Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

26 hasil
Subjek: Upaya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI UPAYA GURU DALAM MENGATASI GEJALA KESULITAN BELAJAR IPA SISWA KELAS VII

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gejala kesulitan belajar IPA masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kondisi tersebut mendorong guru untuk melakukan berbagai upaya agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan lebih baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VII. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive dan terdiri atas dua orang guru IPA kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning, menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, membentuk kelompok belajar heterogen dan menerapkan tutor sebaya, memberikan pembelajaran remedial, melakukan pendekatan individual kepada siswa, serta memberikan motivasi belajar untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep IPA, kurang aktif dalam pembelajaran, dan memperoleh hasil belajar yang rendah. Namun, dalam pelaksanaannya guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, rendahnya motivasi belajar sebagian siswa, dan kondisi kelas yang kurang kondusif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru telah melakukan enam upaya dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa kelas VII. Upaya-upaya tersebut membantu siswa dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, motivasi belajar, dan kondisi kelas yang kurang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM MENGATASI LEARNING LOSS SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 11 SMAN 1 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Jaksa Penuntut Umum Dalam Persidangan Menghadapi Pencabutan Berita Acara Pemeriksaan Terdakwa Pencurian (Studi Kasus: 225/Pid.B/2024/PN.Tar).

2026•

Penelitian ini membahas fenomena pencabutan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa saat persidangan, khususnya perkara pencurian. Pencabutan keterangan yang sebelumnya diberikan pada tahap penyidikan merupakan persoalan yang kerap dijumpai dalam praktik peradilan, namun tidak adanya pengaturan hukum secara tegas pada sistem hukum acara pidana Indonesia. Kekosongan norma dapat memunculkan celah hukum dimana bisa dimanfaatkan terdakwa untuk menghindari pertanggungjawaban pidana. Permasalahan yang diteliti meliputi pengaturan hukum terkait pencabutan BAP berdasarkan ketentuan KUHAP, serta upaya Jaksa Penuntut Umum (JPU) ketika membuktikan dakwaan terhadap terdakwa yang mencabut BAP, sebagaimana tercermin dalam perkara nomor 225/Pid.B/2024/PN.Tar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, dengan mengkaji regulasi hukum, peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, buku, jurnal, serta sumber relevan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa KUHAP belum memiliki pengaturan khusus mengenai pencabutan BAP, namun Pasal 52, 56, 117, 163, 187, dan 188 KUHAP secara terpadu membentuk kerangka hukum yang dapat diterapkan. Upaya JPU dalam menghadapi pencabutan BAP dilakukan secara sistematis melalui penghadiran saksi verbalisan, pengoptimalan keterangan saksi yang saling bersesuaian, pengajuan alat bukti surat, pembangunan alat bukti petunjuk dari fakta persidangan, serta pendayagunaan keterangan terdakwa yang bersifat kontradiktif. Pendekatan ini selaras dengan asas pembuktian negatif-wettelijk sebagaimana diatur dalam Pasal 183 KUHAP, yang mensyaratkan minimal dua alat bukti yang sah disertai keyakinan hakim. Dalam perkara ini, seluruh syarat tersebut terpenuhi meskipun BAP telah dicabut oleh terdakwa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya preventif dan pertanggungjawaban pidana terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dalam tindak pidana penjudian daring

