ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA MENJADI PETANI DI DESA SADUMAN KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN. ABSTRAK Sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan ketahanan pangan, namun saat ini mengalami tantangan besar akibat menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani. Krisis regenerasi petani disebabkan oleh berbagai faktor, seperti persepsi negatif terhadap profesi petani, rendahnya pendapatan, keterbatasan akses modal dan lahan, serta kurangnya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta menawarkan solusi guna meningkatkan minat mereka dalam bidang ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada generasi muda, petani, serta aparat desa di Desa Saduman, Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda memiliki persepsi bahwa pertanian adalah sektor yang kurang menjanjikan karena pendapatan yang tidak stabil, tingkat risiko tinggi, serta dianggap sebagai profesi yang kurang bergengsi. Namun, sebagian responden menyadari bahwa modernisasi pertanian dan pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan daya tarik sektor ini. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam sektor pertanian adalah melalui edukasi dan kampanye mengenai pentingnya pertanian, pemberian akses modal dan teknologi bagi petani muda, serta promosi agribisnis yang lebih inovatif. Dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengubah pola pikir generasi muda agar lebih tertarik terjun ke sektor pertanian. Dosen Pembimbing Zulhafandi,S.P.,M.Si NIDN. 0019039003
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISONAL SUKU DAYAK ABAY DESA RESPEN TUBU KECAMATAN MALINAU UTARA Abstrak Suku Dayak Abay didesa Respen Tubu sampai saat ini memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengobatan Tradisional merupakan penyembuhan penyakit dengan cara sederhana yaitu dengan direbus, dikikis ditempelkan, atau diminum secara langsung. Tujuan penelitian untuk menentukan pemahaman generasi muda mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional Suku Dayak Abay di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap 20 responden generasi muda Suku Dayak Abay di Desa Respen Tubu. Generasi Muda Tersebut berusia 16-30 tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Hasil penelitian menujukan bahwa generasi muda Suku Dayak Abay masih banyak yang tidak paham akan kegunaan tumbuhan obat tradisional dari Suku Dayak Abay dan presentase terkecilnya adalah generasi muda yang memahami kegunaan tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Abay. YOUNG GENERATION'S UNDERSTANDING OF DAYAK ABAY TRIBE'S TRADITIONAL MEDICINAL PLANT USE IN RESPEN TUBU VILLAGE NORTH MALINAU DISTRICT Abstract The Dayak Abay Tribe in Respen Tubu Village has been utilizing plants as traditional medicines until now Traditional medicine is a simple way of healing diseases by boiling, scraping, applying, or drinking the plants directly. The study aimed to determine the younger generation's understanding regarding the Dayak Abay Tribe's use of plants as traditional medicines in Respen Tubu Village, North Malinau District. The method used in this study is descriptive qualitative. Data was collected through observation and interviews with 20 young respondents from the Dayak Abay Tribe in Respen Tubu Village. The young generation is aged 16-30 years old. The research was conducted in March 2024. The study showed that many of the young generation of the Dayak Abay Tribe do not understand the usefulness of traditional medicinal plants, and the smallest percentage is the young generation who understands the usefulness of traditional medicinal plants of the Dayak Abay Tribe.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok Kecamatan Malinau Selatan Hilir mempunyai tradisi yang sampai saat ini masih dipertahankan. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan adalah memanfaatkan tumbuhan sebagai pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman generasi muda mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok Kecamatan Malinau Selatan Hilir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penyajian data melalui observasi dan wawancara terhadap 24 responden generasi muda Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok dengan rentang usia (17-35 tahun) yang di dukung dengan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2023. Subjek penelitian generasi muda Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok dengan rentang usia (17-35 tahun). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin muda usia semakin kurang pemahaman generasi muda terhadap pemanfaatan tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Kenyah.