2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hiu tikar yang tertangkap sebagai hasil tangkapan buangan dari Perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekuler. Hiu tikar sering tertangkap bersama hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl), namun informasi ilmiah mengenai karakteristik morfologi dan molekulernya di wilayah ini belum tersedia. Penelitian menggunakan lima ekor sampel hiu tikar yang dianalisis berdasarkan karakter morfologi (bentuk tubuh, kepala, sirip, dan pola warna) serta karakter molekuler melalui ekstraksi DNA, amplifikasi gen Cytochrome c Oxidase I (COI) menggunakan PCR, elektroforesis, dan sekuensing dengan metode Sanger. Hasil sekuensing selanjutnya dianalisis menggunakan BLAST pada database NCBI, dilanjutkan dengan analisis jarak genetik dan filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining. Hasil identifikasi morfologi menunjukkan bahwa sampel memiliki tubuh memanjang, kepala lebar dan membulat, terdapat barbel di sekitar mulut, dua sirip dorsal yang terletak di bagian posterior tubuh, serta pola bercak khas pada permukaan tubuh, sesuai dengan ciri spesies Chiloscyllium plagiosum. Hasil analisis molekuler menunjukkan tingkat kemiripan sekuens sebesar 99,08-99,85% dengan data Chiloscyllium plagiosum pada GenBank, dengan nilai jarak genetik yang rendah (0,000-0,012), menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi identifikasi morfologi dan molekuler berhasil mengonfirmasi keberadaan Chiloscyllium plagiosum di perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara, sekaligus memberikan data ilmiah awal sebagai dasar upaya pengelolaan dan konservasi spesies ini.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hiu tikar yang tertangkap sebagai hasil tangkapan buangan dari Perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara berdasarkan karakter morfologi dan molekuler. Hiu tikar sering tertangkap bersama hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl), namun informasi ilmiah mengenai karakteristik morfologi dan molekulernya di wilayah ini belum tersedia. Penelitian menggunakan lima ekor sampel hiu tikar yang dianalisis berdasarkan karakter morfologi (bentuk tubuh, kepala, sirip, dan pola warna) serta karakter molekuler melalui ekstraksi DNA, amplifikasi gen Cytochrome c Oxidase I (COI) menggunakan PCR, elektroforesis, dan sekuensing dengan metode Sanger. Hasil sekuensing selanjutnya dianalisis menggunakan BLAST pada database NCBI, dilanjutkan dengan analisis jarak genetik dan filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining. Hasil identifikasi morfologi menunjukkan bahwa sampel memiliki tubuh memanjang, kepala lebar dan membulat, terdapat barbel di sekitar mulut, dua sirip dorsal yang terletak di bagian posterior tubuh, serta pola bercak khas pada permukaan tubuh, sesuai dengan ciri spesies Chiloscyllium plagiosum. Hasil analisis molekuler menunjukkan tingkat kemiripan sekuens sebesar 99,08-99,85% dengan data Chiloscyllium plagiosum pada GenBank, dengan nilai jarak genetik yang rendah (0,000-0,012), menunjukkan hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi identifikasi morfologi dan molekuler berhasil mengonfirmasi keberadaan Chiloscyllium plagiosum di perairan Muara Bulungan, Kalimantan Utara, sekaligus memberikan data ilmiah awal sebagai dasar upaya pengelolaan dan konservasi spesies ini.
2024 · Book ·
Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan menjawab rumusan masalah: (1) Apa saja alasan petani memasarkan TBS kelapa sawit ke tengkulak; (2) Bagaimana peran tengkulak dalam pemasaran TBS; (3) Bagaimana tingkat kepuasan petani terhadap peran tengkulak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui alasan petani memasarkan TBS kelapa sawit ke tengkulak; (2) Mengetahui peran tengkulak dalam pemasaran TBS; mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap peran tengkulak. Metode penentuan sampel dalam penenlitian ini adalah purposive sampling yaitu menentuan sampel dengan sengaja. Dengan pengumpulan data wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi. Dengan analisis data deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan sekala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kehadiran tengkulak dapat memenuhi kekurangan yang ada pada petani di antaranya perjanjian kerja antara petani dengan pabrik pengolahan kelapa sawit, transport, modal, dan juga SDM; (2) Tengkulak berperan penting yang dapat memberikan kemudahan mobilitas dan pembayaran tunai langsung kepada petani, tengkulak juga memberikan fasilitas yang di butuhkan petani; (3) Kepuasan petani terhadap kinerja tengkualak berperan sebagai Pengumpul sebanyak 92,6% menyatakan sangat puas dalam pengumpul hasil pertanian, kekonsistenan hasil pertanian, tanggung jawab hasil pertanian, memberikan kejujuran tengkulak sebagai pengumpul, melakukakan peningkatan sebagai kinerja tengkulak sebagai pengumpul hasil pertanian. Berperan sebagai Pembeli 92,0% menyatakan sangat puas dalam memberikan harga, kekonsistenan dalam pembayaran, selalu membeli hasil pertanian, tengkulak memiliki pengetahuan harga pasar, melakukan kerja sama. Berperan sebagai Penghubung 100% menyatakan sangat puas dalam penghubung antara petani dengan pasar, mencapai pasar lebih luas, menjembatani petani, mengoptimalkan harga, dukungan layanan. Berperan sebagai Pemasaran 90,29% menyatakan sangat puas dalam transparasi, menghargai kualitas, mencari konsumen baru, promosi dalam penjualan, memberikan informasi pemasaran. dan Berperan sebagai Kreditor 89,14% menyatakan sangat puas dalam pemberian kredit modal, menyakinkan pemberian modal, membayar petani sebelum ada hasil, tengkulak memberikan ketergantungan, sikap peran kreditor.
2024 · Thesis ·
Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan menjawab rumusan masalah: (1) Apa saja alasan petani memasarkan TBS kelapa sawit ke tengkulak; (2) Bagaimana peran tengkulak dalam pemasaran TBS; (3) Bagaimana tingkat kepuasan petani terhadap peran tengkulak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui alasan petani memasarkan TBS kelapa sawit ke tengkulak; (2) Mengetahui peran tengkulak dalam pemasaran TBS; mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap peran tengkulak. Metode penentuan sampel dalam penenlitian ini adalah purposive sampling yaitu menentuan sampel dengan sengaja. Dengan pengumpulan data wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi. Dengan analisis data deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan sekala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kehadiran tengkulak dapat memenuhi kekurangan yang ada pada petani di antaranya perjanjian kerja antara petani dengan pabrik pengolahan kelapa sawit, transport, modal, dan juga SDM; (2) Tengkulak berperan penting yang dapat memberikan kemudahan mobilitas dan pembayaran tunai langsung kepada petani, tengkulak juga memberikan fasilitas yang di butuhkan petani; (3) Kepuasan petani terhadap kinerja tengkualak berperan sebagai Pengumpul sebanyak 92,6% menyatakan sangat puas dalam pengumpul hasil pertanian, kekonsistenan hasil pertanian, tanggung jawab hasil pertanian, memberikan kejujuran tengkulak sebagai pengumpul, melakukakan peningkatan sebagai kinerja tengkulak sebagai pengumpul hasil pertanian. Berperan sebagai Pembeli 92,0% menyatakan sangat puas dalam memberikan harga, kekonsistenan dalam pembayaran, selalu membeli hasil pertanian, tengkulak memiliki pengetahuan harga pasar, melakukan kerja sama. Berperan sebagai Penghubung 100% menyatakan sangat puas dalam penghubung antara petani dengan pasar, mencapai pasar lebih luas, menjembatani petani, mengoptimalkan harga, dukungan layanan. Berperan sebagai Pemasaran 90,29% menyatakan sangat puas dalam transparasi, menghargai kualitas, mencari konsumen baru, promosi dalam penjualan, memberikan informasi pemasaran. dan Berperan sebagai Kreditor 89,14% menyatakan sangat puas dalam pemberian kredit modal, menyakinkan pemberian modal, membayar petani sebelum ada hasil, tengkulak memberikan ketergantungan, sikap peran kreditor.