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Upaya hukum preventif terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana perjudian dalam jaringan, dan Pertanggungjawaban pidana anak yang terlibat sebagai pelaku tindak pidana perjudian dalam jaringan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, upaya hukum preventif dilakukan melalui pemblokiran situs perjudian daring oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Judi Online, program literasi digital, serta keterlibatan lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat. Upaya preventif bersifat komprehensif, meliputi regulasi hukum, edukasi, pengawasan, serta pembinaan lingkungan sosial yang kondusif bagi anak. Kedua, pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku tindak pidana perjudian daring diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Anak tetap dapat dimintai pertanggungjawaban hukum apabila berusia 12–18 tahun, namun mekanisme penyelesaian lebih menekankan pada prinsip keadilan restoratif dan diversi. Tujuannya adalah melindungi hak-hak anak agar tetap dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi positif dalam masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlibatan anak dalam tindak pidana perjudian daring tidak hanya dapat dilihat dari sisi hukum pidana semata, melainkan juga akibat dari lemahnya literasi digital, pengawasan keluarga, serta celah regulasi. Oleh karena itu, strategi penanggulangan harus melibatkan pendekatan multidimensi yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child) sebagai prioritas utama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Penanggulangan Dampak Kapasitas Berlebih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kapasitas berlebih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan serta untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menanggulangi dampak kapasitas berlebih. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi lapangan, serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama terjadinya kapasitas berlebih adalah tingginya angka tindak pidana narkotika, kebijakan pemidanaan yang dominan menjatuhkan pidana penjara, tingginya tingkat residivis, serta keterbatasan sarana dan sumber daya manusia di Lembaga pemasyarakatan. Dampak yang ditimbulkan termasuk penurunan kualitas pembinaan, meningkatnya konflik antar narapidana, potensi prisonisasi, serta terganggunya hak-hak dasar warga binaan, khususnya di bidang kesehatan dan hunian. Adapun upaya penanggulangan yang dilakukan mencakup pemberian program pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, penerapan keadilan restoratif untuk tindak pidana ringan, serta penguatan pembinaan kepribadian dan kemandirian narapidana. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menyarankan perlunya reformasi kebijakan pemidanaan, peningkatan kualitas rehabilitasi khusus bagi kasus narkotika, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam rangka mengurangi dampak kapasitas berlebih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Pencabutan Keterangan Berita Acara Pemeriksaan Di Muka Persidangan Dalam Hukum Acara Pidana (Studi Putusan Nomor 5/Pid.Sud/2023/PN.Tar)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas aspek penting dalam proses peradilan, Putusan hakim merupakan putusan yang sangat penting dalam penyelesaian suatu perkara dipersidangan untuk memperoleh kepastian hukum proses peradilan. Kekuasaan kehakiman bersifat bebas guna menegakan hukum dan keadilan, akan tetapi kebebasan hakim bukanlah bebas sebebas-babasnya namun tetap dibatasi oleh aturan dan norma. misalnya dalam Putusan nomor 5/Pid.Sus/2023/PN.Tar. Dalam persidangan sering dijumpai para saksi atau terdakwa mencabut keterangan yang diberikan dalam pemeriksaan penyidikan (Polisi). Ada banyak alasan yang sering digunakan, dan pencabutan boleh dilakukan disaat sidang pengadilan berlansung, dengan alasan yang logis. Permasalahan yang diteliti adalah untuk mengetahi upaya jaksa penuntut umum dakwaan terhadap pencabutan keterangan di muka persidangan, Jaksa meminta menghadirkan saksi Verbalisan dan bukti-bukti lainnya, dan untuk mengetahui pertimbangan hakim bagi terdakwa yang mencabut keterangan di muka persidangan dalam putusan nomor 5/Pid.Sus/2023/PN.Tar. Hakim harus cermat dan teliti dalam persidangan dan mempertanyakan apa penyebab pencabutan keterangan dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian normatif yaitu dilakukan dengan mengumpulkan data dilakukan dengan cara kepustakaan, yang dimana penulis melakukan indentifikasi dengan melakukan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan objek penelitian. Setelah data diperoleh penulis menganalisis secara yuridis normatif data yang diperoleh terhadap objek kajian penelitian. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyimpulkan bahwa kekuatan pembuktian BAP menjadi satu kesatuan dengan berkas penyidikan dan akhirnya kemudian dilimpahkan ke pengadilan negeri untuk melakukan persidangan, telah menjadi alat bukti keterangan surat. bahwa pencabutan BAP di depan persidangan dalam putusan nomor 5/Pid.Sus/2023/PN.Tar. Ternyata tidak mempengaruhi keputusan hakim untuk menghukum terdakwa, sebab majelis hakim memiliki pertimbangan pencabutan BAP tidak memiliki alasan yang kuat dan perbuatan terdakwa juga dikatagorikan kejahatan luar biasa.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal SIswa Di SMA Negeri 2 Tarakan

2024•

Komunikasi merupakan kegiatan yang dipergunakan sehari hari dalam kehidupan. Komunikasi memiliki peranan penting didalamnya dan komunikasi didalam kehidupan merupakan hal yang tidak dapat kita hindari, khususnya untuk para individu pada masa penyesuaian atau peralihan. Upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling bertujuan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal agar siswa dapat berkomunikasi dengan baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan instrumen penelitian menggunakan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Miles dan Huberman, 2014). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat tiga upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan komunikasi interpersonal yaitu dengan upaya memberikan layanan klasikal, pencegahan dengan pemberian layanan klasikal secara rutin guna meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi serta mengantisipasi terjadinya penurunan terhadap siswa, dan penanganan dengan pemberian bimbingan individual, hal tersebut dilakukan jika siswa yang telah mengikuti bimbingan tidak menujukan perubahan yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi Upaya Guru Dalam Memberikan Motivasi Belajar Siswa Pada Kelas IV di SDN 007 Lumbis Ogong

2024•

DESKRIPSI UPAYA GURU DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KELAS IV DI SDN 007 LUMBIS OGONG ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan upayaiyang idilakukan ioleh iguru idalam memberikan imotivasi ibelajar isiswa pada kelas IV di SDN 007 Lumbis Ogong. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan sekunder dengan informan kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru di SDN 007 Lumbis Ogong telah menerapkan upaya guru dalam memberikan motivasi belajar pada siswa melalui proses (1)memberikan nilai/angka pada buku tugas siswa, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester lalu nilainya digabungkan untuk menetukan nilai akhir di rapot siswa. (2)Kompetisi dan persaingan yang bersifat positif kepada siswa berupa kompetisi secara individu maupun kelompok. (3)Memberikan hadiah kepada siswa yang mendapatkan rangking 3 besar saat pembagian raport. (4)Memberikan ulangan kepada siswa untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa memahami materi yang telah guru ajarkan berupa ulangan harian, penilaian tengah semester penilaian akhir semester. (5)Evaluasi hasil belajar adapun yang diberikan berupa memberikan tugas-tugas sederhana yang diselesaikan siswa selama satu semester. Tugas-tugas yang diberikan meliputi ulangan harian dan hasil portofolio. (6)Memberikan hukuman kepada siswa yang melanggar aturan di sekolah, hukuman yang diberikan berupa memberikan tugas tambahan, memungut sampah, membersikan ruangan kelas dan lingkungan sekolah. (7)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajar yang di alaminya, guru membantu siswa untuk menyelesaikan permasalahan yang siswa alami serta mengarahkan siswa untuk memahami materi yang sulit. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh peneliti bahwa guru telah memberikan motivasi belajar selama proses pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tindak Pidana Pencabulan Anak Dalam Perspektif Viktimologi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah permasalahan dalam masyarakat yaitu tindak pidana pencabulan anak yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan anak sebagai korban tindak pidana pencabulan serta juga bagaimana upaya perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana pencabulan. Skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif dengan mengkaji sumber hukum primer, bahan hukum primer, dan bahan hukum tersier dan dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah anak sebagai korban tindak pidana pencabulan memiliki peran yang aktif yang mendorong dirinya menjadi korban dengan menimbulkan rasangan sehingga terjadi kejahatan terhadap dirinya dan ada pula yang berperan pasif yang tidak berbuat apa-apa akan tetapi dengan sikapnya justru mendorong dirinya menjadi korban sehingga terjadi kejahatan terhadap dirinya yang memiliki sifat dan karakter yang cenderung lemah fisik dan daya fikirnya. Adapun yang menjadi faktor pemicu seorang anak menjadi korban tindak pidana pencabulan terkait dengan peranannya dipengaruhi oleh dengan cara berpakaian, mudah dirayu, mudah diiming-imingi, dan mudah berkomunikasi dengan orang lain sehingga anak menjadi korban tindak pidana pencabulan. Adapun upaya perlindungan hukum yang diberikan yaitu adalah pendampingan rehabilitasi, merahasiakan identitas sikorban pemberian bimbingan atau konseling, serta pemulihan fisik maupun mental pada korban tindak pidana pencabulan terhadap anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Perundungan di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perundungan di Sekolah MAN Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara yang dilakukan di SMPN 1 Malinau Barat dengan melibatkan 1 guru bimbingan dan konseling, serta analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perundungan (bullying) merupakan tindakan agresif, baik secara berulang kali, dan terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban. Dampak perundungan (bullying) bagi pelaku dan korban diantaranya pelaku bullying mempunyai empati yang minim dalam interaksi terhadap sosial. Bukan hanya empatinya saja yang bermasalah tapi juga perilakunya pun tak normal. Perilaku yang hiperaktif dan pro-sosial saling berkaitan dengan tindakan pelaku bullying terhadap lingkungan disekitarnya. Pelaku bullying memiliki tingkat gangguan kesehatan mental terutama gejala emosional yang lebih tinggi dibandingkan dengan korban bullying. Hal ini dapat terjadi dari berbagai faktor yaitu, faktor keluarga, faktor teman sebaya dan faktor media massa. Upaya mengatasi tindakan bullying pada anak yang paling utama yaitu memberikan kasih sayang, kepercayaan, dan melibatkan baik pelaku dan korban. Bukan itu saja diperlukannya kerjasama antara sekolah, guru, dan orang tua untuk mengatasi tindakan bullying terhadap anak

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Di SMPN 13 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ririn Astria, 2024, “Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar siswa di SMPN 13 Tarakan”. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing utama Nurul Fadilah, S.Pd.I., M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku pembimbing anggota. Kemandirian belajar merupakan proses perancangan dan pemantauan diri yang seksama terhadap proses kognitif dan afektif dalam menyelesaikan suatu tugas akademik. Sebagai proses belajar yang terjadi karena pengaruh dari pemikiran, perasaan, strategi, dan perilaku sendiri yang berorientasi pada pencapaian tujuan. Permasalahan terkait kemandirian belajar siswa di SMPN 13 Tarakan seperti, terdapat beberapa siswa yang tidak bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan terdapat juga siswa yang tidak mampu mengikuti selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMPN 13 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara kepada satu guru bimbingan dan konseling dan satu wali kelas VIII. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kemandirian belajar siswa menjadi tanggungjawab guru bimbingan dan konseling. Hal ini diketahui bahwa guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 13 Tarakan melakukan identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, pemberian bantuan, evaluasi dan tindak lanjut ketika terdapat siswa yang mengalami permasalahan terkait kemandirian belajar. Selain itu, guru BK memberikan layanan konseling kelompok dan konseling individual kepada siswa dan membawa perubahan baik dirinya, hingga tujuan dari penelitian ini tercapai, yaitu untuk membantu siswa dalam kemandirian belajar siswa disekolah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 14 Tarakan

2024•

Dalam proses pembelajaran tidak lepas dari adanya hambatan-hambatan dan kesulitan belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu, upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa sangat penting bagi guru untuk dijadikan masukan untuk memperbaiki proses mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 di SMPN 14 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study) menggunakan instrumen lembar wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam peneletian ini salah satu guru IPA dan siswa kelas VIII-1 yang dipilih dengan cara purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada hasil penelitian ini ditemukan hasil yaitu terdapat gejala kesulitan belajar pada siswa diantaranya hasil belajar rendah, usaha yang dilakukan tidak sesuai dengan hasil yang dicapai, dan tingkah laku yang lain dari pada temannya. Adapun upaya yang guru lakukan diantaranya memberikan motivasi, menjelaskan kembali materi, remedial, dan melakukan bimbingan individu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU BK DALAM MENGATASI KEDISIPLINAN SISWA SMA NEGERI 2 TARAKAN KELAS XII BAHASA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ilham Maulana, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru BK dalam mengatasi kedisiplinan di SMA N 2 Tarakan kelas XII Bahasa. Kedisiplinan merupakan suatu sikap, tingkahlaku dan perbuatan siswa yang secara sadar melakukan aktifitas di sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Upaya guru BK dalam mengatasi kedisiplinan, adapaun upaya preventif yang dilakukan terkait dengan tindakan pengendalian untuk mencegah ketidakdisiplinan, dan upaya kuratif terkait tindakan yang dilakukan guru BK setelah pelanggaran kedisiplinan terjadi, serta tindakan berupa pemberian sanksi kepada siswa yang melanggar kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan datanya, subjek primer yang datanya akan diambil adalah guru BK yang dipilih berdasarkan subjek yang mewakili, sedangkan untuk subjek sekundernya diambil secara non-random yaitu wali kelas yang banyak terlibat dalam proses kegiatan yang guru BK lakukan dan siswa kelas XII yang pernah mendapatkan layanan BK terkait masalah kedisiplinan. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi yang dilakukan, diketahui bahwa guru BK telah berperan dengan melakukan pemberian layanan bimbingan klasikal konseling kelompok dan konseling individu kepada siswa yang melanggar kedisiplinan. setelah pemberian layanan guru BK melakukan pendampingan kepada siswa dengan kurun waktu yang tidak terbatas dalam bentuk pemantauan dan pengawasan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Narkotika Yang Dilakukan Oleh Anak

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Narkotika merupakan zat berbahaya yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Narkotika telah menyebar luas di berbagai negara, pelaku penyalahgunaan narkotika bukan hanya dari kalangan dewasa melainkan sering juga terjadi pada anak, jikalau kejahatan narkotika terus berkembang maka akan sangat berbahaya bagi kesejahteraan negara terkhususnya jika narkotika tersebut terjadi pada kalangan anak karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Dengan adanya permasalahan ini maka masyarakat harus mengetahui faktor-faktor mengapa penyalahgunaan narkotika tersebut terjadi di lingkungan masyaratkat. Selain itu masyarakat juga harus mencegah dan melakukan penanggulangan bagi pelaku yang telah melakukan pelanggaran tindak pidana narkotika tersebut. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian hukum normatif. Dengan menggunakan 2 pendekatan yakni pendekatan Undang-Undang (statute approach) pada dasarnya dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan permasalahan (isu hukum) selanjutnya pendekatan konseptual (conceptual approach) adalah pemahaman terhadap pandangan atau doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum dapat menjadi pijakan untuk membangun argumentasi hukum ketika menyelesaikan permasalahan (isu hukum) yang sedang dihadapi. Bahwa upaya pencegahan terhadap kasus penyalahgunaan narkotika terhadap anak bahwasannya semua masyarakat tanpa terkecuali harus melakukan pencegahan dengan cara mengedukasi anak sejak dini tentang bahaya narkotika, mengadakan sosialisasi, mengajarkan ilmu agama agar iman anak menjadi kuat untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama. Bahwa upaya penanggulangan hukum tindak pidana penyalahgunaan narkotika, sangat berkaitan dengan kepentingan pengobatan anak atau biasa disebut upaya rehabilitasi terhadap pengguna narkotika harus diterapkan kepada korban sekaligus pengguna narkotika karena adanya hal ini maka perlahan kondisi anak akan pulih dari kecanduan tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 7 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 7 TARAKAN ABSTRAK Friska,1840606063. ”Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Negeri 7 Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ni Made Diah Padmi,S.Pd., M.Pd selaku pembimbing utama dan Nisa Ariantini, M.Pd sebagai pembimbing anggota. Dalam pergaulan dengan teman sebaya ada beberapa peserta didik yang takut berinteraksi dengan lawan jenis ada juga yang minder dengan keadaan fisik dan ada juga yang kurang percaya diri saat harus berinteraksi dengan teman yang belum dikenal. Beberapa permasalahan belum bisa mengaktualisasikan potensi dirinya dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMPN 7 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sejumlah satu orang guru bimbingan dan konseling dan tiga siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang diberikan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan memberikan layanan bimbingan klasikal dengan tahapan yaitu persiapan. Guru bimbingan dan konseling mendapatkan jadwal masuk kelas, mempersiapkan materi, menyiapkan RPL, kemudian tahap pelaksanaan yaitu tahap pendahuluan, tahap inti, tahap akhir dan tahap evaluasi dan tindak lanjut. Metode guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan teknik diskusi, dengan melalui tahapan pada bimbingan klasikal sebagai upaya penangan masalah yang dialami siswa yang menggangu keefektifan dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS V DI SDN 037 TARAKAN

2023•

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam pembentukan kembali karakter disiplin siswa kelas V Di SDN 037 Tarakan yang telah menurun pada pembelajaran covid-19. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan karakter disiplin siswa yang tampak di SDN 037 Tarakan dengan beberapa bentuk upaya guru yaitu : 1) Upaya guru sebagai pendidik dan pengajar. Membentuk kebiasaan baru pada siswa dengan menanamkan, mengingatkan dan mengajarkan secara bertahap pada siswa; 2) Upaya guru sebagai model dan teladan. Dengan memberi contoh baik kepada siswa yaitu tentang disiplin waktu, berpakaian serta berbicara yaang baik dan sopan; 3) Upaya guru sebagai motivator. Dengan dorongan dan arahan kepada siswa dalam bentuk nasehat baik, perhatian kepada siswa, dan memberikan contoh secara langsung; 4) Upaya guru sebagai pembimbing dan evaluator. Dengan membimbing dan mampu memahami siswa, membangun komunikasi dengan orangtua. Adapun Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pembentukan karakter disiplin siswa kelas V yang berasal dari Diri siswa, Keluarga dan Lingkungan sekitar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA TARAKAN

2023•

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di kantor BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah metode wawancara yang menggunakan data primer. sedangkan informan dalam penelitian ini dengan informan Utama yaitu Kepala Sub Kooordinator Sunnid Penilai Pemerintah Ahli Muda. Hasil penelitian adalah ini untuk mengatahui upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD di Kota Tarakan yaitu dengan cara meningkatkan komitmen stakeholder internal, melakukan monitoring rutin dan evakuasi, Menyelenggarakan sistem komputerisasi penerimaan dareah, Melakukan Sosialiasai dan Penyuluhan, Berkerjasama dengan antar Instansi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan ruang terbuka publik (studi kasus taman berkampung)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam penyediaan ruang terbuka publik. Hasil dari penelitian ini mrnunjukkan bahwa masyarakat Kota Tarakan memahami mengenai upaya pemerintah dalam menyediakan ruang terbuka publik dalam hal ini taman berkampung dengan nilai persentase sebesar 58% menjawab Ya dan yang menjawab Tidak sebesar 42%, dan untuk masyarakat Kota Tarakan yang berkunjung di Taman Berkampung menilai bahwa upaya pemerintah dalam menyediakan ruang terbuka publik sudah maksimal berdasarkan hasil penyebaran kuesioner indikator penilaian, persentase masyarakat menilai / menjawab Ya sebesar 81% dan menilai / menjawab Tidak sebesar 19%, serta masyarakat Kota Tarakan yang berkunjung di Taman Berkampung menerima jika adanya perbaikan dalam upaya pemerintah dalam menyediakan Ruang Terbuka Publik. Dengan nilai persentase menerima sebesar 81% dan Tidak menerima sebesar 19%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru dalam Meningkatkan Pendidikan Karakter Moral Pada Siswa Kelas IV di SDIT Al-Mustaqim Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan pendidikan karakter moral pada siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Data ini menggunakan teori Miles dan Huberman dengan urutan langkah-langkah pertama reduksi data mencatat fenomena yang ada di lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumen, kedua penyajian data penelitian dalam bentuk narasi, dan ketiga penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya peran guru dalam meningkatkan Pendidikan karakter moral pada siswa kelas IV SDIT Al-Mustaqim Tarakan. Peran guru dilakukan dengan berbagai macam penanganan, peran guru tersebut ialah sebagai pengelola kelas dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di dalam kelas, sebagai fasilitator dengan menyediakan fasilitas belajar seperti sarana dan prasarana yang baik, sebagai motivator dengan memberikan motivasi belajar untuk meningkatkan semangat belajar siswa, sebagai demonstrator dengan memperagakan atau mencontohkan bentuk pendidikan karakter moral yang baik, sebagai pembimbing dengan memberikan nasihat yang baik kepada siswa, dan sebagai evaluator dengan memberikan penilaian sikap kepada siswa. Adapun beberapa upaya yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan Pendidikan karakter moral siswa pada nilai karakter disiplin dengan mencontohkan datang tepat waktu ke sekolah dan saat jam mengajar di dalam kelas, demokratis melalui pemilihan ketua kelas serta memecahkan masalah secara musyawarah, bersahabat/komunikatif dan cinta damai dapat diterapkan dengan belajar secara kelompok dan peduli sosial dengan memberikan nasihat untuk memiliki rasa peduli sosial ke teman dan orang lain agar siswa dapat memiliki moral yang dipandang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Membantu Penyesuaian Diri Siswa Di SMP Negeri 5 Tarakan

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru bimbingan dan konseling membantu penyesuaian diri siswa dalam belajar di SMP Negeri 5 Tarakan. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskripsi. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang yaitu satu guru Bimbingan dan Konseling dan dua siswa SMP Negeri 5 Tarakan kelas IX dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam membantu penyesuaian diri siswa dilakukan melalui layanan klasikal dengan tahapan-tahapan perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap inti, tahap penutup dan tahap evaluasi. Isi layanan klasikal mencakup pemberian informasi, motivasi dan arahan dalam hal mengatasi kesulitan dan kegagalan dalam belajar siswa, mendorong siswa rajin mengerjakan tugas, membentuk kepercayaan pengembangan diri siswa dan mendorong siswa membangun hubungan dengan teman sebaya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail