BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Berbagai teknologi yang ada di masyarakat masih belum bisa dimanfaatkan secara efisien, banyaknya petani yang masih menggunakan cara tradisional untuk mengolah hasil pertanian mereka. Metode pada penelitian ini yaitu memvariasikan jarak mata rantai mesin pimipilan jagung yang sudah ada sebelumnya. memvariasikan jarak mata rantai menggunakan Panjang poros 52 cm yang berdiameter lingkaran 10 mm dan Panjang rantai 12 cm dengan variasi jarak mata rantai 1 cm, 3 cm dan 5 cm. Proses pengujian yang di lakukan dengan berat jagung 3 kg disetiap variasinya dan menghabiskan sebanyak 27 kg jagung. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak mata rantai dengan hasil yang baik ada 1 cm. dimana nilai efisiensi sebanyak 88,6 % dan memperoleh kapasitas sebesar 45,06 kg/jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berbagai teknologi yang ada di masyarakat masih belum bisa dimanfaatkan secara efisien, banyaknya petani yang masih menggunakan cara tradisional untuk mengolah hasil pertanian mereka. Metode pada penelitian ini yaitu memvariasikan jarak mata rantai mesin pimipilan jagung yang sudah ada sebelumnya. memvariasikan jarak mata rantai menggunakan Panjang poros 52 cm yang berdiameter lingkaran 10 mm dan Panjang rantai 12 cm dengan variasi jarak mata rantai 1 cm, 3 cm dan 5 cm. Proses pengujian yang di lakukan dengan berat jagung 3 kg disetiap variasinya dan menghabiskan sebanyak 27 kg jagung. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak mata rantai dengan hasil yang baik ada 1 cm. dimana nilai efisiensi sebanyak 88,6 % dan memperoleh kapasitas sebesar 45,06 kg/jam.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan model belajar yang melibatkan siswa secara langsung dalam memecahkan permasalahan menggunakan kegiatan proyek. Melalui kegiatan proyek, siswa diberi kesempatan untuk aktif mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman mereka dalam beraktifitas secara nyata. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran project based learning (pjbl) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas v sdn 018 tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dalam kategori pre-experimental design one-group pretest-posttest. Keberhasilan treatment ditentukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-test. Hasil analisis pretest menunjukkan nilai untuk signifikansi (sig) nya (0.200>0.05) dan nilai untuk posttest signifikansi (sig) nya (0.200>0.05). Kesimpulannya sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Berdasrkan hasil analisis uji t-test dengan menggunakan rumus paired sample t-test diperoleh hasil analisis bahwa nilai t = -13.7016 dan signifikansi 0.000. Karena nilai signifikansi (2-tailed) 0.05 maka di simpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika sebelum diterapkan model pembelajaran pjbl lebih kecil dibanding setelah di terapkan model pembelajaran pjbl. Sementara untuk melihat efektivitasnya dilakukan analisis gain ternomalisasi (n-gain). Dari hasil analisis rata-rata n-gain yang diperoleh nilai g = 0.71 berada pada kategori tinggi dengan nilai n-gain persen = 71.4856 berada pada kriteria tafsiran cukup efektif. Hal ini juga terlihat pada saat proses pembelajaran, siswa terlihat lebih aktif, lebih bersemangat serta minat dalam belajar meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) merupakan model belajar yang melibatkan siswa secara langsung dalam memecahkan permasalahan menggunakan kegiatan proyek. Melalui kegiatan proyek, siswa diberi kesempatan untuk aktif mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman mereka dalam beraktifitas secara nyata. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran project based learning (pjbl) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas v sdn 018 tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dalam kategori pre-experimental design one-group pretest-posttest. Keberhasilan treatment ditentukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-test. Hasil analisis pretest menunjukkan nilai untuk signifikansi (sig) nya (0.200>0.05) dan nilai untuk posttest signifikansi (sig) nya (0.200>0.05). Kesimpulannya sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Berdasrkan hasil analisis uji t-test dengan menggunakan rumus paired sample t-test diperoleh hasil analisis bahwa nilai t = -13.7016 dan signifikansi 0.000. Karena nilai signifikansi (2-tailed) 0.05 maka di simpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika sebelum diterapkan model pembelajaran pjbl lebih kecil dibanding setelah di terapkan model pembelajaran pjbl. Sementara untuk melihat efektivitasnya dilakukan analisis gain ternomalisasi (n-gain). Dari hasil analisis rata-rata n-gain yang diperoleh nilai g = 0.71 berada pada kategori tinggi dengan nilai n-gain persen = 71.4856 berada pada kriteria tafsiran cukup efektif. Hal ini juga terlihat pada saat proses pembelajaran, siswa terlihat lebih aktif, lebih bersemangat serta minat dalam belajar meningkat.