ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hambatan fonologis merupakan salah satu permasalahan kemampuan berbicara pada anak Down Syndrome yang dapat memengaruhi kejelasan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan hambatan fonologis pada anak Down Syndrome berinisial AS di SLB Negeri Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan AS yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis dengan membandingkan tuturan AS dengan kata target berdasarkan perubahan fonem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 data ujaran ditemukan enam bentuk hambatan fonologis, yaitu substitusi fonem 15 data, omisi fonem 7 data, adisi fonem 5 data, distorsi berupa hentian glotal 3 data, hambatan majemuk 5 data. Contoh data yang ditemukan yaitu kata target /sapu/ diujarkan menjadi /tapu/ yang menunjukkan substitusi fonem /s/ menjadi /t/; kata /kaki/ menjadi /aki/ yang menunjukkan omisi fonem /k/; kata /buku/ menjadi /bukuu/ yang menunjukkan adisi fonem /u/; kata /kuda/ menjadi [ʔuda] yang menunjukkan distorsi berupa hentian glotal; kata /kucing/ menjadi /tucing/ yang termasuk hambatan majemuk. Berdasarkan hasil tersebut, AS mengalami berbagai hambatan dalam memproduksi bunyi bahasa, sehingga diperlukan upaya pengembangan kemampuan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi serta menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di kelas V C SD Negeri 017 Tarakan dengan sampel penelitian siswa kelas V C yang melakukan kesalahan berbahasa pada penulisan karangan deskripsi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes tertulis, teknik angket (kuesioner), wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis data kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data mengenai kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa dan teknik analisis data deskriptif persentase yang digunakan untuk menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 53 kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Pada tataran fonologi (penghilangan fonem, perubahan dan penambahan fonem) terdapat 43 kesalahan. Sedangkan pada tataran morfologi (prefiks, sufiks dan konfiks) terdapat 10 kesalahan. Selanjutnya, yang berkenaan dengan faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi, dapat dilihat bahwa faktor penyebab tertinggi kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi yang dilakukan oleh siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan yaitu karena kurangnya pemahaman terkait kaidah kebahasaan yang memperoleh persentase sebesar 63%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini membahas proses morfofonemik dalam Bahasa Bulungan dengan menggunakan pendekatan Fonologi Generatif. Bahasa Bulungan, yang merupakan salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara, memiliki kekayaan bentuk Morfologis yang menarik untuk dikaji secara Fonologis, terutama dalam proses perubahan bunyi akibat pertemuan Morfem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses morfofonemik yang terjadi, serta menganalisisnya berdasarkan prinsip-prinsip fonologi generatif, yang diperkenalkan oleh Chomsky dan Halle (1968). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik simak, teknik rekam, dokumentasi pada tuturan penutur asli Bahasa Bulungan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi bentuk dasar dan bentuk turunan, kemudian dirumuskan aturan fonologis yang menggambarkan proses morfofonemik-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses morfofonemik dalam bahasa Bulungan seperti pembagian transformasi generatif dan ciri distingtif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis karakteristik fonologis pada anak tunagrahita dengan gangguan berbicara di SLB Negeri Tarakan. Subjek penelitian adalah seorang anak bernama DW yang mengalami kesulitan dalam memproduksi bunyi, khususnya pada pengucapan fonem tertentu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan rekaman. Data yang dianalisis terdiri atas 87 kata yang diucapkan oleh DW. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan fonologis berupa perubahan, penghilangan, dan penyederhanaan kata. Contohnya, kata "pecah" diucapkan menjadi "peta", dan "cantik" menjadi "tantit", menunjukkan penggantian fonem /ʧ/ dengan /t/. Pada kasus penghilangan fonem, kata "telor" menjadi "telo", dan "aduk-aduk" menjadi "ado-ado", menghilangkan fonem /r/ dan /k/. Gangguan ini berkaitan dengan lemahnya kontrol motorik alat ucap seperti lidah dan bibir, serta keterbatasan kognitif yang memengaruhi persepsi fonem. Anak menunjukkan kecenderungan menyederhanakan struktur suku kata dan mengganti bunyi yang sulit dengan bunyi yang lebih mudah diucapkan. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang pola fonologis anak tunagrahita dan dapat menjadi referensi bagi guru dan terapis dalam menyusun strategi pembelajaran serta terapi wicara yang lebih tepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan bunyi bahasa karena terjadinya interferensi fonetik penutur Bahasa Jepang terhadap penggunaan Bahasa Indonesia dalam channel youtube Yusuke [wasedaboys]. Penelitian yang dilakukan ini termasuk jenis penelitian yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari tuturan Yusuke yang merupakan penutur bahasa pertamanya Bahasa Jepang saat menuturkan Bahasa Indonesia sesuai batasan masalah yang telah ditentukan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan menyajikan ciri distingtif bunyi bahasa sesuai data yang telah dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 44 data yang mengalami interferensi bunyi bahasa perubahan bunyi [n] menjadi [m], perubahan bunyi [ǝ] menjadi [u], perubahan bunyi [a] menjadi [ǝ], perubahan bunyi [i] menjadi [Ɛ], perubahan bunyi [o] menjadi [u], pelesapan [u] dan [ǝ] ditengah kata, perubahan bunyi [ai] menjadi [e], perubahan akhiran bunyi [n] menjadi [ŋ], perubahan akhiran bunyi [ŋ] menjadi [m], penambahan bunyi vokal [ǝ] dan [u] diakhir kata setelah /r/, penambahan bunyi [h] diakhir setelah /a/, penambahan bunyi [u] dan [o] diakhir setelah /t/, penambahan /g/ diantara /ŋ/ dengan vokal /a/, /e/ dan /u/, perubahan [au] menjadi [o], perubahan [l] menjadi [r], perubahan [Ɛ] menjadi [a], penambahan [e] diakhir /s/, dan pelesapan bunyi /s/ diawal kata. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan jenis perubahan bunyi bahasa pada data yang mengalami interferensi fonetik yaitu asimilasi, zeroisasi sinkop, paragog, epentesis, dan zeroisasi afresis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi fonologis bahasa Lamaholot dialek Adonara Barat dan Adonara Timur di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tempat mayoritas masyarakat Lamaholot bermigrasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan teknik pancing, cakap semuka, catat, dan rekam. Data dianalisis menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding. Dari 224 kosa kata (200 kosa kata Morris Swadesh dan 24 kosa kata tambahan), ditemukan 64 variasi fonologis antara kedua dialek yang dikategorikan menjadi perubahan fonem vokal (4 kosa kata), perubahan fonem konsonan (16 kosa kata), perubahan fonem vokal menjadi fonem konsonan (16 kosa kata), penambahan fonem konsonan (22 kosa kata), dan perubahan fonem serta penambahan fonem (6 kosa kata). Variasi fonologis yang paling dominan ditemukan pada penambahan fonem konsonan yakni terdapat 22 kosa kata. Variasi ini disebabkan oleh faktor geografis. Selain itu, migrasi menyebabkan 19 perubahan fonologis: 16 kosa kata dari dialek Adonara Barat dan 3 kosa kata dari dialek Adonara Timur. Hal ini dapat terjadi akibat migrasi yang mempengaruhi cara pengucapan karena kontak bahasa dan lamanya penutur bermigrasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk gangguan berbahasa dalam aspek fonologi yang dialami penyandang tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan penyandang tunagrahita ringan. Subjek penelitian ini adalah penyandang tunagrahita ringan berinisial AF yang berusia 15 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita ringan berinisial AF mengalami gangguan berbahasa dalam aspek fonologi yang ditandai dengan penghilangan bunyi fonem dan penggantian bunyi fonem. Dari 130 ujaran yang dianalisis, 129 ujaran mengalami penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa aferesis, bunyi-bunyi dihilangkan meliputi bunyi /b/, /c/, /d/, /f/, /g/, /h/, /k/, /l/, /m/, /n/, /ŋ/, /p/, /r/, /s/ dan /t/, apokop, penghilangan ini meliputi bunyi /l/, bunyi /t/, bunyi /ŋ/, dan bunyi /r/. Penghilangan fonem di awal dan akhir kata, pelesapan segmen. Dan penghilangan suku kata tak bertekanan. Sebanyak 11 ujaran menunjukkan penggantian bunyi fonem, dengan jenis perubahan meliputi substitusi bunyi trill /r/ menjadi /l/, substitusi bunyi peluncuran /r/ menjadi /w/, substitusi pengedepanan palatalisasi /s/ menjadi /c/, serta asimilasi velar /t/ menjadi /k/. Gangguan ini disebabkan oleh keterlambatan perkembangan bahasa dan keterbatasan kemampuan fonologis anak tunagrahita yang memengaruhi kemampuan AF dalam mengontrol dan mengoordinasikan gerakan artikulatorisnya. Sehingga, AF menyederhanakan ujarannya dengan menghilangkan dan mengganti bunyi fonem untuk memudahkan pengucapan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KESADARAN FONOLOGIS PADA SISWA KELAS III A DI SDN 032 TARAKAN ABSTRAK Permasalahan yang ditemukan di kelas III A SDN 032 Tarakan dimana terdapat kekurangan dalam kelancaran membaca sehingga menjadi faktor adanya kekurangan dalam bunyi bacaan. Bunyi yang dihasilkan pada saat membaca kata-kata sulit sering diulang dan bunyinya berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran fonologis siswa kelas III A di SDN 032 Tarakan yang ditinjau dari dua aspek yaitu: aspek ketepatan bunyi dan aspek perubahan bunyi. Pendekatan yang dilakukan yaitu pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan wawancara untuk memperoleh data hasil kesadaran fonologis siswa. Hasil data dianalisis melalui beberapa tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sebanyak 21 siswa kelas III A menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kesadaran fonologis, yang kemudian dikelompokkan dalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 2 siswa yang mewakili setiap kategori tinggi, sedang dan rendah untuk diwawancarai. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa siswa dalam hal kelancaran membaca sudah lancar, akan tetapi dalam membunyikan kata masih terdapat kesalahan pada bunyinya. Siswa juga mampu untuk memperbaiki bunyi yang masih salah. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa siswa sudah mampu menyadari bunyi dari kata yang disebutkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Studi ini menunjukkan interferensi fonologi yang dialami oleh siswa dalam melafalkan kosa-kata bahasa Inggris dan faktor-faktor yang mempengaruhi interferensi pengucapan. Responden dalam penelitian ini adalah tiga puluh delapan siswa SMP kelas 9-A. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes pengucapan dengan membaca dan merekam lima puluh kosa-kata bahasa Inggris, mengisi kuesioner, dan wawancara dengan tiga siswa sebagai representatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat tiga interferensi fonologi yang terdiri dari penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan penghilangan bunyi. Hasil analisis data juga menunjukkan kombinasi interferensi seperti penggantian bunyi dan penambahan bunyi, kemudian penggantian bunyi dan penghilangan bunyi. Adapun data lainnya menunjukkan faktor utama yang mempengaruhi siswa ketika mengucapkan kosa-kata bahasa Inggris adalah transfer negatif dari bahasa ibu ke bahasa asing. Faktor lainnya adalah kurangnya pengetahuan karena sedikitnya pembelajaran pengucapan. Dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami transfer negatif ketika mengucapkan kosa-kata bahasa Inggris. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pada proses belajar-mengajar. Siswa harus lebih memperhatikan pembelajaran pengucapan sehingga siswa memiliki pengetahuan untuk melafalkan kosa-kata bahasa Inggris dengan benar dan juga memiliki kesadaran yang tinggi terhadap interferensi bahasa ibu dalam melafalkan vokal dan konsonan bahasa Inggris. Studi ini juga menyarankan bahwa guru harus memberikan perhatian ekstra pada masalah ini. Guru diharapkan dapat membantu siswa untuk mengurangi kesalahan dalam pengucapan kosa-kata bahasa Inggris. This research aimed to show the phonological interference experienced by students in pronouncing English vocabulary and the factors that influence pronunciation interference. Respondents in this study were thirty-eight junior high school students in Grade 9-A. This research used a descriptive-qualitative method. The instrument used to collect data was a pronunciation test, conducted by reading and recording fifty vocabularies, filling out a questionnaire, and interviewing three students as representatives. The results of the data analysis showed that there are three phonological interferences: sound replacement, sound addition, and sound omission. Meanwhile, other data showed that the main factors that influence students when pronouncing English vocabulary are negative transfer from L1 to foreign language, lack of knowledge due to lack of pronunciation learning. It can be concluded that students experienced negative transfer when pronouncing English vocabulary. The implications of this research were expected to help in the teaching and learning process. Students should pay more attention to pronunciation learning so that they also be aware of L1 interference in pronouncing English vowels and consonants. This research also suggested teachers to pay more attention to the interference issue. Teachers were expected to help students reduce errors in the pronunciation of English vocabulary.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelesapan dan perubahan fonem pada anak usia 3 tahun tinjau dari pada anak di Paud Adityawarman Kota Tarakan serta relevansinya dalam pembelajaran Fonologi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Borneo Tarakan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif serta kajian yang digunakan yaitu kajian Fonologi. Adapun sumber data yang diperoleh dari anak usia 3 tahun. Data penelitian ini berbentuk tindak tutur yang terdapat di dalamnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik rekam, teknik catat dan teknik simak libat cakap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Bahasa yang dipergunakan oleh si anak, masih belum sempurna dan masih terdapat pelesapan perubahan bunyi yang sering dikeluarkan dalamucapannya sehari-hari. Pada saat anak berusia 3 tahun perbendaharaan bahasa mereka semakin banyak dan mereka dapat membuat kalimat yang sesuai dengan tata bahasa, meskipun masih banyak yang belum dapat mereka lakukan dengan bahasanya.