BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penegakan hukum oleh kepolisian terhadap praktik juru parkir liar di Kota Tarakan serta untuk mengetahui tanggung jawab kepolisian sebagai hukum dalam menangani praktik tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh terdiri atas data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara menguraikan, menggambarkan, dan menjelaskan permasalahan yang berkaitan dengan praktik juru parkir liar di Kota Tarakan. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa penegakan hukum oleh kepolisian telah dilakukan melalui upaya preventif berupa patroli rutin, sosialisasi, dan koordinasi lintas instansi, serta upaya represif berupa penertiban dan penindakan terhadap juru parkir liar. Namun, efektivitas penegakan hukum tersebut belum optimal karena masih ditemukannya praktik parkir liar di sejumlah lokasi strategis, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta keterbatasan personel dan sarana pendukung. Selain penegakan hukum, tanggung jawab kepolisian sebagai penegakan hukum diwujudkan dalam upaya menjaga ketertiban lalu lintas, melindungi masyarakat dari pungutan liar, serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perparkiran. Kurangnya kesadaran hukum masyarakat terhadap aturan perparkiran, masih lemahnya pengawasan dan penindakan yang berkelanjutan oleh aparat kepolisian, serta terbatasnya koordinasi antarinstansi terkait menjadi faktor utama yang menyebabkan praktik juru parkir liar masih terus berlangsung di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penegakan hukum oleh kepolisian terhadap praktik juru parkir liar di Kota Tarakan serta untuk mengetahui tanggung jawab kepolisian sebagai hukum dalam menangani praktik tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh terdiri atas data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara menguraikan, menggambarkan, dan menjelaskan permasalahan yang berkaitan dengan praktik juru parkir liar di Kota Tarakan. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa penegakan hukum oleh kepolisian telah dilakukan melalui upaya preventif berupa patroli rutin, sosialisasi, dan koordinasi lintas instansi, serta upaya represif berupa penertiban dan penindakan terhadap juru parkir liar. Namun, efektivitas penegakan hukum tersebut belum optimal karena masih ditemukannya praktik parkir liar di sejumlah lokasi strategis, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta keterbatasan personel dan sarana pendukung. Selain penegakan hukum, tanggung jawab kepolisian sebagai penegakan hukum diwujudkan dalam upaya menjaga ketertiban lalu lintas, melindungi masyarakat dari pungutan liar, serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perparkiran. Kurangnya kesadaran hukum masyarakat terhadap aturan perparkiran, masih lemahnya pengawasan dan penindakan yang berkelanjutan oleh aparat kepolisian, serta terbatasnya koordinasi antarinstansi terkait menjadi faktor utama yang menyebabkan praktik juru parkir liar masih terus berlangsung di Kota Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja, beban kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Tarakan Fisherindo Sipatuo (PT. TFS) Kota Tarakan, sebuah perusahaan manufaktur pengolahan ikan bandeng tanpa duri dan bandeng beku yang berorientasi ekspor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang ditunjukkan melalui indikator kehadiran tepat waktu sebagai aspek paling dominan. Variabel beban kerja berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti beban kerja yang dirasakan tidak terlalu memengaruhi produktivitas. Sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, di mana indikator komitmen terhadap tujuan perusahaan menjadi faktor paling menonjol. Dengan demikian, peningkatan disiplin dan motivasi kerja menjadi kunci utama dalam mendukung kinerja karyawan PT. Tarakan Fisherindo Sipatuo (PT.TFS) Kota Tarakan secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja, beban kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Tarakan Fisherindo Sipatuo (PT. TFS) Kota Tarakan, sebuah perusahaan manufaktur pengolahan ikan bandeng tanpa duri dan bandeng beku yang berorientasi ekspor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) melalui aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang ditunjukkan melalui indikator kehadiran tepat waktu sebagai aspek paling dominan. Variabel beban kerja berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti beban kerja yang dirasakan tidak terlalu memengaruhi produktivitas. Sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, di mana indikator komitmen terhadap tujuan perusahaan menjadi faktor paling menonjol. Dengan demikian, peningkatan disiplin dan motivasi kerja menjadi kunci utama dalam mendukung kinerja karyawan PT. Tarakan Fisherindo Sipatuo (PT.TFS) Kota Tarakan secara optimal.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Permen merupakan salah satu produk pangan yang banyak tersebar di indonesia, yang banyak disukai semua orang dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Permen pada umumnya dibuat dari bahan dasar agar-agar dengan penambahan gelatin sebagai pengenyal. Permen memiliki tekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin, dan lain-lain yang digunakan untuk memodifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Jenis permen yang beredar di pasar saat ini pada umumnya hanya mengutamakan kualitas rasa saja. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kandungan permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi daun kelor yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu KI = 0 gram, K * 2 = 10 gram, dan K * 3 = 20 gram. Sedangkan konsentrasi rumput laut yang terdiri dari 4 perlakuan RI = 150 gram, R * 2 = 300 gram, R * 3 = 450 gram dan R * 4 = 600 gram. %. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar protein dan aktivitas antiosidan. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air memiliki nilai paling tinggi KIR3 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 300g) sebesar 14,88%, parameter kadar protein paling tinggi K3R1 (bubuk daun kelor 20 g. dan bubur rumput laut 150 g) sebesar 17,83%, dan parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi KIRI (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 150 g). Pengujian tingkat kesukaan terhadap produksi seperti warna, tekstur, aroma dan rasa. Nilai tertinggi organoleptik warna 4,40% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik tekstur 4,73% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik aroma 4,50% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g), dan nilai tertinggi organoleptik rasa 4,40% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permen merupakan salah satu produk pangan yang banyak tersebar di indonesia, yang banyak disukai semua orang dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Permen pada umumnya dibuat dari bahan dasar agar-agar dengan penambahan gelatin sebagai pengenyal. Permen memiliki tekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin, dan lain-lain yang digunakan untuk memodifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Jenis permen yang beredar di pasar saat ini pada umumnya hanya mengutamakan kualitas rasa saja. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kandungan permen berbahan baku daun kelor dan rumput laut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi daun kelor yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu KI = 0 gram, K * 2 = 10 gram, dan K * 3 = 20 gram. Sedangkan konsentrasi rumput laut yang terdiri dari 4 perlakuan RI = 150 gram, R * 2 = 300 gram, R * 3 = 450 gram dan R * 4 = 600 gram. %. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar protein dan aktivitas antiosidan. Berdasarkan hasil perhitungan kadar air memiliki nilai paling tinggi KIR3 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 300g) sebesar 14,88%, parameter kadar protein paling tinggi K3R1 (bubuk daun kelor 20 g. dan bubur rumput laut 150 g) sebesar 17,83%, dan parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi KIRI (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 150 g). Pengujian tingkat kesukaan terhadap produksi seperti warna, tekstur, aroma dan rasa. Nilai tertinggi organoleptik warna 4,40% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik tekstur 4,73% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g). Nilai tertinggi organoleptik aroma 4,50% KIR4 (bubuk daun kelor 0 g, dan bubur rumput laut 600 g), dan nilai tertinggi organoleptik rasa 4,40% K3R4 (bubuk daun kelor 20 g, dan bubur rumput laut 600 g).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Kepuasan petani melalui aktivitas penyuluhan pertanian berpengaruh atas sikap dan tindakan petani lewat tingkat kepuasan, sehingga untuk meningkatkan kesadaran petani akan aktivitas dalam mengembangkan kegiatan usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan (1)Untuk mengetahui bagaimana karakteristik petani di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. (2)Untuk mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian yang ada di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. Untuk penelitian ini, sampel yang diambil menggunakan teknik kuota sampling dan purposive sampling. 50 petani dari setiap PPL di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan dengan jumlah responden 100 petani yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) pernah mengikuti penyuluhan, 2) berpartisipasi dalam kelompok tani, 3) aktif sebagai petani yang mengikuti kegiatan penyuluhan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Metode Skoring (Skor) dengan menggunakan Skala Likert. 1. Hasil penelitian ini diperoleh sebagai berikut: (1) Karakteristik petani di Kecamatan Sebatik Timur : (a) jenis kelamin lebih dominan laki-laki dengan persentase 73%, (b) usia petani responden lebih dominan 40-46 tahun dengan persentase sebesar 35%, (c) tingkat pendidikan petani lebih dominan Sekolah Dasar (SD) dengan persentase 53%, (d) lama bertani lebih dominan 15-21 dengan persentase 26%, (e) luas lahan lebih dominan 15-21 tahun 2000 m2 dengan persentase 53%. (2)Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan berada pada kategori sangat puas dengan skor 70,9.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan petani melalui aktivitas penyuluhan pertanian berpengaruh atas sikap dan tindakan petani lewat tingkat kepuasan, sehingga untuk meningkatkan kesadaran petani akan aktivitas dalam mengembangkan kegiatan usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan (1)Untuk mengetahui bagaimana karakteristik petani di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. (2)Untuk mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian yang ada di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. Untuk penelitian ini, sampel yang diambil menggunakan teknik kuota sampling dan purposive sampling. 50 petani dari setiap PPL di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan dengan jumlah responden 100 petani yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) pernah mengikuti penyuluhan, 2) berpartisipasi dalam kelompok tani, 3) aktif sebagai petani yang mengikuti kegiatan penyuluhan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Metode Skoring (Skor) dengan menggunakan Skala Likert. 1. Hasil penelitian ini diperoleh sebagai berikut: (1) Karakteristik petani di Kecamatan Sebatik Timur : (a) jenis kelamin lebih dominan laki-laki dengan persentase 73%, (b) usia petani responden lebih dominan 40-46 tahun dengan persentase sebesar 35%, (c) tingkat pendidikan petani lebih dominan Sekolah Dasar (SD) dengan persentase 53%, (d) lama bertani lebih dominan 15-21 dengan persentase 26%, (e) luas lahan lebih dominan 15-21 tahun 2000 m2 dengan persentase 53%. (2)Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan berada pada kategori sangat puas dengan skor 70,9.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Komik Digital berbasis Platform Instagram pada materi zat aditif pada makanan untuk siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menggunakan metode DBR (Design Based Research ) model Reeves . Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan yang berjumlah 29 siswa. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket penilaian ahli media, ahli materi, angket repon guru dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komik digital berbasis platform Instagram pada materi zat aditif pada makanan berdasarkan penilaian ahli media meperoleh hasil rata-rata skor sesbesar 80 % ( Kategori Layak ), penilaain ahli materi memperoleh hasil rata-rata skor sebesar 82,5 % ( Kategori Sangat Layak), respon ngket guru memperoleh hasil rata-rata 89 % ( kategori sangat layak ) , respon siswa berdasarkan hasil uji coba skala kecil 88,9 % ( kategori sangat layak ), dan respon siswa berdasarkan hasil uji coba skala besar memperoleh rata-rata skor sebesar 95,3 % (kategori sangat layak).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Komik Digital berbasis Platform Instagram pada materi zat aditif pada makanan untuk siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan menggunakan metode DBR (Design Based Research ) model Reeves . Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMPN 2 Tarakan yang berjumlah 29 siswa. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket penilaian ahli media, ahli materi, angket repon guru dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komik digital berbasis platform Instagram pada materi zat aditif pada makanan berdasarkan penilaian ahli media meperoleh hasil rata-rata skor sesbesar 80 % ( Kategori Layak ), penilaain ahli materi memperoleh hasil rata-rata skor sebesar 82,5 % ( Kategori Sangat Layak), respon ngket guru memperoleh hasil rata-rata 89 % ( kategori sangat layak ) , respon siswa berdasarkan hasil uji coba skala kecil 88,9 % ( kategori sangat layak ), dan respon siswa berdasarkan hasil uji coba skala besar memperoleh rata-rata skor sebesar 95,3 % (kategori sangat layak).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa kelas IV A dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada tema 4 di SDN 005 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain atau tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 26 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Tes Hasil Belajar (THB), lembar penilaian afektif dan psikomotorik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa kelas IV A di SDN 005 Tarakan dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI). Pada siklus I diperoleh hasil belajar kognitif sebesar 58%, pada aspek afektif sebesar 31%, dan pada aspek psikomotorik sebesar 27%. Sedangkan siklus II mengalami peningkatan dengan perolehan hasil belajar aspek kognitif sebesar 88%, pada aspek afektif sebesar 73% dan pada aspek psikomotorik sebesar 77%. Meningkatnya hasil belajar siswa karena siswa mampu memahami materi pada tema 4, adanya perubahan sikap dalam bekerja sama pada diskusi kelompok, percaya diri dalam menyampaikan presentasi, dan lebih meningkatkan keterampilan siswa dalam mengomunikasikan hasil diskusi kelompok. Secara keseluruhan semua aspek telah mencapai indikator keberhasilan, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil.