PENGARUH PEMBERIAN MODIFIKASI NON NUTRITIVE SUCKING (NNS) TERHADAP NILAI PREMATURE INFANT PAIN PROFIL–REVISED (PIPP-R) PADA NEONATUS YANG DIBERIKAN VAKSIN HEPATITIS B
Ada berbagai macam manajemen nyeri non farmakologis yang dapat diterapkan pada neonatus, diantaranya adalah Non Nutritive Sucking (NNS). NNS adalah metode untuk merangsang refleks mengisap neonatus, memberikan bantuan dari nyeri akut. Prematur Infant Pain Profile Revised (PIPP-R) merupakan pengkajian nyeri neonatus yang memiliki validitas, reliabilitas, dan kelayakan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses penentuan manajemen nyeri non farmakologis yang dapat diterapkan dengan teknik atau manajemen non farmakologis menggunakan NNS atau hisap jari untuk mengurangi nyeri. Adapun metode yang digunakan yaitu desain Quasi eksperimental dipilih oleh peneliti dengan alasan peneliti ingin menilai pengaruh dari suatu metode pemberian modifikasi Non Nutritive Sucking terhadap penurunan nilai PIPP-R (Premature Infant Pain Profile- Revised). Dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah responden diberikan perlakuan. Peneliti mengambil sampel pada responden yang akan dan sudah dilakukan tindakan vaksinasi Hepatitis B. Hasil yang diperoleh yaitu tidak ada pengaruh pemberian modifikasi (Non Nutritive Sucking) terhadap penurunan nilai PIPP-R (Premature Infant Pain Profile- Revised) pada neonatus yang dirawat di Rumah Sakit H. Jusuf S.K Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dibuktikan dengan nilai p >0.05. Akan tetapi, pada nilai rata-rata sebelum dan sesudah pemberian tindakan vaksinasi Hepatitis B terdapat perbedaan nilai rata-rata pada kelompok intervensi lebih efektif dalam menurunkan skala nyeri berdasarkan skala PIPP-R dengan modifikasi NNS dibandingkan kelompok kontrol. Pemberian modifikasi Non Nutritive Sucking terhadap penurunan nilai PIPP-R (Premature Infant Pain Profile-Revised) pada neonatus, menunjukkan nilai rata-rata lebih efektif pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol.