Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

38 hasil
Subjek: morfologi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KEKERABATAN GENETIKA IKAN CUPANG LOKAL (Betta sp) DI KESATUAN HIDROLOGIS GAMBUT DI KABUPATEN TANA TIDUNG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan cupang merupakan salah satu ikan yang sangat digemari oleh masyarakat terkait dengan memiliki tubuh yang unik dan mudah untuk dipelihara. Keunikannya menjadi bagian yang harus diekplor lebih jauh, karena jenis ini memiliki keragaman yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu upaya mempertahankan keragaman dengan menelaah tingkat kekerabatan. Ikan cupang lokal Desa Sebidai secara morfologis diduga memiliki kekerabatan dengan ikan cupang Tanjung Batu Kota Tarakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis ikan cupang lokal yang di temukan di perairan rawa Sebidai Kabupaten Tana Tidung, untuk mengetahui karakter morfologis ikan cupang lokal, dan untuk mengetahui jarak genetik dan tingkat kekerabatan ikan cupang lokal berdasarkan penanda molekuler gen COI. Jenis yang akan dikaji tingkat kekerabantannya adalah ikan cupang di Desa Sebidai dan Tanjung Batu, Kota Tarakan. Metode pendekatan dilakukan berdasarkan penanda molekuler gen COI. Secara teknis hasil tersebut akan divalidasi dengan menggunakan GenBank. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2020. Sampel empat spesies diambil dari masing-masing lokasi, dan GenBank dengan menggunakan software MEGA X. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 contoh sampel ikan tidak memiliki hubungan dengan spesies yang bersal dari GenBank (Betta pi, Betta pugnax, Betta spelendens, Betta imbelis) dengan nilai homologi 86,81%. Hasil analisis jarak genetik dari 4 sampel.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS HIU TIKAR DARI PERAIRAN MUARA BULUNGAN KALIMANTAN UTARA BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN MOLEKULER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hiu tikar yang tertangkap sebagai hasil tangkapan buangan dari Perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekuler. Hiu tikar sering tertangkap bersama hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl), namun informasi ilmiah mengenai karakteristik morfologi dan molekulernya di wilayah ini belum tersedia. Penelitian menggunakan lima ekor sampel hiu tikar yang dianalisis berdasarkan karakter morfologi (bentuk tubuh, kepala, sirip, dan pola warna) serta karakter molekuler melalui ekstraksi DNA, amplifikasi gen Cytochrome c Oxidase I (COI) menggunakan PCR, elektroforesis, dan sekuensing dengan metode Sanger. Hasil sekuensing selanjutnya dianalisis menggunakan BLAST pada database NCBI, dilanjutkan dengan analisis jarak genetik dan filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining. Hasil identifikasi morfologi menunjukkan bahwa sampel memiliki tubuh memanjang, kepala lebar dan membulat, terdapat barbel di sekitar mulut, dua sirip dorsal yang terletak di bagian posterior tubuh, serta pola bercak khas pada permukaan tubuh, sesuai dengan ciri spesies Chiloscyllium plagiosum. Hasil analisis molekuler menunjukkan tingkat kemiripan sekuens sebesar 99,08-99,85% dengan data Chiloscyllium plagiosum pada GenBank, dengan nilai jarak genetik yang rendah (0,000-0,012), menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi identifikasi morfologi dan molekuler berhasil mengonfirmasi keberadaan Chiloscyllium plagiosum di perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara, sekaligus memberikan data ilmiah awal sebagai dasar upaya pengelolaan dan konservasi spesies ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN AKTIVITAS SEMUT HITAM (Dolichoderus thoracicus) DENGAN ORGAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan salah satu predator alami yang berpotensi mendukung pengendalian hayati hama utama pada tanaman kakao. Keberadaan dan aktivitas semut ini diduga dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman kakao, terutama struktur tajuk dan ketersediaan organ generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas semut hitam pada bagian tanaman kakao serta menganalisis korelasi antara karakteristik morfologi tanaman kakao (Theobroma cacao L.) dengan tingkat kolonisasi semut hitam. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada September 2023 hingga Maret 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah produktif, jumlah buah tidak produktif, serta aktivitas semut pada batang, daun, bunga, dan buah. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas semut hitam tertinggi ditemukan pada bagian buah dan batang, terutama di lokasi P1 dengan rata-rata aktivitas pada buah sebesar 7,45 dan batang sebesar 4,33, serta lokasi P9 dengan aktivitas pada batang sebesar 3,92 dan buah sebesar 2,24. Aktivitas pada daun dan bunga tergolong sangat rendah, sedangkan pada beberapa lokasi tidak ditemukan aktivitas semut. Hasil korelasi menunjukkan bahwa aktivitas semut berhubungan positif signifikan dengan tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, bunga, buah produktif, dan buah tidak produktif pada lokasi tertentu. Dengan demikian, karakteristik morfologi dan fase generatif tanaman kakao berperan dalam mendukung kolonisasi dan aktivitas D. thoracicus pada perkebunan kakao.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi dan deskripsi morfologi siput tanpa cangkang (gastropoda) dan potensinya sebagai sumber ajar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan morfologi siput tanpa cangkang (slug) di kawasan Hutan Lindung Gunung Selatan Kota Tarakan, serta menganalisis potensinya sebagai sumber ajar dalam pembelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November hingga Desember 2025 di empat stasiun pengamatan yang masing-masing menggunakan plot berukuran 20 x 20 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 1 spesies siput tanpa cangkang di seluruh stasiun pengamatan, yaitu Parmarion martensi. Spesies ini memiliki karakteristik morfologi unik berupa cangkang yang tereduksi sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan. Kondisi lingkungan di lokasi penelitian mendukung keberlangsungan hidup spesies ini dengan parameter rata-rata: intensitas cahaya 226–911 lux, pH tanah 5,2–6,0, suhu udara 25,8–29,5°C, kelembaban udara 84,8–94% RH, dan kelembaban tanah 3,5–4,5%. Hasil identifikasi dan deskripsi ini berpotensi besar untuk digunakan sebagai sumber ajar biologi di tingkat SMA, khususnya pada materi klasifikasi makhluk hidup dan keanekaragaman hayati serta pada mata kuliah yang terdapat di perguruan tinggi. Data ini dapat membantu memahami konsep adaptasi morfologi dan hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya melalui fenomena nyata di lingkungan sekitar.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DAN DESKRIPSI SPESIES SIPUT DARAT MOLLUSCA: GASTROPODA DI KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG SELATAN KOTA TARAKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER AJAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastropoda umumnya terdapat di daerah perairan, tetapi nyatanya terdapat gastropoda yang hidup di daerah terrestrial seperti siput darat. Hutan hujan tropis merupakan habitat yang ideal bagi kehidupan siput darat seperti kawasan hutan lindung gunung selatan kota Tarakan. Namun, data awal mengenai spesies siput darat yang terdapat di kota Tarakan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan spesies siput darat Mollusca:Gastropoda di Hutan Lindung Gunung Selatan Kota Tarakan Dan Potensinya Sebagai Sumber Ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode purposive sampling pada empat stasiun penelitian yang berbeda. Ditemukan 5 spesies siput darat pada penelitian ini yaitu Oxychilus cellarius, Helix inclinata, Japonia Borneensis, Trochulus striolatus dan Arianta arbustorum. Bentuk dan variasi dari morfologi serta distribusi pada setiap spesies memiliki perbedaan karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, suhu, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH tanah. Spesies Oxychilus cellarius dan Trochulus striolatus bersifat generalis spesies karena mampu beradaptasi diberbagai tempat sedangkan spesies Helix inclinata, Japonia borneensis dan Arianta arbustorum bersifat specialis spesies karena hanya mampu bertahan hidup pada area yang lembab dan teduh. Sehingga hasil identifikasi dan deskripsi ini berpotensi besar untuk digunakan sebagai sumber ajar biologi di tingkat SMA, khususnya pada materi klasifikasi makhluk hidup dan keanekaragaman hayati serta pada mata kuliah ekologi yang terdapat di perguruan tinggi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Proses Morfologis Kata Afiksasi Verba Pada Berita Online Koran Kaltara Edisi Januari 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses morfologis kata afiksasi verba dalam berita online Koran Kaltara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Sumber data yang digunakan berita online Koran Kaltara Edisi Januari 2024 khususnya pada berita headline atau berita utama dengan jumlah berita sebanyak 27 berita berupa verba yang dilekati afiks yang mengalami proses morfologis. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 214 data diantaranya mencakup prefiks, konfiks, sufiks, dan kombinasi afiks. Prefiks yang dianalisis yaitu prefiks meN-, ber-, di- dan ter- dengan hasil temuan yakni sebanyak 111 data yang dikelompokkan sesuai dengan bentuk prefiksnya. Prefiks tersebut adalah prefiks meN- sebanyak 48 data, prefiks ber- sebanyak 14 data, prefiks di- sebanyak 33 data dan prefiks ter- sebanyak 16 data. Sufiks yang ditemukan yaitu sufiks -kan yakni sebanyak 6 data. Konfiks yang ditemukan yaitu konfiks ke-an dengan hasil temuan yakni terdapat 1 data. Kombinasi afiks yang dianalisis yaitu kombinasi afiks me-kan, di-kan, me-i, di-i, memper-, memper-kan, dan diper-kan dengan hasil temuan yakni sebanyak 96 data yang dikelompokkan sesuai dengan bentuk kombinasi afiksnya. Kombinasi afiks tersebut adalah kombinasi afiks me-kan sebanyak 40 data, kombinasi afiks di- kan sebanyak 28 data, kombinasi afiks me-i sebanyak 16 data, kombinasi afiks di-i sebanyak 6 data, kombinasi afiks memper- sebanyak 1 data, kombinasi afiks memper-kan sebanyak 3 data, dan kombinasi afiks diper-kan sebanyak 2 data. Hasil analisis data afiksasi verba yang paling dominan ditemukan dalam berita online Koran Kaltara Edisi Januari 2024 yaitu prefiks dengan jumlah 75 data dengan kategori prefiks terbanyak yaitu prefiks meN- sebanyak 48 data.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi dan Morfologi Pada Penulisan Karangan Deskripsi Siswa Kelas V C SD Negeri 017 Tarakan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi serta menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di kelas V C SD Negeri 017 Tarakan dengan sampel penelitian siswa kelas V C yang melakukan kesalahan berbahasa pada penulisan karangan deskripsi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes tertulis, teknik angket (kuesioner), wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis data kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data mengenai kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa dan teknik analisis data deskriptif persentase yang digunakan untuk menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 53 kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Pada tataran fonologi (penghilangan fonem, perubahan dan penambahan fonem) terdapat 43 kesalahan. Sedangkan pada tataran morfologi (prefiks, sufiks dan konfiks) terdapat 10 kesalahan. Selanjutnya, yang berkenaan dengan faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi, dapat dilihat bahwa faktor penyebab tertinggi kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi yang dilakukan oleh siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan yaitu karena kurangnya pemahaman terkait kaidah kebahasaan yang memperoleh persentase sebesar 63%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Imbuhan dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau (Kajian Morfologi)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JULI ULEH 2025. Imbuhan dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A. Pembimbing Anggota Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi imbuhan dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau yang digunakan oleh masyarakat di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode agih sebagai teknik analisis data. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap penutur asli bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau terdapat berbagai bentuk imbuhan, khususnya awalan seperti m-, n-, ng-, ny-, p-, le-, me-, pe-, dan nge- yang berperan penting dalam pembentukan kata kerja (verba). Beberapa imbuhan menyebabkan perubahan fonologis pada bentuk dasar, sedangkan yang lain tidak. Fungsi imbuhan dalam bahasa ini meliputi pembentukan kata kerja dari bentuk dasar yang semula berupa verba atau adjektiva. Temuan ini memperkaya kajian morfologi Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Reduplikasi Bahasa Dayak Punan dalam Cerita Rakyat "Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong" (Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu' dari Kalimantan) : Kajian Morfologi

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi serta menganalisis makna dan fungsi pada sembilan cerita rakyat yang terdapat dalam buku kumpulan cerita rakyat berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah berupa buku cerita rakyat yang berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan yang terdapat sembilan cerita rakyat bahasa Punan dan serta terjemahan bahasa Indonesia. Data di peroleh dalam penelitian ini yaitu dengan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Data di analisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan rumusan masalah, hasil serta pembahasan penelitian reduplikasi yang di lakukan menunjukkan adanya reduplikasi atau kata ulang yang terdapat pada kumpulan ke sembilan cerita rakyat buku yang berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan yang terdiri dari tiga klasifikasi yaitu reduplikasi utuh (dwilingga) reduplikasi sebagian (dwipurwa) dan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara). Dengan masing-masing di peroleh reduplikasi utuh (dwilingga) (109), reduplikasi sebagian (dwipurwa) (28), dan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara) (9). Dari ke tiga klasifikasi ini kata utuh menjadi yang paling dominan dalam penelitian ini karena hasil analisis sembilan (9). Reduplikasi bermakna (bermakna kelompok 12), (bermakna banyak 5), (bermakna sungguh-sungguh 9), (bermakna masing-masing 7), (bermakna sudah 4), (bernakna kehati-hatian/waspada 6), (bermakna keadan 9), (bermakna perbuatan 24), (bermakna tidak sungguh-sungguh 6), (bermakna penegasan 4), (bermakna sangat 5), (bermakna bertanya 3), (bermakna tindakan 3), (bermakna uruttan 1), (bermakna bunyi 9), (bermakna saling 3), (bermakna memberitahu 3), (bermakna awalan 1), (bermakna takut 3), dan (brmakna keberadaan 1) dengan rinciannya 145 pengulangan bermakna, sedangkan redupliksi berfungsi, reduplikasi berfungsi (Nomina, 33), reduplikasi berfungsi (Verba 42), reduplikasi berfungsi (Adjektiva, 21), dan reduplikasi berfungsi (adverbia, 24), berdasarkan hasil secara keseluruhan reduplikasi berfungsi yaitu 120 data reduplikasi berfungsi data reduplikasi yang telah dianalisis, masing-masing kelas kata menunjukkan peran dari cerita rakyat yang terdapat cerita rakyat suku dayak Punan dalam buku Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan. Menunjukkan kata pengulangan utuh yang paling banyak digunakan dalam cerita tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Reduplikasi Bahasa Indonesia dengan Bahasa Tidung di Desa Tengku Dacing Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (Kajian Analisis Kontrastif)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bentuk dan makna reduplikasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Tidung di Desa Tengku Dacing, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, rekaman, dan pencatatan terhadap penutur asli bahasa Tidung. Analisis dilakukan dengan metode agih dan kajian analisis kontrastif untuk mengungkap persamaan dan perbedaan reduplikasi secara morfologis dan semantis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Indonesia terdapat empat jenis reduplikasi, yaitu reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, reduplikasi dengan afiksasi, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Sementara itu, dalam bahasa Tidung ditemukan tiga jenis reduplikasi, yaitu reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, dan reduplikasi berafiks sederhana. Secara semantis, fungsi reduplikasi dalam kedua bahasa relatif serupa, yakni untuk menyatakan makna jamak, intensitas, pengulangan, dan keragaman. Namun, secara morfologis, bahasa Indonesia menunjukkan sistem reduplikasi yang lebih kompleks dan variatif dibandingkan bahasa Tidung yang lebih sederhana, sistematis, dan terbatas produktivitasnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kedua bahasa memiliki kesamaan dalam penggunaan reduplikasi, terdapat perbedaan mencolok dari segi struktur dan bentuk yang dipengaruhi oleh karakteristik linguistik bahasa masing-masing. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan linguistik, pelestarian bahasa daerah, serta pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Tidung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pembentukan Reduplikasi Penuh dan Sebagian Pada Bahasa Mandar Melalui Pendekatan Teori Distribusi Morfologi.

2024•

Sisnawati 2024. Analisis Pembentukan Reduplikasi Penuh dan Sebagian Pada Bahasa Mandar Melalui Pendekatan Teori Distribusi Morfologi. (dibimbing oleh Achmad Dicky Romadhan, S.Pd., M.Hum. dan Rita Kumala Sari, M.Pd). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari analisis pembentukan reduplikasi penuh dan sebagian pada bahasa Mandar Melalui pendekatan teori distribusi morfologi. Pada penelitian ini Bahasa yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini adalah bahasa Mandar yang dipakai penutur Mandar. Penelitian ini menggunakan dua jenis informan, yaitu Informan tetap dan tidak tetap. Informan tetap sebagai penutur bahasa asli yang sering menutur bahasa Mandar yaitu bernama Hamsa berusia 45, Darwin berusia 40 tahun dan Irmawati berusia 39 tahun. Informan tidak tetap ini ialah Saenuddin yang berusia 37 tahun, Hasni berusia 37 tahun dan Rasni yang berusia 30 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya teknik lesap, ganti, sisip, dan ubah wujud. Berdasarkan penelitian Reduplikasi pada bahasa Mandar bahwa peneliti mewawancarai serta merekam informan dan mencatat hasil data yang ingin dianalisis, hasil penelitian yang diperoleh data pertama menghasilkan 16 data yaitu 8 dari data Reduplikasi penuh dan 8 dari reduplikasi sebagian, selanjutnya data dari hasil penelitian kedua memperoleh 42 data yaitu 20 dari data Reduplikasi penuh dan 22 dari data Reduplikasi sebagian sehingga memperoleh hasil keseluruhan data yaitu 58 data bahasa Mandar. Hasil data yang diperoleh kemudian diambil hanya 40 data dari 58 data kemudian data tersebut dibagi menjadi 2 yaitu reduplikasi penuh dan sebagian kemudian hasil data dianalisis satu persatu dengan menggunakan teori distribusi morfologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Jenis Pohon Buah Dalam Mendukung Keberadaan Semut Rangrang (Oechopylla smaragdina) di Pulau Tarakan

2024•

Jenis pohon buah apa yang memiliki tingkat asosiasi tertinggi dalam menjadi habitat semut rangrang secara alami dan bagaimana karakteristik pohon buah dalam mendukung penyebaran habitat sarang semut rangrang di Pulau Tarakan. Untuk mengidentifikasi peran jenis pohon yang menjadi habitat sarang semut rangrang dan untuk mengetahui karakteristik pohon buah dalam mendukung penyebaran habitat semut rangrang Oecophylla smaragdina di Pulau Tarakan. Penentuan Lokasi Penelitian dilakukan berdasarkan survei, observasi dan sampling pada wilayah perkebunan Tarakan Utara, Tarakan Barat dan Tarakan Timur. Dan kemudian data yang didapatkan dari hasil pengamatan keberadaan semut rangrang di analisis dengan analisis Korelasi Spearman’s rho dan analisis deskriptif yaitu menggambarkan hasil dari masing-masing parameter pengamatan. Pohon mangga dan rambutan didapatkan tingkat kelembaban yang relatif lebih rendah 56-57 %RH, suhu 36-38°C dan intensitas cahya 372,8 Ft''cd-394,7 Ft''cd dimana parameter ini disukai koloni semut rangrang dalam beraktivitas serta faktor pendukung seperti pembungaan yang memiliki nektar lebih banyak dan lebih manis daripada pohon durian, lai, jeruk kasturi dan terap. Pohon mangga dan rambutan mampu memproduksi nektar yang merupakan sumber makanan bagi rangrang selain itu nektar tersebut juga mampu mengundang keberadaan hama, pada suhu 36-37°C kelembaban 56-57%RH dan intensitas cahya 372,8 Ft''cd-394,7 Ft''cd. disukai untuk berkativitas secara aktif dan mampu membangun koloni pada agroklimatologi tersebut. Berdasarkan penelitian ini semut rangrang menyukai daun yang memiliki karakteristik daun yang lentur, lebar ataupun kecil-kecil namun rimbun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DAN MOLEKULER IKAN PATIN (Pangasius sp) DARI SUNGAI KAYAN KELURAHAN TANJUN PALAS KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•

