ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses morfologis kata afiksasi verba dalam berita online Koran Kaltara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Sumber data yang digunakan berita online Koran Kaltara Edisi Januari 2024 khususnya pada berita headline atau berita utama dengan jumlah berita sebanyak 27 berita berupa verba yang dilekati afiks yang mengalami proses morfologis. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 214 data diantaranya mencakup prefiks, konfiks, sufiks, dan kombinasi afiks. Prefiks yang dianalisis yaitu prefiks meN-, ber-, di- dan ter- dengan hasil temuan yakni sebanyak 111 data yang dikelompokkan sesuai dengan bentuk prefiksnya. Prefiks tersebut adalah prefiks meN- sebanyak 48 data, prefiks ber- sebanyak 14 data, prefiks di- sebanyak 33 data dan prefiks ter- sebanyak 16 data. Sufiks yang ditemukan yaitu sufiks -kan yakni sebanyak 6 data. Konfiks yang ditemukan yaitu konfiks ke-an dengan hasil temuan yakni terdapat 1 data. Kombinasi afiks yang dianalisis yaitu kombinasi afiks me-kan, di-kan, me-i, di-i, memper-, memper-kan, dan diper-kan dengan hasil temuan yakni sebanyak 96 data yang dikelompokkan sesuai dengan bentuk kombinasi afiksnya. Kombinasi afiks tersebut adalah kombinasi afiks me-kan sebanyak 40 data, kombinasi afiks di- kan sebanyak 28 data, kombinasi afiks me-i sebanyak 16 data, kombinasi afiks di-i sebanyak 6 data, kombinasi afiks memper- sebanyak 1 data, kombinasi afiks memper-kan sebanyak 3 data, dan kombinasi afiks diper-kan sebanyak 2 data. Hasil analisis data afiksasi verba yang paling dominan ditemukan dalam berita online Koran Kaltara Edisi Januari 2024 yaitu prefiks dengan jumlah 75 data dengan kategori prefiks terbanyak yaitu prefiks meN- sebanyak 48 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
JULI ULEH 2025. Imbuhan dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A. Pembimbing Anggota Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi imbuhan dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau yang digunakan oleh masyarakat di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode agih sebagai teknik analisis data. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap penutur asli bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau terdapat berbagai bentuk imbuhan, khususnya awalan seperti m-, n-, ng-, ny-, p-, le-, me-, pe-, dan nge- yang berperan penting dalam pembentukan kata kerja (verba). Beberapa imbuhan menyebabkan perubahan fonologis pada bentuk dasar, sedangkan yang lain tidak. Fungsi imbuhan dalam bahasa ini meliputi pembentukan kata kerja dari bentuk dasar yang semula berupa verba atau adjektiva. Temuan ini memperkaya kajian morfologi Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan ejaan, diksi, afiksasi pada berita dalam surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik baca, simak, dan catat. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung kesalahan ejaan, ketidaktepatan penggunaan diksi, dan kesalahan penggunaan afiks. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bentuk-bentuk kesalahan ejaan sebanyak tujuh puluh satu data, di antaranya adalah: kesalahan penggunaan huruf sebanyak sembilan data, kesalahan penulisan kata sebanyak lima puluh satu data, kesalahan penggunaan tanda baca sebanyak sembilan data, dan kesalahan penulisan unsur serapan sebanyak enam data. Selain itu, ditemukan juga kesalahan diksi sebanyak dua belas data dan kesalahan afiksasi sebanyak empat data. Total kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat di dalam surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022 sebanyak delapan puluh tujuh data. Dari penjabaran sebelumnya, ditemukan kesalahan tertinggi terdapat pada penulisan kata sebanyak lima puluh satu data dan kesalahan terendah terdapat pada afiksasi sebanyak empat data. Faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa, baik dari segi ejaan, diksi, maupun afiksasi adalah terbatasnya waktu dalam menulis sehingga mengakibatkan penulis berita kurang teliti serta kurangnya penguasaan terhadap kaidah bahasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitin ini berujuan untuk mendeskripsikan bagaimana afiksasi dalam nyanyian suku tidung pada buku paguntaka karya Eva Apriani dan Sulistyani Pamuji kajian morfologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskritif berupa tulisan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari lirik nyanyian suku tidung dan data penelitiannya adalah tutrr kata yang mengandung afiksasi yang terdapat dalam nyanyian suku tidung pada buku paguntaka karya Eva Apriani dan Sulistyani Pamuji. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasikan berdasarkan tahap-tahapnya, kemudian data yang telah selesai di klasifikasikan lalu dianalisis dan diinterpretasikan berdasarkan pebedaannya. Dari 9 lirik nyanyian yang telah dianalisis dengan kajian Morfologi dapat diambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan data yang didapatkan yaitu afiks terdapat 23 data lirik lagu itu. Dari 23 kata yang berafiks yang ditemukan, Prefiks memiliki persentase penggunaan paling tinggi yaitu sebanyak 22 data yang terdiri dari atas prefiks meN-, Ber-, dan se-,. Sedangkan sufiks yang ditemukan sebanyak 1 data terdiri dari sufiks an-, yang terdapat dan dalam lirik nyanyian rakyat suku Tidung. Sedangkan infiks dan simulfiks tidak ditemukan dalam lirik nyanyian Suku Tidung pada Buku paguntaka. Makna Afiksasi dalam nyanyian Suku Tiduung pada Buku Paguntaka Memiliki 3 Makna prefiks Yaitu be-,(ber-) yang menyatakan makna suatu perbuatan aktif. Gi-,(meN-) sebagai pembentukan kata kerja intransitif yang menyatakan suatu Tindakan aktif.in-, (se-) pada dasarnya melekat pada kata benda. Dapat pembentukan kata penguhubung mempunyai makna yang menyatakan makna satu. Makna sufiks a-(an-) menyatakan makna perbuatan. Kata Kunci: afiksasi, nyanyian suku tidung, morfologi