ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RIZQI ADI SAPUTRA, 2026. Analisis Koran Semiotik Cover Koran Online Tempo Edisi 1 Januari- 31 Januari 2025 (kajian semiotik). Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, Universitas Borneo Tarakan. (Dibimbing oleh Siti Fathonah, M.Pd. dan Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S, M.A). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam cover koran online Tempo edisi 1 januari 31 januari 2025 menggunakan pedekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus penelitian ini adalah mengindentifikasi serta menginterpretasikan tanda-tanda visual yang terdapat pada cover koran, yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yaitu ikon, indeks dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan observasi terhadap sampul koran Tempo dalam periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual pada cover koran Tempo tidak hanya berfungsi sebagai ilustrasi, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang mengandung makna tersirat terkait isu sosial, politik, dan buaya. Ikon digunakan untuk merepresentasikan objek secara langsung, indeks menunjukkan hubungan sebab-akibat atau konteks tertentu, sedangkan simbol mengandung makna yang dibentuk berdasarkan kesepakatan sosial. Melalui analisis semiotika peirce, ditemukan bahwa setiap cover koran memiliki pesan kritis yang disampaikan secara implisit melalui kombinasi gambar, warna, dan teks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cover koran online Tempo merupakan bentuk komunikasi visual yang efektif dalam membangun opini punlik dan menyampaikan kritik sosial. Dengan demikian, kajian semiotika dapat membantu pembaca memahami makna yang tersembunyi di balik representasi visual dalam media massa. Kata Kunci : Semiotika, Cover Koran, Tempo, Komunikasi Visual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan yang ditandai dengan kurangnya keterbukaan, empati, sikap suportif, perilaku positif, dan kesamaan (kesetaraan) dalam interaksi sosial. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimen menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 9 siswa kelas VIII yang dipilih melalui Teknik Simple Random Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan Skala Komunikasi Interpersonal yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data deskriptif menggunakan standarisasi interval teoritis, sedangkan analisis inferensial menggunakan uji Paired Sample T-Test melalui program SPSS versi 23.0. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya kenaikan nilai rata-rata kelompok secara signifikan, yaitu dari sebesar 114 pada saat pre-test meningkat menjadi 160 pada saat post-test. Lebih lanjut, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung = -16,120 dengan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari taraf kesalahan yang ditentukan (0,000 0,05), maka terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Penelitian ini membuktikan bahwa intervensi melalui peran dan diskusi dalam sosiodrama secara nyata mempercepat internalisasi etika interaksi sosial siswa. Kesimpulannya, penerapan teknik sosiodrama efektif secara signifikan terhadap peningkatan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan. Implikasi penelitian ini merekomendasikan guru Bimbingan dan Konseling untuk mengintegrasikan teknik sosiodrama secara inovatif dalam program layanan bimbingan di sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Kelurahan Pantai Amal Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang membantu pekerjaan orang tua sebagai pengikat rumput laut sepulang sekolah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak berlangsung melalui komunikasi interpersonal yang ditandai dengan pemberian nasihat, motivasi, perhatian, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Orang tua berupaya memberikan dukungan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu dan pendidikan. Namun, keterlibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua menyebabkan waktu belajar menjadi terbatas dan memengaruhi konsentrasi belajar anak. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan orang tua juga memengaruhi efektivitas komunikasi dalam memotivasi belajar anak. Secara umum, komunikasi diadik yang terjalin antara orang tua dan anak cukup baik dan berperan penting dalam membangun motivasi belajar anak di lingkungan keluarga
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran "Deep of Math" yang berbasis etnomatematika dengan memanfaatkan motif batik Kalimantan Utara. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya relevansi bahan ajar matematika terhadap konteks kejuruan dan budaya lokal, yang menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli serta angket respons guru dan peserta didik yang menggunakan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat validitas materi sebesar 75% dan validitas media sebesar 66%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 71% yang termasuk dalam kategori cukup valid. Penilaian guru terhadap modul memperoleh persentase sebesar 71,25%. Selanjutnya, uji coba terbatas yang melibatkan 15 peserta didik menghasilkan tingkat respons sebesar 79,83%. Berdasarkan gabungan respons guru dan peserta didik, modul memperoleh rata-rata tingkat kepraktisan sebesar 75,54% yang termasuk dalam kategori praktis. Modul ini mengintegrasikan materi barisan aritmetika dan geometri dengan motif batik Kalimantan Utara sehingga mampu menghadirkan konteks pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan minat peserta didik pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Dengan demikian, modul “Deep of Math” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat aktivitas pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This research aims to develop a learning module titled "Deep of Math," grounded in ethnomathematic principles and utilizing North Kalimantan batik motifs, because the limited relevance of mathematical instructional materials to vocational and local cultural contexts constitutes a substantive challenge in vocational secondary education within the Visual Communication Design specialization program. The research and development methodology utilized expert validation instruments and teacher and student response questionnaires employing a 4-point Likert scale. Data were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. Expert validation results demonstrated content validity of 75% and media validity of 66%, yielding an average of 71%, which is categorized as adequate. Teacher evaluation of the module yielded a rating of 71.25%. Subsequent limited trials involving 15 students produced a response rate of 79.83%. Based on aggregate responses from educators and learners, the module achieved an average practical utility rating of 75.54%, which is categorized as practically applicable. The module integrates arithmetic and geometric sequence content with North Kalimantan batik motifs, thereby establishing learning contexts more aligned with the characteristics and interests of students in the Visual Communication Design program. Consequently, the Deep of Math module is deemed both valid and practically functional as independent instructional material, although further development is necessary to strengthen learning activities that promote higher-order thinking skills.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, komunikasi, dan kompetensi terhadap kinerja ASN Kementrian Agama Kota Tarakan. Kinerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi, yang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh aspek psikologis dan nilai-nilai individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah ASN Kemenentrian Agama yang berlokasi di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 195 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kompetensi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan, kompetensi, komunikasi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada penguatan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang program pengembangan pegawai yang lebih holistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan. Penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan adil adalah landasan penting untuk memastikan keadilan, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pemerintah. Hal ini melibatkan tata kelola yang transparan dan akuntabel untuk memastikan keputusan dan kebijakan yang diambil berdasarkan prinsip-prinsip yang adil dan berkeadilan. Permasalahan adalah sebagai berikut: Urgensi Pembentukan Regulasi Terhadap Kontribusi Pelaksanaan Tata Kelola Pemerintahan yang Terbuka dan Akuntabel dan Regulasi Pemerintah Daerah Terhadap Kewajiban Pelaksanaan Dokumentasi dan Komunikasi dalam Rangka Keterbukaan Informasi Publik. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif. Bahwa urgensi pembentukan regulasi terhadap kontribusi pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan akuntabel adalah kebutuhan mendasar untuk menyediakan landasan hukum yang jelas, terpadu, dan operasional bagi setiap perangkat daerah dalam menjalankan kewajiban transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik. Regulasi yang kuat memastikan adanya standar yang seragam dalam pengelolaan informasi, dokumentasi, komunikasi, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi, sehingga mencegah terjadinya praktik administrasi yang tertutup, tidak terukur, atau tidak bertanggung jawab. Bahwa Regulasi Pemerintah Daerah terhadap kewajiban pelaksanaan dokumentasi dan komunikasi dalam rangka keterbukaan informasi publik adalah landasan normatif yang memastikan setiap perangkat daerah melaksanakan tugas dokumentasi, pengelolaan informasi, dan komunikasi publik secara terstruktur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Regulasi tersebut berfungsi menetapkan standar, prosedur, serta mekanisme koordinasi yang wajib dipatuhi, sehingga informasi publik dapat dihimpun, disimpan, disajikan, dan disebarluaskan secara tepat waktu, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran RODE dan Problem Based Learning pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Al Imam Asy-Syafi’i Tarakan, dengan kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen 1 yang diterapkan model pembelajaran RODE dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen 2 yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan komunikasi matematis yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon, uji Mann–Whitney, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa. Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Berdasarkan analisis N-Gain, kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata 0,8290 dengan kategori tinggi dan efektif, sedangkan kelas eksperimen 2 memperoleh nilai rata-rata 0,6107 dengan kategori sedang dan cukup efektif. Dengan demikian, model pembelajaran RODE lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi matematis siswa di MTs Al Imam Asy-Ayafi’I Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bimbingan kelompok untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa di SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Pre-Eksperimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif dan populasi siswa sebanyak 61 siswa. Menggunakan teknik sampling yaitu Porposive Sampling dengan jumlah sampel 8 siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis Paired Sample T-test menggunakan bantuan SPSS 31.0 For Windows. Hasil analisis deskriptif pada Pretest terhadap 8 sampel dalam dimemperoleh hasil rata-rata sebesar 21,625 dan Postteset memperoleh hasil sebesar 28,625. Pada hasil analisis data uji Paired Sample T-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,001 0,05 maka dikatan Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa di SMP Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari mengidentifikasi kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif yang dimiliki anak dengan gangguan autisme dengan menggunakan kajian psikolinguistik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif karena mendeskripsikan masalah-masalah yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa anak autisme serta gangguan komunikasi yang dialami anak dengan gangguan autisme. Objek pada penelitian ini anak dengan gangguan autisme bernama Al Parabi (AL) usia 18 tahun. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa Al anak dengan gangguan autisme memiliki kemampuan berbahasa ekspresif dan kemampuan berbahasa reseptif untuk tujuan komunikasi. Kemampuan berbicara Al mengalami kesulitan kognitif dan pemrosesan yang dimana Al mengalami kesulitalitan menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat yang terstruktur. Adapun komunikasi verbal yang dimiliki Al yaitu dapat melakukan komunikasi dua arah. Dan untuk kemampuan komunikasi non-verbalnya terkadang anak dapat melakukan komunikasi dengan kontak mata dan terganggu jika berkomunikasi terjadi sentuhan. Lemah kuatnya suara yang dikeluarkan sudah jelas dan dapat didengar orang lain, untuk kecepatan dalam berkomunikasi anak normal dan cukup baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi pada PT Idec Abadi Wood Industries di Kota Tarakan data diperoleh melalui observasi, penyebaran kuisioner, dan wawancara. Jumlah responden sebanyak 150 orang, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji t (parsial) yang diolah menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komunikasi tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, disiplin kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang mengindikasikan bahwa penerapan disiplin kerja yang konsisten lebih menentukan dalam mendukung capaian kinerja karyawan dibandingkan dengan faktor komunikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa kelas V SDN 008 Nunukan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang siswa yang dikategorikan berdasarkan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan di antara ketiga kategori siswa dalam memenuhi indikator kemampuan komunikasi matematis tertulis, dimana ketiga subjek memiliki kecenderungan mampu menuliskan serta menyajikan informasi matematis secara tertulis, akan tetapi siswa kategori sedang dan rendah tidak menuliskan informasi secara lengkap. Selain itu, meskipun seluruh subjek dapat menuliskan rumus yang sesuai dengan maksud soal, siswa kategori sedang dan rendah belum mampu menyelesaikan soal dengan benar. Pada tahap evaluasi, ketiga subjek juga masih menunjukkan keterbatasan, khususnya pada beberapa soal tertentu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi dan budaya organisasi terhadap kinerja kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tarakan. Latar belakang kajian berangkat dari fenomena penurunan efektivitas program kerja dan partisipasi kader, yang diduga dipengaruhi oleh dinamika komunikasi internal dan kekuatan budaya organisasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, sampel penelitian berjumlah 136 kader HMI yang pernah menjabat sebagai pengurus tingkat Komisariat atau Cabang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala likert yang diolah menggunakan SPSS versi 30. Hasil analisis menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kader, sementara komunikasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa internalisasi nilai, norma dan sistem regenerasi dalam HMI lebih efektif dalam mendorong kinerja dibanding aspek komunikasi struktural. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur organisasi non profit, khususnya dalam konteks gerakan kemahasiswaan berbasis nilai keislaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM) siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 60 siswa yaitu 30 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan 30 siswa kelas VIII-4 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data KKM menggunakan tes yaitu pretest dan posttest dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif berupa perhitungan rata-rata, analisis inferensial berupa uji normalitas menggunakan uji one-sample kolmogorov smirnov Test, uji homogenitas menggunakan uji F dan uji independent sample t-test menggunakan data N-Gain. Berdasarkan hasil uji one-sample kolmogorov smirnov test menunjukkan bahwa nilai Dhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Dtabel, sehingga menunjukkan bahwa data KKM siswa pada kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Selajutnya dilakukan uji homogenitas menggunakan uji F. Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Ftabel, sehingga data KKM siswa pada kedua kelas mempunyai varian yang bersifat homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung: 4,17 > ttabel : 1,67 pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan KKM antara kelas eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian terlihat bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata N-Gain kelas kontrol dengan masing-masing skor adalah 34,10 dan 20,57. Dari perbedaan skor rata-rata tersebut membuktikan bahwa adanya pengaruh dari model pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional dikarenakan kedua kelompok tersebut sama-sama menstimulasikan kemampuan komunikasi matematis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap KKM siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan..
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media sosial merupakan platform atau aplikasi berbasis internet yang menjadi-kan penggunanya untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan terhubung dengan orang lain. komputer, ponsel pintar, dan lain lain dengan bantuan jaringan seluler sebagai penghubungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media sosial dan apa saja dampaknya terhadap komunikasi siswa padaKelas V D SDN Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa dan 1 guru wali kelas, kemudian diambil 3 siswa untuk menjadi sampel. Dimana dipilih berdasarkan siswa yang memiliki ketertarikan, konsentrasi dan menikmati aktivitas serta siswa yang cenderung lebih banyak merasakan Penggunaan nya. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kuisioner kemudian peneliti melakukan observasi ter-hadap subjek dan dikonfirmasi dengan wawancara oleh subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan media sosial terhadap komunikasi pada siswa kelas V D SD Negeri Utama 2 Tarakan yaitu untuk menambah teman, se-bagai sarana belajar, untuk melupakan seseorang, menghilangkan rasa bosan, mampu meningkatkan dan melatih kefokusan siswa serta membuat siswa men-jadi lupa waktu. (2) dampak positif siswa kelas V D SD Negeri Utama 2 Tara-kan dalam menggunakan media sosial terhadap komunikasinya ialah menjaga ucapan dengan baik, mengucapkan kata maaf, mendengarkan teman berbicara, berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak bertele tele. (3) dampak negatifnya siswa cenderung mengganggu teman, membully secara ver-bal, emosional, dan siswa juga dengan mudah untuk berbicara kotor kepada te-mannya. Kata Kunci : Dampak, Penggunaan, Media Sosial, Komunikasi Social media is an internet-based platform or application that facilitates interaction, information exchange, and connectivity among users. Computers, smartphones, and other devices utilize cellular networks to establish a connection. The purpose of the research was to describe the use of social media and its impact on student communication in grade V of SDN Utama 2 Tarakan. The type of research used was descriptive qualitative. The research subjects were 24 students and 1 teacher, then 3 students were taken as samples. The selection of students was based on the interest, concentration and enjoy activities and students who tend to feel more use. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews with the subjects. The results of the research showed that (1) the use of social media on communication in class V-D students of SDN Utama 2 Tarakan is to add friends, to learn, to forget someone, to eliminate boredom, to improve and train student focus and make students forget time. (2) the positive impact of class V-D students of SDN Utama 2 Tarakan in using social media on their communication is to maintain good speech, say sorry, listen to friends speak, communicate with language that is easy to understand and not long-winded. (3) the negative impact is that students tend to disturb friends, bully verbally, emotionally, and students also easily talk dirty to their friends.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan posttest-only design with nonequivalent groups. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan uji kesetaraan menggunakan uji anava satu jalur. Tujuan dari uji kesetaraan adalah untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok populasi yang digunakan setara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 61 siswa yaitu 30 siswa kelas IX-9 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas IX-7 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yaitu posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji anava satu jalur diperoleh nilai Fhitung : 6,629159 > Ftabel : 4.003983. Selanjutnya dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) lebih berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dian Meirzha Alifah Anugrah, 2025. Penerapan Teknik Sosiodrama dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Pembimbing utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd. Pembimbing kedua Nurul Fadilah, S.Pd.I.,M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik sosiodrama dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang terjalin antara dua individu atau lebih yang didalamnya terjadi hubungan yang jelas. Komunikasi umumnya terjadi secara tatap muka dimana salah satu individu menjadi komunikator yakni pemberi pesan kepada komunikan atau penerima pesan dan terjadi umpan balik dalam bentuk tanggapan tanggapan atas pesan yang disampaikan. Dalam rangka memenuhi capaian keberhasilan dalam pendidikan maka diperlukan kemampuan komunikasi interpersonal ini. Teknik sosiodrama menjadi salah satu upaya untuk mengatasi hambatan komunikasi interpersonal dengan membantu siswa agar mampu memahami dan mengantisipasi permasalahan sosial yang timbul dari hubungan antar manusia melalui teknik bermain peran. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design, dengan populasi sebanyak 296 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 13 siswa. Teknik analisi hasil uji hipotesis dengan paired sample t-test yang diperolah Ha diterima dan Ho ditolak dikarenakan nilai signifikasi 0,000 0,05 dan nilai hitung 14.721 > 2.064 sehingga ada pengaruh teknik sosiodrama dalam meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa setelah menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) beserta efektivitasnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan awal siswa adalah 49. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 76 setelah penerapan model pembelajaran GI. Hasil perhitungan uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa t_hitung= 17,117 > t_tabel= 1,699 yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran GI terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Selanjutnya, tingkat efektivitas model pembelajaran GI dilihat dari hasil rata-rata n-gain sebesar 0,58 yang masuk pada klasifikasi sedang. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 58% yang menunjukkan cukup efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa telah mencapai minimal ketuntasan yang diharapkan dalam penelitian. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) “cukup efektif” terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa menjadi lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Komunikasi merupakan kegiatan yang dipergunakan sehari hari dalam kehidupan. Komunikasi memiliki peranan penting didalamnya dan komunikasi didalam kehidupan merupakan hal yang tidak dapat kita hindari, khususnya untuk para individu pada masa penyesuaian atau peralihan. Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling bertujuan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal agar siswa dapat berkomunikasi dengan baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan instrumen penelitian menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman, 2014). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat tiga upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan komunikasi interpersonal yaitu dengan upaya memberikan layanan klasikal, pencegahan dengan pemberian layanan klasikal secara rutin guna meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi serta mengantisipasi terjadinya penurunan terhadap siswa, dan penanganan dengan pemberian bimbingan individual, hal tersebut dilakukan jika siswa yang telah mengikuti bimbingan tidak menujukan perubahan yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran RODE (Read, Outline, Discussion, Evaluation) terhadap keterampilan komunikasi matematika siswa SMP pada materi penyajian data. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTs Negeri Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling sehingga diperoleh sampel pada penlitian ini 60 siswa yaitu 30 siswa kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas VII-E sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data keterampilan komunikasi matematika siswa menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal uraian dengan soal yang berbedabeda. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji independent sample t test (Uji t). Berdasarkan hasil analisis data akhir posttest diperoleh nilai t hitung 4,503 dengan t tabel sebesar 1,671 karena t hitung ≥ t tabel dengan nilai signifikansi 5%. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes keterampilan komunikasi matematika siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran RODE (Read, Outline Discussion, Evaluation) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes keterampilan komunikasi matematika siswa di kelas yang menggunakan model konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran RODE (Read, Outline, Discussion, Evaluation) terhadap keterampilan komunikasi matematika siswa SMP pada materi penyajian data.