marjin pemasaran, famer’s share dan keuntung yang didapat berbeda-beda tergantung pada saluran pemasaran yang dilalui. Margin pemasaran yang diperoleh pada pola pemasaran I yakni sebesar 6.900/kg. Total keuntung yang didapat pada pola pemasaran I sebesar 6.242 lembaga yang mendapat keuntungan yang paling besar adalah perusda. Secara efisiensi oprasional pola pemasaran beras di Desa Tanjung Lapang merupakan pola saluran pemasaran yang efsien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kinerja Pemasaran Beras Lokal di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Beras merupakan makanan pokok bagi hampir seluruh masyarakat Indonsesia. Desa Tanjung Lapang merupakan salah satu wilayah sentra penanaman padi di Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk, 1) Untuk menganalisis saluran pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. 2) Untuk menganalisis fungsi pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. 3) Untuk menganalisis kinerja pemasaran komoditi beras di Desa Tanjung Lapang. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi dan semua lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran beras dari petani perusda pedagang pengecer dan konsumen akhir. Penelitian di lakasankan di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat pada bulan Februari 2024. Pemelihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa mayoritas penduduk di Desa Tanjung Lapang merupakan petani padi. Data dikumpulkan dengan dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, kuesioner, sedangkan sumber data bersumber dari data primer dan skunder. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran beras di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat memiliki satu pola saluran pemasaran yaitu : petani – perusda – pedagang pengecer – konsumen akhir. Kinerja pemasaran beras lokal dapat dilihat pada sebaran marjin pemasaran dan famer’s share. Margin pemasaran yang diperoleh pada pola pemasaran I yakni sebesar 6.900/kg. Famer’s Share yang didapat pada pola pemasaran I sebesar 47%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Potensi Sedimen Hutan Bakau Sebagai Energi Alternatif Petambak Udang Pulau Payau Kalimantan Utara

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kurangnya akses listrik yang memadai bagi penduduk di wilayah pulau payau Kalimantan utara, menyebabkan mereka mencari sumber energi alternatif khususnya untuk penerangan dimalam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi sedimen hutan bakau yang akan digunakan sebagai energi alternatif penduduk pulau payau menggunakan teknologi Sedimen Mikrobial Fuel Cell (SMFC). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran langsung dimana dalam proses pengukuran dayanya dilakukan secara langsung dilapangan dengan cara menanam kombinasi elektroda tembaga, seng dan alumunium selama 12 hari sebagai anoda dan katoda yang kemudian akan terhubung ke multimeter digital agar dapat diketahui potensi daya yang dihasilkan. Dari hasil penelitian didapati bahwa nilai tegangan tertinggi yang diperoleh ialah sebesar 809 mV dengan nilai daya tertinggi sebesar 242.7 mW. Rata-rata kerapatan daya keseluruhan yang diperoleh selama 12 hari ialah sebesar 305.4573 mW/m^2 dengan nilai rata-rata kerapatan daya tertinggi diperoleh pada hari pertama sebesar 826 mW/m^2. Besar kecilnya daya yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lama penggunaan elektroda, daya yang dihasilkan pada penelitian ini masih belum begitu besar oleh karena itu diperluhkan lagi penelitian lebih lanjut guna mengoptimalkan potensi energi listrik dari lumpur bakau dengan teknologi Sediment Microbial Fuel Cell.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Assessment dan Meping Kinerja Sektor Publik Di Kabupaten Bulungan

2022•Koleksi Perpustakaan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Organisasi Perangkat Daerah dibawah naungan Bupati diKabupaten Bulungan yang diukur berdasarkan kepuasan masyarakat dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan metode analisis diagram kartesius. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat dengan hasil desain dalam bentuk angka. Penelitian dilakukan di kabupaten Bulungan terkhusus di kecamatan Tanjung Selor Hilir. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Accidental sampling (secara kebetulan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk pelayanan Instansi Pemerintah di Kabupaten Bulungan dibawah naungan bupati adalah 2,90 dengan angka konversi sebesar 72,5. Maka kinerja kualitas pelayanan publik berada dalam kategori mutu pelayanan Kurang Baik. Berdadsarkan pemetaan dalam analisis diagram kartesius menunjukan, kualitas pelayanan Instansi yang harus di pertahankan ada pada kuadran II yaitu : DPMPTSP, Dinas Ketahanan Pangan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Disdukcapil, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Dinas Pendidikan, Disperindagkop, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Prikanan, Badan kepegaian dan pengembangan SDM, Dinas Pemberdayaan Masyrakat dan Desa, Dinan Arsip dan Perpustakaan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan. Dalam kuadran II ini nilai (Kinerja) dan Y(harapan) nya tinggi, kualitas pelayanan yang diberikan telah dilaksanakan dengan sangat baik dan harus dipertahankan. Adapun instansi yang perlu di evaluasi atau di benahi terdapat pada kuadran I diantaranya : Dinas Sosial, Inspektorat. Dalam kuadran ini nilai (Kinerja) Rendah dan (Harapan) Tinggi, maka instansi yang termasuk dalam kuadran I ini harus memperbaiki tingkat pelayanan kepada masyarakat agar menjadi lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Assessment dan Meping Kinerja Sektor Publik Di Kabupaten Bulungan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Organisasi Perangkat Daerah dibawah naungan Bupati diKabupaten Bulungan yang diukur berdasarkan kepuasan masyarakat dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dengan metode analisis diagram kartesius. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat dengan hasil desain dalam bentuk angka. Penelitian dilakukan di kabupaten Bulungan terkhusus di kecamatan Tanjung Selor Hilir. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Accidental sampling (secara kebetulan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk pelayanan Instansi Pemerintah di Kabupaten Bulungan dibawah naungan bupati adalah 2,90 dengan angka konversi sebesar 72,5. Maka kinerja kualitas pelayanan publik berada dalam kategori mutu pelayanan Kurang Baik. Berdadsarkan pemetaan dalam analisis diagram kartesius menunjukan, kualitas pelayanan Instansi yang harus di pertahankan ada pada kuadran II yaitu : DPMPTSP, Dinas Ketahanan Pangan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Disdukcapil, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Dinas Pendidikan, Disperindagkop, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Prikanan, Badan kepegaian dan pengembangan SDM, Dinas Pemberdayaan Masyrakat dan Desa, Dinan Arsip dan Perpustakaan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan. Dalam kuadran II ini nilai (Kinerja) dan Y(harapan) nya tinggi, kualitas pelayanan yang diberikan telah dilaksanakan dengan sangat baik dan harus dipertahankan. Adapun instansi yang perlu di evaluasi atau di benahi terdapat pada kuadran I diantaranya : Dinas Sosial, Inspektorat. Dalam kuadran ini nilai (Kinerja) Rendah dan (Harapan) Tinggi, maka instansi yang termasuk dalam kuadran I ini harus memperbaiki tingkat pelayanan kepada masyarakat agar menjadi lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail