Abstrak
Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan hasil tangkapan utama ikan pari jantan (Maculabatis sp). Data ilmiah terkait dengan rawai dan hasil tangkapannya, sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya perikanan lestari dan berkelanjutan. Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan estimasi komposisi hasil laju tangkap ikan pari jantan berdasarkan kelimpahan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) di perairan Kalimantan utara Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (Oktober sampai dengan Desember 2022) Selama riset dua bulan tersebut, akan dilakukan sampling total sebanyak 6 kali sampling. Sampling dilakukan 2 kali dalam satu bulan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan pada pengoperasian alat tangkap rawai senggol diperairan kalimanan utara terdapat tangkap adalah ikan pari jantan ikan pari jantan, ose, ikan kakap merah, ikan arut, hiu, dan pari hantu macan. Komposisi hasil tangkapan yang dominan tertangkap ikan pari jantan dengan tangkapan utama (main catch) mencapai 9197,5 Kg (96.54%.), tangkapan sampigan (bycatch) sebesar 206,6 Kg (2.17 %) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 Kg (1.29%), dengan total keseluruhan hasil tangkapan adalah 9527,1 kg dan laju tangkapan berkisar 20,8 – 32,4 kg/jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan pada perikanan rawai senggol sangat selektif karena besarnya komposisi hasil tangkapan utama dan untuk laju tangkapan pada rawai senggol menunjukan relative tinggi dengan nilai bervariasi.