Ikan patin merupakan salah satu ikan air tawar anggota famili Pangasiade. Saat ini penelitian mengenai ikan patin di Indonesia masih minim dilakukan dan untuk di Kalimantan Utara belum pernah dilakukan khususnya dari DNA barcoding. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait DNA barcoding khususnya pada ikan patin di sekitar Kelurahan Tanjung Palas Privinsi Kalimantan Utara diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan acuan mengenai jenis pada ikan patin. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi spesies ikan patin secara akurat dalam upaya membantu konservasi ikan patin dari Sungai Kayan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepastian nama spesies ikan patin yang ada di Sungai Kayan, Kelurahan Tanjung Palas, Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekulernya. Morfologi diamati dengan membedakan bentuk tubuh, bentuk ekor, warna tubuh dan bentuk mata, selanjutnya diidentifikasi karakter molekuler melalui proses ekstraksi DNA, uji konsentrasi dan kemurnian, amplifikasi dengan PCR, elektroforesis dan sekuensing. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan genus Pangasius dengan karakter morfologi bentuk tubuh yang memanjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiruan. Ikan ini juga tidak memiliki sisik dan memiliki kepala berukuran relatif kecil dibandingkan dengan badannya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ikan patin yang diidentifikasi secara molekuler merupakan ikan patin dari genus Pangasius dengan hasil persentase kemiripan pada Pangasius nasutus 94,75%, Pangasius hypophthaimus 90,80%, dan Pangasius micrinemus 92,86%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembentukan Derivasi dan Infleksi pada Portal Web Tribunkaltara.com Periode 1 - 15 Januari 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMBENTUKAN DERIVASI DAN INFLEKSI PADA PORTAL WEB TRIBUNKALTARA.COM PERIODE 1-15 JANUARI 2024 ABSTRAK ASRINA 2024. Pembentukan Derivasi dan Infleksi pada Portal Web Tribunkaltara.com Periode 1-15 Januari 2024. (dibimbing oleh Erna wahyuni dan Siti Fathonah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembentukan derivasi dan infleksi pada portal web Tribunkaltara.com periode Januari 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kata yang terdapat pada kalimat-kalimat yang mengalami proses morfologi afiksasi, reduplikasi, dan komposisi, sehingga menghasilkan pembentukan kelas kata baru berupa derivasi dan infleksi. Sumber data dalam penelitian ini adalah portal web Tribunkaltara.com periode 1-15 Januari 2024. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode simak baca, pustaka dokumentasi, dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 148 data secara keseluruhan yang terbagi menjadi 52 data derivasi dan 96 data infleksi. Afiksasi sebanyak 100 data yang terdiri atas 33 data derivasi dan 67 data infleksi. Reduplikasi sebanyak 29 data dengan 27 penggunaan reduplikasi utuh dan 2 reduplikasi perubahan bunyi yang secera keseluruhan berjenis infleksi. Komposisi sebanyak 19 data yang secara keseluruhan berjenis derivasi. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada portal web Tribunkaltara.com terdapat proses morfologi pembentukan kelas kata baru derivasi dan infleksi. Kata kunci: derivasi, infleksi, proses morfologi, pembentukan kata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI DAN GENETIK IKAN PARI JANTAN (Maculabatis gerrardi) DI PERAIRAN MUARA SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Spesies ikan pari memiliki kekerabatan dekat dengan spesies lainnya yang memiliki kesamaan dan karakter morfologi saling tumpang tindih dan sulit untuk membedakan spesiesnya. Salah satu metode untuk mengidentifikasi spesies pari yaitu DNA barcoding. DNA barcoding adalah metode molekuler untuk mengidentifikasi spesies yang memanfaatkan rantai DNA pendek berupa penanda mitochondrial cytochrome oxidase subunit 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi beserta karakteristik genetik ikan pari yang diambil di perairan muara sesayap kabupaten Tana Tidung menggunakan metode DNA barcoding. Objek yang akan diteliti adalah ikan pari jantan genus Maculabatis. Pengambilan sampel ikan pari dilakukan pada bulan Februari 2023 di perairan muara Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Tahapan ekstraksi DNA hingga tahap PCR dilaksanakan di Laboratorium dan tahapan sekuensing dilaksanakan oleh jasa sekuensing. Sampel uji ikan pari memiliki 2 karakter morfologi yang berbeda dengan ukuran terpanjang yaitu 47 cm dengan lebar 59 cm dan terpendek 32 cm dengan lebar 41 cm. Validasi basa nukleotida sampel menunjukkan panjang rantai basa nukleotida mencapai 687. Jenis ikan pari dari perairan muara Sesayap Kabupaten Tana Tidung berdasarkan uji molekuler yaitu jenis Maculabatis gerrardi dengan tingkat kemiripan 100% dengan sekuen dari Malaysia dengan kode akses OQ3885102.1 dari NCBI.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS UDANG HASIL TANGKAPAN TUGU (Stow Net) DARI PERAIRAN MUARA ANCAM KABUPATEN BULUNGAN MENGGUNAKAN DNA BARCODING

