Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

46 hasil
Subjek: petani
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

peran penyuluh pertanian dalam mengakses informasi teknologi budidaya padi sawah di desa tideng pale, kabupaten tana tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengakses petani terhadap informasi teknologi budidaya padi sawah, akses petani terhadap informasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo-12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, fasilitator dan penghubung, motivator dan dinamisator, serta penasihat dan konsultan. Penyuluh menyampaikan informasi melalui diskusi, pendampingan, demonstrasi, dan komunikasi digital. Petani memperoleh informasi melalui penyuluh, kelompok tani, sesama petani, serta media digital seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok. Informasi yang paling dibutuhkan meliputi benih, pemupukan, dan pengendalian hama. Faktor pendukung meliputi kemampuan komunikasi penyuluh, pendampingan, dan ketersediaan perangkat komunikasi. Faktor penghambat meliputi jaringan internet yang tidak stabil, biaya kuota, perbedaan kemampuan digital petani, serta ketidaksesuaian informasi dengan kondisi lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DENGAN TINGKAT KERUGIAN PASCA PANEN AKIBAT KONTAMINASI FUNGI DI KELURAHAN NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani dan usaha budidaya rumput laut serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi di Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 15 petani rumput laut dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, observasi visual, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan responden berusia 20–55 tahun dengan rata-rata 38,8 tahun. Pendidikan didominasi SD sebanyak 9 orang (60%), dengan pengalaman budidaya 1–10 tahun (rata-rata 5,4 tahun). Luas area budidaya 635–936 m² (rata-rata 745,6 m²), dan hasil panen 100–400 kg (rata-rata 176,67 kg per panen). Total hasil panen seluruh responden 2.650 kg dengan hasil rusak 1.303 kg. Rata-rata persentase kerugian tiap responden mencapai 48,44%. Seluruh responden pernah mengalami kontaminasi fungi dengan skor intensitas 1–4 (rata-rata 2,87). Uji korelasi Spearman menunjukkan usia ρ = -0,037 (Sig. = 0,897); pendidikan ρ = -0,086 (Sig. = 0,761); pengalaman budidaya ρ = 0,112 (Sig. = 0,691); luas area ρ = -0,185 (Sig. = 0,508); dan hasil panen ρ = 0,506 (Sig. = 0,055). Seluruh nilai signifikansi > 0,05, sehingga belum ditemukan bukti statistik yang cukup untuk mendukung hubungan signifikan antara usia, pendidikan, pengalaman budidaya, luas area, dan hasil panen dengan tingkat kerugian pascapanen akibat kontaminasi fungi pada taraf signifikansi 5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis kesejahteraan dan kontribusi pendapatan rumah tangga petani rumput laut di kelurahan pantai amal kecamatan tarakan timur kota tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KESEJAHTERAAN DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMA L KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga petani rumput laut serta mengidentifikasi kontribusi pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2026. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 petani rumput laut yang ditentukan dari populasi sebanyak 687 petani. Analisis data tingkat kesejahteraan dilakukan menggunakan metode skoring berdasarkan enam indikator, yaitu kependudukan, kesehatan dan gizi, pendidikan, ketenagakerjaan, taraf dan pola konsumsi, serta kondisi tempat tinggal. Sementara itu, kontribusi pendapatan dianalisis dengan membandingkan pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap total pendapatan rumah tangga dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan rumah tangga petani rumput laut secara umum berada pada kategori sedang, dengan 57 responden atau 81,43% berada pada kategori sedang, 8 responden atau 11, 43% berada pada kategori tinggi, 5 responden atau 7, 14% berada pada kategori rendah. Adapun kontribusi pendapatan usaha budidaya rumput laut terhadap total pendapatan rumah tangga tergolong tinggi. Sebanyak 68 responden atau 97% memiliki kontribusi pendapatan lebih dari 50%, sedangkan 2 responden atau 3% berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut merupakan sumber pendapatan utama dan memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian rumah tangga petani di Kelurahan Pantai Amal. Kata kunci: Kesejahteraan, kontribusi pendapatan, rumah tangga, petani rumput laut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDORONG PARTISIPASI PETANI HORTIKULTURA DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Partisipasi petani hortikultura dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung menunjukkan tingkat yang beragam, baik dalam kehadiran, keterlibatan dalam diskusi, maupun penerapan materi penyuluhan dalam kegiatan usahatani. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mengenai peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani hortikultura serta mengidentifikasi peran yang paling mendorong partisipasi petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 30 petani hortikultura. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani terlaksana melalui empat peran utama, yaitu fasilitator, motivator, edukator, dan komunikator. Sebagai fasilitator, penyuluh membantu petani memperoleh informasi, teknologi, dan solusi usahatani. Sebagai motivator, penyuluh memberikan dorongan dan semangat kepada petani. Sebagai edukator, penyuluh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebagai komunikator, penyuluh membangun komunikasi dua arah dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran edukator merupakan peran yang paling mendorong partisipasi petani dan dipilih oleh 11 informan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan petani terhadap pengetahuan dan keterampilan menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi pemasaran petani semangka dalam menghadapi fluktuasi harga (studi kasus kelurahan juata permai kota tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fluktuasi harga semangka menjadi permasalahan yang berdampak terhadap pendapatan dan keberlanjutan usahatani. Petani semangka di Kelurahan Juata Permai masih menghadapi kendala dalam memasarkan hasil panennya, terutama karena terbatasnya saluran pemasaran serta adanya ketergantungan terhadap pedagang pengumpul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi strategi pemasaran petani semangka dalam menghadapi fluktuasi harga serta merumuskan alternatif strategi pemasaran berdasarkan kondisi internal dan eksternal melalui analisis SWOT. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Juni–Agustus 2026. Responden dalam penelitian ini berjumlah 15 orang petani semangka yang ditentukan menggunakan metode sensus atau total sampling. Selain itu, informan kunci terdiri atas ketua kelompok tani, pedagang pengumpul, dan konsumen yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi SO, WO, ST, dan WT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi kekuatan berupa perputaran modal cepat, kualitas semangka baik, perawatan rutin, hubungan baik dengan pembeli, dan kekompakan antar petani, sedangkan kelemahan berupa ketergantungan pada harga pasar, keterbatasan pemasaran dan akses pasar alternatif, sifat semangka yang harus segera dijual, dan biaya produksi relatif tinggi. Faktor eksternal mencakup peluang berupa tingginya permintaan, peningkatan permintaan pada hari besar, media sosial, penjualan langsung, dan kerja sama antarpetani, serta ancaman berupa semangka dari luar daerah, panen bersamaan, perubahan cuaca, hama dan penyakit, serta fluktuasi harga. Hasil analisis SWOT menunjukkan koordinat (0,30; -0,34) yang menempatkan petani pada Kuadran II (ST). Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas semangka, pengaturan waktu tanam, penguatan kerja sama, dan perluasan jaringan pemasaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI PETANI HORTIKULTURA TERHADAP EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani hortikultura terhadap efektivitas penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi berjumlah 56 petani hortikultura yang tergabung dalam tiga kelompok tani dan sebanyak 35 petani ditetapkan sebagai responden menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 5 poin dan terlebih dahulu diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata (mean) untuk mengetahui persepsi petani pada empat dimensi, yaitu materi penyuluhan, metode penyuluhan, kompetensi penyuluh, dan manfaat penyuluhan. Selanjutnya, tingkat efektivitas penyuluhan berdasarkan persepsi petani dianalisis menggunakan indeks persepsi dengan membandingkan skor aktual dan skor maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap materi penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 4,20 dengan kategori baik, metode penyuluhan sebesar 4,23 dengan kategori sangat baik, kompetensi penyuluh sebesar 4,28 dengan kategori sangat baik, dan manfaat penyuluhan sebesar 4,15 dengan kategori baik. Secara keseluruhan, indeks persepsi petani terhadap efektivitas penyuluhan pertanian sebesar 84,4% dan termasuk dalam kategori sangat efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN SALURAN PEMASARAN CABAI RAWIT DIKELURAHAN KARANG HARAPAN, KECAMATAN TARAKAN BARAT, KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Provinsi Kalimantan Utara. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii menjadi komoditas unggulan pada sektor perikanan dan kelautan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Namun demikian, sektor ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu permasalahan utama di Kota Tarakan adalah rendahnya tingkat keberdayaan petani dalam mengakses, teknologi budidaya informasi, permodalan, serta strategi pemasaran hasil produksi. Selain itu, harga rumput laut juga sering mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani rumput laut, tingkat keberdayaan petani rumput laut serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberdayaan. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling, melibatkan 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda yang mencakup uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal didominasi oleh laki-laki, berada pada usia produktif, berpendidikan SMA, menjadikan budidaya rumput laut sebagai pekerjaan utama, serta memiliki pendapatan dan produksi yang relatif baik. Tingkat keberdayaan petani tergolong tinggi dengan persentase sebesar 86%. Faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keberdayaan petani adalah pemberdayaan petani dan persepsi petani, dengan persepsi petani sebagai faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat keberdayaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KEPUASAN PETANI PADA PENYULUHAN DI DESA TANJUNG ARU KECAMATAN SEBATIK TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh metode penyuluhan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter pada petani padi sawah di desa tideng pale kecamatan sesayap kabupaten tana tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas padi sawah di Kabupaten Tana Tidung masih berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Utara, sehingga diperlukan dorongan adopsi teknologi mekanisasi pertanian, salah satunya melalui penerapan teknologi rice transplanter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penyuluhan yang digunakan dalam mendukung adopsi inovasi teknologi rice transplanter serta menganalisis pengaruh metode ceramah, demonstrasi, dan kursus tani, baik secara parsial maupun simultan, terhadap adopsi inovasi teknologi tersebut pada petani padi sawah di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan petani padi sawah anggota kelompok tani di Desa Tideng Pale. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, metode demonstrasi merupakan pendekatan yang paling optimal karena memberikan kesempatan kepada petani untuk menyebarkan langsung pengoperasian rice transplanter, meskipun kompleksitas teknis pada tahap persemaian sistem dapog masih menjadi kendala. Secara simultan, metode ketiga penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi teknologi rice transplanter dengan nilai F hitung sebesar 35,829 dan nilai signifikansi 0,000 0,05, serta memberikan kontribusi sebesar 74,9% terhadap variabel adopsi inovasi. Secara parsial, metode demonstrasi merupakan faktor paling dominan dan signifikan (Sig. = 0,000), metode ceramah berpengaruh signifikan (Sig. = 0,049), sedangkan metode kursus tani tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan petani dalam mengadopsi teknologi rice transplanter. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi metode penyuluhan, khususnya demonstrasi, merupakan kunci strategi dalam mengakselerasi penerapan inovasi teknologi pertanian di tingkat petani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI SAYURAN DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI SAYURAN DI KOTA TARAKAN Abstrak Peningkatan kapasitas petani dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan dapat dipengaruhi oleh peran penyuluh pertanian. Namun, keterbatasan jumlah penyuluh di Kota Tarakan menyebabkan penyuluh harus membina 200 kelompok tani sayuran yang tersebar dibeberapa wilayah sekaligus, sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas penyuluhan yang diberikan kepada petani. Kinerja penyuluh yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepuasan petani serta mendorong perilaku petani yang lebih baik dalam menjalankan usahatani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penyuluhan pertanian di Kota Tarakan serta menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kinerja penyuluh pertanian terhadap perilaku petani sayuran melalui kepuasan petani sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Sampel penelitian berjumlah 100 petani sayuran yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Structural Equation Modelling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sistem penyuluhan pertanian di Kota Tarakan telah berjalan cukup baik dan sesuai dengan konsep teoritis, yang mencakup sasaran penyuluhan, tenaga, kelembagaan, metode dan teknik, kebijakan, serta materi penyuluhan; (2) Kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran dan kepuasan petani sayuran dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,628, t-statistik 7,742, dan p-value 0,000 dan 0,643, t-statistik 10,919, dan p-value 0,000; (3) Kepuasan petani sayuran berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran dengan nilai koefisien sebesar 0,254, t-statistik 2,290, dan p-value 0,022; (4) Kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran melalui kepuasan petani, peran variabel mediasi menunjukkan koefisien sebesar 0,163, t-statistik 2,396, dan p-value 0,017. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja penyuluh pertanian yang baik, berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan petani dan mendorong perilaku petani yang lebih baik dalam menjalankan usahatani sayuran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani padi sawah dalam kegiatan penyuluhan pertanian di desa limbu sedulun kecamatan sesayap kabupaten tana tidung

2026•

Partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan usahatani padi sawah. Namun, tingkat partisipasi petani di Desa Limbu Sedulun belum merata. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 - Januari 2026 menggunakan metode survei dengan jumlah responden sebanyak 40 petani. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji F dan uji t pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani, dengan nilai F hitung sebesar 18,016 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi petani karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Faktor eksternal merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan terhadap tingkat partisipasi petani. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan faktor eksternal sebagai faktor yang paling dominan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA MENJADI PETANI DI DESA SADUMAN KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN

2025•

PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA MENJADI PETANI DI DESA SADUMAN KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN. ABSTRAK Sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan ketahanan pangan, namun saat ini mengalami tantangan besar akibat menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani. Krisis regenerasi petani disebabkan oleh berbagai faktor, seperti persepsi negatif terhadap profesi petani, rendahnya pendapatan, keterbatasan akses modal dan lahan, serta kurangnya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta menawarkan solusi guna meningkatkan minat mereka dalam bidang ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada generasi muda, petani, serta aparat desa di Desa Saduman, Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda memiliki persepsi bahwa pertanian adalah sektor yang kurang menjanjikan karena pendapatan yang tidak stabil, tingkat risiko tinggi, serta dianggap sebagai profesi yang kurang bergengsi. Namun, sebagian responden menyadari bahwa modernisasi pertanian dan pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan daya tarik sektor ini. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam sektor pertanian adalah melalui edukasi dan kampanye mengenai pentingnya pertanian, pemberian akses modal dan teknologi bagi petani muda, serta promosi agribisnis yang lebih inovatif. Dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengubah pola pikir generasi muda agar lebih tertarik terjun ke sektor pertanian. Dosen Pembimbing Zulhafandi,S.P.,M.Si NIDN. 0019039003

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MOTIVASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PENINGKATAN PERAN KELOMPOK TANI DI DESA SEMPAYANG KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kelembagaan kelompok tani memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Namun, efektivitas peran tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi anggotanya. Penelitian ini bertujuan : (1) mengetahui tingkat motivasi anggota kelompok tani dalam meningkatkan peran kelompok tani di Desa Sempayang (2) mengetahui peran kelompok tani di Desa Sempayang. Jumlah responden 33 orang dari lima kelompok tani yang dipilih secara acak, dengan menggunakan analisis data skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi anggota kelompok tani berada dalam kategori tinggi dengan skor total 1.085. Semua indikator motivasi (kebutuhan, nilai, persepsi, dukungan, dan insentif) menunjukkan skor tinggi. Peran kelompok tani juga berada dalam kategori tinggi dengan skor total 719, ditandai dengan efektivitas sebagai wadah belajar, kekuatan dalam kerja sama, dan kontribusi dalam peningkatan produksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PROPORSI PENGELUARAN RUMAH TANGGA DAN KETAHANAN PANGAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA BELAYAN KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proporsi pengeluaran rumah tangga dan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan dari 25 responden petani kelapa sawit menggunakan metode purposive sampling. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan perhitungan pendapatan, pengeluaran pangan dan non pangan, serta proporsi pengeluaran pangan terhadap total pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp 3.759.800 per bulan, yang mayoritas berasal dari usaha tani kelapa sawit. Rata-rata pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 1.833.440 per bulan, dengan komposisi 39% untuk pangan dan 61% untuk non pangan. Berdasarkan tingkat ketahanan pangan petani kelapa sawit berstatus tahan pangan. Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pendapatan petani belum optimal, sebagian besar rumah tangga di Desa Belayan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara layak, yang menunjukkan kondisi ketahanan pangan yang cukup baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN PETANI HORTIKULTURA MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L ) DI DESA BALANSIKU KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Potensi pengembangan tanaman ini cukup besar, namun pendapatan petani masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik petani mentimun di Desa Balansiku, dan (2) menghitung besaran pendapatan petani di Desa Balansiku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan sebanyak 25 petani mentimun yang dipilih dengan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung total penerimaan, total biaya produksi, dan pendapatan petani serta menggunakan Benefit-Cost Ratio (BCR) untuk menentukan kelayakan usaha tani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mentimun di Desa Balansiku berada dalam kelompok usia 31-40 tahun (36%) dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (36%). Luas lahan yang digunakan berkisar antara 0,5 hingga lebih dari 1 hektar, dengan 48% petani memiliki lahan lebih dari 1 hektar. Rata-rata pendapatan total petani per musim tanam adalah Rp4.345.200,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp1.113.800,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp3.231.400,00. Analisis Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 3,90 (>1) menunjukkan bahwa usaha tani mentimun di Desa Balansiku menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani meliputi harga jual mentimun yang stabil, tingkat produktivitas tanaman, luas lahan yang dikelola, serta kondisi lingkungan seperti cuaca dan serangan hama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Persepsi dan Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Infrastruktur Pertanian di Tanjung Buka SP.1 Kelurahan Tanjung Selor Hilir

2024•

Infrastruktur pertanian memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani. Infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani, saluran irigasi, dan jembatan, merupakan komponen penting yang mendukung produktivitas pertanian di Tanjung Buka SP.1, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap infrastruktur pertanian di Tanjung Buka SP.1, dan menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap infrastruktur pertanian di Tanjung Buka SP.1. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden 40 petani, dipilih berdasarkan kriteria petani yang menggarap lahan dan memanfaatkan infrastruktur pertanian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Custemer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepentingan dan kinerja infrastruktur dan juga tingkat kepuasan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menilai infrastruktur jalan usahatani dan irigasi kinerjanya rendah tetapi tingkat kepentingannya tinggi. Sehingga dapat diketahui tingkat kepuasan petani terhadap jalan usahatani 50% tidak puas, irigasi pertanian sebesar 44% artinya tidak puas dan jembatan sebesar 67% artinya puas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Peningkatan Kinerja Penyuluh Terhadap Perubahan Perilaku Petani Dalam Program Optimalisasi Lahan Tidur Untuk Tanaman Padi Di Kota Tarakan

2024•

Abstrak Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri, inovatif, kreatif, dan berwawasan global sangat diperlukan untuk mewujudkan kecukupan pangan, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produk domestik bruto dan pendapatan petani. Kinerja penyuluh pertanian yang baik sangat penting untuk mendukung swasembada dan kedaulatan pangan, serta meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani terhadap kinerja penyuluh dalam program optimaliasi lahan tidur di Kota Tarakan, mengetahui karakteristik penyuluh terhadap kinerja penyuluh dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan, mengetahui kinerja penyuluh terhadap perubahan perilaku petani dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan, serta merumuskan model peningkatan kinerja penyuluh terhadap perubahan perilaku petani dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dari bulan Desember 2023 hingga bulan Maret 2024 dengan jumlah sampel 55 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan mencakup data primer, seperti karakteristik responden petani dan penyuluh, serta data sekunder dari instansi terkait melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengambilan data yang kemudian dipastikan validitas, reliabilitas indikator dan konstruk melalui software SmartPLS 3.0. Indikator variabel sangat penting dalam analisis SEM karena menyediakan dasar empiris untuk mengukur variabel laten. Pemilihan dan pengujian indikator yang tepat memastikan validitas dan reliabilitas model pengukuran. Dengan model yang benar, SEM membantu peneliti memahami dan menginterpretasikan hubungan kompleks antara berbagai variabel. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik petani tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Karakteristik petani dicermikan oleh indikator Keterampilan, Pengalaman dan Usia, karakteristik penyuluh berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Karakteristik Penyuluh dicermikan oleh indikator keberanian penyuluh dalam pengambilan keputusan, komunikasi penyuluh, pengalaman penyuluh serta penguasaan inovasi, kinerja penyuluh berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku petani. Kinerja Penyuluh dicerminkan oleh Peta Wilayah, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan Rencana Kerja Penyuluh (RKP), serta Karakteristik Penyuluh dan Karakteristik Petani berpengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku petani melalui kinerja penyuluh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di kecamatan sebatik timur kabupaten nunukan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan petani melalui aktivitas penyuluhan pertanian berpengaruh atas sikap dan tindakan petani lewat tingkat kepuasan, sehingga untuk meningkatkan kesadaran petani akan aktivitas dalam mengembangkan kegiatan usaha pertanian. Penelitian ini bertujuan (1)Untuk mengetahui bagaimana karakteristik petani di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. (2)Untuk mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian yang ada di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan. Untuk penelitian ini, sampel yang diambil menggunakan teknik kuota sampling dan purposive sampling. 50 petani dari setiap PPL di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan dengan jumlah responden 100 petani yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) pernah mengikuti penyuluhan, 2) berpartisipasi dalam kelompok tani, 3) aktif sebagai petani yang mengikuti kegiatan penyuluhan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Metode Skoring (Skor) dengan menggunakan Skala Likert. 1. Hasil penelitian ini diperoleh sebagai berikut: (1) Karakteristik petani di Kecamatan Sebatik Timur : (a) jenis kelamin lebih dominan laki-laki dengan persentase 73%, (b) usia petani responden lebih dominan 40-46 tahun dengan persentase sebesar 35%, (c) tingkat pendidikan petani lebih dominan Sekolah Dasar (SD) dengan persentase 53%, (d) lama bertani lebih dominan 15-21 dengan persentase 26%, (e) luas lahan lebih dominan 15-21 tahun 2000 m2 dengan persentase 53%. (2)Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan berada pada kategori sangat puas dengan skor 70,9.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail