Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Penulis: ARDIANTO
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SUBSTRAT DOMINAN TERHADAP KELIMPAHAN DAN PERSEBARAN GASTROPODA PADA WILAYAH PESISIR PULAU TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•

Gastropoda merupakan komponen penting dalam ekosistem pesisir yang kelimpahan dan persebarannya sering kali dipengaruhi oleh karakteristik habitat, khususnya tipe substrat. Namun, data ilmiah mengenai hubungan spesifik antara substrat dominan dengan struktur komunitas gastropoda di Pulau Tarakan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis substrat dominan, pola persebaran gastropoda, hubungan antara substrat dengan kelimpahan dan pola sebaran gastropoda, serta potensi hasil penelitian ini sebagai bahan ajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di empat stasiun pengamatan (KKMB, Tanjung Batu, Pantai Binalatung, dan Juata Laut). Pengambilan sampel gastropoda dilakukan menggunakan transek kuadrat 1x1 meter, sedangkan analisis tekstur sedimen menggunakan metode pengayakan basah (wet sieving) dan diklasifikasikan berdasarkan segitiga tekstur tanah USDA dan klasifikasi Shepard. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA, Korelasi Spearman, dan General Linear Model (GLM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat di seluruh stasiun bersifat homogen, didominasi oleh fraksi debu (silt) dengan persentase (lebih dari 50%), yang diklasifikasikan sebagai lempung berdebu (silty loam) hingga lempung liat berdebu (silty clay loam). Ditemukan 20 spesies gastropoda dengan pola persebaran dominan mengelompok (clumped) sebesar 45%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis substrat dominan dengan kelimpahan maupun pola sebaran gastropoda (p > 0,05). Hal ini disebabkan oleh homogenitas substrat di lokasi penelitian, sehingga faktor substrat tidak menjadi faktor pembatas utama. Kelimpahan gastropoda diduga lebih dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik dan parameter abiotik lain. Hasil penelitian ini memiliki relevansi tinggi sebagai bahan ajar biologi materi Keanekaragaman Hayati dan Ekologi untuk tingkat SMA (Fase E/F) dan Perguruan Tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Tipe Semantis Verba Bahasa Bulusu Di Kecamatan Betayau Kabupaten Tana Tidung(Kajian Sintaksis)

2026•

Penelitian ini mengkaji struktur dan fungsi sintaksis dalam kalimat, khususnya yang berfokus pada unsur verba. Kajian ini penting karena sintaksis verba menjadi landasan utama dalam memahami hubungan antara kata kerja dengan unsur-unsur lain dalam kalimat untuk membentuk makna yang lebih kompleks. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan atau mengklasifikasikan Tipe Semantis Verba Bahasa Bulusu di Kecamatan Betayau Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung verba yang diperoleh dari hasil rekaman Masyarakat Dayak Bulusu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pengumpulan teks dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 35 data verba yang diklasifikasikan berdasarkan verba tindakan, verba keadaan dan verba proses. Verba tindakan didapatkan sebanyak 14 data yang dikelompokkan berdasarkan subjek diawal dan diikuti oleh satu objek di belakang verbanya. Verba keadaan terdapat 6 data yang ditemukan berdasarkan dua nomina (satu sebagai objek dan satu sebagi pelengkap). Verba proses sebanyak 15 data yang didapatkan dengan tidak memiliki objek di belakang verbanya. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi upaya pelestarian bahasa dan budaya Suku Dayak Bulusu, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar dalam kurikulum pendidikan untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap bahasa Dayak Bulusu dan budaya lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SUBSTRAT DOMINAN TERHADAP KELIMPAHAN DAN PERSEBARAN GASTROPODA PADA WILAYAH PESISIR PULAU TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropoda merupakan komponen penting dalam ekosistem pesisir yang kelimpahan dan persebarannya sering kali dipengaruhi oleh karakteristik habitat, khususnya tipe substrat. Namun, data ilmiah mengenai hubungan spesifik antara substrat dominan dengan struktur komunitas gastropoda di Pulau Tarakan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis substrat dominan, pola persebaran gastropoda, hubungan antara substrat dengan kelimpahan dan pola sebaran gastropoda, serta potensi hasil penelitian ini sebagai bahan ajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di empat stasiun pengamatan (KKMB, Tanjung Batu, Pantai Binalatung, dan Juata Laut). Pengambilan sampel gastropoda dilakukan menggunakan transek kuadrat 1x1 meter, sedangkan analisis tekstur sedimen menggunakan metode pengayakan basah (wet sieving) dan diklasifikasikan berdasarkan segitiga tekstur tanah USDA dan klasifikasi Shepard. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA, Korelasi Spearman, dan General Linear Model (GLM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat di seluruh stasiun bersifat homogen, didominasi oleh fraksi debu (silt) dengan persentase (lebih dari 50%), yang diklasifikasikan sebagai lempung berdebu (silty loam) hingga lempung liat berdebu (silty clay loam). Ditemukan 20 spesies gastropoda dengan pola persebaran dominan mengelompok (clumped) sebesar 45%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis substrat dominan dengan kelimpahan maupun pola sebaran gastropoda (p > 0,05). Hal ini disebabkan oleh homogenitas substrat di lokasi penelitian, sehingga faktor substrat tidak menjadi faktor pembatas utama. Kelimpahan gastropoda diduga lebih dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik dan parameter abiotik lain. Hasil penelitian ini memiliki relevansi tinggi sebagai bahan ajar biologi materi Keanekaragaman Hayati dan Ekologi untuk tingkat SMA (Fase E/F) dan Perguruan Tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tipe Semantis Verba Bahasa Bulusu Di Kecamatan Betayau Kabupaten Tana Tidung(Kajian Sintaksis)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji struktur dan fungsi sintaksis dalam kalimat, khususnya yang berfokus pada unsur verba. Kajian ini penting karena sintaksis verba menjadi landasan utama dalam memahami hubungan antara kata kerja dengan unsur-unsur lain dalam kalimat untuk membentuk makna yang lebih kompleks. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan atau mengklasifikasikan Tipe Semantis Verba Bahasa Bulusu di Kecamatan Betayau Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung verba yang diperoleh dari hasil rekaman Masyarakat Dayak Bulusu. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pengumpulan teks dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 35 data verba yang diklasifikasikan berdasarkan verba tindakan, verba keadaan dan verba proses. Verba tindakan didapatkan sebanyak 14 data yang dikelompokkan berdasarkan subjek diawal dan diikuti oleh satu objek di belakang verbanya. Verba keadaan terdapat 6 data yang ditemukan berdasarkan dua nomina (satu sebagai objek dan satu sebagi pelengkap). Verba proses sebanyak 15 data yang didapatkan dengan tidak memiliki objek di belakang verbanya. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi upaya pelestarian bahasa dan budaya Suku Dayak Bulusu, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar dalam kurikulum pendidikan untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap bahasa Dayak Bulusu dan budaya lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH POSITIVE REINFORCEMENT TERHADAP PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA DATANG TEPAT WAKTU DI SEKOLAH

2025•

Ardianto. 2025. “Pengaruh Positive Reinforcement Terhadap Peningkatan Kedisiplinan Siswa Datang Tepat Waktu Di Sekolah”. program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama oleh Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si dan anggota Nurul Fadilah, S.Pd.I.,M.Pd. Positive reinforcement merupakan respon terhadap pentingnya kedisiplinan siswa datang tepat waktu agar berulangnya kembali tingkah laku yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positive reinforcement terhadap peningkatan kedisiplinan siswa datang tepat waktu di sekolah. jenis penelitian ini adalah penelitian pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest, populasi sebanyak 290 siswa dan jumlah sampel dari hasil Purposive sampling sebanyak 5 siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert dengan indikator yang dikembangkan berdasarkan Moenir (2016). Jenis reinforcement atau penguatan yang diberikan dalam penelitian ini adalah penguatan verbal diantaranya motivasi, pujian, dorongan serta penguatan non-verbal yang disepakati bersama berupa reward yaitu minuman kopi, makanan nasi goreng dengan pemberian diakhir pertemuan berdasarkan jumlah poin yang telah dikumpulkan. Teknik analisis data dalam penelitian ini, mengunakan teknik analisis statistik deskriptif untuk menguji rata-rata skor perubahan sebelum dan setelah diberi perlakuan yakni sebesar 57,60 menjadi 98,80 dan teknik analisis inferensial untuk menguji hipotesis menggunakan uji wilcoxon dengan bantuan program aplikasi Statistical Product And Service Solution (SPSS) version 27.0.1 for windows. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan setelah pemberian perlakuan, diperoleh hasil perhitungan uji hipotesis dengan pengambilan keputusan berdasarkan propabilitas dengan nilai asyimp sig = 0,042 α = 0,05 maka hipotesis kerja (Ha) diterima yang berarti bahwa ada pengaruh positive reinforcement terhadap peningkatan kedisiplinan siswa datang tepat waktu di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA MENJADI PETANI DI DESA SADUMAN KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN

2025•

PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA MENJADI PETANI DI DESA SADUMAN KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN. ABSTRAK Sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan ketahanan pangan, namun saat ini mengalami tantangan besar akibat menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani. Krisis regenerasi petani disebabkan oleh berbagai faktor, seperti persepsi negatif terhadap profesi petani, rendahnya pendapatan, keterbatasan akses modal dan lahan, serta kurangnya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta menawarkan solusi guna meningkatkan minat mereka dalam bidang ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada generasi muda, petani, serta aparat desa di Desa Saduman, Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda memiliki persepsi bahwa pertanian adalah sektor yang kurang menjanjikan karena pendapatan yang tidak stabil, tingkat risiko tinggi, serta dianggap sebagai profesi yang kurang bergengsi. Namun, sebagian responden menyadari bahwa modernisasi pertanian dan pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan daya tarik sektor ini. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam sektor pertanian adalah melalui edukasi dan kampanye mengenai pentingnya pertanian, pemberian akses modal dan teknologi bagi petani muda, serta promosi agribisnis yang lebih inovatif. Dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengubah pola pikir generasi muda agar lebih tertarik terjun ke sektor pertanian. Dosen Pembimbing Zulhafandi,S.P.,M.Si NIDN. 0019039003

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA MENJADI PETANI DI DESA SADUMAN KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN

2025•

PERSEPSI DAN MINAT GENERASI MUDA MENJADI PETANI DI DESA SADUMAN KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN. ABSTRAK Sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan ketahanan pangan, namun saat ini mengalami tantangan besar akibat menurunnya minat generasi muda untuk menjadi petani. Krisis regenerasi petani disebabkan oleh berbagai faktor, seperti persepsi negatif terhadap profesi petani, rendahnya pendapatan, keterbatasan akses modal dan lahan, serta kurangnya dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan minat generasi muda terhadap sektor pertanian, serta menawarkan solusi guna meningkatkan minat mereka dalam bidang ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner yang disebarkan kepada generasi muda, petani, serta aparat desa di Desa Saduman, Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda memiliki persepsi bahwa pertanian adalah sektor yang kurang menjanjikan karena pendapatan yang tidak stabil, tingkat risiko tinggi, serta dianggap sebagai profesi yang kurang bergengsi. Namun, sebagian responden menyadari bahwa modernisasi pertanian dan pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan daya tarik sektor ini. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam sektor pertanian adalah melalui edukasi dan kampanye mengenai pentingnya pertanian, pemberian akses modal dan teknologi bagi petani muda, serta promosi agribisnis yang lebih inovatif. Dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengubah pola pikir generasi muda agar lebih tertarik terjun ke sektor pertanian. Dosen Pembimbing Zulhafandi,S.P.,M.Si NIDN. 0019039003

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH POSITIVE REINFORCEMENT TERHADAP PENINGKATAN KEDISIPLINAN SISWA DATANG TEPAT WAKTU DI SEKOLAH

2025•

Ardianto. 2025. “Pengaruh Positive Reinforcement Terhadap Peningkatan Kedisiplinan Siswa Datang Tepat Waktu Di Sekolah”. program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama oleh Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si dan anggota Nurul Fadilah, S.Pd.I.,M.Pd. Positive reinforcement merupakan respon terhadap pentingnya kedisiplinan siswa datang tepat waktu agar berulangnya kembali tingkah laku yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positive reinforcement terhadap peningkatan kedisiplinan siswa datang tepat waktu di sekolah. jenis penelitian ini adalah penelitian pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest, populasi sebanyak 290 siswa dan jumlah sampel dari hasil Purposive sampling sebanyak 5 siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert dengan indikator yang dikembangkan berdasarkan Moenir (2016). Jenis reinforcement atau penguatan yang diberikan dalam penelitian ini adalah penguatan verbal diantaranya motivasi, pujian, dorongan serta penguatan non-verbal yang disepakati bersama berupa reward yaitu minuman kopi, makanan nasi goreng dengan pemberian diakhir pertemuan berdasarkan jumlah poin yang telah dikumpulkan. Teknik analisis data dalam penelitian ini, mengunakan teknik analisis statistik deskriptif untuk menguji rata-rata skor perubahan sebelum dan setelah diberi perlakuan yakni sebesar 57,60 menjadi 98,80 dan teknik analisis inferensial untuk menguji hipotesis menggunakan uji wilcoxon dengan bantuan program aplikasi Statistical Product And Service Solution (SPSS) version 27.0.1 for windows. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan setelah pemberian perlakuan, diperoleh hasil perhitungan uji hipotesis dengan pengambilan keputusan berdasarkan propabilitas dengan nilai asyimp sig = 0,042 α = 0,05 maka hipotesis kerja (Ha) diterima yang berarti bahwa ada pengaruh positive reinforcement terhadap peningkatan kedisiplinan siswa datang tepat waktu di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIOENRICHMENT Artemia salina DENGAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PADA PL-20 UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIPELIHARA DITAMBAK TRADISIONAL

2022•Koleksi Perpustakaan

Pengkayaan Artemia salina sebagai pakan alami dalam kegiatan pembenihan udang windu telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Pengkayaan artemia melalui penambahan berbagai senyawa, seperti vitamin, mineral, dan tumbuhan herbal. Salah satu herbal yang berpotensi sebagai imunostimulan alamiah adalah tumbuhan karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioenrichment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Rancangan penelitian merupakan penelitian eksperimental yang terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan Kontrol, pemberian pakan tanpa perendaman ekstrak dan perlakuan pemberian pakan artemia yang diperkaya dengan ekstrak selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada pelakuan yang diberi pengkayaan ekstrak daun karamuntin, sebesar 12,65%. Sedangkan untuk laju pertumbuhan spesifik terendah didapatkan pada perlakuan kontrol sebesar 11,80%. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan berkisar 10-16%. Bioenrichment Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) memberikan hasil yang signifikan terhadap laju pertumbuhan lebih tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BIOENRICHMENT Artemia salina DENGAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN PADA PL-20 UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIPELIHARA DITAMBAK TRADISIONAL

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengkayaan Artemia salina sebagai pakan alami dalam kegiatan pembenihan udang windu telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Pengkayaan artemia melalui penambahan berbagai senyawa, seperti vitamin, mineral, dan tumbuhan herbal. Salah satu herbal yang berpotensi sebagai imunostimulan alamiah adalah tumbuhan karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioenrichment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Rancangan penelitian merupakan penelitian eksperimental yang terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan Kontrol, pemberian pakan tanpa perendaman ekstrak dan perlakuan pemberian pakan artemia yang diperkaya dengan ekstrak selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada pelakuan yang diberi pengkayaan ekstrak daun karamuntin, sebesar 12,65%. Sedangkan untuk laju pertumbuhan spesifik terendah didapatkan pada perlakuan kontrol sebesar 11,80%. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan berkisar 10-16%. Bioenrichment Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) memberikan hasil yang signifikan terhadap laju pertumbuhan lebih tinggi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN TERHADAP AKTIVITAS ILLEGAL FISHING DI KABUPATEN TANA TIDUNG

2020•

The use of fishing gear that is not environmentally friendly, such as stun, poison and bombs can be a problem because of the huge impact on the surrounding water environment. Because the use of fishing gear that is not environmentally friendly can destroy the ecosystem in these waters and can cause extinction of existing biota, both those that breed as well as adult fish and small fish. This study aims to: (1) determine the role of local government in dealing with illegal fishing. (2) knowing the legal sanctions given toactors / perpetrators illegal fishing in the waters of the Sesayap river, Tana Tidung Regency. The type of research used in this research is empirical juridical law with descriptive research type. The data used are primary data with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The data obtained from the research were processed using qualitative descriptive analysis with primary data of 10 (ten) people of information and using the technique of determining information, namely purposive sampling. The results of the research and discussion show that the role of the local government in overcoming illegal fishing is still not felt by the community, especially for people who work as traditional fishermen in Tideng Pale Village, Sesayap District, Tana Tidung Regency. Meanwhile, law enforcement is carried out by local governments in dealing with fishermen who catch fish illegally. In the form of administrative sanctions which refers to the regent's Regulation number 44 of 2017 concerning Protection of Fish Resources.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail