2025 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan posttest-only design with nonequivalent groups. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan uji kesetaraan menggunakan uji anava satu jalur. Tujuan dari uji kesetaraan adalah untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok populasi yang digunakan setara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 61 siswa yaitu 30 siswa kelas IX-9 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas IX-7 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yaitu posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji anava satu jalur diperoleh nilai Fhitung : 6,629159 > Ftabel : 4.003983. Selanjutnya dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) lebih berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan posttest-only design with nonequivalent groups. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan uji kesetaraan menggunakan uji anava satu jalur. Tujuan dari uji kesetaraan adalah untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok populasi yang digunakan setara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 61 siswa yaitu 30 siswa kelas IX-9 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas IX-7 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yaitu posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji anava satu jalur diperoleh nilai Fhitung : 6,629159 > Ftabel : 4.003983. Selanjutnya dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) lebih berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengelolaan gulma dilakukan dengan cara kultur tehnis, fisik/mekanis, biologi, dan kimia. Selain itu, pengendalian tersebut juga didukung oleh informasi tentang komposisi gulma di areal budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta komposisi gulma yang ada di areal budidaya tanaman padi di Pulau Tarakan. Penelitian dilaksanakan di wilayah Mamburungan, Mamburungan Timur, dan Tanjung Pasir. Pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 50 x 50 cm sebanyak 20 titik/kuadrat per lokasi yang diambil sebanyak 3 (tiga) kali. Metode wawancara dan penggunaan kuisioner digunakan untuk mengetahui pengelolaan gulma pada masing-masing areal budidaya tanaman padi. Komposisi gulma dilakukan dengan melakukan analisis vegetasi gulma yang meliputi, nilai SDR (Sum Dominance Ratio), indeks kekayaan spesies (R), indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H), indeks kemerataan (E), dan Indeks kesamaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 spesies gulma yang tergolong ke dalam 9 famili. Spesies Monochoria vaginalis memiliki nilai SDR tertinggi di Mamburungan (32,7), dan Mamburungan Timur (35,9), sedangkan di Tanjung Pasir spesies Fimbristylis littoralis (32,0). Indeks kekayaan spesies dan keanekaragaman Shanon-Wiener, dan indeks kemerataan pada Mamburungan Timur (R=1,04; H’=1,34; E=0,61), Mamburungan (R=1,49; H’=1,64; E=0,64), dan Tanjung Pasir masing-masing sebesar (R=0,81; H’=1,36; E=0,70). Lokasi Mamburungan dan Tanjung pasir memiliki indeks kesamaan tertinggi yaitu sebesar 70 %, sedangkan indeks terendah pada lokasi Mamburungan dengan Mamburungan Timur yakni 55%. Pengelolaan gulma pada lokasi Mamburungan dilakukan dengan cara setelah padi dipanen lahan dibajak lalu dibiarkan, mendekati masa tanam lahan dibajak kembali, kemudian penyemprotan dilakukan sebanyak 1 kali dan penyiangan 2 kali. Sedangkan pada daerah Mamburungan Timur dan Tanjung Pasir setelah panen lahan dibiarkan, mendekati masa tanam lahan baru akan diolah kembali, kemudian penyemprotan sebanyak 2 kali dan tidak dilakukan penyiangan.
2021 · Thesis ·
Pengelolaan gulma dilakukan dengan cara kultur tehnis, fisik/mekanis, biologi, dan kimia. Selain itu, pengendalian tersebut juga didukung oleh informasi tentang komposisi gulma di areal budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta komposisi gulma yang ada di areal budidaya tanaman padi di Pulau Tarakan. Penelitian dilaksanakan di wilayah Mamburungan, Mamburungan Timur, dan Tanjung Pasir. Pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 50 x 50 cm sebanyak 20 titik/kuadrat per lokasi yang diambil sebanyak 3 (tiga) kali. Metode wawancara dan penggunaan kuisioner digunakan untuk mengetahui pengelolaan gulma pada masing-masing areal budidaya tanaman padi. Komposisi gulma dilakukan dengan melakukan analisis vegetasi gulma yang meliputi, nilai SDR (Sum Dominance Ratio), indeks kekayaan spesies (R), indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H), indeks kemerataan (E), dan Indeks kesamaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 spesies gulma yang tergolong ke dalam 9 famili. Spesies Monochoria vaginalis memiliki nilai SDR tertinggi di Mamburungan (32,7), dan Mamburungan Timur (35,9), sedangkan di Tanjung Pasir spesies Fimbristylis littoralis (32,0). Indeks kekayaan spesies dan keanekaragaman Shanon-Wiener, dan indeks kemerataan pada Mamburungan Timur (R=1,04; H’=1,34; E=0,61), Mamburungan (R=1,49; H’=1,64; E=0,64), dan Tanjung Pasir masing-masing sebesar (R=0,81; H’=1,36; E=0,70). Lokasi Mamburungan dan Tanjung pasir memiliki indeks kesamaan tertinggi yaitu sebesar 70 %, sedangkan indeks terendah pada lokasi Mamburungan dengan Mamburungan Timur yakni 55%. Pengelolaan gulma pada lokasi Mamburungan dilakukan dengan cara setelah padi dipanen lahan dibajak lalu dibiarkan, mendekati masa tanam lahan dibajak kembali, kemudian penyemprotan dilakukan sebanyak 1 kali dan penyiangan 2 kali. Sedangkan pada daerah Mamburungan Timur dan Tanjung Pasir setelah panen lahan dibiarkan, mendekati masa tanam lahan baru akan diolah kembali, kemudian penyemprotan sebanyak 2 kali dan tidak dilakukan penyiangan.