Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Penyuluhan pertanian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENDORONG PARTISIPASI PETANI HORTIKULTURA DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Partisipasi petani hortikultura dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung menunjukkan tingkat yang beragam, baik dalam kehadiran, keterlibatan dalam diskusi, maupun penerapan materi penyuluhan dalam kegiatan usahatani. Kondisi tersebut mendorong perlunya kajian mengenai peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani hortikultura serta mengidentifikasi peran yang paling mendorong partisipasi petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 30 petani hortikultura. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam mendorong partisipasi petani terlaksana melalui empat peran utama, yaitu fasilitator, motivator, edukator, dan komunikator. Sebagai fasilitator, penyuluh membantu petani memperoleh informasi, teknologi, dan solusi usahatani. Sebagai motivator, penyuluh memberikan dorongan dan semangat kepada petani. Sebagai edukator, penyuluh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebagai komunikator, penyuluh membangun komunikasi dua arah dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran edukator merupakan peran yang paling mendorong partisipasi petani dan dipilih oleh 11 informan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan petani terhadap pengetahuan dan keterampilan menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI PETANI HORTIKULTURA TERHADAP EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani hortikultura terhadap efektivitas penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi berjumlah 56 petani hortikultura yang tergabung dalam tiga kelompok tani dan sebanyak 35 petani ditetapkan sebagai responden menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 5 poin dan terlebih dahulu diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata (mean) untuk mengetahui persepsi petani pada empat dimensi, yaitu materi penyuluhan, metode penyuluhan, kompetensi penyuluh, dan manfaat penyuluhan. Selanjutnya, tingkat efektivitas penyuluhan berdasarkan persepsi petani dianalisis menggunakan indeks persepsi dengan membandingkan skor aktual dan skor maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap materi penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 4,20 dengan kategori baik, metode penyuluhan sebesar 4,23 dengan kategori sangat baik, kompetensi penyuluh sebesar 4,28 dengan kategori sangat baik, dan manfaat penyuluhan sebesar 4,15 dengan kategori baik. Secara keseluruhan, indeks persepsi petani terhadap efektivitas penyuluhan pertanian sebesar 84,4% dan termasuk dalam kategori sangat efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KEPUASAN PETANI PADA PENYULUHAN DI DESA TANJUNG ARU KECAMATAN SEBATIK TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani padi sawah dalam kegiatan penyuluhan pertanian di desa limbu sedulun kecamatan sesayap kabupaten tana tidung

2026•

Partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan usahatani padi sawah. Namun, tingkat partisipasi petani di Desa Limbu Sedulun belum merata. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 - Januari 2026 menggunakan metode survei dengan jumlah responden sebanyak 40 petani. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji F dan uji t pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani, dengan nilai F hitung sebesar 18,016 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi petani karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Faktor eksternal merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan terhadap tingkat partisipasi petani. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan faktor eksternal sebagai faktor yang paling dominan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Komunikasi Penyuluhan Pertanian Di Kelompok Tani Enggal Lancar Kecamatan Tg. Palas Tengah Kabupaten Bulungan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Proses komunikasi tidak selalu berjalan lancar, ada saja hambatan yang terjadi baik dari komunikan, media maupun komunikator. Oleh karena itu dibutuhkan pola komunikasi yang tepat agar komunikasi bisa efektif dan bisa mencapai pemahaman bersama. Penelitian ini bertujuan, mengetahui pola komunikasi penyuluhan pertanian di Kelompok Tani Enggal Lancar Kecamatan Tg. Palas Tengah Kabupaten Bulungan dan mengetahui keberhasilan komunikasi penyuluhan pertanian di Kelompok Tani Enggal Lancar Kecamatan Tg. Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Jumlah responden pada penelitian yaitu 11 orang dan key informan 4 orang, diambil dengan metode puposive sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dan skala likert. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pola komunikasi penyuluhan di Kelompok Tani Enggal Lancar yaitu pola komunikasi dua arah dan pola komunikasi multi arah dan keberhasilan komunikasi penyuluhan pertanian di Kelompok Tani Enggal Lancar yaitu, pola komunikasi dua arah yang mendapatkan nilai rata-rata 10 dengan kategori sedang dan pola komunikasi multi arah yang mendapatkan nilai rata-rata 9,81 dengan kategori sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN KUALITAS MATERI PENYULUHAN PERTANIAN PADA KELOMPOK CAHAYA TANI DI KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KAJIAN KUALITAS MATERI PENYULUHAN PERTANIAN PADA KELOMPOK CAHAYA TANI DI KOTA TARAKAN Abstrak Kualitas materi penyuluhan ditunjang oleh kemampuan dan keterampilan penyuluh yang akan berpengaruh kepada penerima manfaat nantinya. Peneltian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait kajian kualitas materi penyuluhan pertanian. Pertama, bagaimana deskripsi kualitas materi penyuluhan pertanian pada kelompok Cahaya Tani di Kota Tarakan Kecamatan Tarakan Utara ? Kedua, bagaimana deskripsi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas materi penyuluhan pertanian pada Kelompok Cayaha Tani di Kota Tarakan Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentu sampel purposive sampling Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu (1) terwujudnya kualitas materi penyuluhan maka harus tersampaikan mengenai ragam materi penyuluhan yang meliputi pesan ideologis dan informatif, pokok-pokok bahasan yang meliputi ilmu budidaya pertanian, ilmu ekonomi pertanian, ilmu pengelolaan rumah tangga tani, pelembagaan petani serta politik pembangunan pertanian, sumber materi dapat diperoleh melalui sumber resmi pemerintahan, pengalaman petani, sumber, informasi dari publikasi seperti buku jurnal media masa, majalah dan sumber lain yang dapat dipercaya. Sifat-sifat materi penyuluhan dapat di bedakan mengenai berisi pemecahan yang sedang dihadapi para petani, yang berisi petunjuk dan rekomendasi sedangkan materi yang bersifat instrumental untuk pemilihan materi sebagai penyuluh harus mengetahui materi yang sangat pokok dan materi penunjang. (2) hasil dari faktor kualitas materi penyuluhan yaitu yang tidak menguntungkan 70.37% dari segi biaya yang tidak terjangkau 74.07%, tingkat kerumitan/Kesederhanaan 81.48%, tidak sesuai lingkungan fisik 70.37 %, tidak sesuai lingkungan budaya 70.37% tidak mudahnya dikomunikasi 100% penghematan tenaga kerja dan waktu sangat efisien 66.67% Untuk terwujudnya hasil yang sempurna maka sebaiknya penyuluh lebih sigap lagi dalam hal ini agar kualitas materi penyuluhan pertanian tercapai dan dari segi faktor kualitas materi penyuluhan dapat menguntungkan atau menunjang para petani yang di kelompok Cahaya Tani tersebut, dengan hal ini maka petani juga juga harus mampu mengadopsi inovasi yang disampaikan serta lebih berpartisipasi lagi atas apa yang telah di sarankan oleh penyuluh sehingga apa yang diharapkan tercapai, dalam hal ini juga perlu adanya perhatian khusus dari instansi terkait seperti dinas pertanian jika dari pihak pemerintah, penyuluh, atau pun kelompok tani saling berkesinambungan maka apa yang diharapkan dapat tercapai. Kata Kunci : Kualitas Materi, Penyuluhan Pertanian, Kelompok Tani

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail