Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kata Kunci: Gastropoda
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SUBSTRAT DOMINAN TERHADAP KELIMPAHAN DAN PERSEBARAN GASTROPODA PADA WILAYAH PESISIR PULAU TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropoda merupakan komponen penting dalam ekosistem pesisir yang kelimpahan dan persebarannya sering kali dipengaruhi oleh karakteristik habitat, khususnya tipe substrat. Namun, data ilmiah mengenai hubungan spesifik antara substrat dominan dengan struktur komunitas gastropoda di Pulau Tarakan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis substrat dominan, pola persebaran gastropoda, hubungan antara substrat dengan kelimpahan dan pola sebaran gastropoda, serta potensi hasil penelitian ini sebagai bahan ajar biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di empat stasiun pengamatan (KKMB, Tanjung Batu, Pantai Binalatung, dan Juata Laut). Pengambilan sampel gastropoda dilakukan menggunakan transek kuadrat 1x1 meter, sedangkan analisis tekstur sedimen menggunakan metode pengayakan basah (wet sieving) dan diklasifikasikan berdasarkan segitiga tekstur tanah USDA dan klasifikasi Shepard. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA, Korelasi Spearman, dan General Linear Model (GLM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substrat di seluruh stasiun bersifat homogen, didominasi oleh fraksi debu (silt) dengan persentase (lebih dari 50%), yang diklasifikasikan sebagai lempung berdebu (silty loam) hingga lempung liat berdebu (silty clay loam). Ditemukan 20 spesies gastropoda dengan pola persebaran dominan mengelompok (clumped) sebesar 45%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis substrat dominan dengan kelimpahan maupun pola sebaran gastropoda (p > 0,05). Hal ini disebabkan oleh homogenitas substrat di lokasi penelitian, sehingga faktor substrat tidak menjadi faktor pembatas utama. Kelimpahan gastropoda diduga lebih dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik dan parameter abiotik lain. Hasil penelitian ini memiliki relevansi tinggi sebagai bahan ajar biologi materi Keanekaragaman Hayati dan Ekologi untuk tingkat SMA (Fase E/F) dan Perguruan Tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi dan deskripsi morfologi siput tanpa cangkang (gastropoda) dan potensinya sebagai sumber ajar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan morfologi siput tanpa cangkang (slug) di kawasan Hutan Lindung Gunung Selatan Kota Tarakan, serta menganalisis potensinya sebagai sumber ajar dalam pembelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November hingga Desember 2025 di empat stasiun pengamatan yang masing-masing menggunakan plot berukuran 20 x 20 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 1 spesies siput tanpa cangkang di seluruh stasiun pengamatan, yaitu Parmarion martensi. Spesies ini memiliki karakteristik morfologi unik berupa cangkang yang tereduksi sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan. Kondisi lingkungan di lokasi penelitian mendukung keberlangsungan hidup spesies ini dengan parameter rata-rata: intensitas cahaya 226–911 lux, pH tanah 5,2–6,0, suhu udara 25,8–29,5°C, kelembaban udara 84,8–94% RH, dan kelembaban tanah 3,5–4,5%. Hasil identifikasi dan deskripsi ini berpotensi besar untuk digunakan sebagai sumber ajar biologi di tingkat SMA, khususnya pada materi klasifikasi makhluk hidup dan keanekaragaman hayati serta pada mata kuliah yang terdapat di perguruan tinggi. Data ini dapat membantu memahami konsep adaptasi morfologi dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya melalui fenomena nyata di lingkungan sekitar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DAN DESKRIPSI SPESIES SIPUT DARAT MOLLUSCA: GASTROPODA DI KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG SELATAN KOTA TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER AJAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropoda umumnya terdapat di daerah perairan, tetapi nyatanya terdapat gastropoda yang hidup di daerah terrestrial seperti siput darat. Hutan hujan tropis merupakan habitat yang ideal bagi kehidupan siput darat seperti kawasan hutan lindung gunung selatan kota Tarakan. Namun, data awal mengenai spesies siput darat yang terdapat di kota Tarakan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan spesies siput darat Mollusca:Gastropoda di Hutan Lindung Gunung Selatan Kota Tarakan Dan Potensinya Sebagai Sumber Ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode purposive sampling pada empat stasiun penelitian yang berbeda. Ditemukan 5 spesies siput darat pada penelitian ini yaitu Oxychilus cellarius, Helix inclinata, Japonia Borneensis, Trochulus striolatus dan Arianta arbustorum. Bentuk dan variasi dari morfologi serta distribusi pada setiap spesies memiliki perbedaan karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, suhu, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH tanah. Spesies Oxychilus cellarius dan Trochulus striolatus bersifat generalis spesies karena mampu beradaptasi diberbagai tempat sedangkan spesies Helix inclinata, Japonia borneensis dan Arianta arbustorum bersifat specialis spesies karena hanya mampu bertahan hidup pada area yang lembab dan teduh. Sehingga hasil identifikasi dan deskripsi ini berpotensi besar untuk digunakan sebagai sumber ajar biologi di tingkat SMA, khususnya pada materi klasifikasi makhluk hidup dan keanekaragaman hayati serta pada mata kuliah ekologi yang terdapat di perguruan tinggi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI LINGKUNGAN TAMBAK TRADISIONAL KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pond waters are one of the artificial ecosystems that play a crucial role in supporting aquaculture activities. This study aims to determine the structure of the gastropod community and the relationship between substrate composition and water quality on the abundance and diversity of gastropod species in the traditional ponds of Tarakan City, North Kalimantan. The research was conducted from January to March 2025 using a descriptive method with a quantitative approach. Station and sampling point selection was conducted using purposive sampling based on vegetation characteristics, substrate, and human activities around the location. Gastropod and sediment samples were collected at three research stations, each with five observation points (1x1-meter plots), along with measurements of water physical-chemical parameters (temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen). Gastropod species identification was conducted morphologically in the laboratory. The results showed six gastropod species belonging to two families, Potamididae and Neritidae, with Pirenella alata as the most dominant species. The highest diversity index value was found at station 1, with h' = 1.31, classified as moderate diversity, while stations 2 and 3 had h' values of 0.51 and 0.52, respectively, classified as low diversity. The dominance index showed low dominance at station 1 (c = 0.36) and high dominance at stations 2 and 3 (c = 0.68 and c = 0.74). The evenness index indicated stable values at stations 1 and 2, but low values at station 3. Environmental factors such as temperature, pH, and DO were within the optimal range for gastropod life, while salinity showed extreme fluctuations that were likely to have influenced species distribution and diversity. These findings highlight the importance of managing pond environmental quality and using gastropods as biological indicators in evaluating aquatic ecosystem conditions.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN PENELUSURAN SENYAWA AKTIF EKSTRAK GASTROPODA YANG TERSEBAR DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropoda merupakan salah satu kelas dari filum moluska yang memiliki senyawa aktif dan berpotensi sebagai antibakteri. Antibakteri adalah senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri yang bersifat merugikan pada suatu biota maupun manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa aktif dan aktivitas anti bakteri pada ekstrak gastropoda Cassidula spp., Cerithidea obtusa, Telescopium spp., Chicoreus spp., Cerithidea cingulata, Nerita spp. Penelitian ini dimulai dari pengambilan sampel, preparasi, ekstraksi, pengujian senyawa aktif yang terdiri dari uji alkaloid, steroid, flavonoid, saponin (uji busa), fenol hidrokuinon dan tanin, serta pengujian aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gastropoda yang digunakan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus yang memiliki zona hambat yaitu Chicoreus spp. (11 mm), Cerithidea obtusa (10 mm), Cerithidea cingulata (11,5 mm), dapat dikategorikan kuat, dan Cassidula spp. (5 mm), Nerita spp. (6 mm) dikategorikan sedang, dan Telescopium spp. (3 mm) dikategorikan kurang. Senyawa aktif yang terkandung pada setiap jenis gastropoda yaitu alkaloid, flavonoid, dan fenol hidrokuinon, sedangkan senyawa steroid hanya terdapat pada Telescopium spp., dan Cassidula spp., dan senyawa saponin terdapat pada ekstrak Nerita spp., Cerithidea obtusa, Chicoreus spp., dan Cerithidea cingulata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail