ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Konseling kelompok merupakan suatu proses konseling yang dilakukan dalam situasi kelompok, dengan para anggota kelompok yang telah diseleksi memiliki permasalahan yang sama. Tujuannya untuk menawarkan bantuan dan menyadarkan para peserta didik atau anggota kelompok bahwa ada orang lain yang mengalami tantangan serupa, agar harapannya para peserta didik mampu saling support dalam memecahkan solusi terbaik mereka untuk merubah perilakunya menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 1 guru BK sebagai informan utama, sedangkan informan pendukung terdiri dari 1 orang peserta didik. Teknik pengumpulan datanya dengan melakukan wawancara dan dokumentasi, adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif. Berikut langkah-langkah analisis data, yaitu Reduksi Data, Display data, Verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian tentang pelaksanaan layanan konseling kelompok dalam menangani Learning Loss siswa di SMA Negeri 4 Tarakan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaannya melalui tahapan-tahapan dimulai dari pra konseling, tahap pemulaan, tahap transisi, tahap kerja, tahap akhir dan pasca konseling. Pelaksanaan layanan konseling kelompok yang dilakukan guru BK mencakup pemberian informasi, motivasi dan arahan dalam hal menangani Learning Loss.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Learning loss perlu segera ditangani untuk memulihkan pembelajaran agar dapat berjalan kembali seperti semula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi recovery learning yang dilakukan guru SMP dalam mengatasi learning loss yang terjadi pada mata pelajaran Matematika. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian diwujudkan dalam bentuk tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan tema-tema tersebut diperoleh beberapa strategi yang dilakukan guru untuk membantu siswa mengatasi learning loss yang terjadi pada mata pelajaran Matematika. Strategi-strategi tersebut, yaitu 1) Membantu siswa memperkuat materi dasar, 2) Menyesuaikan jam pelajaran, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, dan 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Hasil penelitian merekomendasikan strategi pembelajaran yang dilakukan guru SMP dalam mengatasi learning loss yang terjadi pada mata pelajaran Matematika agar siswa dapat pulih dari kehilangan belajar akibat pandemi Covid-19 dan mampu meningkatkan semangat belajar siswa agar terlahir siswa-siswa yang berprestasi, kompetitif, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam berkompetisi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Husnul Adhawiyah. 2023. Studi Kasus Tentang Learning Loss Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 10 Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023 oleh Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si selaku pembimbing utama dan Nazwa Manurung, M.Psi.,Psikolog selaku pembimbing anggota. Learning loss merupakan suatu kondisi pada anak yang muncul karena adanya kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran. Kasus learning loss menjadi hambatan pada proses belajar anak yang menyebabkan tidak adanya motivasi belajar pada diri anak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan learning loss pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari satu orang siswa yang mengalami kasus learning loss yaitu informan F. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran learning loss disebabkan oleh adanya rasa malas, kehilangan semangat belajar yang ditandai dengan kelelahan atau kebosanan dalam belajar, motivasi belajar yang kurang karena tidak fokus dalam memperhatikan pelajaran, ketergantungan terhadap bantuan orang lain karena selalu menyontek dan meminjam barang teman juga kurangnya dukungan dari keluarga. Sehingga dampak yang ditimbulkan siswa mengalami penurunan kemampuan dalam membaca dan menghitung, hilangnya keterampilan dan pengetahuan yang dipelajari sebelumnya seperti tidak pernah mengulang kembali pelajaran yang telah diberikan dan penurunan nilai ujian atau prestasi hasil belajar seperti hasil rapor di bawah nilai KKM. Adapun penanganan yang dilakukan guru BK disekolah untuk mengurangi learning loss yaitu memberikan bimbingan remedial, pemberian nasehat dan teguran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan math learning loss yang dihadapi siswa Akuntansi Kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan serta mendeskripsikan proses mitigasi terhadap math learning loss pada Siswa Akuntansi Kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam hal penentuan subjek lokasi, sampel serta sumber data dalam penelitian ini digunakan teknik purposive sampling. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah melakukan pengumpulan data maka dilakukan analisis data dengan cara mereduksi data, kemudian menyajikan data dan setelah itu melakukan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan analisis dokumentasi terhadap indikator perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, kemampuan pemahaman matematis dan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa terjadi math learning loss pada siswa akuntansi kelas XI di SMK Negeri 1 Tarakan. Pihak sekolah juga telah melakukan mitigasi terhadap dampak math learning loss yaitu dengan mengikuti pelatihan-pelatihan oleh guru, perpanjangan waktu belajar dan pemberian penguatan materi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN DARING DAN LURING TERHADAP LITERASI SAINS (STUDI KASUS LEARING LOSS) SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran daring dan luring terhadap literasi sains studi kasus learning loss siswa SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan pengukuran Nature of Science Literacy Test (NOSLiT) dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA dan guru mata pelajaran biologi kelas X dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan nilai persentase kemampuan literasi sains pada indikator penamaan ilmiah sebesar 41,12%, pada indikator kemampuan keterampilan proses sebesar 30,17%, pada indikator kaidah bukti saintifik sebesar 59,95%, pada indikator postulat sains sebesar 54,92%, pada indikator disposisi ilmiah sebesar 47,87% dan pada indikator miskonsepsi utama tentang sains sebesar 34,59%. Nilai rata-rata persentase kemampuan literasi sains siswa sebesar 44,77% dari 132 siswa dikategorikan rendah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan menujukkan bahwa terdapat dampak pembelajaran daring dan luring terhadap literasi sains, berpotensi terjadinya learning loss. Hal ini ditandai dengan menurunnya keterampilan literasi sains siswa, penurunan prestasi belajar akibat proses pembelajaran yang tidak efektif, kurangnya interaksi siswa dengan guru, siswa kesulitan memahami materi karena tidak fokus saat pembelajaran dan siswa merasa cepat bosan saat pembelajaran daring.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 di SMA Negeri 1 Nunukan, Kab. Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru mata pelajaran Biologi dan siswa kelas XII MIA. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Analisis data diperoleh dari hasil pengumpulan data dengan menggunakan analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Nunukan dimulai dari tahapan persiapan guru dalam menyusun RPP dan bahan ajar dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Proses pelaksanaan pembelajaran daring melalui aplikasi WhatsApp, Telegram, dan Microsoft Teams. Kendala dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain guru sulit untuk merancang metode dan media yang akan digunakan, siswa sulit memahami materi secara online dan jaringan internet tidak stabil. Sedangkan motivasi belajar siswa selama menjalankan pembelajaran daring mengalami penurunan sehingga penemuan ini menunjukan bahwa ada terjadinya learning loss dalam proses pembelajaran daring selama pandemi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mengetahui learning loss pada pelajaran biologi di masa pandemi Covid-19 yang ditinjau dari pelaksanaan praktikum biologi di SMAN 2 Tarakan. Metode penulisan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner, wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA, kepala sekolah dan guru mata pelajaran biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan praktikum biologi di masa pandemi Covid-19 dapat terlaksana tergantung situasi berdasarkan ketersediaan alat dan bahan praktikum serta kesiapan siswa, sehingga persentase keterlaksanaan praktikum biologi menurun selama pandemi Covid-19 dari persentase 57,14% (cukup baik) menjadi 13,33% (sangat kurang baik). Terjadi learning loss pada pelajaran biologi di masa pandemi Covid-19 ditandai dengan menurunnya keterampilan akademis pada mata pelajaran yang berpraktikum, menurunnya keterampilan dan pengetahuan terkait mata pelajaran yang berpraktikum, terhambatnya kemajuan atau pertumbuhan akademis siswa, menurunnya pengetahuan faktual dan prosedural siswa, kemunduran akademik dan kerugian pada jenjang pendidikan. Pembelajaran daring tidak sepenuhnya memberikan pengembangan keterampilan kerja ilmiah siswa.