Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

AISYA ADELIA DEWINTASARI

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

HAMBATAN FONOLOGIS ANAK DOWN SYNDROME DI SLB NEGERI TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hambatan fonologis merupakan salah satu permasalahan kemampuan berbicara pada anak Down Syndrome yang dapat memengaruhi kejelasan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan hambatan fonologis pada anak Down Syndrome berinisial AS di SLB Negeri Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan AS yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis dengan membandingkan tuturan AS dengan kata target berdasarkan perubahan fonem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 data ujaran ditemukan enam bentuk hambatan fonologis, yaitu substitusi fonem 15 data, omisi fonem 7 data, adisi fonem 5 data, distorsi berupa hentian glotal 3 data, hambatan majemuk 5 data. Contoh data yang ditemukan yaitu kata target /sapu/ diujarkan menjadi /tapu/ yang menunjukkan substitusi fonem /s/ menjadi /t/; kata /kaki/ menjadi /aki/ yang menunjukkan omisi fonem /k/; kata /buku/ menjadi /bukuu/ yang menunjukkan adisi fonem /u/; kata /kuda/ menjadi [ʔuda] yang menunjukkan distorsi berupa hentian glotal; kata /kucing/ menjadi /tucing/ yang termasuk hambatan majemuk. Berdasarkan hasil tersebut, AS mengalami berbagai hambatan dalam memproduksi bunyi bahasa, sehingga diperlukan upaya pengembangan kemampuan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

HAMBATAN FONOLOGIS ANAK DOWN SYNDROME DI SLB NEGERI TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hambatan fonologis merupakan salah satu permasalahan kemampuan berbicara pada anak Down Syndrome yang dapat memengaruhi kejelasan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan hambatan fonologis pada anak Down Syndrome berinisial AS di SLB Negeri Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan AS yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis dengan membandingkan tuturan AS dengan kata target berdasarkan perubahan fonem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 data ujaran ditemukan enam bentuk hambatan fonologis, yaitu substitusi fonem 15 data, omisi fonem 7 data, adisi fonem 5 data, distorsi berupa hentian glotal 3 data, hambatan majemuk 5 data. Contoh data yang ditemukan yaitu kata target /sapu/ diujarkan menjadi /tapu/ yang menunjukkan substitusi fonem /s/ menjadi /t/; kata /kaki/ menjadi /aki/ yang menunjukkan omisi fonem /k/; kata /buku/ menjadi /bukuu/ yang menunjukkan adisi fonem /u/; kata /kuda/ menjadi [ʔuda] yang menunjukkan distorsi berupa hentian glotal; kata /kucing/ menjadi /tucing/ yang termasuk hambatan majemuk. Berdasarkan hasil tersebut, AS mengalami berbagai hambatan dalam memproduksi bunyi bahasa, sehingga diperlukan upaya pengembangan kemampuan komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.