Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Penulis: MUHAMMAD RIDHO
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Bibliometrik Menggunakan R-Studio Terhadap Literatur Akuntansi Sektor Publik dan Sustainability

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis tren literatur akademik mengenai akuntansi sektor publik dan sustainability dengan menggunakan pendekatan analisis bibliometrik. Teknik analisis data dilakukan melalui pemrograman R dengan memanfaatkan paket Bibliometrix dan Biblioshiny untuk mengolah data publikasi yang diseleksi dari basis data Scopus menggunakan kerangka PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan jumlah publikasi pada periode 2019–2025, yang mengindikasikan meningkatnya perhatian akademik terhadap isu pelaporan keberlanjutan, akuntabilitas publik, dan penerapan kerangka ESG dalam tata kelola pemerintahan. Analisis jaringan juga mengungkap struktur kolaborasi ilmiah yang semakin kompleks dan terhubung antara peneliti, institusi, dan negara, dengan dominasi kontribusi dari negara-negara Eropa serta peningkatan partisipasi dari negara berkembang. Selain itu, pemetaan tematik mengidentifikasi public sector accounting, sustainability, dan governance sebagai tema inti, sementara pelaporan ESG dan keterlibatan pemangku kepentingan muncul sebagai arah riset yang berkembang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Bibliometrik Menggunakan R-Studio Terhadap Literatur Akuntansi Sektor Publik dan Sustainability

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis tren literatur akademik mengenai akuntansi sektor publik dan sustainability dengan menggunakan pendekatan analisis bibliometrik. Teknik analisis data dilakukan melalui pemrograman R dengan memanfaatkan paket Bibliometrix dan Biblioshiny untuk mengolah data publikasi yang diseleksi dari basis data Scopus menggunakan kerangka PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan jumlah publikasi pada periode 2019–2025, yang mengindikasikan meningkatnya perhatian akademik terhadap isu pelaporan keberlanjutan, akuntabilitas publik, dan penerapan kerangka ESG dalam tata kelola pemerintahan. Analisis jaringan juga mengungkap struktur kolaborasi ilmiah yang semakin kompleks dan terhubung antara peneliti, institusi, dan negara, dengan dominasi kontribusi dari negara-negara Eropa serta peningkatan partisipasi dari negara berkembang. Selain itu, pemetaan tematik mengidentifikasi public sector accounting, sustainability, dan governance sebagai tema inti, sementara pelaporan ESG dan keterlibatan pemangku kepentingan muncul sebagai arah riset yang berkembang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN KOMPETENSI AGRIBISNIS PETANI SAYURAN KOTA TARAKAN (STUDI : PADA KELOMPOK TANI SINAR HARAPAN KELURAHAN KAMPUNG ENAM KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait hubungan karakteristik petani dengan kompetensi petani di Kelompok tani Sinar Harapan. Pertama, bagaimana karakteristik petani di kelompok tani sinar harapan? Kedua, Bagaimana kompetensi Agribisnis petani di Kelompok Tani Sinar Harapan? Ketiga, Bagaimana hubungan karakteristik petani dengan kompetensi agribisnis petani di Kelompok Tani Sinar Harapan? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada tujuan satu dan dua dengan kuisioner yang hasilnya akan diolah menggunakan metode skoring skala likert untuk mendeskripsikan tujuan satu dan dua. Tujuan ketiga dengan analisis korelasi Spearman menggunakan SPSS untuk menganalisis hubungan karakteristik petani dengan kompetensi agribisnis. Hasil penelitian 1). tingkat karakteristik petani berdasarkan umur berkategori sedang yaitu petani yang berumur 31 tahun sampai 46 tahun sebesar (48,27%), untuk pendidikan berkategori rendah karena sebagian petani tidak sekolah dan hanya menjenjang pendidikan hingga sekolah dasar yaitu sebesar (51,72%), lama bertani berkategori rendah yaitu selama 3 tahun sampai dengan 15 tahun sebesar (44,82%) dan luas lahan berkategori rendah yaitu luas lahan yang di kelola yaitu seluas 200 m2 sampai dengan 5000 m2 sebesar (65,51%). 2). Untuk tingkat kompetensi agribisnis petani yaitu sedang. Untuk hubungan karakteristik dengan kompetensi agribisnis yaitu korelasi cukup (0,469) dengan siginifikan 0,010 yang mana 0,010 0,05 berarti variable x dan y. Selain dari karakteristik juga kompetensi agribisnis dapat ditingkatkan dengan adanya penyuluhan dan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi agribisnis petani.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail