Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

35 hasil
Subjek: jarak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Validasi Spesies Ikan Seluang Parang (Nematabramis everetti) menggunakan marka Gen COI di Perairan Umum Kabupaten Bulungan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This research on the validation of the species for seluang parang fish used COI gene markers. Sampling was carried out in Sekatak Bengara village, as well as morphologigal identification at the Fisheries Biology Laboratory of FPIK-UBT and molecular identification at Aquatic Molecular Biology of FPIK-IPB. Molecular identification began with DNA isolation process using a commercial Gene Aid Kit, the result pure DNA was amplified using universal COI primers and sequenced. The results of molecular identification showed a close relationship between sample in GenBank, namely Nematabramis everetti, which was found in the waters of Sabah, Malaysia with a genetic distance of 0,024.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JARAK TANAM DAN PENYIANGAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) VAR.CILEMBU

•

Cilembu sweet potato has a bright prospect because it is increasingly needed as consumption and industrial raw material. To increase production of this variety, a good plant spacing and weeding is needed. This resaech aimed to determine the effect of ideal plant spacing and weeding time on growth and yield of Cilembu sweet potato. The research was carried out on the land of the Faculty of Agriculture, Universitas Borneo Tarakan from February to April 2019. The method used was randomized block design with 2 factors and 4 replications. The first factor was plant spacing which consisted of three treatments: J1 (20x30 cm), J2 (30x40 cm), and J3 (40x50 cm). the second factor was weeding which consisted of 4 replication: P0 (control or not weeded), P1 (1 time weeding at 15 DAP), P2 (2 times weeding at 15 and 30 DAP), P3 (3 times weeding at 15, 30 and 40 DAP). The result showed that plant spacing did not effect all growth parameters and sweet potato crop production. Whereas weed treatment gives a real influence on the growth of tendrils at 40 and 60 DHP, number of leaves at 40 DAP, stem diameter at 20 and 60 DAP. The intraction of plant spacing and weeding effects the trearment of 20x30 cm without weeding (P0J1) and the treatment of 40x50 cm with three times weeding (P3J3) on swet potato weight at 90 DAP. It is recommended to plant sweet potato ast a space of 20x30 cm without weeding (P0J1) and at 40x50 cm with three times weeding (P3J3).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS DAN KARAKTER MOLEKULER IKAN DARI PERAIRAN SUNGAI MENTARANG HULU DESA LONG BERANG KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan karakter molekuler ikan dari perairan Sungai Mentarang Hulu, Desa Long Berang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara menggunakan metode DNA barcoding dengan penanda gen mitokondria Cytochrome c Oxidase Subunit I (COI). Sampel yang dianalisis terdiri atas enam sekuen dengan kode RA1, RA2, RA4, RA5, RA9, dan RA11. Analisis dilakukan melalui ekstraksi DNA, PCR, elektroforesis, sekuensing, pencocokan sekuen pada database GenBank, analisis jarak genetik, dan filogenetik. Hasil pencocokan menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 93,24–100%, dengan kemiripan tertinggi RA1 dengan Tor douronensis, RA2 dengan Lobocheilos erinaceus, RA4 dengan Cyclocheilichthys repasson, RA5 dengan Parachela oxygastroides, RA9 dengan Hemibagrus fortis, dan RA11 dengan Gastromyzon ornaticauda. Jarak genetik terendah ditemukan pada RA5 dengan P. oxygastroides sebesar 0,000. Analisis filogenetik menunjukkan adanya pengelompokan sampel berdasarkan kedekatan genetik dengan sekuen pembanding. Berdasarkan hasil tersebut, DNA barcoding gen COI dapat digunakan untuk membantu menentukan identitas jenis serta mengetahui hubungan kekerabatan genetik ikan dari perairan Sungai Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. K Usia 37 Tahun Di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

2026•

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi adalah kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun dan jarak kehamilan yang terlalu jauh (>10 tahun). Pelayanan kebidanan secara berkesinambungan Continuity of Care (COC) diperlukan untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini serta memberikan asuhan yang komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan penyusunan laporan ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. K usia 37 tahun di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan yang meliputi asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana (KB) yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP dan membandingkan kesenjangan antara teori dan praktik. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemberian asuhan secara berkesinambungan mulai kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan kontrasepsi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. K merupakan ibu hamil usia 37 tahun dengan status obstetri G3P2A0 dan jarak kehamilan 10 tahun sehingga termasuk kehamilan risiko tinggi. Selama kehamilan tidak ditemukan komplikasi, pertumbuhan dan perkembangan janin berlangsung normal, serta ibu mendapatkan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan dan persiapan persalinan. Persalinan berlangsung spontan pervaginam pada usia kehamilan aterm dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, proses involusi uterus dan laktasi berlangsung normal, bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan adaptasi neonatal yang baik, serta ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan setelah mendapatkan konseling keluarga berencana. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Meskipun Ny. K memiliki faktor risiko usia lebih dari 35 tahun dan jarak kehamilan 10 tahun, melalui pemantauan yang berkesinambungan, deteksi dini, edukasi, dan penatalaksanaan yang tepat, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana dapat berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN dan KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Abstrak Pengaruh Jarak Lokasi Budidaya Metode Longline terhadap Pertumbuhan dan Kadar Karagenan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jarak Lokasi budidaya metode longline terhadap pertumbuhan dan kadar karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Tanjung Batu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari (13 Februari–30 Maret 2026) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jarak dari garis pantai, yaitu P1 (30 m), P2 (40 m), dan P3 (50 m), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), kadar karagenan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak lokasi budidaya berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan SGR rumput laut. Perlakuan P3 menghasilkan bobot mutlak tertinggi (426,3±104,5 g) dan SGR tertinggi (4,95±0,53%/hari), sedangkan P1 menghasilkan nilai terendah. Perbedaan pertumbuhan ini disebabkan oleh kondisi oseanografi yang lebih stabil di lokasi yang lebih jauh dari pantai, meliputi salinitas yang lebih homogen, kecerahan perairan yang lebih tinggi, serta minimnya beban nutrien berlebih. Sebaliknya, jarak Lokasi budidaya tidak berpengaruh nyata (P=0,251) terhadap kadar karagenan, dengan nilai berkisar 9,52%–11,32% pada semua perlakuan. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal bagi pertumbuhan K. alvarezii. Disarankan pembudidaya menerapkan jarak lokasi budidaya >40 m dari garis pantai untuk mengoptimalkan pertumbuhan rumput laut. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, jarak lokasi budidaya, longline, pertumbuhan, karagenan THE EFFECT OF CULTIVATION DISTANCE USING THE L.ONGLINE METHOD ON THE GROWTH AND CARAGENANCONTENT OF SEAWEED (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) Abstract The Effect of Culivation Sue Distance Usng the Longline Method on the Gromh and Carageenan Contenl of Seaweed (Kappaphycus alvarezu) This study amed lo analyze the efect of cullvation sile distance using the longline method on the growth and carrageenan content of Kappaphycus alvarezll seavecd in the waters off Tanyung Batu, Tarakan Ciy, Nortl Kalimantan The study was conducted over 4S days (13 February -30 March 2026) usung a Randomısed Block Desıgn (RBD)with three Iratmenis based on distance from the shoreline, namely PI (30 m), P2(40m), and P3 (50 m), each wih thre replicates The parameters observed included absolute weight growth, specific growth rate (SGR), carrageenan content, and water quality The results showed that the dıstance of the culivation sıte had a significant effecr (P005) on the absolute werght growth and SGR of the seaweed Treatment P3 yelded the highest absolute weigh (4263±1045 g) and the hıghes SGR (495±053%day), whılst PI yielded the lowest values These dıflerences in growth were attributed to more stable oceanographic conditions al sites further from the coast, ineluding more homogeneous salinity, higher water clarity, and minimal excess nutrient loading Conversely, the distance of the cultivation site had no sIgnificant effect (P=02S1) on carrageenan contenl, with values ranging from 952% 101132% across all reatmenls Waler qualiy paramelers hroughoul the study remained wthin the optimal range for the growth of K. alvarezii It was recommended that cultivators maintain a cultivation site distance of >40 m from the shorelıne to optimize seaveed growh Keywords Kappaphycus Alvarezii, Culivation Site Distance, Longline, Growth, Carragcenan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN SALURAN PEMASARAN CABAI RAWIT DIKELURAHAN KARANG HARAPAN, KECAMATAN TARAKAN BARAT, KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PERBATASAN PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Data Puskesmas Long Bawan menunjukkan tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Menganalisis hubungan usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder dikumpulkan secara retrospektif dari register Antenatal Care (ANC) periode April 2025 sampai April 2026 dan dianalisis pada satu waktu penelitian. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Sebagian besar responden berada pada kategori usia tidak berisiko (78,6%), paritas tidak berisiko (95,4%), status gizi tidak KEK (90,1%), dan jarak kehamilan tidak berisiko (77,9%). Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 62,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,276), paritas (p=0,671), status gizi (p=0,261), dan jarak kehamilan (p=0,170) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Tingginya prevalensi anemia yang ditemukan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah perbatasan. Kata Kunci: Anemia, ibu hamil, usia, paritas, status gizi, jarak kehamilan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETERMINAN PRODUKSI NELAYAN PANCING DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nelayan pancing di Kota Tarakan merupakan salah satu pelaku utama sektor perikanan tangkap yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biaya, lama waktu berkerja, dan jarak tempuh berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei dan studi kepustakaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini secara parsial biaya dan lama waktu berkerja berpengaruh signifikan dengan masing- masing nilai signifikansi 0,000 0,05 dan 0,005 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Sementara itu, jarak tempuh dengan nilai signifikansi 0,081 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nelayan pancing di kota Tarakan. Secara simultan, ketiga variabel memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,000 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 84,3 sedangkan sisanya 15,7 dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan biaya dan lama waktu berkerja dapat meningkatkan hasil produksi nelayan pancing di kota Tarakan, sedangkan jarak tempuh tidak berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETERMINAN PRODUKSI NELAYAN PANCING DI KOTA TARAKAN

2026•

Nelayan pancing di Kota Tarakan merupakan salah satu pelaku utama sektor perikanan tangkap yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biaya, lama waktu berkerja, dan jarak tempuh berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei dan studi kepustakaan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket/kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian ini secara parsial biaya dan lama waktu berkerja berpengaruh signifikan dengan masing- masing nilai signifikansi 0,000 0,05 dan 0,005 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Sementara itu, jarak tempuh dengan nilai signifikansi 0,081 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nelayan pancing di kota Tarakan. Secara simultan, ketiga variabel memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,000 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan. Nilai koefisiensi determinasi (R2) sebesar 84,3 sedangkan sisanya 15,7 dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan biaya dan lama waktu berkerja dapat meningkatkan hasil produksi nelayan pancing di kota Tarakan, sedangkan jarak tempuh tidak berpengaruh terhadap produksi nelayan pancing di kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh jarak tanam dan jumlah bibit perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (sorghum bicolor L.) pada lahan pesisir

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jumlah bibit perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) pada lahan pesisir. Sorgum merupakan tanaman serealia yang memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem seperti kekeringan dan tanah marginal, sehingga cocok dibudidayakan di wilayah pesisir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - September 2023 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu jarak tanam (40×20 cm, 50×20 cm, 60×20 cm, dan 70x20 cm) dan jumlah bibit perlubang tanam (1, 2, dan 3 bibit), masing-masing diulang tiga kali. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun. dan lebar daun pada umur 1, 2, dan 3 MST (minggu setelah tanam). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik perlakuan tunggal maupun kombinasi jarak tanam dan jumlah bibit tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan yang diamati. Namun secara deskriptif, perlakuan dua bibit perlubang tanam (B2) dan jarak tanam 40 cm x 20 cm (J1) serta 60 cm x 20 cm (J3) cenderung menghasilkan nilai pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, meskipun tidak signifikan secara statistik, penggunaan dua bibit per lubang tanam dan jarak tanam 40 cm x 20 cm serta jarak tanam 60 cm x 20 cm berpotensi memberikan pertumbuhan tanaman sorgum yang lebih baik pada lahan pesisir. This study aims to determine the effect of plant spacing and the number of seeds per planting hole on the growth of sorghum plants (Sorghum bicolor L.) on coastal land. Sorghum is a cereal crop that has high tolerance to extreme environmental conditions such as drought and marginal soils, making it suitable for cultivation in coastal areas. The research was conducted in March-September 2023 on the experimental land of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan, using a Randomized Group Design (RGD) with two factors, namely planting spacing ( 40 * 20 cm, 50×20 cm, 60 * 20 cm, and 70 * 20 cm) and the number of seeds per planting hole (1, 2, and 3 seeds), each repeated three times. Observation parameters included plant height, number of leaves, leaf length, and leaf width at 1, 2, and 3 weeks after planting. Data were analyzed using ANOVA and continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed that neither the single treatment nor the combination of planting space and number of seeds had a significant effect on all observed growth parameters. However, descriptively, the treatment of two seeds per planting hole (B2) and plant spacing of 40cm * 20 cm (J1) and 60cm * 20 cm (J3) tended to produce higher growth values than other treatments. Thus, although it was not statistically significant, the use of two seeds per planting hole and a planting space of 40cm * 20 cm and a planting space of 60cm * 20 cm had the potential to provide better growth of sorghum plants on coastal land.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN AKSEBILITAS DENGAN PILIHAN PERSALINAN DI RUMAH TANPA TENAGA KESEHATAN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LONG BERANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya kematian ibu akibat dari kurangnya persiapan ibu pada masa kehamilan serta terjadinya komplikasi saat persalinan yang tidak segera ditangani, sehingga menimbulkan pendarahan, infeksi, hipertensi bahkan keguguran. Hal ini diperkuat dengan kurangnya pengetahuan dan aksebiliti dalam menjangkau fasilitas kesehatan yang memadai sehingga ibu lebih memilih melahirkan di rumah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetajuan dan AKSEBILITAS dengan pemilihan persalinan di rumah tanpa bantuan tenaga kesehatan di wilayah kerja puskesmas long berang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantatif deskriftif analitik pendekatan cros- sectional. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 36 sampel yang di pilih dengan teknik total sampling. Data di kumpulkan menggunakan kusioner dan di analisis menggunakan uji univariat (frekuensi) dan uji bivariat (uji chi-square). Hasil uji univariat ditemukan responden dengan pengetahuan baik 22(61, 1℅) dan pengetahuan kurang 14 (38, 1℅) responden dengan AKSEBILITAS yang sulit mencapai 14(41, 7℅) sementara itu responden yang memilih perdamaian di rumah sebanyak 13 (36, 1℅) dan yang tdk memilih persalinan di rumah sebesar 23(63, 9℅).Hasil bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan AKSEBILITAS dengan pilihan persalinan di rumah tanpa bantuan tenaga kesehatan dengan nilai p Value 0.000, 5 sehingga di perlukan kajian dan solusi terbaik dalam menangani masalh AKSEBILITAS, sehingga masyarakat dapat menjangkau fasilitas kesehatan dengan mudah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penempatan Arrester Pada Penyulang 5 Jaringan Sistem Distribusi 20 KV PT. PLN TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Intisari — Tenaga listrik merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung kehidupan sehari-hari. PT. PLN merupakan perusahaan yang bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan energi listrik tersebut, namun dalam proses menjalankan tugasnya, PT. PLN menghadapi banyak tantangan teknis dan operasional. Salah satu tantangan utamanya adalah melindungi infrastruktur kelistrikan seperti trafo, switchgear, dan kabel dari lonjakan tegangan yang dapat merusaknya. Lonjakan tegangan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain petir, gangguan jaringan listrik, dan pengoperasian alat berat. Oleh karena itu, perlu diketahui secara menyeluruh mengenai kinerja alat proteksi petir pada jaringan distribusi 20 kV di PT. PLN Tarakan. Dalam skripsi ini akan mengkaji dan menganalisis kerja dari arrester serta jarak maksimum arrester. Metode yang digunakan dalam skripsi ini metode Koordinasi Isolasi. Penempatan lightning arrester dapat mempengaruhi kinerja lightning arrester tersebut dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi Tingkat kegagalan proteksi arrester sangat tergantung dari TID peralatan, tegangan kerja lightning arrester dan lokasi penempatan arrester itu sendiri. Dari hasil perhitungan dan analisis data menunjukkan bahwa pada jaringan 20 kV penyulang 5 PT.PLN Tarakan, TID transformator sebesar 5 kA dengan 125 kV, karakteristik kerja arrester dengan tegangan pengenal 24 kV, tegangan pelepasan 87 kV serta arus pelepasan sebesar 5 kA dengan tingkat perlindungan 95,7 kV. Hal ini sesuai dengan SPLN 7: 1978 yang menetapkan tingkat isolasi dasar transformator dan penangkal petir. Sedangkan dari hasil perhitungan untuk jarak penempatan arrester terhadap transformator tidak boleh melebihi 2,745 meter dan hasil dari analisis skripsi adalah sekitar 1,8-2,4 meter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan paritas ibu dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kematian ibu masih dinilai cukup tinggi, salah satu penyebab utama adalah perdarahan postpartum. Faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan postpartum salah satunya adalah paritas dan jarak kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah retrospektif. Populasi penelitian ini sejumlah 92 Ibu Bersalin di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dengan sampel 92 responden. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dari rekam medis dan cheklist. Analisis data menggunakan chi square. Dari hasil chi square menunjukkan adanya hubungan antara paritas dan jarak kelahiran dengan kejadian perdarahan postpartum. Hasil analisis chi square, nilai P.value 0,00 dan 0,03 ( 0,05), maka Ho ditolak, Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum. Kata kunci : Paritas, Jarak Kehamilan, Perdarahan Postpartum

