ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sektor perikanan di pulau Tarakan menjadi sorotan utama karena hasil tangkapannya yang melimpah, terutama ikan pari yang sering ditangkap dengan alat tangkap rawai senggol. Studi mengenai ciri-ciri morfometrik dan hubungan panjang-berat ikan pari yang tertangkap di perairan Tarakan dilakukan melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode penelitian ini melibatkan observasi langsung terhadap sampel ikan pari hasil tangkapan rawai senggol, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dalam pengukuran morfometrik, 24 karakteristik dan 11 karakteristik meristik diperhitungkan pada sampel ikan pari. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien b untuk regresi linier hubungan panjang total atau panjang standar dan berat, yang berbeda dari 2 (b ≠ 3), menunjukkan adanya allometrik. Nilai b = 2,92 (PS-B) dan b = 2,67 (PT – B) menunjukkan allometrik negatif (b 3), di mana pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengukuran morfometrik dan meristik pada ikan pari yang tertangkap menggunakan rawai senggol di Kota Tarakan konsisten dengan karakteristik jenis ikan pari dari keluarga Dasyatidae dan genus Maculabatis serta memberikan pembandingan pola pertumbuhan ikan pari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Spesies ikan pari memiliki kekerabatan dekat dengan spesies lainnya yang memiliki kesamaan dan karakter morfologi saling tumpang tindih dan sulit untuk membedakan spesiesnya. Salah satu metode untuk mengidentifikasi spesies pari yaitu DNA barcoding. DNA barcoding adalah metode molekuler untuk mengidentifikasi spesies yang memanfaatkan rantai DNA pendek berupa penanda mitochondrial cytochrome oxidase subunit 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi beserta karakteristik genetik ikan pari yang diambil di perairan muara sesayap kabupaten Tana Tidung menggunakan metode DNA barcoding. Objek yang akan diteliti adalah ikan pari jantan genus Maculabatis. Pengambilan sampel ikan pari dilakukan pada bulan Februari 2023 di perairan muara Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Tahapan ekstraksi DNA hingga tahap PCR dilaksanakan di Laboratorium dan tahapan sekuensing dilaksanakan oleh jasa sekuensing. Sampel uji ikan pari memiliki 2 karakter morfologi yang berbeda dengan ukuran terpanjang yaitu 47 cm dengan lebar 59 cm dan terpendek 32 cm dengan lebar 41 cm. Validasi basa nukleotida sampel menunjukkan panjang rantai basa nukleotida mencapai 687. Jenis ikan pari dari perairan muara Sesayap Kabupaten Tana Tidung berdasarkan uji molekuler yaitu jenis Maculabatis gerrardi dengan tingkat kemiripan 100% dengan sekuen dari Malaysia dengan kode akses OQ3885102.1 dari NCBI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan hasil tangkapan utama ikan pari jantan (Maculabatis sp). Data ilmiah terkait dengan rawai dan hasil tangkapannya, sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya perikanan lestari dan berkelanjutan. Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan estimasi komposisi hasil laju tangkap ikan pari jantan berdasarkan kelimpahan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) di perairan Kalimantan utara Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (Oktober sampai dengan Desember 2022) Selama riset dua bulan tersebut, akan dilakukan sampling total sebanyak 6 kali sampling. Sampling dilakukan 2 kali dalam satu bulan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan pada pengoperasian alat tangkap rawai senggol diperairan kalimanan utara terdapat tangkap adalah ikan pari jantan ikan pari jantan, ose, ikan kakap merah, ikan arut, hiu, dan pari hantu macan. Komposisi hasil tangkapan yang dominan tertangkap ikan pari jantan dengan tangkapan utama (main catch) mencapai 9197,5 Kg (96.54%.), tangkapan sampigan (bycatch) sebesar 206,6 Kg (2.17 %) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 Kg (1.29%), dengan total keseluruhan hasil tangkapan adalah 9527,1 kg dan laju tangkapan berkisar 20,8 – 32,4 kg/jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan pada perikanan rawai senggol sangat selektif karena besarnya komposisi hasil tangkapan utama dan untuk laju tangkapan pada rawai senggol menunjukan relative tinggi dengan nilai bervariasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu dari banyak negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan pari dalam jumlah yang banyak, bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu yang terbesar. Hal tersebut menyebabkan terancamnya kelangsungan hidup dari spesies ikan pari serta terganggunya habitat dan ekosistem yang disebabkan oleh banyaknya perburuan ikan pari di perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ikan pari dan status konservasi yang terdapat di Perairan Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Pengambilan sampel ikan pari dilakukan dengan melihat seluruh hasil tangkapan nelayan sebelum dibeli oleh pedagang. Identifikasi ikan pari yang dilakukan mengacu pada buku Shark and Rays of Borneo (2010) dan Status Konservasi ikan pari yang ditemukan ditentukan status konservasinya melalui situs IUCN Red List dan WoRMS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 1 spesies yang teridentifikasi pada penelitian yaitu spesies Urogymnus Polylepis dengan status konservasi menurut IUCN spesies Ikan Pari Ayam (Urogymnus Polylepis) masuk dalam kategori Endangered (EN) atau terancam punah. di samping itu Urogymnus Polylepis Air Tawar Raksasa ini tekanan penangkapan yang intensif membuat spesies ini tunduk pada penangkapan serta degradasi habitat di wilayah jelajahnya, di samping itu memiliki sedikit perlindungan dari ancaman dan eksploitasi berlebihan juga terjadi dalam jangkauannya karena penurunan yang disimpulkan, penurunan kualitas habitat, dan tingkat eksploitasi, dan terancam punah. Perlunya upaya pengembangan agar populasi ikan pari ayam di alam harus dijaga melalui pengembangan eks situ di luar habitatnya dan melakukan restocking jika pengembangbiakannya telah berhasil dan melakukan konservasi kembali ke habitat asalnya.