ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi serta menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di kelas V C SD Negeri 017 Tarakan dengan sampel penelitian siswa kelas V C yang melakukan kesalahan berbahasa pada penulisan karangan deskripsi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes tertulis, teknik angket (kuesioner), wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis data kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data mengenai kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa dan teknik analisis data deskriptif persentase yang digunakan untuk menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 53 kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Pada tataran fonologi (penghilangan fonem, perubahan dan penambahan fonem) terdapat 43 kesalahan. Sedangkan pada tataran morfologi (prefiks, sufiks dan konfiks) terdapat 10 kesalahan. Selanjutnya, yang berkenaan dengan faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi, dapat dilihat bahwa faktor penyebab tertinggi kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi yang dilakukan oleh siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan yaitu karena kurangnya pemahaman terkait kaidah kebahasaan yang memperoleh persentase sebesar 63%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan menulis dengan penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tepat sangat penting dalam menghasilkan tulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada karangan narasi siswa kelas V-A di SD Negeri Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis karangan narasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, terdapat lima subjek yang mewakili lima kategori penilaian kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Kesalahan dengan persentase tertinggi pada aspek huruf kapital adalah kesalahan penggunaan huruf kapital pada kata pertama awal kalimat, yaitu sebesar 48,78%. Pada aspek tanda baca titik, kesalahan terbesar ditemukan pada penghilangan tanda titik di akhir kalimat pernyataan. Sementara itu, pada aspek tanda baca koma, kesalahan tertinggi terjadi pada kesalahan penggunaan tanda baca koma untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, dengan persentase sebesar 44,68%. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor kompetensi berkaitan dengan rendahnya pemahaman siswa terhadap kaidah penggunaan huruf kapital dan tanda baca, sedangkan faktor performansi disebabkan oleh keterbatasan dalam mengingat, seperti lupa atau tergesa-gesa saat menulis. Selain itu, hasil wawancara menunjukkan bahwa guru lebih berfokus pada isi dan keterbacaan tulisan siswa sehingga aspek kebahasaan kurang diperhatikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesalahan tanda baca, pilihan kata (diksi), dan ejaan yang terdapat dalam empat naskah pidato Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa kesalahan berbahasa yang terdapat dalam naskah pidato Wakil Bupati, khususnya: 1) penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dengan Pemerintah Kota Tarakan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, yang disampaikan pada tanggal 12 September 2023; 2) Focus Group Discussion (FGD) tentang revisi dan pengembangan kamus bahasa daerah serta pengelolaan dan pelestarian cagar budaya, yang disampaikan pada tanggal 4 Oktober 2023; 3) pelatihan Pertolongan Pertama Cedera Olahraga (PPCO) dan Tes Asesmen Atlet, yang disampaikan pada tanggal 16 Oktober 2023; dan 4) sesi pembinaan tentang edukasi perpajakan dan pengenalan penggunaan E-Bupot yang disampaikan pada tanggal 31 Oktober 2023. Kesalahan berbahasa yang teridentifikasi dalam pidato-pidato tersebut meliputi kesalahan pilihan kata (diksi), tanda baca, dan ejaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi membaca, menyimak, dan mencatat. Peneliti melakukan analisis kesalahan berbahasa dalam tiga aspek, yaitu pilihan kata (diksi) yang mengacu pada pemilihan kata yang tepat dan tepat untuk mengungkapkan makna dalam tulisan; tanda baca yang berkaitan dengan sistem teknis ortografi; dan ejaan yang melibatkan representasi bunyi bahasa dalam bentuk tertulis. Berdasarkan analisis data, peneliti mengidentifikasi 56 contoh kesalahan berbahasa yang dikategorikan sebagai berikut: 24 kasus kesalahan pilihan kata (diksi), 18 kasus kesalahan ejaan, dan 13 kasus kesalahan tanda baca. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesalahan pilihan kata (diksi) merupakan jenis kesalahan berbahasa yang paling banyak ditemukan dalam naskah pidato Wakil Bupati.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan berbahasa pada karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang menekankan pada deskripsi, maka penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskripsi kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan yang diperoleh menggunakan teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik membaca dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesalahan berbahasa pada karangan narasi ekspositoris siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Tarakan yang ditemukan sebanyak 217 kasus kesalahan berbahasa, diantaranya: (1) kesalahan penulisan huruf kapital berjumlah 155 kasus kesalahan, (2) kesalahan penulisan ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya berjumlah 2 kasus kesalahan, (3) kesalahan penulisan preposisi di, ke, dan dari berjumlah 13 kasus kesalahan, (4) kesalahan penulisan partikel pun berjumlah 7 kasus kesalahan, (5) kesalahan penulisan lambang bilangan berjumlah 6 kasus kesalahan, (6) kesalahan penulisan tanda baca berjumlah 5 kasus kesalahan, (7) kesalahan penulisan tanda hubung berjumlah 8 kasus kesalahan, (8) kesalahan penulisan kata (kurang huruf dan kelebihan huruf) berjumlah 6 kasus kesalahan, (9) kesalahan penyingkatan kata berjumlah 13 kasus kesalahan, dan (10) kesalahan semantik penggunaan kata pukul dan jam berjumlah 2 kasus kesalahan. Secara keseluruhan kesalahan berbahasa pada karangan siswa kelas VIII-2 adalah kesalahan ejaan. The research goal was to find language errors in the expository, narrative essays of class VIII-2 students at SMP Negeri 1 Tarakan. This research employed qualitative research emphasising description, which was included in the type of qualitative descriptive research. The data in this research were expository, narrative essays from class VIII-2 students obtained using interviews, documentation, reading, and note-taking techniques. The results of this research showed that there were 217 cases of language errors in the expository narrative essays of students in class VIII- 2, including (1) 155 errors in writing capital letters, (2) 2 errors in writing capital letters, -, kau-, -ku, -mu, and -nya, (3) 13 errors in writing prepositions di, ke, and dari, (4) 7 errors in writing particles-pun, (5) 6 errors in writing number symbols, (6) 5 errors in writing punctuation, (7) 8 errors in writing hyphens, (8) 6 errors in writing words (fewer letters and excess letters), (9) 13-word abbreviation errors, and (10) 2 semantic errors in using the words o'clock and clock. The language errors in III-2 students' essays were spelling errors.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan ejaan, diksi, afiksasi pada berita dalam surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, teknik baca, simak, dan catat. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung kesalahan ejaan, ketidaktepatan penggunaan diksi, dan kesalahan penggunaan afiks. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bentuk-bentuk kesalahan ejaan sebanyak tujuh puluh satu data, di antaranya adalah: kesalahan penggunaan huruf sebanyak sembilan data, kesalahan penulisan kata sebanyak lima puluh satu data, kesalahan penggunaan tanda baca sebanyak sembilan data, dan kesalahan penulisan unsur serapan sebanyak enam data. Selain itu, ditemukan juga kesalahan diksi sebanyak dua belas data dan kesalahan afiksasi sebanyak empat data. Total kesalahan berbahasa Indonesia yang terdapat di dalam surat kabar online Benuanta edisi Agustus 2022 sebanyak delapan puluh tujuh data. Dari penjabaran sebelumnya, ditemukan kesalahan tertinggi terdapat pada penulisan kata sebanyak lima puluh satu data dan kesalahan terendah terdapat pada afiksasi sebanyak empat data. Faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa, baik dari segi ejaan, diksi, maupun afiksasi adalah terbatasnya waktu dalam menulis sehingga mengakibatkan penulis berita kurang teliti serta kurangnya penguasaan terhadap kaidah bahasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan berbahasa Indonesia dalam iklan produk minuman melalui televisi nasional pada bidang pelafalan yang mencakup penambahan fonem di akhir kata (paragog), pelesapan fonem di awal kata (aferesis), pelesapan fonem di tengah kata (sinkop), pelesapan fonem di akhir kata (apokop) dan bunyi berbeda dijadikan sama (asimilasi). Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata yang diujarkan oleh bintang iklan produk minuman yang ada di televisi nasional. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam, teknik simak, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat dua puluh dua iklan produk minuman yang terdapat kesalahan dan tujuh puluh data yang terdapat kesalahan dalam pelafalan. Kesalahan berbahasa dalam bidang pelafalan yang terbagi atas, tujuh belas data yang mengalami penambahan fonem di akhir kata yaitu penambahan fonem konsonan /h/. Tiga puluh empat data yang mengalami pelesapan fonem di awal kata yaitu pelesapan fonem vokal /a/, vokal /i/, vokal /∂/, pelesapan fonem konsonan /h/, konsonan /s/, konsonan /b/, konsonan /t/, konsonan /m/, konsonan /p/, dan konsonan /r/. Lima data yang mengalami pelesapan di tengah kata yaitu pelesapan fonem vokal /a/, /∂/ dan konsonan /h/. Satu data yang mengalami pelesapan fonem di akhir kata yaitu pelesapan fonem /h/, serta tiga belas data yang mengalami perubahan bunyi berbeda dijadikan sama yaitu perubahan bunyi fonem vokal /a/ menjadi /∂/ dan fonem vokal /ĩ/ menjadi /ɛ/. Penyebab bunyi tersebut terjadi akibat dari perkembangan sejarah serta pengaruh lingkungan sosial.