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS UDANG HASIL TANGKAPAN TUGU (Stow Net) DARI PERAIRAN MUARA ANCAM KABUPATEN BULUNGAN MENGGUNAKAN DNA BARCODING

2023•

Wilayah dengan potensi perikanan tangkap di perairan pesisir dan muara, adalah perairan muara Ancam Kabupaten Bulungan. Di wilayah ini, terdapat sejumlah unit penangkapan yang dioperasikan oleh nelayan Bulungan dengan tujuan memanfaatkan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Unit penangkapan ikan yang mendominasi dan aktif beroperasi di wilayah perairan pesisir/muara Ancam adalah unit penangkapan tugu (stownet) dengan hasil tangkapan utama (Main Catch) berupa berbagai jenis udang. Udang adalah hewan kecil tak bertulang belakang (invertebrata) yang tempat hidupnya adalah di perairan air tawar, air payau dan air asin. DNA barcoding adalah salah satu adalah metode molekuler untuk mengidentifikasi spesies yang mampu memberikan kecepatan dan keakuratan dalam mengidentifikasi jenis spesies. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan spesies udang dan karakter molekulernya dari hasil tangkapan tugu Muara Ancam di kabupaten Bulungan. Tahapan identifikasi molekuler penelitian ini terdiri dari proses ekstraksi DNA, amplifikasi DNA dengan PCR, elektroforesis dan sekuensing. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa, 8 sampel udang menghasilkan sebuah sekuen nukleotida dengan kisaran panjang DNA 474bp – 699bp (base pairs). Kemudian Hasil pencocokan sekuen menunjukkan bahwa terdapat 8 jenis sekuen yang telah dipasangkan dengan persentase kemiripan terhadap GenBank NCBI. Kemiripan ini berkisar antara 98,41%-100% untuk setiap spesies yang teridentifikasi hasil penelitian identifikasi spesies secara morfologi dan molekuler, terdapat delapan jenis spesies udang yang teridentifikasi yakni Metapanaeus brevicornis ,Penaeus merguiensis, Mierspenaeosis scultillis, Eutrichocheles modestus, Orastosqulla interrupta, Solenocera crassicornis, Metapenaeus ensis, Metapenaeus Monoceros

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI SPESIES IKAN LAIS DARI SUNGAI RAHAYU (SELOR) DI KALIMANTAN UTARA DENGAN METODE DNA BARCODING

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lais merupakan salah satu ikan yang bersungut air tawar anggota famili Siluridae. Ikan lais berperan sebagai pemangsa dalam rantai makanan untuk menjaga kestabilan populasi organisme lain di dalam perairan. Oleh karena itu, perlu dilakukan metode identifikasi ikan lais melalui DNA barcoding. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi spesies ikan lais yang berasal dari Sungai Rahayu (Selor), Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara berdasarkan karakter molekuler dengan menggunakan metode DNA barcoding dan karakter morfologi. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi karakter molekuler melalui proses isolasi dan ekstraksi DNA, amplifikasi DNA menggunakan PCR, elektroforesis, dan sekuensing. Setelah itu, dilakukan pengukuran karakter morfologi dan morfometrik. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa spesies dalam penelitian ini diduga adalah spesies endemik karena dari sekian banyak ikan lais yang telah diteliti secara molekuler dan diunggah ke database bank gen, baik yang berasal dari perairan Indonesia maupun perairan negara lain, karakter molekuler yang ditunjukkan dari persentase kemiripan berbeda jauh yaitu di bawah 90%. Hasil analisis jarak genetik pada keempat sekuen dari Sungai Rahayu dapat dikatakan identik atau tidak ada perbedaan genetik dengan nilai jarak genetik 0, 000. Rekontruksi filogenetik membentuk 3 clade utama berdasarkan pengelompokkan terhadap masing-masing satu spesies.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Spesies Ikan Pari Dari Sungai Sesayap Kalimantan Utara Secara Molekuler Menggunakan Metode DNA Barcoding

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan pari sungai merupakan salah satu jenis ikan pari yang bisa hidup di perairan tawar, payau dan laut yang termasuk ke dalam famili Dasyatidae. Di Indonesia ada empat spesies ikan pari sungai yang dilindungi penuh oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan karena mengalami penurunan populasi (IUCN 2021) yaitu Urogymnus polylepis, Fluvitrygon oxyrhynchus, Fluvitrygon signifier dan Urolophus kaianus. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi spesies ikan pari secara akurat dalam upaya membantu konservasi ikan pari dari Sungai Sesayap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepastian nama spesies ikan pari yang ada di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, berdasarkan karakter morfologi dan molekulernya (validasi spesies, jarak genetik, hubungan kekerabatan). Morfologi diamati dengan membedakan bentuk tubuh, bentuk ekor, corak tubuh dan bentuk mata, selanjutnya diidentifikasi karakter molekuler melalui proses ekstraksi DNA, uji konsentrasi dan kemurnian, amplifikasi dengan PCR, elektroforesis dan sekuensing. Hasil identifikasi spesies berdasarkan karakter morfologi dan molekuler pada penelitian ini ditemukan semua spesies ikan pari dari Sungai Sesayap yaitu Urogymnus polylepis dengan tingkat kemiripan 100% identik data yang tersimpan di GenBank NCBI dan Bold System yang statusnya sudah masuk dalam daftar merah yaitu terancam bahaya (IUCN 2021). Dari hasil analisis jarak genetik sekuen pari dari Sungai Sesayap dengan sekuen dari perairan lainnya yang dikumpulkan dari GenBank NCBI nilai jarak genetik terdekat yaitu 0,000 dari perairan Thailand. Rekonstruksi filogenetik membentuk 3 clade yaitu clade 1 terdiri dari spesies Urogymnus polylepis, clade 2 terdiri dari spesies Urogymnus asperrimus dan Himantura granulata sedangkan clade 3 terdiri dari spesies yaitu Brevitrygon imbricata (out group).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Variasi Pegas CVT Pada Honda Beat (110 cc) Menggunakan Penggerak Motor Listrik Tipe BLDC

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konversi motor bakar ke motor listrik salah satu komponen utamanya adalah transmisi otomatis Continuously Variable Transmission (CVT). CVT berfungsi untuk mentransfer daya dari motor listrik ke roda belakang dengan menghubungkan puli primer dan puli sekunder menggunakan v-belt. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pegas optimal untuk CVT pada puli sekunder. Variasi pegas pada peneltian ini adalah 3,58 N/mm, 4,14 N/mm, dan 4,59 N/mm dengan pembebanan 56 kg dan 73 kg pada kendaraan. Roller pada puli primer tetap menggunakan bobot 12 gram. Analisis untuk pengambilan data adalah membandingkan ketiga pegas dengan 2 pembebanan berbeda untuk mendapatkan pegas dengan kecepatan optimal pada jarak 100 meter. Hasil pengujian lapangan didapatkan 3 pegas yang digunakan menunjukan pegas dengan konstanta 4,14 N/mm adalah pegas yang paling optimal pada puli CVT motor konversi listrik. Kecepatan pegas dengan konstanta 4,14 N/mm mampu menempuh jarak 100 m pada kecepatan 14,08 km/jam dengan pembebanan 73 kg dan 15,16 km/jam pada pembebanan 56 kg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis dan Pengujian Roller Pada Motor Beat 110cc dengan Menggunakan Pengerak Tipe BLDC

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian pada Continuously Variable Transmission (CVT) motor listrik konversi, dilakukan pengujian variasi pada penggunaan roller untuk mendapatkan putaran yang sesuai dengan penggerak motor listrik yang digunakan. Pengujian ini bertujuan mengetahui kecepatan motor listrik dengan penggunaan massa roller 5gr, 7gr, 9gr, 11gr dan penggunaan massa roller kombinasi 9gr dan 7gr dengan jarak 50 meter dan 100 meter serta dapat mengetahui pengunan massa roller yang optimal. Pengujian ini mengunakan metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium dan lapangan dengan pengambilan data pada kecepatan waktu tempuh terhadap variasi roller. Hasil dari penelitian ini pada pengujian skala laboratorium mendapatkan hasil pada penggunaan massa roller dapat berfungsi pada penerapan motor konversi motor listrik dan mampu menghasilkan kecepatan hingga 3750 rpm dan mampu menghasilkan gaya sentrifugal namun tidak signifikan. pada pengujian lapangan didapatkan hasil kecepatan dengan jarak 50 meter mendapatkan hasil yang maksimal pada penggunaan masa roller 9 gram mencapai kecepatan 11,74 km/jam dan pada puli dalam keadaan statis mampu mencapai kecepatan 30 km/jam. Pada jarak 100 meter hasil yang maksimal terdapat pada penggunaan massa roller 7 gram mampu menghasilkan kecepatan hingga 11,61 km/jam, dan pada puli dalam keadaan statis mampu mencapai 37,4 km/jam. Research on Continuously Variable Tranumission (CVT), a variation test was carried out on the use of rollers to get rotations that match the electric motor drive used in the conversion of 1100e heat type combustion motor into an electric motor. This test aimed to determine the speed of electric motor with the use of roller masses of 5gr, 7gr. 9gr, 11gr and the use of roller masses of a combination of 9gr and 7gr with distances of 50 meters and 100 meters and to find out the optimal roller mass smack. This test used the experimental method. This test was carried out by laboratory scale testing and field testing as well as by taking data on the speed of travel time on the use of roller variations. The results of this study on laboratory scale testing get results on the use of roller mass which can function in the application of electric motor conversion motors. In field testing, the speed results with a distance of 50 meters were obtained, getting maximum results in the use of a 9-gram roller period reaching a speed of 11 74 km/h and on pulleys in a static state able to reach speeds of 30 km/h. At a distance of 100 meters, the maximum results were found in the use of a 7 gram roller mass capable of producing speeds of up to 11.61 km/h, and on pulleys in a static state capable of reaching 37.4 km/h

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh variasi jarak mata rantai pemipil jagung terhadap kapasitas mesin pemipilan jagung

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berbagai teknologi yang ada di masyarakat masih belum bisa dimanfaatkan secara efisien, banyaknya petani yang masih menggunakan cara tradisional untuk mengolah hasil pertanian mereka. Metode pada penelitian ini yaitu memvariasikan jarak mata rantai mesin pimipilan jagung yang sudah ada sebelumnya. memvariasikan jarak mata rantai menggunakan Panjang poros 52 cm yang berdiameter lingkaran 10 mm dan Panjang rantai 12 cm dengan variasi jarak mata rantai 1 cm, 3 cm dan 5 cm. Proses pengujian yang di lakukan dengan berat jagung 3 kg disetiap variasinya dan menghabiskan sebanyak 27 kg jagung. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak mata rantai dengan hasil yang baik ada 1 cm. dimana nilai efisiensi sebanyak 88,6 % dan memperoleh kapasitas sebesar 45,06 kg/jam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JARAK TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK PHOSPAT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BENGKUANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EFFECT OF PLANTING DISTANCE AND GIVING PHOSPHATE FERTILIZER ON PRODUCTION OF BENGKOANG PLANTS (Pachyrhits run Z) Abstract The objective of the research was to provide the planting media composition in onder to promote the growth and production of Pachyrhizus eros I. as much as possible Therefore, an alternative was needed in modifying the composition of the planting media of Pachyrhi crona L by using the composition of planting spacing and providing mulch was thought to be able to optimize and maximize the growth and production of the plants. This was done to find out the effect of treatment on the increase of the plants. This research was conducted from August to December 2021, in the research area of Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan, (LBT), located in Taralan City, North Kalimantan This research sed Group Random Design (RAK) with 2 factors The first factor, Planting distance ( consisted of 3 treatments namely J1 (20 cm x 20 cm), 12 (20 cm x 25 cm) and 13 (20 cm x 30 cm) The second factor, phosphate fertilizer (P), consisted of 3 treatments namely P1 (591 gl. P2 (7.91 g) and P3 (10.91 g) After the research data was obtained, data analysis was done by using ANOVA (Analysis of Variance) with a level of 5% and if the F valoe showed a real effect, Duncan's Mutiple Range Test (DMRT) was done at 5% This study utilized multivariate ANOVA with a significance level of 5% and was conducted using SPSS 10 determine the impact of the treatment. If there was a difference, Duncan's Test or DMRT were used to further ascertain the distinction between the treatments. It was concluded that phosphate fertilizer treatment, planting distance treatment and the interaction between the two had a significant effect on the number of pods, the umber of scods, the number of tubers, the weight of tubers per sample, and the diameter of tubery per sample Se that the wider the planting distance, tends to the woight of tubers per sample, the weight of tubers per plot, the circunference of tubers The best dose of phosphate fertilizer for the production of tuber weight was 7.97 gplant, and the best planting distance was 20 x 30 cm between the plants Keymonds Bengkung Plant across 2, Planting Distance, Phosphate, Production

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail