BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem keamanan rumah berbasis deteksi gerakan dan pengenalan wajah secara Real-Time yang terintegrasi dengan pengiriman notifikasi melalui Telegram. Sistem dirancang menggunakan metode Background Subtraction untuk mendeteksi pergerakan objek dan Haar Cascade Classifier untuk mengenali wajah manusia. Sistem ini mampu mengidentifikasi penghuni rumah berdasarkan data wajah yang telah dilatih sebelumnya, serta memberikan notifikasi otomatis saat terdeteksi objek manusia yang tidak dikenal. Pengujian dilakukan terhadap tiga jenis objek, yaitu manusia (penghuni rumah dan orang asing), objek acak (seperti powerbank, susu kotak, mie, dan Cookies), serta hewan (kucing), dengan total 30 percobaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode Background Subtraction berhasil mendeteksi pergerakan dengan akurasi 100%, sedangkan pengenalan wajah menggunakan Haar Cascade mencapai akurasi 70%. Secara keseluruhan, kedua sistem yang telah digabungkan memperoleh nilai Precision sebesar 84%, Recall sebesar 80.77%, dan F-Measure sebesar 82.36%. Meskipun sistem telah berfungsi sesuai dengan rancangan, masih diperlukan peningkatan dalam hal akurasi pengenalan wajah dan keandalan pengiriman notifikasi, terutama pada kondisi pencahayaan rendah. Selain itu, jarak antara objek dan kamera juga memengaruhi keberhasilan deteksi wajah, di mana jarak yang terlalu jauh atau terlalu dekat dapat menyebabkan kegagalan dalam mengenali fitur wajah dengan baik. Sistem ini dapat meningkatkan keamanan rumah secara efisien dengan mengurangi ketergantungan pada pemantauan manual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem keamanan rumah berbasis deteksi gerakan dan pengenalan wajah secara Real-Time yang terintegrasi dengan pengiriman notifikasi melalui Telegram. Sistem dirancang menggunakan metode Background Subtraction untuk mendeteksi pergerakan objek dan Haar Cascade Classifier untuk mengenali wajah manusia. Sistem ini mampu mengidentifikasi penghuni rumah berdasarkan data wajah yang telah dilatih sebelumnya, serta memberikan notifikasi otomatis saat terdeteksi objek manusia yang tidak dikenal. Pengujian dilakukan terhadap tiga jenis objek, yaitu manusia (penghuni rumah dan orang asing), objek acak (seperti powerbank, susu kotak, mie, dan Cookies), serta hewan (kucing), dengan total 30 percobaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode Background Subtraction berhasil mendeteksi pergerakan dengan akurasi 100%, sedangkan pengenalan wajah menggunakan Haar Cascade mencapai akurasi 70%. Secara keseluruhan, kedua sistem yang telah digabungkan memperoleh nilai Precision sebesar 84%, Recall sebesar 80.77%, dan F-Measure sebesar 82.36%. Meskipun sistem telah berfungsi sesuai dengan rancangan, masih diperlukan peningkatan dalam hal akurasi pengenalan wajah dan keandalan pengiriman notifikasi, terutama pada kondisi pencahayaan rendah. Selain itu, jarak antara objek dan kamera juga memengaruhi keberhasilan deteksi wajah, di mana jarak yang terlalu jauh atau terlalu dekat dapat menyebabkan kegagalan dalam mengenali fitur wajah dengan baik. Sistem ini dapat meningkatkan keamanan rumah secara efisien dengan mengurangi ketergantungan pada pemantauan manual.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
This research determined students’ online learning obstacles during the COVID-19 pandemic. The method used in this research was qualitative. This research consisted of two problems questions. The result showed that students faced many problems when engaging in online learning. The problems were caused by internal and external factors, such as students’ lack of motivation to learn, internet network interference, and limited internet packages. The alternative solution is to assist with free internet quotas. Those can alleviate the economy of students’ parents; lecturers try their best provide to learning by engaging and motivating teaching media/materials so that students are excited and better at participating in online learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
This research determined students’ online learning obstacles during the COVID-19 pandemic. The method used in this research was qualitative. This research consisted of two problems questions. The result showed that students faced many problems when engaging in online learning. The problems were caused by internal and external factors, such as students’ lack of motivation to learn, internet network interference, and limited internet packages. The alternative solution is to assist with free internet quotas. Those can alleviate the economy of students’ parents; lecturers try their best provide to learning by engaging and motivating teaching media/materials so that students are excited and better at participating in online learning.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait Pola Pembinaan Terhadap Narapidana Recidive Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Pertama, bagaimana proses pembinaan narapidana recidive di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Kedua, apa saja faktor yang mempengaruhi narapidana melakukan pengulangan tindak pidana (recidive) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Skripsi ini menggunakan penelitian Empiris, yaitu, penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu wawancara langsung kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan terkait dengan pola pembinaan narapidana recidive dan mewawancarai langsung narapidana recidive yang ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Kedua, menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan yang mengatur pola pembinaan narapidana recidive di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembinaan narapidana recidive di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan didasarkan pada Undang-Undang No 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pendidikan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi narapidana melakukan pengulangan tindak pidana meliputi: a. faktor ekonomi, b. faktor lingkungan, c. faktor stigma negatif dari masyarakat. Hasil penelitian ini yang pertama, Dampak over kapasitas yang terjadi di Lembaga Pemasyaraktan Kelas IIA Tarakan membuat pelayanan pembinaan kepada narapidana kurang maksimal. Hal ini dikarenakan perbandingan jumlah petugas pembinaan dengan narapidana yang dibina tidak sebanding. Penulis menyarankan dengan memindahkan narapidan ke lapas lain atau dengan menambah sumber daya manusia (SDM) petugas pemasyarakatan agar program pembinaan terhadap narapidana recidive berjalan dengan baik. Kedua, Perlunya tenaga psikologi di lembaga pemasyarakatan. Dengan adanya tenaga Psikologi di lembaga Pemasyarakatan diharapkan bisa mengetahui latar belakang dari masalah yang terjadi pada Narapidan tersebut, sehingga mereka dapat menerima program pembinaan yang sesuai dengan permasalahan yang mereka lakukan. Perlunya tenaga psikologi dapat memotivasi narapida agar bisa mengubah hidupnya, dengan harapan pengulangan tindak pidana tidak terjadi dan mereka menjadi masyarakat yang taat hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait Pola Pembinaan Terhadap Narapidana Recidive Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Pertama, bagaimana proses pembinaan narapidana recidive di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Kedua, apa saja faktor yang mempengaruhi narapidana melakukan pengulangan tindak pidana (recidive) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Skripsi ini menggunakan penelitian Empiris, yaitu, penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu wawancara langsung kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan terkait dengan pola pembinaan narapidana recidive dan mewawancarai langsung narapidana recidive yang ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Kedua, menggunakan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan yang mengatur pola pembinaan narapidana recidive di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembinaan narapidana recidive di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan didasarkan pada Undang-Undang No 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pendidikan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi narapidana melakukan pengulangan tindak pidana meliputi: a. faktor ekonomi, b. faktor lingkungan, c. faktor stigma negatif dari masyarakat. Hasil penelitian ini yang pertama, Dampak over kapasitas yang terjadi di Lembaga Pemasyaraktan Kelas IIA Tarakan membuat pelayanan pembinaan kepada narapidana kurang maksimal. Hal ini dikarenakan perbandingan jumlah petugas pembinaan dengan narapidana yang dibina tidak sebanding. Penulis menyarankan dengan memindahkan narapidan ke lapas lain atau dengan menambah sumber daya manusia (SDM) petugas pemasyarakatan agar program pembinaan terhadap narapidana recidive berjalan dengan baik. Kedua, Perlunya tenaga psikologi di lembaga pemasyarakatan. Dengan adanya tenaga Psikologi di lembaga Pemasyarakatan diharapkan bisa mengetahui latar belakang dari masalah yang terjadi pada Narapidan tersebut, sehingga mereka dapat menerima program pembinaan yang sesuai dengan permasalahan yang mereka lakukan. Perlunya tenaga psikologi dapat memotivasi narapida agar bisa mengubah hidupnya, dengan harapan pengulangan tindak pidana tidak terjadi dan mereka menjadi masyarakat yang taat hukum.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kedisiplinan belajar siswa. Kedisiplinan belajar merupakan suatu sikap, tingakah laku dan perbuatan siswa melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan keputusan aturan dan norma yang telah di tetapkan. Adapun indikator kedisiplinan belajar adalah disiplin waktu dan disiplin perbuatan. Layanan Bimbingan Kelompok merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling disekolah layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok ini berpengaruh terhadap kedisiplinan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Pra-Eksperimen model one grupe pretest-posttest design dengan sampel penelitian sebanyak 30 yang merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji paired samples test menggunakan SPSS 22.00 For Windows Versi 22.0 diketahui bahwa nilai uji t dengan thitung= 10,809 dengan uji t diketahui nilai df sebesar 29 dan nilai 0,05/2 = 0,025 sehingga ttabel sebesar 2,045. Karena thitung (10,809) > ttabel (2,045), hal ini berarti Ho ditolak, maka hipotesis diterima, artinya terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Ikan baronang merupakan ikan demersal yang hidup di dasar atau dekat dengan dasar perairan. Ikan baronang memiliki banyak variasi morfologi sehingga perlu diidentifikasi spesiesnya secara akurat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis ikan baronang (Siganus spp.) yang diperdagangkan di pasar Beringin Tarakan, berdasarkan karakter morfologi dan molekulernya (Jarak genetik dan hubungan kekerabatan). Penelitian ini dilakukan dengan mengukur karakter morfologi dan morfometrik. Selanjutnya, diidentifikasi karakter molekuler melalui proses ekstraksi DNA, amplifikasi DNA dengan PCR, elektroforesis, dan sekuensing. Berdasarkan identifikasi karakter morfologi dan molekuler pada penelitian ini ditemukan dua jenis ikan yang berbeda yaitu S. guttatus dan S. javus. Satu sekuen di uji molekuler dan disimpulkan bahwa sekuen dalam penelitian ini merupakan spesies S. guttatus dengan panjang 710 bp dan tingkat kemiripan dengan kisaran 98.78% - 99.79% dengan spesies S. guttatus yang ada pada GenBank NCBI. Dari hasil analisis jarak genetik sekuen dari pasar Beringin Tarakan dan dengan data sekuen lain yang dikumpulkan dari GenBank NCBI jarak genetik terdekat 0,000 adalah dari perairan Vietnam, Filipina, Canada, Malaysia dan perairan India. Rekonstruksi filogenetik membentuk 2 clade. Clade 1 adalah spesies dari S. guttatus (in-group) dan clade 2 adalah spesies dari S. javus (out-group).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kedisiplinan belajar siswa. Kedisiplinan belajar merupakan suatu sikap, tingakah laku dan perbuatan siswa melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan keputusan aturan dan norma yang telah di tetapkan. Adapun indikator kedisiplinan belajar adalah disiplin waktu dan disiplin perbuatan. Layanan Bimbingan Kelompok merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling disekolah layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok ini berpengaruh terhadap kedisiplinan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif Pra-Eksperimen model one grupe pretest-posttest design dengan sampel penelitian sebanyak 30 yang merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Tarakan. Berdasarkan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji paired samples test menggunakan SPSS 22.00 For Windows Versi 22.0 diketahui bahwa nilai uji t dengan thitung= 10,809 dengan uji t diketahui nilai df sebesar 29 dan nilai 0,05/2 = 0,025 sehingga ttabel sebesar 2,045. Karena thitung (10,809) > ttabel (2,045), hal ini berarti Ho ditolak, maka hipotesis diterima, artinya terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 13 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Ikan baronang merupakan ikan demersal yang hidup di dasar atau dekat dengan dasar perairan. Ikan baronang memiliki banyak variasi morfologi sehingga perlu diidentifikasi spesiesnya secara akurat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis ikan baronang (Siganus spp.) yang diperdagangkan di pasar Beringin Tarakan, berdasarkan karakter morfologi dan molekulernya (Jarak genetik dan hubungan kekerabatan). Penelitian ini dilakukan dengan mengukur karakter morfologi dan morfometrik. Selanjutnya, diidentifikasi karakter molekuler melalui proses ekstraksi DNA, amplifikasi DNA dengan PCR, elektroforesis, dan sekuensing. Berdasarkan identifikasi karakter morfologi dan molekuler pada penelitian ini ditemukan dua jenis ikan yang berbeda yaitu S. guttatus dan S. javus. Satu sekuen di uji molekuler dan disimpulkan bahwa sekuen dalam penelitian ini merupakan spesies S. guttatus dengan panjang 710 bp dan tingkat kemiripan dengan kisaran 98.78% - 99.79% dengan spesies S. guttatus yang ada pada GenBank NCBI. Dari hasil analisis jarak genetik sekuen dari pasar Beringin Tarakan dan dengan data sekuen lain yang dikumpulkan dari GenBank NCBI jarak genetik terdekat 0,000 adalah dari perairan Vietnam, Filipina, Canada, Malaysia dan perairan India. Rekonstruksi filogenetik membentuk 2 clade. Clade 1 adalah spesies dari S. guttatus (in-group) dan clade 2 adalah spesies dari S. javus (out-group).
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. INTRACAWOOD MANUFACTURING TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keselamatan kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Intracawood Manufacturing Tarakan yang berlokasi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode angket atau kuesioner. Pada penelitian ini untuk metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Sampling dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 95 karyawan adapun jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan rumus slovin. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji realibilitas, regresi linier berganda, uji asumsi klasik dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi, dan pengujian hipotesis uji parsial (t). Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel keselamatan kesehatan kerja (K3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan. Variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan. Kata kunci: Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), Disiplin Kerja, Produktivitas Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. INTRACAWOOD MANUFACTURING TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keselamatan kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Intracawood Manufacturing Tarakan yang berlokasi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode angket atau kuesioner. Pada penelitian ini untuk metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Sampling dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 95 karyawan adapun jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan rumus slovin. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji realibilitas, regresi linier berganda, uji asumsi klasik dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi, dan pengujian hipotesis uji parsial (t). Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel keselamatan kesehatan kerja (K3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan. Variabel disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel produktivitas kerja karyawan. Kata kunci: Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), Disiplin Kerja, Produktivitas Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di pendidikan matematika Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk Instrumen penilaian media pembelajaran berbasis digital pada mata pelajaran matematika. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D. Pada model 4D terdiri dari 4 tahapan secara keseluruhan, namun pada penelitian ini hanya sampai pada tahap 3 yang disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Tahapannya dimulai dari Define(Pendefinisian), Design (Perencanaan), dan Develop (Pengembangan). Tujuan Khusus Mengembangkan Instrumen, dilakukan sebanyak 5 tahapan yaitu (1) Menentukan variable yang akan diteliti (2) Analisis Konseptual (3) Analisis Operasional (4) Menentukan kisi-kisi Instrumen (5) Membuat butir instrumen. Hasil analisis menunjukkan Instrumen Penilaian Media yang dikembangkan berdasarkan indikator media dan produk berkualitas memperoleh persentase respon oleh validator dengan nilai Koefisien reprodubilitasnya 0.91 dan Koefeisen Skalabilitas diperoleh 0.82 dengan kategori sangat baik.