2023•

Wilayah dengan potensi perikanan tangkap di perairan pesisir dan muara, adalah perairan muara Ancam Kabupaten Bulungan. Di wilayah ini, terdapat sejumlah unit penangkapan yang dioperasikan oleh nelayan Bulungan dengan tujuan memanfaatkan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Unit penangkapan ikan yang mendominasi dan aktif beroperasi di wilayah perairan pesisir/muara Ancam adalah unit penangkapan tugu (stownet) dengan hasil tangkapan utama (Main Catch) berupa berbagai jenis udang. Udang adalah hewan kecil tak bertulang belakang (invertebrata) yang tempat hidupnya adalah di perairan air tawar, air payau dan air asin. DNA barcoding adalah salah satu adalah metode molekuler untuk mengidentifikasi spesies yang mampu memberikan kecepatan dan keakuratan dalam mengidentifikasi jenis spesies. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan spesies udang dan karakter molekulernya dari hasil tangkapan tugu Muara Ancam di kabupaten Bulungan. Tahapan identifikasi molekuler penelitian ini terdiri dari proses ekstraksi DNA, amplifikasi DNA dengan PCR, elektroforesis dan sekuensing. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa, 8 sampel udang menghasilkan sebuah sekuen nukleotida dengan kisaran panjang DNA 474bp – 699bp (base pairs). Kemudian Hasil pencocokan sekuen menunjukkan bahwa terdapat 8 jenis sekuen yang telah dipasangkan dengan persentase kemiripan terhadap GenBank NCBI. Kemiripan ini berkisar antara 98,41%-100% untuk setiap spesies yang teridentifikasi hasil penelitian identifikasi spesies secara morfologi dan molekuler, terdapat delapan jenis spesies udang yang teridentifikasi yakni Metapanaeus brevicornis ,Penaeus merguiensis, Mierspenaeosis scultillis, Eutrichocheles modestus, Orastosqulla interrupta, Solenocera crassicornis, Metapenaeus ensis, Metapenaeus Monoceros

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI SPESIES IKAN LAIS DARI SUNGAI RAHAYU (SELOR) DI KALIMANTAN UTARA DENGAN METODE DNA BARCODING

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lais merupakan salah satu ikan yang bersungut air tawar anggota famili Siluridae. Ikan lais berperan sebagai pemangsa dalam rantai makanan untuk menjaga kestabilan populasi organisme lain di dalam perairan. Oleh karena itu, perlu dilakukan metode identifikasi ikan lais melalui DNA barcoding. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi spesies ikan lais yang berasal dari Sungai Rahayu (Selor), Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara berdasarkan karakter molekuler dengan menggunakan metode DNA barcoding dan karakter morfologi. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi karakter molekuler melalui proses isolasi dan ekstraksi DNA, amplifikasi DNA menggunakan PCR, elektroforesis, dan sekuensing. Setelah itu, dilakukan pengukuran karakter morfologi dan morfometrik. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa spesies dalam penelitian ini diduga adalah spesies endemik karena dari sekian banyak ikan lais yang telah diteliti secara molekuler dan diunggah ke database bank gen, baik yang berasal dari perairan Indonesia maupun perairan negara lain, karakter molekuler yang ditunjukkan dari persentase kemiripan berbeda jauh yaitu di bawah 90%. Hasil analisis jarak genetik pada keempat sekuen dari Sungai Rahayu dapat dikatakan identik atau tidak ada perbedaan genetik dengan nilai jarak genetik 0, 000. Rekontruksi filogenetik membentuk 3 clade utama berdasarkan pengelompokkan terhadap masing-masing satu spesies.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penentuan Identitas Spesies Ikan Kerong-kerong yang Diperdagangkan di Pasar Beringin Kota Tarakan Berdasarkan Karakter Morfologi & Molekuler

2023•

Ikan kerong-kerong merupakan salah satu potensi sumberdaya perikanan yang bernilai komersial, ikan ini sering dirtangkap oleh nelayan yang menggunakan alat tangkap tugu dan pukat gondrong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas spesies ikan kerong-kerong yang diperdagangkan di pasar beringin kota Tarakan dengan menggunakan karakteristik morfologi dan molekuler. Florosafe DNA stain agar DNA teramati di bawah sinar UV, primer universal FishF1 (5’- TCAACCAACCCAAAGACATTGGCAC-3’) dan primer FishR1 (5’- TAGACTTCTGGGTGGCCAAA GAATCA-3’), untuk mendeteksi keberadaan DNA ikan secara universal, dan templet DNA sebagai cetakan untuk membentuk molekul DNA. Genomic DNA Mini Kit (Tissue Protocol). Sekuensing tersebut dicocokkan dengan database yang ada di Bank Gen NCBI juga terdapat 87 sekuen yang memiliki kemiripan berkisar 98.44 - 100.00%. Keragaman genetik ikan kerong-kerong yang tinggi mampu menyediakan keragaman respon yang penting untuk menjaga proses adaptasi spesies dalam perubahan kondisi lingkungan. Sekuen di penelitian ini ditemukan jarak genetik terdekat yaitu 0.000 yang berasal dari perairan Malaysia, India, Bangladesh dan Francis. Dari hasil BLAST sekuen ikan kerong-kerong yang berasal dari Pasar Beringin Kota Tarakan membentuk clade yang sama dengan ikan kerong-kerong yang berasal dari Malaysia, India, Bangladesh, dan Francis dengan nilai bootstrap 95.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bentuk dan Makna Kata Ulang Bahasa Dayak Tenggalan di Desa Mansalong Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kajian Morfologi)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BENTUK DAN MAKNA KATA ULANG BAHASA DAYAK TENGGALAN DI DESA MANSALONG KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA (KAJIAN MORFOLOGI). ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan makna kata ulang dalam bahasa Dayak Tenggalan di Desa Mansalong. Data berupa bentuk dan makna kata ulang dalam bahasa Dayak Tenggalan. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat Desa Mansalong yang bertempat tinggal di Rt 01 dan Rt 03 yang telah dipilih menjadi narasumber dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya reduplikasi atau kata ulang yang terdiri atas 3 bentuk kata ulang, yaitu kata ulang utuh, kata ulang sebagian dan kata ulang berimbuhan dengan masing-masing perolehan, yaitu kata ulang utuh 22, kata ulang sebagian 5, kata ulang berimbuhan 8. Sedangkan makna kata ulang terdiri atas 4 klasifikasi, yaitu kata ulang bermakna “banyak” 4, kata ulang bermakna “perbuatan” 3, kata ulang bermakna “agak” 1, dan kata ulang bermakna intensif “kualitatif” 3 yang berasal dari 3 narasumber di Desa Mansalong. Jumlah keseluruhan data yang diperoleh dari penelitian kata ulang Bahasa Dayak Tenggalan di Desa Mansalong sebanyak 35 data reduplikasi. Dari ketiga klasifikasi ini, Kata ulang utuh lebih dominan daripada kata ulang yang lainnya, alasannya terdapat banyak pengulangan utuh yang digunakan dalam berkomunikasi sehari-harinya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS IKAN KIPER YANG DIPERDAGANGKAN DI PASAR TRADISIONAL BERINGIN TARAKAN KALIMANTAN UTARA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN MOLEKULER

2023•

kan kiper termasuk ikan demersal sehingga dapat ditemukan dibagian dasar perairan laut maupun perairan payau, juga memiliki gizi yang cukup tinggi dengan harga terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan kiper yang diperdagangkan di Pasar Tradisional Beringin Kota Tarakan Kalimantan Utara berdasarkan karakter mmorfologi dan molekuler, serta menganalisis jarak genetik dan pohon filogenetiknya. Pengambilan sampel diambil secara acak sebanyak 30 sampel ikan kiper. Sampel ikan kiper kemudian diidentifikasi dengan pengamatan morfologi dan molekuler. Molekuler dilakukan dengan menggunakan DNA barcoding berbasis gen mitokondria Cytochrome Oxydase Subunit I (COI) melalui proses ekstraksi DNA, amplifikasi DNA, elektroforesis dan sekuensing. Hasil dari sekuensing di validasi dengan fitur Basic Local Aligment Search Tool – nucleotide (BLAST-n) menunjukkan bahwa ikan kiper dari Pasar Tradisional Beringin Kota Tarakan merupakan spesies Scatophagus argus dengan tingkat kemiripan antara 98,98% - 99,85% S. argus yang ada pada GenBank Basic Local Aligment Search Tool (BLAST). Jarak genetik ikan ikan kiper dari Pasar Tradisional Beringin Kota Tarakan dengan data lain dari sekuen yang dikumpulkan dari National Centre For Biotechnology Information (NCBI) diperoleh jarak genetik yang sangat dekat yaitu dengan jarak 0,002 dari perairan Malaysia bagian Pinang dan Thailand. Rekonstruksi pohon filogenetik membentuk clade ingroup dengan percabangan sekuen S. argus dari Pasar Tradisional Beringin Kota Tarakan dengan S. argus dari perairan Indonesia (Lampung), Malaysia (Pinang dan Selangor) Thailand.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail